Jumat, Maret 30, 2007

Yahoo!Mail menjanjikan kapasitas tak terbatas (unlimited storage)

Yahoo!Mail menjanjikan kapasitas tak terbatas (unlimited storage)

  • Puas dengan email kantor di 250MB?
  • Puas dengan email dari Hotmail 250 MB atau 2 GB?
  • Puas dengan email dari Gmail dengan 2,8 GB?
Yahoo!Mail menjanjikan kapasitas penyimpanan email tidak terbatas.
"As Yahoo! Mail approaches its 10-year anniversary, I’m the lucky one who gets to announce that we will begin offering everyone unlimited email storage starting in May 2007."
Nggak percaya? Baca ceritanya di sini.

Nggak perlu hapus email lagi. Tapi baca email dari web apa enaknya? Hmm... mungkin OK juga sih, toh saat ini telpon genggam sudah dibekali perambah mobil macam Opera Mobile. Yahoo! juga punya Yahoo!Go. Gmail bisa diakses dari m.gmail.com. Wordpress.com pun bisa diakses dari m.wordpress.com. Yang punya Opera Mini bisa langsung bikin photoblog dari telpon genggam.

Nggak percaya? Kombor's Photoblog ini dipublish langsung dari Siemens M75 yang dipasangi Opera Mini.

Selasa, Maret 20, 2007

Acara Bincang-bincang/Dialog seharusnya memilih tema yang baik, bukantema yang merusak moral

Acara Bincang-bincang/Dialog seharusnya memilih tema yang baik, bukantema yang merusak moral

Terilhami oleh tulisan drg. Evy tentang Moral Vs Immoral, Kang Kombor yang tak bermoral ini ingin menyoroti acara bincang-bincang yang makin bertambah jumlahnya setelah Empat Mata dengan Thukul Arwana sukses menggeser Om Farhan. Sebelumnya, Farhan sudah eksis dengan Lepas Malam yang kemudian dibawakan oleh Indi Barens setelah dia mengudarakan Om Farhan. Menyusul kemudian Empat Mata dengan presenter utamanya Sang Laptop! Hehehe...

Nah, yang terakhir kali muncul adalah SMS dengan presenter Indro Warkop ditemani Taufik Savalas. Tadi malam SMS membawakan tema One Night Stand dengan bintang tamu Cintyara bla-bla-bla yang pada introduksinya ditunjukin foto-foto syurnya yang dimuat di Popular.

Cintyara ini pelaku one night stand. Dia sering melakukannya dan itu diakuinya secara terus-terang tanpa tedheng aling-aling. Kalau acara Fenomena terkadang menyamarkan para pelaku esek-esek di luar hubungan pernikahan atau anggaplah esek-esek yang dinilai menyimpang, Cintyara ini tanpa malu dengan disaksikan penontong yang pada bertepuk tangan, menyampaikannya dengan bangga.
Kang Kombor yang tak bermoral ini bukannya mau berubah jadi moralis. Akan tetapi, seharusnya produser acara semacam ini memilih tema yang bisa memancing produktivitas manusia Indonesia, bukan malah memancing produktivitas untuk menghalalkan perilaku menyimpang.
Pada saat akan menutup acara Indro menyatakan (bahasanya tidak pas banget):
"One night stand adalah hubungan tanpa komitmen. Yang mau melakukannya silakan-silakan saja tetapi sebaiknya berhati-hati, jangan sampai perasaan ikut bermain."
Dunia ini memang sudah semakin konyol. Televisi dan presenter-presenter ngawur turut membantu menyebarluaskan ajaran sesat semacam one night stand ini. Pak Menteri Kominfo, silakan disomasi acara SMS episode Senin (19 Maret 2007) malam. Acara merusak moral seperti ini sudah selayaknya dibungkam karena hanya membangkitkan nafsu rendah manusia. Saya manusia tidak bermoral tetapi tidak setuju kalau kegiatan-kegiatan tidak bermoral disebarluaskan melalui televisi. Seharusnya kegiatan-kegiatan tidak bermoral semacam ini dinistakan, bukan dimuliakan. Televisi tidak selayaknya menyiarkannya. Publik tidak perlu tahu ada perilaku tidak bermoral bernama one night stand. Kalau disiarkan harus dengan ada penyadaran kepada publik bahwa perilaku itu menyimpang dan rendah moral dilihat dari sisi keberagamaan dan nilai-nilai ketimuran dan bintang tamunya pun harus dipilih yang sudah insyaf dan memberi nasehat agar perilaku buruk itu jangan dilakukan. Nah, kemarin itu... yang dijadikan tamu adalah pelaku aktif yang sangat bangga bahwa dirinya adalah pelaku one night stand. Dalam kacamata Kang Kombor, Indro warkop dalam SMS episode itu justru mempopulerkan one night stand dan mengiklankan pelakunya. Seperti mucikari mempromosikan pelacurnya.

Sabtu, Maret 17, 2007

Yang tak kalah konyol dari statistik WordPress.com

Yang tak kalah konyol dari statistik WordPress.com

Di dunia ini masih ada hal lain yang tidak kalah konyolnya dengan statistik WordPress.com yang baru Kang Kombor ceritakan di tulisan sebelum ini tentang apa yang dicari orang di blog setahun ini. Tentu saja hal ini hanya menimpa Kang Kombor yang bego alias begundal goblog atau bocah ndohok alias bodoh.

Hal konyol itu adalah transfer domain.

Sekitar seminggu yang lalu Kang Kombor mendapat email dari Google Apps, memberi peringatan karena Kang Kombor mendaftar layanan Google Apps dengan domain kombor.com tetapi belum diaktifkan. Kata email itu, kalau tidak diaktifkan dalam dua minggu, otomatis kombor.com akan didepak dari Google Apps. Alternatif lainnya adalah meminta perpanjangan waktu selama 30 hari untuk melakukan aktivasi. Kalau dalam 30 hari ke depan sejak minta perpanjangan belum juga diaktivasi, kombor.com akan dihapus dari Google Apps tapi suatu so'at dapat mendaftar kembali.
Kang Kombor pilih minta perpanjangan 30 hari lalu Kang Kombor urus pemindahan domain dari registrar yang namanya Omnis ke NameCheap. Yahoo!SmallBusiness tidak memberikan layanan pemindahan domain. Inilah pangkal permasalahannya.

Kombor.com diarahkan ke blog ini. Nameserver harus ditujukan ke ns1.wordpress.com dan ns2.wordpress.com. Nah, ketika hal itu dilakukan, Omnis membuat kita tidak bisa mengubah record yang lain semacam A, MX dan CNAME record. Kalau mau bisa mengubah records itu, NS harus diarahkan ke NS milik Omnis. Maka Kang Kombor carilah registrar lain yang bisa melayani pemindahan(transfer) domain dan memberikan keleluasaan untuk mengontrol DNS settings. Kang Kombor cari-cari, ketemu Namecheap ini. Baca-baca di webnya, ada dynamic DNS settings. Kang Kombor kira ini merupakan hal yang berbeda dari yang dimiliki Omnis. Maka pemindahan domain pun dimulai. Mbayare $8.8 sudah termasuk biaya domain setahun.

Eee... ndilalah, setelah proses pemindahan domain yang memakan waktu seminggu itu selesai, Namecheap ini podho wae sami mawon dengan Omnis. Kalau mau menggunakan advanced DNS settings maka NS harus diarahkan ke NS mereka. Kang Kombor nggondhuk segedhe bal voli. Cep klakep nggak bisa ngomong lagi. Bisanya hanya nulis postingan ini.

Ternyata harga memang menunjukkan kualitas layanan. Di bawah ini biaya beli domain untuk ketiga registrar itu:
  • Omnis $7,95 per tahun
  • Namecheap $8.8 per tahun
  • Yahoo! $9.95 per tahun
Sing goblog sopo..... Sing go blog Kang Kombor.
Apa yang dicari orang di blog setahun ini?

Apa yang dicari orang di blog setahun ini?

Pelecehan agama yang salah tempat menduduki urutan ke-6
Kang Kombor sebelumnya tidak pernah tertarik untuk menganalisis apa yang dicari dibaca diklik orang di blog Kang Kombor selama setahun terakhir ini. Akan tetapi, karena ada tulisan Blogku masih bayi, Kang Kombor tertarik untuk mencari tahu apa yang sudah diklik oleh orang-orang selama setahun ini di blog Kang Kombor. Berbekal ilmu statistik blog yang diberikan Pak Urip, kang kombor melihat tulisan teratas untuk 365 hari terakhir



Ternyata, LOTS of LINKS FOR EBOOKS menduduki ranking nomor wahid dengan hampir 4800 klik. Jadwal MotoGP 2007 yang akhir-akhir ini banyak diunduh di urutan kedua tetapi hanya mampu membukukan 10% saja dari jumlah klik ke links ebook. Namun, Jadwal MotoGP bisa menjadi 688 kalau digabung antara Jadwal MotoGP 2007 dan Jadwal MotoGP yang menempati urutan keempat.
Info Penerimaan Siswa SMA Taruna Nusantara di tempat ketiga, hanya 4,7% dari links ebook. Jumlah segala hal berhubungan dengan SMA Taruna Nusantara pada 12 urutan paling atas tulisan yang diklik hanya mencapai 445. Nggak sampai 10% dari links ebook (hanya 9,3%).
Pelecehan terhadap agama yang salah tempat menduduki ranking ke-6 dengan 151 klik. Kang Kombor sebenarnya prihatin dengan hal ini tetapi mau menghapus atau menutup komentar kok ya seperti kurang demokratis rasanya.


