Selasa, Februari 27, 2007

Tutorial: Mengkonfigur WLW untuk Blog di WP.com

Tutorial: Mengkonfigur WLW untuk Blog di WP.com

Update (2017-11-26):
Windows Live Writer sudah dihentikan oleh Windows. Akan tetapi ada komunitas yang tetap mengelola blog editor yang sangat ramah pengguna itu dan memberi nama baru berupa Open Live Writer. OLW ini pun bisa diunduh gratis di openlivewriter.org.

Dua sampai tiga tulisan Kang Kombor di kombor.com Kang Kombot tulis memakai WindowsLiveWriter alias WLW keluaran perusahaannya Tuan Gates karena wbloggar selalu melaporkan “time out” setiap kali Kang Kombor klik publish tulisan yang sudah Kang Kombor buat.

Untuk yang belum punya WLW, aplikasi ini bisa diunduh dari http://windowslivewriter.spaces.live.com . Gratis.

Tadinya Kang Kombor kira tulisan yang Kang Kombor buat di WLW tidak disimpan di cakram keras PC Kang Kombor. Tidak tahunya, setiap tulisan yang kita buat di WLW dan dipublikasikan ke blog disimpan juga di cakram keras. Tulisan itu disimpan di My Documents\My Weblog Posts. Ada dua folder di dalam folder My Weblog Posts, yaitu Drafts dan Recent Posts. Tulisan yang belum dipublikasikan ke blog akan disimpan di folder Drafts sedangkan yang sudah dipublikasikan akan disimpan di folder Recent Posts.

OK deh, tutorial sederhana kali ini akan menunjukkan langkah-langkah untuk mengkonfigurasi WLW untuk blog kita di wordpress.com. Kang Kombor akan menggunakan blog Ikastara Tangerang yang kebetulan belum Kang Kombor konfigur ke WLW.

Selamat mengikuti. (Kalau link ke file tutorial belum muncul, file belum termuat. Sabar yah...)

File Tutorial Konfigurasi WLW

Kamis, Februari 22, 2007

Tutorial: Membuat Email dengan domain sendiri dari Google Apps

Tutorial: Membuat Email dengan domain sendiri dari Google Apps

Masih pake email gratisan dengan domain orang lain? Kuno. Wong bikin email dengan domain sendiri dengan kapasitas sama dengan email-nya Gmail saja gratis kok masih pake email dengan domain email gratisan. Sudah gratis, kalau Sampeyan mengelola sebuah komunitas, Sampeyan bisa membagi-bagikan email kepada anggota komunitas dengan domain komunitas Sampeyan.

Ini intermeso saja, Kang Ilham seharusnya segera ngecek kafemotor.com sudah dibeli orang atau belum. Kang Kombor merasa Kafe Motor akan menjadi blog yang rame dan menjadi sebuah komunitas pecinta sepeda motor. Ada baiknya layanan Google Apps ini dilirik dan dipakai. Sapa tahu toh, ada yang pingin punya email nama@kafemotor.com.

Layanan ini juga cocok untuk BaliGuide.Biz milik Bli Komang yang mungkin akan berkembang menjadi sebuah tour guiding services company yang besar. Atau ElvysBaliTours.com milik Bli Made. Keduanya sohib Kang Kombor di Bali. Tapi, yang domain personal sepeti kombor.com juga nggak apa-apa make. Gratis ini...

Jujur saja, Kang Kombor sebelumnya sudah make dengan domain suaraku.com. Itu tahun lalu. Saat ini, karena Kang Kombor akan bikin tutorial, Kang Kombor apply lagi dengan domain kombor.com. Boleh dong memanfaatkan layanan gratis yang masih versi beta ini untuk bagi-bagi pengetahuan. Eh, sapa tahu Romi bisa nerima panduan ginian di IlmuKomputer.com. Hahaha... nggak IKC banget gitu loooohhhh.....