Statistik Gombal!
Coba bayangkan, pada 100 hari terakhir ada 833 klik ke Info Penerimaan SMA Taruna Nusantara. 200 hari terakhir bukannya nambah malah berkurang menjadi 510 klik. 300 hari terakhir turun lagi menjadi 226, angka yang sama dengan 365 hari terakhir. Ini WordPress yang sentimen sama SMA Taruna Nusantara atau bagaimana ini, Dik Pendi? Kok jumlah klik setahun dengan jumlah klik sebulan banyakan jumlah klik sebulan? Nggak percaya? Silakan pelototi lagi tabel di bawah

 Statistik X hari terakhir
 Jumlah klik Info Penerimaan Siswa SMA TN
 30
 332
 100
 833
 200
 510
 300
 226
 365
 226


Kalau sudah begini, apakah Sampeyan akan percaya pada statistik yang disediakan WordPress?
Gunakan Google Apps untuk memberikan email gratis kepada murid-muridsekolah Anda

Gunakan Google Apps untuk memberikan email gratis kepada murid-muridsekolah Anda

Kang Kombor pernah menulis tentang cara membuat email dengan domain sendiri dari Google hosted. Saat ini, untuk mendaftar ke sana lebih mudah, tidak serumit yang Kang Kombor tulis di tutorial itu. Mengapa? Karena Google Apps, demikian Google menyebut layanan itu, telah ditawarkan dalam tiga edisi: Standard Edition, Premier Edition dan Education Edition. Standard Edition dan Premier Edition diberikan percuma alias gratis. Premier Edition bayar $50 per akun per tahun. Sekarang ini, asal punya domain dan daftar, aplikasi Google Apps akan disetujui.
Apa sih bedanya? silakan lihat di sini >>>> supaya lebih jelas.

Edisi Pendidikan GRATIS! Segera bikin domain sch.id dan berikan email untuk para murid sekolah Sampeyan.
"Aahh... akses internet masih barang mewah untuk sekolah kami."
Hmm... kalau begitu, mungkin sekolah-sekolah yang sudah punya laboratorium komputer berakses internet bisa memulai dulu. Bukankah kata iklan Telkom di televisi itu internet besok akan datang? Jangan sampai kita kalah sama Vietnam karena saat ini sudah banyak pelajar Vietnam yang eksis di internet.

Jumat, Maret 16, 2007

Ini dia! Naskah Soal Seleksi Akademik Calon Siswa SMA Taruna NusantaraMagelang

Ini dia! Naskah Soal Seleksi Akademik Calon Siswa SMA Taruna NusantaraMagelang

Contoh Soal Tes Akademik SMA Taruna Nusantara Magelang
 
Tahun 2001
  1. Bahasa dan Sastra Indonesia
  2. Matematika
  3. Bahasa Inggris
  4. Ilmu Pengetahuan Alam
Tahun 2002
  1. Bahasa dan Sastra Indonesia
  2. Matematika
  3. Ilmu Pengetahuan Alam
  4. Bahasa Inggris
Tahun 2006
  1. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
  2. Matematika
Tahun 2007
  1. Tes Kemampuan Bahasa Indonesia
  2. Tes Kemampuan Bahasa Inggris
  3. Tes Kemampuan Logika (Matematika)

Semoga bermanfaat.

Untuk yang mengunduh soal-soal di tersebut Kang Kombor akan sangat berterimakasih apabila bersedia memberikan komentar mengenai soal-soal tersebut apakah:
  1. Mudah
  2. Biasa saja
  3. Sulit
Atau, apakah soal-soal itu memberikan manfaat setelah diunduh.

Waktu meninjau pelaksanaan tes akademik di Ajenrem Maulana Yusuf Serang tahun 2006 lalu, Kang Kombor berbincang dengan Waka Ajenrem MY Serang, Kapten Aseri yang bertanya kepada Kang Kombor apakah soal-soal itu bisa beliau fotokopi untuk disebarkan ke SMP-SMP di wilayah Provinsi Banten. Kapten Aseri mengatakan para siswa SMP di Banten yang pernah mengikuti tes akademik SMA Taruna Nusantara mengaku sangat kesulitan mengerjakan soal-soal itu sehingga Kapten Aseri ingin membantu guru-guru SMP di Provinsi Banten untuk menyiapkan murid-murid SMP mereka yang berminat masuk SMA Taruna Nusantara. Waktu itu Kang Kombor menjawab tidak tahu. Menurut aturannya, setelah tes dilaksanakan, soal-soal akan dimasukkan amplop lagi dan dikirim kembali ke LPTTN.

Mudah-mudahan ada guru SMP yang bisa mengakses soal-soal yang Kang Kombor unggah ini dan membagikan kepada rekan-rekan guru SMP yang lain. Silakan diperbanyak dan disebarkan. Pesan Kang Kombor hanya satu, jangan dijual!

Catatan:
Saat ini Kapten Aseri sedang melanjutkan pendidikan kedinasannya di Sukabumi dan sudah tidak menjabat Waka Ajenrem MY Serang lagi.
Menunda tender WiMax bukti pemerintah lebih memperhatikan pemilikkapital daripada menyediakan sarana telekomunikasi murah kepada rakyat

Menunda tender WiMax bukti pemerintah lebih memperhatikan pemilikkapital daripada menyediakan sarana telekomunikasi murah kepada rakyat

Kang Kombor sedang melakukan aktivitas surfing ketika sampai pada sebuah berita di KCM yang berjudul Pemerintah Salah, Tunda Tender Wimax. Pada berita tersebut dikemukakan pendapat Pak Onno W Purbo yang menilai pemerintah telah melakukan kesalahan menunda tender Wimax.

Memang, Wimax, seperti yang diungkapkan Pak Onno, layanan Wimax dapat mengatasi kendala mahalnya biaya telekomunikasi di tanah air.

Kang Kombor setuju dengan Irsal yang mendukung pendapat Pak Onno.


Apa itu WIMAX?

Biar mudah, Kang Kombor kutip apa yang sudah ditulis di Satriyo.net pada postingnya Melirik Wimax:
WiMax merupakan teknologi jaringan nirkabel broadband yang mengikuti standar IEEE 802.16. Teknologi ini sedang menjadi buah bibir para praktisi di bidang teknologi informasi di seluruh dunia karena teknologi ini akan menyediakan kekuatan dan kecepatan broadband pada jaringan nirkabel. WiMax memungkinkan transfer data sampai dengan 75 Mbps pada zona modulasi 64-QAM.. Pada daerah dense urban, jangkauan sebuah access point mencapai radius 2-3 kilometer, sedangkan untuk daerah rural bisa mencapai 20 mil tanpa harus pada posisi line of sight antara klien dengan access-point.
Dengan demikian menurut proyeksi perhitungan untuk daerah Bandung yang memiliki luas area sekitar 167 kilometer persegi, perlu dibangung hanya sekitar 16 BTS WiMax untuk menjadikan seluruh kota dapat terhubung ke jaringan akses broadband nirkabel ini.


Makanya tidak heran kalau Pak Onno berani mengatakan bahwa WiMax akan dapat mengatasi kendala mahalnya biaya telekomunikasi di Indonesia. WiMax ini bisa digunakan untuk membawa konten data maupun suara. Kang Kombor, akhir 2003 yang lalu bersama beberapa kawan sudah menyusun sebuah rencana bisnis mengenai WiMax ini. Rencana bisnis itu sudah ditunjukkan ke banyak orang. Ada yang ke sebuah grup besar. Ada yang ke sebuah perusahaan minyak. Ada pula yang ditunjukkan ke orang Singapura. Memang waktu itu regulasinya belum ada. Kami waktu itu meramalkan bahwa WiMax akan menjadi sesuatu. Kami sudah bertanya-tanya pada vendor wireless macam AirSpan dan Alvarion yang keduanya merupakan anggota WiMax Forum. Dalam rencana bisni kami itu, kami berani menjual dedicated link sebesar 512Kbps (link plus bandwidth internet) hanya sebesar USD 250 atau secara sembrono katakanlah Rp 2.500.000,-. Bayangkan saja, coba Sampeyan lihat di CBN berapa harga bandwidth 512Kbps. Bandwidthnya thok!

Pada rencana bisnis itu kami sengaja mengangkat WiMax untuk mengantarkan data saja, bukan suara. Kami tidak mau masuk ke arena pertempuran yang medannya sulit kami kuasai walaupun kami tahu bahwa WiMax akan sangat layak untuk mengangkat suara yang dijalankan di atas Internet Protokol alias VoIP (voice over internet protokol). Bayangkan, menjual konten suara alias komunikasi telepon murah sama saja membuat Telkom marah. Siapa yang nggak tahu Telkom? Perusahaan telekomunikasi yang selalu menangguk untung triliunan rupiah tetapi selalu saja menaikkan tarif telepon dengan alasan untuk meningkatkan layanan. Padahal, tarif yang dinaikkan itu digunakan untuk belanja bandwidth buat TelkomNet instan, bukan untuk memperluas jangkauan telepon kabel (PSTN). Makanya orang di daerah Kecamatan Turi Kabupaten Sleman sana, yang merupakan sentra salak pondoh, petaninya lebih memilih ber-HP daripada menunggu jaringan telpon masuk. Sampai kiamat belum tentu jaringan telpon masuk.

Sayang, karena WiMax harus ditender, kami yang sejak tahun 2003 sudah menyusun rencana bisnis tidak bisa ikut bermain. Siapa yang mampu ikutan tender? Tentu semua masih ingat berapa duit yang dihabiskan untuk bisa ikutan tender 3G. Gileee...