Daripada bertele-tele pengantarnya, mending segera kita mulai saja. OK? Unduh saja filenya ya!

File tutorial bikin email dengan domain sendiri dari Google Hosted

--oOo--

I have been benefited by Google Apps with its service. I have my own domain email and till now it shows a reliable performance. I think it better for me to use Google Apps rather than host my email on other email hosting provider.

For those who come from non Bahasa Indonesia speaking countries, the article above tell people to a tutorial on how to configure domain to be used on Google Apps. Unfortunately, the tutorial was written in Bahasa Indonesia because I wanted to guide more Indonesian to grab Google Services as much as they can.

This blog offers readers with make money articles, tips and tricks. But, in some occasions I also write simple easy to follow tutorial for my readers. In make money articles, I provide my readers with articles, tips and tricks to earn from Google AdSense and paid review areas. What I still am not knowing much is how to make money using affiliate program. Perhaps my substandard English is the biggest obstacle for me to succeed in affiliate program. Of course I do learn more and more in increasing my affilliate skill. But, still, writing what I love is my best choice. Make money is not my main reason to blog.

Jumat, Februari 16, 2007

Kabar baik untuk yang belum punya Gmail

Kabar baik untuk yang belum punya Gmail

Yang belum punya Gmail, sekarang sudah bisa daftar sendiri, tidak perlu pakai undangan.

From Gmail with
Posted by David Murray, Associate Product Manager

Gmail sign-ups are now open worldwide! No more waiting for someone to invite you—just create an account directly at www.gmail.com. What better way to share the love with the people you care about than with Gmail chat with . And Gmail is available in over 40 interface languages (though
But seriously folks, good relationships are built on good communication. There's no reason you should struggle to reach the ones you love, and Gmail helps you communicate fast and easily.

Update: Just for the heck of it, we enlisted the help of an ensemble cast we think you'll enjoy. Check out our 4-part video.


2,8GB akan sangat cukup bagi Anda.

Sabtu, Februari 10, 2007

Demam berdarah: Apakah akan kita tunggu menjadi sejuta korban?

Demam berdarah: Apakah akan kita tunggu menjadi sejuta korban?

252 Orang Meninggal Akibat DBD
Sebanyak 252 orang dilaporkan meninggal dunia selama Januari- Februari 2007 akibat wabah Deman Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, sedangkan jumlah kasusnya mencapai 15.005 kejadian, demikian Depkes, Jumat.

Memuakkan! Hanya itu yang bisa Kang Kombor teriakkan menghadapi kenyataan bahwa bangsa kita ini tidak bisa apa-apa. Bayangkan saja, pada periode Januari - Februari 2007 sudah ada 252 orang yang meninggal akibat demam berdarah. Apa strategi nasional yang dimiliki untuk membebaskan Indonesia dari demam berdarah? Kang Kombor mulai mengenal penyakit ini sejak di SMA dulu, dan itu berarti tahun 1990 - 1993. Ambillah tahun 1992 sebagai awal munculnya demam berdarah (bisa saja lebih awal dari itu) maka sampai 2006 sudah 14 tahun kita bergaul dengan demam berdarah. Ibaratnya remaja sudah masuk masa puber dan sudah mulai berubah fisik dan pola pikirnya. Tapi kita sebagai sebuah bangsa ini sudah bergaul dengan demam berdarah selama 14 tahun dan tidak bisa berbuat apa-apa?

Thesis Kang Kombor mengenai pemerintah yang tidak bisa ngurus apa-apa bisa terbukti kalau begini.

Mari kita sebut sebagian dari urusan-urusan itu:

Membebaskan Indonesia dari demam berdarah
Prestasi nol besar. Seperti Kang Kombor sebutkan sebelumnya pemerintah kita ini reaktif. Tindakan yang bisa diambil untuk mengatasi demam berdarah hanya meminta rumah sakit-rumah sakit menyediakan kapasitas lebih untuk merawat pasien demam berdarah. Adakah yang pernah mendengar atau memiliki strategi Departemen Kesehatan untuk membebaskan Indonesia dari demam berdarah. Kalau ada yang punya, Kang Kombor ingin tahu kapan targetyang ditetapkan Departemen Kesehatan sebagai tahun bebas DBD.