Pemerintah Lebih Memihak Pemilik Kapital daripada Rakyat

WiMax, dengan segala macam janjinya memang diisukan akan membunuh 3G. Ngapain juga terbuai 3G kalau ada teknologi yang memberikan janji lebih bagus dan biaya implementasi lebih murah? Pasti kita akan memilih WiMax. Maka, di sinilah letak keberpihakan pemerintah kepada pemilik kapital. Kita tidak bisa menutup mata bahwa para pemenang tender 3G itu telah menghabiskan banyak dana untuk ikut tender. Biaya investasi perangkat 3G juga tidak kecil. Nah, mereka belum sempat jualan, masak sudah akan dihantam dengan WiMax? Para pemenang lisensi 3G tentu tidak tinggal diam.

Sayangnya, pemerintah lebih memihak kepada pemilik kapital itu daripada rakyat yang butuh media telekomunikasi yang handal tapi murah. Begitulah pemerintah, yang punya duit selalu lebih didengar daripada yang butuh duit.

Memang, keampuhan WiMax masih merupakan janji. Akan tetapi, menunda tendernya hanya akan membuat teknologi ini semakin kuno. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika saat ini sangat pesat. Dua tahun lagi, jangan-jangan WiMax sudah kuno. Ada isu bahwa setelah WiMax akan muncul teknologi nirkabel yang memungkinkan kita masih bisa bertelepon dengan aman di pesawat. Hmm... kalau rencana bisnis yang kami buat itu merancang deployment dari seluruh perangkat WiMax butuh waktu 2 tahun, dengan segala macam hambatannya, kalau WiMax baru ditender 2008 maka orang Indonesia baru akan bisa menikmati WiMax pada 2010. CEO Vodafone, Arun Sarin mengatakan bahwa dia percaya bahwa teknologi WiMax ini belum akan tersedia secara luas dua tahun ke depan. Simak WiMax not ready for prime time: Vodafone CEO.
Eehhh.... siapa tahu minggu depan Pak Menteri Kominfo direshuffle dan diganti menteri yang lebih memihak rakyat sehingga tender WiMax bisa dilaksanakan tahun 2007 ini juga.

Kamis, Maret 15, 2007

Kamu mau nonton F-1 di Sepang nggak?

Kamu mau nonton F-1 di Sepang nggak?

Percakapan dengan Bos tadi siang:
Bos: Mbor, Lu punya paspor nggak?
Kang Kombor (KK): Nggak. Mangnya kenapa, Bos?
Bos: Lu tu nggak pingin ke luar negeri atau gimana?
KK: Memang nggak pingin.
Bos: Ah, bercanda Lu...
KK: Enggak lah, ngapain bercanda, Bos. Gue kelililng Indonesia aja belum pernah, ngapain juga gue pingin ke luar negeri?
Bos: Lu nggak pingin ke luar negeri karena nggak punya paspor kali?
KK: Jangan dibalik, Bos. Gue nggak bikin paspor karena gue nggak pingin ke luar negeri. Kalau mau bikin mah, tinggal cari calo, enamratus ribu jadi tuh paspor. Emangnya kenapa, Bos?
Bos: Lu pingin liat F-1 di Sepang nggak?

KK: Nggak Bos. Gue lebih senang liat di TV. Kalau di sirkuit langsung gue nggak bia lihat kapan atraksi salib-saliban di tikungan. Hanya raungan mesin jet saja yang jadi sensasi. Gue kan nggak mau kehilangan momen-momen di tikungan itu.
Bos: Ah, Lu becanda. Yang bener, nih, mau enggak? Kalau mau, gue pesenin tiket nih. Kan di kantor Lu aja yang belum pernah dikirim ke luar negeri.
KK: Bener, Bos. Gue nggak pingin. Ah, kayak Bos nggak tahu gue aja.
Bos: Iya, gue tahu lu nggak mau karena Lu nggak punya paspor. Kan simple saja masalahnya, Lu bilang mau, gue pesenin tiket, lalu Lu urus tuh paspor. Sehari juga jadi.
Kang Kombor susah njelasin sama si Bos ini kalau Kang Kombor benar-benar nggak pingin ke luar negeri. Kang Kombor ini pingin banget mengelilingi nusantara kalau punya duit. Luar negeri cukup Kang Kombor lihat di TV atau baca di internet saja. Tetapi nusantara memberikan beras getaran orgasmik yang memuaskan jiwa kalau berhasil Kang Kombor kelilingi.
KK: Bos, iya deh. Tar gue bikin paspor setelah acara F1 di Sepang selesai.
Bos: Lah, kan Lu gue suruh bikin paspor supaya bisa ikut nonton F1.
KK: Yang lain aja, Bos. Suerr... gue nggak mau.
Bos: Mau atau enggak? Tinggal bilang mau, tiket gue pesenin.
KK: Nggak Bos, makasih. Tar aja kalau ada tugas kantor yang serius. Kalau ini kan hanya untuk rekreasi. Nah, daripada gue ke luar negeri untuk rekreasi tapi nanti masih direcokin gaweyan kantor, mending kalau ada tugas serius gue nanti dikirim ke luar negeri. Kan bisa bolos dari acara untuk rekreasi...
Bos: Ya udahlah. Jangan nyesel ya.
KK: Nggak Bos. Mantap kok.
Hari gini di kala Kang Kombor sedang sebel-sebelnya sama Malaysia kok ditawari nonton F1 di Sepang. Sorry yah...
Big Boss kebetulan suka F1 juga dan tahun lalu ada rekan kantor yang diajak nonton F1 di Sepang. Kang Kombor terus-terang lebih suka lihat F1, MotoGP atau pertandingan sepak bola di TV. Dulu pernah lihat PSSI VS Hong Kong. Waktu Indonesia bikin gol yang hanya satu-satunya, Kang Kombor pas meleng. Yah... nggak ada replay-nya.

Rabu, Maret 14, 2007

Custom Domain di Blogspot

Custom Domain di Blogspot

Custom domain di blogspot

Bukan hanya WordPress.com saja yang menyediakan fasilitas penggunaan domain sendiri untuk penggunanya. Blogger pun menyediakan fasilitas serupa. Kalau Mas Isnaini bilang kita harus punya domain dan hosting sendiri agar bisa punya blog dengan domain sendiri, sepertinya sudah harus diralat artikelnya karena Blogger sudah menyediakan fasilitas itu. Ada nilai lebih Blogger dibanding WordPress.com, yaitu, untuk menggunakan domain sendiri, kita tidak dipungut biaya alias GRATIS.

Nggak percaya? Silakan lihat How do I use a custom domain name on my blog? Pada Blogger Help itu penjelasannya disertai gambar sehingga mudah bagi kita untuk mengikutinya.

Kang Kombor nyoba-nyoba make domain kombor.com untuk blog di http://kombor.blogspot.com. Sekarang belum aktif karena menurut How do I create a CNAME record for my custom domain? begini:
Once you've told one particular DNS server about your new domain, it will have to transfer that information to all the other servers on the internet, which could take a couple of days. So be aware that your new domain won't necessarily be working instantly.
Butuh beberapa hari untuk memindahkan informasi yang didaftarkan itu ke semua peladen yang ada di internet. Mungkin Mas Anang yang domain anangku.com-nya sudah dipakai buat situs e**x-e**x mau make domainnya sendiri. Atau Iway, atau Mbak Kenny? Monggo dipersilakan. Blogger ngasih gratis, yang harus kita punya hanya domain.
Hak Asasi itu Iyyaka na’budu wa iyyaka nastain

Hak Asasi itu Iyyaka na’budu wa iyyaka nastain

Dalam acara Todays Dialogue tadi malam, dengan tamu Achmad Fauzie anggota DPR dari Partai Demokrat dan Sumarsih (wakil keluarga korban Trisakti Semanggi I dan II) dan pemandunya Najwa Shihab, ada pernyataan bodoh yang keluar dari mulut anggota DPR yang terhormat itu, yaitu:
"Hak Asasi Manusia itu dalam Islam telah jelas, yaitu Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaiin."

Saya bilang bodoh karena orang ini menyangkut-nyangkutkan hak asasi manusia dengan ayat kelima surat Al-Fatihah yang terjemahannya kira-kira: KepadaMU-lah aku beribadah dan kepadaMU-lah aku mohon pertolongan.

Mana ada hak asasi kok isinya seperti itu. Memangnya Islam mengenal konsep HAM?
Pernyataan kedua yang sangat bodoh keluar dari anggota DPR dari Partai Demokrat itu berkaitan dengan para korban Trisakti, Semanggi I dan II:
"Semua itu sudah menjadi sejarah. Marilah semua peristiwa buruk di masa lalu itu kita terima dengan ikhlas karena toh mereka yang sudah mati tidak akan hidup kembali. Mereka yang sudah mati itu bisa diangkat sebagai pahlawan demokrasi dengan dianugerahi bintang Mahaputra."
Pernyataan itu, menurutnya adalah pernyataan pribadi. Padahal, dia diundang ke acara itu sebagai anggota DPR dari partai Demokrat.

Tentunya kita semua tahu bahwa DPR periode lalu telah menyatakan kasus Trisakti, Semanggi I dan II bukan merupakan pelanggaran HAM berat. Yah... begitulah kalau orang-orang sudah berkuasa, mau sepuluh juta rakyat mati ditembaki tentara, mereka akan bilang tidak ada pelanggaran berat yang terjadi.