Memberantas habis korupsi
Prestasi nol kecil. Memberantas korupsi itu tidak bisa evolutif melainkan harus revolutif. Kalau evolutif, sampai 200 tahun juga nggak bakalan terberantas wong evolusi itu makan waktu jutaan tahun.

Menyediakan lapangan kerja
Prestasinya? Halah... males mbahasnya.

Mencegah flu burung
Prestasi nol besar. Kita semua tahu pemerintah sangat tidak terorganisir. Depkes jalan sendiri, Deptan jalan sendiri. Kayaknya satu kabinet tapi kok seperti dua perusahaan yang saingan di pasar yang sama. Malah yang diurusin itu bisnisnya. Misal: beli obat dari Cina. Yang paling baru apa coba? MoU yang baru saja ditapakastani Bu Menteri itu... Soal mencegah flu burung ini kita keok sama Vietnam. Bahkan kita tinggal tunggu korbannya seperti demam berdarah. Kalau sudah menjadi rutinitas nggak perlu dicegah lagi.

Memberantas illegal logging
Prestasi nol besar. Illegal logging ini nggak usah dibasmi. Nanti juga akan berhenti sendiri kalau sudah tidak ada lagi hutan yang bisa dirampok.

Mengatasi banjir tahunan di ibu kota
Prestasi makin memburuk. Hari-hari ini kita semua sedang merasakan banjir sehingga nggak usahlah dibahas.

Memelihara fakir miskin dan anak telantar
Prestasi nol besar. Nggak ada kelihatan sama sekali kalau fakir miskin itu dipelihara oleh negara. Fakir miskin itu dipelihara sesama orang miskin.

Ngurusin bisnis haji
Kalau yang ini prestasi 100% berhasil. Haji dibisnisin sama pemerintah. Bayangin aja, setiap tahun bisa dikatakan ada 200.000 orang naek haji. Tiap orang dikutip sepuluh ribu perak saja ada duit 2M yang bisa disikat dari jamaah haji. Tapi ngutip kok hanya sepuluh ribu perak... malu-maluin. Pasti lebih dari itu. Kalau nggak, dari mana Depag punya Dana Abadi Ummat?

Sudahlah. Kalau mau diterus-terusin, nggak akan ada yang ketemu beres. Paling-paling yang akan kita dengar dari pemerintah adalah sanggahan. Pemerintah itu bukan pegawai. Pegawai kalau salah bisa dipecat. Pemerintah, kalau salah... rakyat yang jadi korban. Makanya pemerintah nggak boleh salah.

Sorry saja. Ini bukan nggrundhel atau berkeluh-kesah. Kata Aa Gym yang sudah mulai sepi orderan kita ini harus mulai dari diri sendiri. Diri sendiri sudah mulai. Halah... kalau diri sendiri mulai tapi pemerintah nggak berbuat apa-apa yo podho wae sami mawon nggak ada gunanya.

Kamis, Februari 08, 2007

Validasi RSS di Feed Validator

Validasi RSS di Feed Validator

Karena komentar Mas feR1  tentang pengumpan blog ini yang error, yaitu tidak terbaruinya langganan di Bloglines, Kang Kombor yang kebetulan baru nyoba GreatNews (RSS Reader) langsung berlangganan pengumpan blog Kang Kombor sendiri. Kenapa? Kemarin waktu daftar langganan blognya Ki Guru Helgeduelbek, Kang Tajib, Wadehel, Cak Dokter Moko, dan Kafe Motor, secara sekilas ada tombol untuk Validate RSS. Kang Kobor validasi RSS Kang Kombor dan ternyata hasilnya pengumpan blog ini valid. Klik tombol di bawah untuk melakukan validasi pengumpan blog ini.