Kurang contoh? Tengoklah Megawati Soekarnoputri yang dibela wong cilik hingga terjadi peristiwa 27 Juli yang terkenal itu. Ketika berkuasa, Megawati tidak menuntaskan kasus itu dan melupakan darah wong cilik yang dia selalu gunakan namanya untuk kampanye. Sekarang, Megawati pun akan jualan nama wong cilik lagi untuk maju ke gelanggang pemilihan 2009. Benar-benar nggak tahu malu.

DPR benar-benar Dhemit Penghisap Rakyat.

Selasa, Maret 13, 2007

Contoh soal tes akademik SMA Taruna Nusantara

Contoh soal tes akademik SMA Taruna Nusantara

Kang Kombor ingin tahu, apakah ada yang mau contoh soal tes akademik SMA Taruna Nusantara. Silakan beri komentar baik mau atau tidak. Kalau ada 100 komentar mau maka Kang Kombor akan publikasikan di blog ini. Halahh... pasti Kang Udin akan bilang Kombor menggunakan cara tertentu untuk menaikkan pagerank. Gundhulmu njeblug, Kang! Pendaftar untuk masuk SMA Taruna Nusantara tahun 2006 lalu itu 7000-an orang siswa kelas III SMP (atau saat ini = kelas 9). Kalau 100 kan hanya 1,4% saja. Mosok yang pingin contoh soal nggak ada 1,4%-nya... Kebangeten!

Kalau tiba-tiba Kang Kombor publikasikan tanpa ada yang minat kan sama saja mubazir namanya. Padahal, publikasi contoh soal ini bisa mengundang kemarahan LPTTN atau SMATN. Aneh kan, mempublikasikan contoh soal bisa dimarahi tapi memberi jalur khusus anak nggak layak jadi layak malah tidak dimarahi. Aneh too????

Ayooo... siapa yang mau?

Tahun 2001
  1. Bahasa dan Sastra Indonesia
  2. Matematika
  3. Bahasa Inggris
  4. Ilmu Pengetahuan Alam
Tahun 2002
  1. Bahasa dan Sastra Indonesia
  2. Matematika
  3. Ilmu Pengetahuan Alam
  4. Bahasa Inggris
Tahun 2006
  1. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
  2. Matematika
Tahun 2007
  1. Tes Kemampuan Bahasa Indonesia
  2. Tes Kemampuan Bahasa Inggris
  3. Tes Kemampuan Logika (Matematika)
Mohon maaf, soal seleksi akademik calon siswa SMATN hanya tersedia yang di atas itu saja. Sifat dari contoh soal tersebut bukanlah merupakan kisi-kisi melainkan hanya sebagai contoh soal. Silakan diunduh sendiri, karena kesibukan, saya belum tentu dapat melayani permintaan pengiriman file soal lewat email. Selain itu, kapasitas file soal juga cukup besar sehingga kadang-kadang sulit untuk dilampirkan dalam email.
Kekerasan di sekolah-sekolah SOK MILITER!!!

Kekerasan di sekolah-sekolah SOK MILITER!!!

Catatan: Tulisan ini merupakan request dari dr. Dani Iswara

Lagi!!! Kekerasan Di lingkungan Pendidikan, itu yang ditulis oleh layudhi. Sayang tidak ada pendapat dia di posting tersebut karena dia tidak tahu mau berkomentar apa lagi.

Saya sengaja memberi judul komentar ini dengan Kekerasan di sekolah-sekolah SOK MILITER!!! karena memang sekolah-sekolah SOK MILITER-lah yang menghasilkan anak didik yang gemar melakukan kekerasan sampai membunuh. Mari kita coba ingat-ingat, sebelum kekerasan di STTD ini, kita sudah disuguhi kekerasan di STPDN. STPDN dan STTD keduanya kalau tidak salah merupakan sekolah kedinasan. Yang satu di lingkungan Departemen Dalam Negeri, yang satu dari Departemen Perhubungan. Ajaib toh..., sekolah kedinasan bukannya menciptakan calon pelayan rakyat, pengabdi negara yang adidaya melainkan menciptakan tukang jotos yang bisa membunuh sesama calon pengabdi negara. Tanya ken..napaaaa...


Pendidikan ala militer adalah penyebabnya

Dalam pengamatan saya yang ngawur ini, hal utama yang menjadi penyebab sekolah-sekolah kedinasan itu menghasilkan sebagian mahasiswa (di STTD disebut taruna, di STPDN disebut praja) tukang jotos dan bisa membunuh adalah karena mereka menerapkan sistem yang SOK MILITER. Dalam pendidikannya mereka:
  1. menerapkan sistem senior - junior
  2. menempatkan senior sebagai penguasa di lingkungan pendidikan
  3. menerapkan disiplin ala militer
  4. mahasiswa sok tahu cara-cara militer menghukum juniornya
Di Akademi Angkatan Bersenjata (Akmil, AAU, AAL) dan Akpol memang diterapkan sistem senior - junior. Senior memiliki fasilitas yang lebih daripada junior. Ada hukum tidak tertulis di akademi-akademi itu yang berbunyi: (1) Senior selalu benar (2) Junior selalu salah (3) Kalau ada senior salah, lihat peratiran nomer 1. Senior ditempatkan sebagai penguasa dan tidak boleh dilawan oleh junior. Kalau junior kelihatan membandel, sok melawan atau tindak-tanduknya tidak mrenani ing penggalihe senior, maka si junior itu akan menerima pembinaan dari senior-seniornya. Jangan harap kata pembinaan ini memberikan arti yang positif...

Wujud Pembinaan ala militer

Kata pembinaan mungkin diasosiasikan dengan sesuatu yang baik. Dibina bisa berarti dibentuk (dilatih, dinasehati) untuk menjadi lebih baik. Itu yang ada di kepala kita. Akan tetapi, di kepala para taruna junior, kata pembinaan bisa berakibat pada cideranya anggota badan, atau, paling berat bisa berakibat nyawa melayang.
Pembinaan yang dilakukan oleh para senior bisa dilakukan dengan cara:
  1. memanggil junior untuk datang menghadap
  2. menculiknya malam-malam dari baraknya
Saya yakin banyak yang akan membantah hal ini tetapi, itulah yang sebenarnya terjadi di lingkungan pendidikan itu. Senior akan memanggil junior untuk menghadap. Junior yang dipanggil menghadap bisa satu saja atau dalam rombongan tergantung si senior ingin berapa orang junior yang dipanggil. Nah, dalam acara pembinaan itu, ada beberapa hal yang bisa diterima oleh junior:
  1. dimaki-maki oleh senior
  2. kena pukulan tiga setengah kancing alias pukulan tepat pada ulu hati
  3. pukulan dan tendangan dari para senior
  4. melakukan sikap-sikap tobat
  5. memakan makanan baru sampai makanan basi, bisa juga memakan hal-hal yang tidak layak dimakan.
Kalau junior hanya dimaki-maki saja lalu disuruh memijit, itu adalah karunia yang tiada tara karena mereka tidak akan mendapat cidera fisik. Kalau lebih dari itu, si junior mungkin bisa saja hanya mengernyit kesakitan, memar-memar, sampai patah tulang. Biasanya tulang iga yang patah karena dipukul pakai tangan kosong atau pakai benda tumpul (kalau di akademi angkatan bersenjata biasanya popor) atau tendangan dengan kaki bersepatu.

Selain dipukul atau ditendang, bisanya junior juga diminta memperagakan sikap-sikap tobat. Sikap tobat ini bentuknya macam-macam. Yang paling ringan adalah angkat kaki sebelah. Lalu ada pula kayang, ada pula yang disuruh membuat bentuk dengan kedua tangan berpegangan dipunggung dan kepala ditempelkan di lantai lalu pantat diangkat tinggi-tinggi dan kaki lurus. Sikap terakhir ini kalau dilakukan dalam waktu lama cukup menyiksa juga.

Ada juga sikap tobat yang dilakukan dengan melentangkan kedua tangan di antara dua lemari yang didekatkan. Karena lemari itu cukup tinggi, otomatis badan akan menggantung dengan topangan dua lengan kanan dan kiri yang masing-masing diletakkan di lemari. Pasti pegel banget...

Makanan... ya, makanan. Senior entah sengaja atau tidak ada kalanya menyimpan kudapan mereka sampai basi. Mungkin memang otak para senior itu disesaki dengan pikiran untuk mengisengi juniornya sehingga mereka sengaja membasikan kudapan untuk dijejalkan ke mulut junior yang sedang dibina. Senior akan sangat bahagia melihat juniornya melalap semua makanan basi itu sampai muntah-muntah. Kalau belum muntah, akan lebih banyak lagi makanan basi yang dijejalkan ke mulut junior.

Oh ya, selain dipanggil baik-baik. Ada kalanya senior menculik junior dari baraknya pada waktu malam. Pada tahun 1993 Pra Akmil yang waktu itu sedang seleksi untuk masuk AKABRI dan bertetangga dengan Kotakta C (kotakta = komando taktis taruna) pernah akan menculik seorang teman Kang Kombor dari barak kami. Untung agenda penculikan itu bocor sehingga para Pra Akmil bodoh itu tidak menuai hasil ketika akan menculik teman Kang Kombor yang saat ini sudah menjadi perwira polisi. Pra Akmil adalah mereka-mereka yang mendaftar untuk menjadi Taruna AKABRI tetapi secara akademik belum memenuhi persyaratan sehingga perlu dibina di Akmil selama setahun untuk mengikuti seleksi lagi pad atahun berikutnya. Tahun 1993 itu selain Pra Akmil ada juga Pra AAU yang jumlahnya sedikit. Tidak seperti Pra Akmil yang sok jagoan (mungkin karena kalah saingan menggaet cewek-cewek Magelang), para Pra AAU itu lebih bersahabat.