Validate RSS dari GreatNews itu dilarikan ke Feed Validator. Kalau Sampeyan ingin memvalidasi pengumpan sampeyan, tinggal kunjungi Feed Validator dan masukkan URL pengumpan Sampeyan. Feed Validator akan memvalidasi pengumpan Sampeyan. Validasi bisa dilakukan untuk RSS dan atom.

Apakah perlu validasi pengumpan?

Kang Kombor pikir perlu agar kita bisa percaya diri bahwa pengumpan kita tidak error.

Pertanyaannya:

Ada nggak yang bisa menjelaskan mengapa bisa terjadi pengalaman seperti yang dikemukakan Mas feR1? Mohon pencerahannya.
Panduan: Mengimpor Tulisan dan Komentar dari Blogger Baru keWordPress.com

Panduan: Mengimpor Tulisan dan Komentar dari Blogger Baru keWordPress.com

WordPress adalah sebuah CMS blog yang cukup digemari karena kemudahan pemakaian dan fungsionalitasnya. Tukang Ngeblog alias blogger sudah banyak yang beralih dari Blogger ke WordPress. Kang Kombor salah satunya. Yang jadi pertimbangan Kang Kombor waktu dulu pindah dari Blogger (masih Blogger lama) adalah kemampuan WordPress untuk membagi-bagi tulisan ke dalam kategori-kategori yang kita tentukan. Dulu Blogger tidak memiliki kemampuan itu. Sekarang, Blogger baru sudah memiliki kemampuan membagi-bagi tulisan ke dalam kategori. Blogger menyebutnya label. Yang lain menyebut dengan tag.

Akan tetapi, walaupun Blogger baru sudah diperkuat dengan label, kecepatan akses Blogger di Indonesia masih kalah sama WordPress.com. Oleh karena itu, Kang Kombor tetap setia menggunakan WordPress.com. Saat ini, WordPress sudah semakin maju dengan hadirnya pengimpor yang dapat menarik isi dan komentar yang ada di Blogger baru. Sebulan yang lalu kemampuan itu belum ada.

Kebetulan kemarin Kang Kombor sempat mendokumentasikan prosedur waktu Kang Kombor mengimpor tulisan dan komentar dari blog di blogspot sehingga tidak ada salahnya kalau Kang Kombor bagi kepada para blogger semua, terutama yang ingin pindah dari Blogger ke WordPress.com.

Mudah-mudahan bermanfaat.

File Tutorial Impor Blogger Baru ke WordPress.com

Rabu, Februari 07, 2007

Pengimpor Blogger Baru

Hore!

Iseng-iseng Kang Kombor buka My Account > WordPress.com. Ada berita mengenai New Blogger Importer dari Andy. Dengan pengimpor baru ini blog Sampeyan di Blogger Baru dengan segala label dan komentarnya bisa diimpor ke wordpress. Sebelumnya pengimpor Blogger hanya bisa mengimpor dari Blogger lama. Kang Kombor mau coba ngimpor isi Blog Kang Kombor ke sini. Kayaknya Mas Anang sudah semakin perlu pindah ke WordPress nih!


Baca juga tutorial domain mapping wordpress.com.

Selasa, Februari 06, 2007

Sinetron kok ditonton, nggak ada gunanya

Sinetron kok ditonton, nggak ada gunanya

Pada edisi selancar kali ini Kang Kombor terinspirasi untuk menulis setelah membaca Merkurius Nyasar di tempat Mbak Lita. Hahaha... lucu banget, ada air raksa dengan kode H2SO4. Lalu ada pula yang pegang merkurius. Yang mbikin skenario mungkin nggak sempat mau belajar kimia dikit-dikit karena ngejar orderan skenario sinetron asal jadi. Terus terang di tempat Mbak Lita itu saya komentar, "Sinetron kok ditonton. Nggak ada gunanya."