Perbaikan Sistem Kuncinya

Pemecatan taruna-taruna pembunuh seperti yang dilakukan oleh pimpinan STPDN atau pun pimpinan STTD bukan merupakan obat paling mujarab untuk menghentikan tindakan-tindakan tidak edukatif itu. Sistem senior - junior yang diterapkan harus ditinjau ulang. Penerapan cara-cara mendidik seperti yang dilakukan di akademi-akademi angkatan bersenjata harus dihentikan. Sekolah-sekolah kedinasan itu dididirikan untuk menghasilkan para pejabat-pejabat sipil yang terampil di bidangnya, bukan untuk mencetak pejabat-pejabat yang mengerti taktik tempur atau pun membunuh lawan dengan singkat. Dalam Peratran Dinas Dalamnya, sebaiknya dituliskan dengan tegas jenis-jenis hukuman yang bisa diberikan oleh pengajar kepada taruna/praja dan senior kepada junior sesuai dengan bentuk-bentuk kesalahan yang ada.

Entah mulainya dari mana, para senior di sekolah-sekolah seperti itu (juga di akademi angkatan bersenjata) sangatlah gemar mencari-cari kesalahan junior. Sekolah harus mengikis habis pikiran sesat itu. Para taruna/praja disekolahkan untuk menjadi pelayan publik, bukan menjadi jago interogasi atau menjadi detektif.

Stop pendidikan ala militer! Sekolah-sekolah kedinasan bukan sekolah militer. Oleh karena itu, hentikanlah cara-cara sok militer yang selama ini diterapkan di sekolah-sekolah kedinasan. Tidak perlulah junior menghormat senior seperti di akademi angkatan bersenjata. Toh, kalau lulus sekolah pun mereka akan menemui lingkungan di mana mereka tidak perlu hormat pada atasan seperti tentara menghormat atasannya atau mereka yang berpangkat lebih tinggi.

Jangan pisahkan senior dan junior di asrama. Akan lebih baik apabila dalam satu barak bisa terdapat senior dan junior. Hal ini akan menjadikan suasana yang berbeda. Senior dan junior akan menjadi akrab dan saling bantu dalam kebaikan. Kalau dipisah, pembinaan ala militer oleh senior kepada junior akan selalu terjadi.

Pertunjukan ala pendidikan militer yang lain

Keluarga korban terbunuh akan diberitahu kalau anggota keluarganya meninggal karena sakit. Sudahlah... tidak usah dibantah. Selama ini memang seperti itu kok yang terjadi di lingkungan pendidikan militer atau sekolah sok militer itu. Kalau ada yang terbubuh karena disiksa senior atau tewas ketika latihan (misalnya mati kena granat yang gagal dilempar atau tenggelam waktu latihan renang) maka kepada keluarga korban akan diinformasikan bahwa anggota keluarganya meninggal karena sakit. Ingat... biasanya peti mati tidak boleh dibuka sehingga keluarga korban tidak tahu yang di dalam peti mati itu korban atau sebuah guling... Hmm, maksudnya gini, supaya keluarga korban tidak menemukan kelainan-kelainan pada mayat korban.

Apakah di SMA Taruna Nusantara ada hal-hal seperti itu?

Hmm... sayangnya, dalam skala-skala yang lebih rendah zaman saya dulu ada. Tidak tahu kalau sekarang. Memang pemukulan-pemukulan terhadap adik kelas bisa dikatakan mendekati nol. Pukulan tiga setengah kancing meniru Sersan Mayor Taruna memukul Prajurit Taruna dulu sempat terjadi. Yang paling jamak terjadi di lingkungan SMA Taruna Nusantara adalah meminta adik kelas memakan kudapan sampai teler. Bukan kudapan basi melainkan kudapan baru. Tapi, kalau kudapan satu barak dikumpulkan semua untuk dimakan dua sampai tiga orang tentunya akan klenger juga.
Saya merupakan siswa yang anti terhadap segala bentuk pembinaan kakak kelas kepada adik kelas. Apalagi, para kakak kelas itu memang sangat terlihat sekali belajar dari para taruna AKMIL mengenai cara-cara senior membina junior. Untuk yang mau masuk akademi angkatan bersenjata, mungkin hal itu dipandang sebagai latihan kalau-kalau mereka nanti dibina oleh senior atau membina junior. Well... saya katakan waktu itu, kita ini SMA dan tidak semua orang mau masuk AKABRI.
Mudah-mudahan, acara-acara biadab sekecil apa pun bentuknya sudah benar-benar hilang di lingkungan SMA Taruna Nusantara.

Pesan:
Mohon maaf kalau terlalu apa adanya. Saya yakin banyak yang tidak suka dengan tulisan apa adanya ini, terutama bagi mereka yang mempraktekkan apa-apa yang saya tulis di atas.

Minggu, Maret 11, 2007

Perangi Malaysia, Tujukkan Kepentingan Nasional di Atas KepentinganYang Lain

Perangi Malaysia, Tujukkan Kepentingan Nasional di Atas KepentinganYang Lain

Kang Kombor sudah muak dengan Malaysia yang bermuka dua, mulut dan tindakannya tidak sama. Di arena diplomasi, lidah Melayunya (maaf untuk yang Melayu) fasih mengucapkan kalimat-kalimat manis, anti kekerasan dan penuh persahabatan seolah-olah Malaysia adalah sebuah negara yang cinta damai. Akan tetapi, dalam tindakannya, Malaysia itu seperti menggunakan taktik-taktik yang dipakai oleh PKI (di SMA dulu diajari taktik-taktik PKI, ini sebagian yang keingat saja) seperti menusuk dari belakang dan mengkhianati kawan seperjalanan. Malaysia lebih berbahaya dari Amerika Serikat yang sangat bisa dibaca. Lebih berbahaya dari Israel yang hanya bisa menguasai Amerika Serikat. Mari perangi Malaysia dan kita tunjukkan bahwa kita ini adalah bangsa yang kuat dan bermartabat.


Sipadan dan Ligitan diambil, Blok Ambalat diincar


Kepala siapa yang bisa lupa bahwa Malaysia telah mengambil Sipadan dan Ligitan dari wilayah kita. Kang Kombor nyatakan, hanya kepala-kepala pengkhianat bangsa saja yang dapat melupakannya. Orang Indonesia yang tidak sakit dengan kenyataan itu wajib ditanyakan nasionalismenya. Wajib ditanyakan kecintaannya kepada tanah tumpah darah yang namanya Nusantara. Wajib diusir agar menjadi tukang menjelek-jelekkan bangsa dari luar negeri. (Catatan: Jadi orang kok beraninya hanya menjelek-jelekkan bangsa sendiri dari luar negeri. Ngomonglah di dalam negeri kalau memang berani).

Dalam kasus Sipadan - Ligitan dulu, entah siapa yang bodoh, kita ini memiliki maksud baik bahwa kedua pulau itu masih berada dalam wilayah sengketa sehingga kita tidak mengeksploitasinya. Wilayah yang berada dalam sengketa harus dibiarkan seperti apa adanya sampai jelas statusnya. Akan tetapi, ternyata hal itu yang menjadi faktor kekalahan kita di pengadilan internasional. Malaysia menang telak dengan teori effective occupation (maaf kalau salah, tolong dibenerin) yang digunakan untuk mempertunjukkan bahwa kedua pulau itu adalah miliknya. Malaysia memang membangun resor di Sipadan dan Ligitan, menjualnya sebagai obyek wisata. Hal itu dinilai sebagai bukti bahwa memang Malaysia-lah yang memiliki kedua pulau itu. Bukti-bukti sejarah yang diajukan Indonesia tidak dipandang oleh para hakim pengadilan internasional itu. Entahlah, mungkin Malaysia tidak seperti Indonesia yang memandang bahwa para pengadil itu harus independen dan tidak boleh dipengaruhi. Mungkin saja Malaysia melalui jalur diplomasi politik dan diplomasi duitnya mempengaruhi para pengadil itu. Yang pasti, kita kalah telak dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dua pulau telah lepas dari wilayah Indonesia.

Tidak cukup puas dengan mendapatkan Sipadan dan Ligitan, Malaysia yang kemaruk masih mengincar blok Ambalat. Tentu kita masih ingat tragedi senggolan KRI kita dengan kapal pengganggu dari AL Tentara Diraja Malaysia. Tahun ini pun, kapal dan pesawat Malaysia sudah ratusan kali memprovokasi permusuhan dengan melanggar batas wilayah perariran kita. Sikap kita sangat lunak, hanya memperingati dan mengusir mereka kembali. Hmm... sikap yang sangat-sangat lunak. Sudah seharusnya kapal-kapal Malaysia itu ditenggelamkan dan pesawat-pesawatnya ditembak jatuh karena bukan sekali dua kali melainkan ratusan kali mereka melanggar batas wilayah. Kang Kombor yakin, sebenarnya kita bukannya hanya ingin menyikapi seperti itu melainkan bahwa sebenarnya karena kapal-kapal dan pesawat-pesawat kita tidak memiliki sistem persenjataan yang memadai untuk melakukan konfrontasi langsung. Tentara kita tidak memiliki sistem persenjataan yang memadai karena manusia-manusia kotor berpikiran picik di Indonesia yang selalu mengatakan bahwa anggaran pertahanan kita terlalu besar, padahal, anggaran pertahanan kita terlalu kecil dibandingkan dengan luasnya wilayah yang harus kita pertahankan dan jumlah penduduk yang harus kita lindungi. Sudah anggarannya kecil, pejabat-pejabat TNI dan Departemen Pertahanan masih tega mengkorupsinya. Kroni penguasa tega memberikan harga pesawat tanpa senjata lebih mahal dari pesawat dengan sistem senjata lengkap.

Malaysia sudah menjual Blok Ambalat yang kaya minyak kepada kontraktor asing. Kita tidak boleh kecolongan dua kali. Sebaiknya, selain membangun Mercusuar di Ambalat, kita juga harus menempatkan Satu Brigade Marinir di Ambalat. Minimal, kita membangun sebuah pangkalan di Ambalat sebagai bagian dari Armatim. Kita juga harus segera merancang kontrak karya untuk mengeksplorasi minyak di Ambalat kepada perusahaan minyak. Tugasi Pertamina untuk mengeksplorasi Minyak di sana dengan dukungan APBN. Hal itu akan lebih bermakna daripada membiarkan Blok Ambalat dikuasai Malaysia.

Tentu saja, diplomasi kita yang lemah harus direvolusi agar berubah menjadi bagus. Diplomat-diplomat yang lemah harus diganti dengan diplomat-diplomat yang berkualitas. Rekrut saja teman saya yang sudah jadi diplomat ini. Diplomasi kita harus seperti diplomasi Malaysia. Tidak apa-apa dikopi-pas. Toh dulu untuk membangun Petronas dan memajukan pendidikan di sana, Malaysia mengkopi-pasnya juga dari kita.

Sejalan dengan diplomasi mulut manis yang selalu kita lakukan, kita juga harus mulai membalas tindakan Malaysia. Jangan hanya Malaysia saja yang bisa melanggar perbatasan. TNI-AL juga harus memiliki keberanian untuk memprovokasi Malaysia. Tidak apa-apa kapal yang kalah moderen dan kalah senjata tenggelam, itu bisa kita jadikan sebab untuk mendeklarasikan perang secara lebih terbuka kepada Malaysia.

Kita ini memang bangsa rendah


Sebelum melakukan langkah-langkah di atas, ada satu hal pokok yang harus kita akui bersama, yaitu bahwa kita ini adalah bangsa rendah. Fakta-fakta di bawah ini menunjukkan bahwa kita ini bangsa rendah dan fakta itu harus dikoreksi secara total:

  1. Pemerintah kita lebih suka mengirim wanita-wanita kita menjadi babu di Malaysia daripada memberdayakannya menjadi wanita-wanita mandiri. Kita punya Kementerian Pemberdayaan Perempuan tetapi sepanjang kementerian itu berdiri wanita-wanita kita tidak semakin berdaya melainkan semakin diperdaya. Bukan diberdayakan melainkan diperdayakan.

  2. Pemerintah kita lebih suka mengirim pria-pria kita menjadi buruh-buruh di kebun kelapa sawit di Malaysia dan menjadi buruh bangunan di Malaysia daripada menjadikannya buruh kebun sawit di negeri sendiri dan buruh bangunan di negeri sendiri. Alih-alih menciptakan lapangan kerja di republik ini, pemerintah lebih suka menjadikan mereka sebagai pahlawan devisa, bersama dengan wanita-wanita yang dikirim jadi babu di luar negeri, para pahlawan devisa ini harus menderita berkepanjangan. Mau berangkat ke luar negeri diperas PJTKI, bekerja di luar negeri gaji tidak sesuai yang dijanjikan, pulang ke Indonesia diperas bajingan-bajingan tak berperikemanusiaan di Terminal II Bandara Soekarno - Hatta. Saat ini, kalau masih ada pemerasan, salahkan Depnakertrans karena Terminal II itu khusus dikelola oleh Depnakertrans.

  3. Pemerintah kita lebih suka anak-anak kita sekolah di Malaysia dan setelah lulus bekerja di Malaysaia untuk menjadi pegawai yang memajukan perekonomian Malaysia daripada memajukan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di negeri sendiri dan menyiapkan generasi-generasi penerus yang siap melanjutkan kesinambungan pembangunan. Lihat saja sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi Malaysia selalu berburu murid dan mahasiswa di Indonesia melalui iklan-iklannya di koran-koran kita. Anak-anak dari sebagian Sumatera yang bebas fiskal untuk menyeberang ke Malaysia banyak yang lebih memilih sekolah di Malaysia daripada sekolah di Pulau Jawa. Mengapa pula harus sekolah dan kuliah di Pulau Jawa? Sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi bermutu harus ada pula di pulau-pulau lain agar anak-anak kita bisa kita pertahankan untuk tetap berada di Indonesia sehingga bila tiba masanya mereka bisa menjadi agen perubahan atau agen penerus pembangunan. Catatan: Selain Malaysia, Singapura pun juga begitu. Banyak anak-anak kita yang betah bekerja di Singapura dan tanpa sadar membantu memajukan perekonomian Singapura. Singapura hanya bisa berburu tenaga-tenaga penerus pembangunan dari negara-negara tetangganya karena saat ini komposisi penduduknya merupakan komposisi penduduk tua dengan pertumbuhan penduduk yang nyaris negatif. Manusia-manusia gaek Singapura hanya bisa ditopang oleh tenaga-tenaga terampil bergaji rendah dari Indonesia dan negara-negara tetangga lainnya.

  4. Pemerintah kita lebih suka guru-guru dan dosen-dosen berkualitas kita menjadi pengajar di Malaysia dan membantu mencerdaskan bangsa Malaysia daripada meningkatkan kesejahteraan mereka sehingga mereka bisa tetap mempertahankan idealisme sembari bisa tetap hidup secara layak di Indonesia. Saat ini sudah banyak guru dan dosen dari Indonesia yang mengajar di Malaysia. Pemerintah kita yang meneruskan tradisi kolonial Belanda memang tidak bersungguh-sungguh ingin mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga guru dan dosen cukup diberi gaji tak layak supaya tidak bisa berfokus pada pekerjaan dan peningkatan kompentensi mereka. Setelah mengajar, guru sengaja didesain untuk tidak punya waktu untuk meningkatkan kompetensi melalui continuous learning dan menulis. Guru dipaksa mengurus kebun atau sawah setelah mengajar. Kalau tidak, mereka dipaksa menjadi Tukang Ojek. Lain guru lain dosen. Dosen kita didesain untuk selalu main proyek daripada melakukan penelitian. Dan, itulah yang kita hadapi sehari-hari, guru narik ojek dan dosen selalu main proyek.

Fakta-fakta di atas harus segera diakhiri dan diubah. Kita tidak mungkin akan berubah menjadi bangsa yang bermartabat kalau apa-apa yang ada di atas itu tetap kita pertahankan sebagai sebuah kebanggaan.

Konsekuensi


Dalam kerangka negara, kepentingan nasional kita harus kita letakkan di atas kepentingan-kepentingan yang lain. Tidak boleh ada suatu pemerintahan di muka bumi ini yang mengambil keputusan yang berakibat pada kerugian terhadap kepentingan nasional. Misalnya, memberikan Blok Cepu pada Exxon adalah tindakan yang tidak boleh dilakukan. Dalam hal ini, penentu kebijakan telah menempatkan kepentingan kapitalis asing pemilik modal dan antek-anteknya di Indoensia di atas kepentingan nasional. Pemimpin yang seperti ini, tunduk pada Condoleeza Rice merupakan pemimpin lemah yang tidak perlu dipilih lagi.

Oleh karena itu, demi kepentingan nasional, kita harus lupakan basa-basi politik regional yang sudah basi. Kang Kombor melihat ASEAN sudah tidak ada relevansi dan keuntungannya untuk dipertahankan. Dalam era perang dingin, ASEAN memang masih kita perlukan. Akan tetapi, saat ini tidak ada keuntungan strategis yang bisa kita peroleh dari ASEAN. Semangat persahabatan dan kebersamaan yang ingin kita dapatkan dari ASEAN sudah tidak ada lagi. Kita bisa melihat hal itu dari kerakusan ekspansi wilayah yang dilakukan Malaysia atau kebebalan Singapura untuk menandatangani perjanjian perbatasan dan ekstradiksi. Kita juga melihat kemunafikan Malaysia soal illegal logging dan kemunafikan Singapura soal penyelundupan. Mempertahankan ASEAN hanya memperpanjang kemunafikan dalam bersahabat dan berserumpun. Kepentingan nasional kita banyak yang selalu kita kompromikan demi mempertahankan ASEAN. Hal itu tidak boleh kita teruskan.

Agar kita bisa dengan tegas memerangi Malaysia maka kita harus:

  1. Memanggil pulang seluruh WNI di sana tanpa kecuali. Yang tidak mau pulang kita anggap lebih memilih menjadi warga negara Malaysia daripada menjadi bagian dari Indonesia.

  2. Segera membeli perangkat militer yang moderen dan powerful serta memadai untuk mengalahkan Malaysia yang kemungkinan akan dibantu oleh Inggris.

  3. Segera disiarkan materi-materi penggugah nasionalisme dan patriotisme melalui seluruh media massa nasional baik cetak maupun elektronik serta internet.

  4. Undang-undang Bela Negara harus segera diefektifkan. Segera panggil warga negara yang terkena wajib militer untuk memenuhi kewajiban. Tentara reguler perlu dukungan dari wajib militer ini. Kang Kombor merupakan warga negara yang siap dipanggil untuk wajib militer apabila perangkat perundangannya sudah jelas dan memadai untuk dilaksanakan.

  5. Secara nasional seluruh komponen bangsa harus mendukung. Mereka yang tidak mendukung agenda untuk kepentingan nasional ini harus dicap sebagai pengkhianat bangsa dan harus diusir dari wilayah Indonesia agar melengkapi jumlah mereka yang hanya berani menjelek-jelekkan bangsa sendiri dari luar negeri.