Itu bukan komentar basa-basi. Terus terang kalau kebetulan sudah sampai di rumah pada jam-jam sinetron ditayangkan, saya lebih suka menuju saluran Trans-7 yang suka muter film jam 7 malam. Kalau pukul 21, saya milih Trans TV untuk menikmati Bioskop Tran TV. Sinetron sama sekali nggak pernah saya lihat. Sinetron-sinetron yang diputer di televisi saat ini nggak ada mutunya sama sekali. Nggak ada unsur pendidikan di dalamnya.

Coba kita bandingkan dengan sinetron zaman dulu. Kang Kombor masih ingat sinetron ACI (Aku Cinta Indonesia) di mana ada Amir, Cici dan Ito. Sinetron itu selain menghibur juga sarat dengan ajaran-ajaran. Lalu mari kita ingat-ingat sinetron Serumpun Bambu, di mana ada Mas Barep dan Ragil (hanya tokoh itu yang nyangkut di memory Kang Kombor). Serumpun Bambu juga memiliki kandungan pendidikan, bukan hanya hiburan semata. Tengok pula Losmen. Walaupun sederhana namun berisi. Tak ketinggalan adalah Rumah Masa Depan. Di zaman stasiun televisi sudah mulai bertambah, kita bisa menikmati Sengsara Membawa Nikmat, atau Si Doel Anak Sekolahan.

Kini zaman semakin maju tetapi sinetron kita makin tak bermutu. Di zaman maju ini, kita dipaksa nonton sinetron dengan skenario ala kadarnya. Dari apa yang ditayangkan sangat terlihat kalau skenario itu tidak disiapkan dengan matang. Ini tercermin dari apa yang Mbak Lita sampaikan di atas. Mosok ada air raksa kodenya H2SO4? Mosok merkurius bisa dipegang? Yang lebih memuakkan adalah melihat anak SMA (laki-laki) kupingnya ditindik dan diberi anting lalu baju seragamnya dikeluarin. Memang zaman Kang Kombor SMP, ada anak-anak yang bajunya dikeluarin tetapi kalau di kelas bajunya dimasukin. Kalau kuping ditindik, antingnya tidak berani dipake di sekolahan. Di luar sekolah berandalan-berandalan itu baru berani make anting.

Mudah-mudahan, kemerosotan di segi ekonomi gara-gara krisis moneter tahun 1997 yang lalu tidak membuat kita mengalami kemerosotan budaya. Budaya kita yang luhur tergantikan dengan budaya pasar yang instan dan tidak berumur panjang. Keanggunan goyangan biduanita dangdut digantikan dengan goyangan ngebor Inul, goyang patah-patah, atau goyangan Trio Macan dengan busana yang menonjolkan lekuk tubuh yang murah. Memang di alam globalisasi di mana liberasi ekonomi tidak bisa dibendung, kita tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi kekuatan kapital. Akan tetapi, setidak-tidaknya kita bisa tetap menjaga mutu tontonan kita karena yang akan tercekoki oleh tontonan tidak bermutu itu adalah generasi penerus kita. Apakah karena umumnya sinetron kita ini diproduksi oleh Raam Punjabi yang India itu makanya sah-sah saja sinetron kita dibuat tidak bermutu? Dengan bendera Multivision Plus, semua slot prime-time di sebagian besar stasiun televisi dikuasai. Mau buka RCTI, SCTV atau stasiun yang lain, akan ketemu sinetron-sinetron Raam Punjabi. Rumah Produksi kecil tidak akan mampu menggeser sinetron-sinetron MultiVision Plus walopun sinetronnya lebih bemutu. Di sini, kembali kekuatan kapital yang bicara.

Atau, jangan-jangan sinetron itu bukan budaya? Kok kayak-kayaknya nggak ada budayawan yang mau bicara soal sinetron tidak bermutu yang setiap malam merusak ruang-ruang keluarga kita?