Simpulan


Kepentingan nasional harus diletakkan di atas kepentingan-kepentingan lain. Untuk mempertahankan Blok Ambalat, perang dengan Malaysia hanya satu-satunya cara. Jalur diplomasi hanya akan memberikan kekalahan kedua kepada Indonesia.

Catatan:

Tulisan ini dibuat untuk menunjukkan kecintaan Kang Kombor pada Indonesia. 

Sabtu, Maret 10, 2007

Rossi mendapat pole position di GP Qatar

Rossi mendapat pole position di GP Qatar

Malam ini kebetulan Kang Kombor belum tidur sehingga bisa memelototi kualifikasi MotoGP Qatar. Nggak usah panjang-panjang karena baterai N6275i Kang Kombor sudah low dan sebentar lagi mati.
Urutan 1 sampai 3 adalah:
  1. Rossi, Yamaha
  2. Stoner, Ducati
  3. Edwards, Yamaha
Mudah-mudahan siaran langsungnya pukul 17:00 WIB nanti bisa nonton.

Jumat, Maret 09, 2007

Banyaknya bencana tak ada hubungannya dengan dosa manusia

Banyaknya bencana tak ada hubungannya dengan dosa manusia

Kadang-kadang Kang Kombor tidak membawa mobil kantor ke rumah. Kalau sudah begitu, Kang Kombor akan ngojek sampai terminal Citra Raya Trans menuju Blok M dan dari Blok M nyambung dengan Kopaja 615. Suatu hari Kang Kombor ngojek dan terjadi percapakan seperti di bawah ini:

Tukang Ojek (TO): "Kok tidak bawa mobil, Pak?"
Kang Kombor (KK): "Iya Bang. Mobil sedang masuk bengkel."
TO: "Saya dengar Bapak dari Jogja. Keluarga tidak apa-apa kena gempa?"
KK: "Alhamdulillaah keluarga selamat semua. Hanya genting saja yang pada mlorot. Kenapa ya Bang, kok akhir-akhir ini di Indonesia banyak bencana?" Kang Kombor mulai mencari tahu pendapat Tukang Ojek tersebut.
TO: "Ini karena Pak SBY tidak disukai para leluhur."
KK: "Maksudnya?"

TO: "Iya, Pak. Pak SBY itu tidak disukai oleh arwah para leluhur bangsa ini. Mungkin berbeda dengan presiden-presiden yang lain, kebatinan Pak SBY ini kurang tebal. Sepertinya tidak suka tirakat seperti yang lain-lain."
KK: "Loh... tapi kan Pak SBY itu orang beriman?"
TO: "Memang benar, Pak. Pak SBY terlihat sebagai orang beriman, rajin ibadah dan jujur. Tapi menurut saya, beliau tetap tidak disukai oleh arwah para leluhur."
KK: "Mengapa tidak disukai?"
TO: "Ya itu tadi, Pak, kurang tirakat."
KK: "Bukan karena Pak SBY itu tidak memiliki titisan darah raja?" Kang Kombor menanyakan ini karena banyak yang mengatakan kalau Soekarno itu keturunan Raja di Bali. Soeharto memiliki itu dari istrinya yang keturunan dari keluarga Kraton Solo. Megawati dapat titisan darah karena putri Bung Karno. Habibie...? Wis embuh...
TO: "Itu bisa juga, Pak. Tapi sepertinya hal itu kepercayaan Jawa. Saya kan bukan orang Jawa."

Kang Kombor garuk-garuk kepala karena Tukang Ojek ini memang orang Tangerang alias orang Sunda. Ah... embuh, orang Banten itu Sunda apa bukan ya?

Percakapan di atas benar-benar terjadi dan suka atau tidak suka, itu adalah pendapat Tukang Ojek yang bisa jadi mewakili pendapat banyak orang. Kang Kombor sih tidak dalam kapasitas mengiyakan atau menolak pendapat Tukang Ojek tadi. Kang Kombor hanya melemparkan salah satu pandangan rakyat tentang penyebab terjadinya bencana yang beruntun melanda negeri ini.

Kang Kombor ingat, pada saat awal gerakan reformasi dulu Amien Rais dalam menyikapi krisis multidimensi yang melanda bangsa ini pernah menyerukan agar dilakukan tobat nasional, taubat nasuha secara serentak di seluruh Indonesia. Kang Kombor juga teringat pada seorang ahli tafsir dari Indonesia yang waktu itu dikabarkan akan menjadi meneri agama yang menyatakan bahwa, "Segala krisis yang melanda bangsa Indonesia ini tidak ada hubungannya dengan dosa manusia." Kang Kombor serasa disamber bledheg. Ki Ageng Selo tidak sempat menolong Kang kombor karena sejak kuping Kang Kombor mendengar pernyataan itu hingga detik ini, Kang Kombor tidak lagi percaya bahwa dia adalah ahli tafsir. Ahli tafsir kok bisa-bisanya ngomong begitu.

Syukurlah, dia tidak berkomentar apa-apa terhadap segala macam bencana yang secara beruntun dan tanpa henti menebar penderitaan di seluruh Indonesia ini. Kalau dia ditanya (dengan iming-iming kursi Menteri Agama tentunya) pasti dia akan kembali mengatakan:

"Segala maca bencana, baik bencana alam maupun kecelakaan transportasi yang kita alami ini tidak ada hubungannya dengan dosa-dosa kita. Bencana alam adalah peristiwa alam biasa, tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Tuhan. Kecelakaan transportasi hanyalah peristiwa biasa yang juga sering terjadi di tempat-tempat lain."

Bencana alam berupa gempa, teknologi manusia sepertinya memang belum mampu mendeteksi kapan akan terjadinya. Akan tetapi, bencana berupa banjir sebenarnya bisa dicegah. Tanah longsor korbannya bisa diminimalisir atau di-zero-kan. Kecelakaan transportasi sangat mungkin ditekan sampai titik paling minimal.

Mengenai bencana alam, Kang Kombor tetap yakin bahwa itu ada hubungannya dengan dosa kita. Minimal, dosa kita bersama telah merusak lingkungan yang seharusnya kita jaga. Bukankah hanya manusia saja yang bisa membuat kerusakan di muka bumi ini?

Kecelakaan transportasi? Itu jelas-jelas dosa regulator dan operator.
Mengapa blog saya selalu dikunjungi?

Mengapa blog saya selalu dikunjungi?

Mau tahu kenapa?


Hehehe... ini bukan mau nulis tips agar blog Sampeyan selalu dikunjungi. Kang Kombor benar-benar ingin tahu mengapa Sampeyan selalu mengunjungi blog Kang Kombor. Paling tidak, ada beberapa yang selalu datang ke Kombor.Com. Kang Kombor nggak usah sebut siapa tetapi Kang Kombor ucapkan bertrilyun-trilyun terimakasih kepada rekan blogger yang selalu berkunjung ke blog kacau ini.

Kang Kombor ingin tahu alasan rekan-rekan blogger mengapa suka kembali ke Kombor.Com. Bukan apa-apa, tadi sempat nyasar ke blog bisnis yang isinya bukan bisnis dan nemu 20 tips supaya blog selalu dikunjungi. Salah satunya adalah penuhi keinginan pengunjung. Sebagai blogger, katanya kudu meninggalkan ego, nulis asal nulis. Hehehe... maaf Mas Anang, Sampeyan kan suka ninggalin komentar: "Ngeblog itu yang penting nulis." Bener juga sih, karena di tips itu juga disebutkan, teruslah menulis dan jangan selalu terpaku pada statistik pengunjung. Kita bisa prustasi kalau ngeblog dengan tujuan ngejar hits dan banyak-banyakan komentar seperti yang pernah ditulis oleh seorang rekan blogger beberapa bulan yang lalu yang kemudian diikuti dengan kampanye tidak komentar ke blog seleb.

Nah, mohon bantuan, kalau tidak keberatan, untuk menuliskan alasan Sampeyan suka balik ke Kombor.Com. Kang Kombor ingin meningkatkan kualitas isi (topik maupun cara menulis) blog ini. Petunjuk rekan-rekan blogger yang budiman sangat Kang Kombor perlukan.

Sapa tahu ada yang bolak-balik ke sini hanya sekedar untuk sopan-santun karena Kang Kombor meninggalkan komentar di blog Sampeyan. Atau, ada juga yang memang kerjaannya blogwalking dan meninggalkan tapak di mana-mana. Atau, ada alasan lain? Mudah-mudahan kalau banyak masukan Bu Dokter bisa bantuin bikinin statistiknya.

OK?
Jadwal F1 2007

Jadwal F1 2007

Selain MotoGP, tontonan adu balap yang Kang Kombor gemari adalah F1. Jagoan Kang Kombor sampai tahun lalu di F1 adalah Kimi Raikkonen. Tahun ini Kang Kombor mungkin akan menentukan jagoan sambil jalan soale Kimi pindah ke Ferari sedangkan Kang Kombor alergi sama tim itu. Tim yang Kang Kombor sukai adalah McLaren Mercedez yang tahun ini mobil jetnya akan ditunggangi Alonso (Juara Dunia 2006) yang sebelumnya mengawaki Renault.

Jadwal GP F1 tahun 2007 adalah sebagai berikut:

18 MARET 2007 – AUSTRALIA
8 APRIL 2007 – MALAYSIA
15 APRIL 2007 – BAHRAIN
13 MEI 2007 – SPANYOL
27 MEI 2007 – MONACO
10 JUNI 2007 – KANADA
17 JUNI 2007 – AMERIKA SERIKAT
1 JULI 2007 – PERANCIS
8 JULI 2007 – INGGRIS
22 JULI 2007 – JERMAN
5 AGUSTUS 2007 – HONGARIA
26 AGUSTUS 2007 – TURKI
9 SEPTEMBER 2007 – ITALIA
16 SEPTEMBER 2007 – BELGIA
30 SEPTEMBER 2007 – JEPANG
7 OKTOBER 2007 – CHINA
21 OKTOBER 2007 – BRASIL

Jadwal lengkap disertai time table dan gambar setiap sirkuit dapat diunduh setelah tautnya muncul.

Jadwal GP F1 2007
MotoGP Mania, Ingat 10 Maret Ya!

MotoGP Mania, Ingat 10 Maret Ya!

Sudah pada punya jadwal MotoGP 2007 kan? Kalau belum punya kebangeten. Kang Kombor sudah siapin jadwalnya di sini. Ayo diunduh bila belum punya.

Sekedar update saja. Hari ini sesi latihan bebas kedua sudah selesai. Jagoan Kang Kombor, The Doctor menempati urutan pertama. Colin Edwards, rekan satu tim di Fiat Yamaha Team di urutan kedua disusul Stoner dari Ducati Marlboro di urutan ketiga. Sebelumnya, di sesi latihan bebas pertama, Edwards nomer 1, Stoner nomer 2 dan Rossi nomer 3.

Biar gampang begini deh urutannya:

Latihan bebas I:
  1. Edwards
  2. Stoner
  3. Rossi
Latihan bebas II:
  1. Rossi
  2. Edwards
  3. Stoner
Ingat-ingat! 10 Maret 2007 GP Qatar. Saksikan The Doctor melibas semua pesaingnya.

Selasa, Maret 06, 2007

Pak SBY, tolong katakan Anda tidak suka Republik Mimpi

Pak SBY, tolong katakan Anda tidak suka Republik Mimpi

Pemerintah (sebaiknya kata ini diganti menjadi Pengatur) akan kembali menunjukkan kekuasaannya yang absolut. Acara News Dot Com di Metro TV yang digemari publik walaupun menurut lembaga pemeringkat acara tv ratingnya tidak sebagus sinetron tak bermutu terancam akan disomasi oleh pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika, Tuan Sofyan Djalil.

Gara-gara berita akan disomasi itu, News Dot Com yang ditayangkan Minggu (4 maret 2007) bermain kerajaan-kerajaanan. Njijiki banget sebenarnya melihat Jarwo Kuwat yang biasanya jadi Wakil Presiden malam itu menjadi Perdana Menteri.


Hari demi hari Kang Kombor semakin yakin bahwa siapa pun yang mencoba-coba masuk ke lingkaran setan kekuasaan yang dinamakan "pemerintah" itu akan:
  1. Berubah 180 derajad kepribadiannya. Yang tadinya tukang kritik, akan menjadi antikritik. yang tadinya suka demo, akan menjadi antidemo. Yang tadinya suka ngomongin pemerintah, akan menjadi antidiomongin. Kalaupun tidak berubah 180 derajad, dia akan menjadi hipokrit, paling tidak untuk dirinya sendiri. Hidup tersiksa karena batinnya bersuara lain dari mulut dan pikirannya.
  2. Berkurang lebih dari 50% intelegensinya. Lihat saja, yang pakar ekonomi dan selalu mengatakan kebijakan ekonomi pemerintah masa lalu ngak tepat (dan lebih banyak ngomong politiknya daripada ngomong ekonomi) saat ini lebih banyak diem karena prestasinya sebagai menteri juga nggak bisa dikatakan menonjol. Lihat saja sendiri, orang-orang pintar lain yang menjadi linglung setelah jadi menteri.
Siapa sih sebenarnya yang alergi kepada acara News Dot Com itu? Pak Menteri Sofyan Djalil atau Pak Presiden? Tolong Deh Pak Presiden, kalau Panjenengan yang alergi sama acara itu, Panjenengan sendiri yang ngomong ke publik, jangan lewat Tuan Sofyan Djalil. Kalau memang Panjenengan alergi sama Acaranya Effendi Ghozali itu, Panjenengan tidak ada bedanya dengan Simbah Kakung. Tahun lalu Republik BBM sudah kena. Tahun ini News Dot Com kena giliran.

Usul saya, cabut saja ijin semua stasiun TV swasta dan kembalikan monopoli penyiaran melalui TVRI seperti zaman dulu agar Menteri Penerangan bisa selalu menyebarluaskan petunjuk Bapak Presiden.

Kang Kombor mendukung acara News Dot Com secara acara ini tidak selalu memberikan kritik saja. Acara ini juga sering melayangkan pujian atas prestasi pemerintah. Akan tetapi, mungkin pemerintah tidak cukup dengan itu semua. Pemerintah ingin semua acara parodi politik isinya memuji pemerintah tanpa kritikan sama sekali. Tuan Sofyan Djalil itu lebih suka melihat rakyatnya bodoh melihat sinetron-sinetron tidak bermutu daripada melihat rakyatnya dimelekkan secara politik melalui acara yang berbobot semacam acaranya Effendi Ghazali itu.

Jalan terus Bung Effendi! Mosok keok sama ancaman somasi... Ealah... mimpi kok disomasi.
SMA Taruna Nusantara: 20 kursi untuk anak pejabat

SMA Taruna Nusantara: 20 kursi untuk anak pejabat

Kang Kombor serasa disamber bledheg dan tidak sempat tereak, "Gandrik putune Ki Ageng Selo!" waktu baca Jualan Jatah Bangku di Sekolah Favorit. Yang bikin Kang Kombor serasa disamber mbledheg itu adalah kutipan pada tulisan itu:
"Setelah berbagai upaya pencarian dana dilakukan dan untuk menutupi biaya operasional saja yang sudah sangat berat apalagi menutupi biaya lain, maka lembaga kembali lagi ke potensi dana awal yaitu orang tua siswa. Sehingga muncullah wacana ‘penerimaan jalur khusus’ siswa TN untuk menutupi biaya operasional. Dari perbincangan saat itu, Ketua LPTTN memberikan gambaran dari sekitar 300an siswa, 200 siswa merupakan hasil seleksi murni (terdiri dari beasiswa dan biaya sendiri yg normal/1,7jt per bulan), 70an lewat penerimaan jalur khusus dan 20an jatah titipan anak2x pejabat."

Entah papabonbon mengutip dari mana. Yang jelas, pernyataan Ketua LPTTN itu membuat bulu kuduk bergidik. Disamber bledheg sampai gosong pun masih bisa bergidik gara-gara pernyataan 20an jatah titipan anak2x pejabat. Edan!

Negeri ini kok makin menunjukkan boroknya. Soal titip menitip dan jatah menjatah yang merupakan perilaku tidak fair alias tidak adil yang pada dekade lalu masih merupakan sesuatu yang selalu ditutupi dan diselimuti rapat-rapat, kali ini sudah tidak perlu lagi ditutup-tutupi. Pejabat, yang seyogyanya adalah pelayan rakyat -- sebagaimana yang ditunjukkan dalam masyarakat feodal dan bermental inlander alias orang jajahan -- justru dinyatakan sebaliknya. Pejabat adalah merupakan orang yang harus dilayani. Indonesia tidak bisa mengartikan public servant menjadi pelayan publik. Oleh raja lalim, public servant diterjemahkan menjadi abdi negara. Mangkanya sah-sah saja kalau ada pejabat yang semena-mena menjadi lawan rakyat. Mereka berdalih melaksanakan perintah negara. Mereka berpikir rakyat bukanlah negara. Mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak pernah mendapakan pelajaran PMP sehingga tidak pernah tahu bahwa negara itu hanya sebuah makhluk imajiner yang memiliki 3 unsur: wilayah, pemerintahan dan warga negara. Kalau mengatasnamakan negara, seharusnya mereka mengatasnamakan 3 unsur pembentuk negara. Kalau mau sewenang-wenang, jangan bawa-bawa negara, bawa saja pemerintah karena yang suka sewenang-wenang memang pemerintah.

Pejabat apa yang berhak punya jatah untuk menitipkan anaknya di SMA Taruna Nusantara? Kalau melihat lingkungan LPTTN yang merupakan sebuah lembaga di bawah Departemen Pertahanan, semestinya yang memiliki jatah itu adalah pejabat-pejabat dari TNI. Pejabat apa? Mestinya pejabat dengan pangkat minimal bintang.

Kang Kombor benar-benar skeptis negara ini bisa maju kalau mental pejabat-pejabat di lingkungan LPTTN masih seperti itu, memberi priviledge kepada pejabat, memberi jatah 20 kursi untuk pejabat menitipkan anaknya di SMA Taruna Nusantara. Mereka merancang Triprasetya Siswa SMA Taruna Nusantara dan meminta setiap siswa berjanji untuk mewujudkan kecerdasan, kemajuan dan kesejahteraan dan di manapun berada memberikan karya terbaik bagi masyarakat bangsa negara dan dunia, tetapi mereka sendiri mengangkangi makna Triprasetya Siswa itu. Sebagai alumni, Kang Kombor masih terikat dengan tiga janji itu karena janji alumni berisi "Kami Alumni SMU Taruna Nusantara Dengan ini berjanjiakan memegang teguh dan melaksanakan janjinTri Prasetya Siswa SMU TAruna Nusantara dalam pengabdian kami kepada bangsa dan Negara."
Benar-benar gombal!

Inilah cermin bangsa(t) kita. Bangsa(t) yang katanya merdeka tetapi sejatinya dijajah oleh bangsa(t) sendiri. Rakyat harus melayani pejabat dan selalu maklum pada apa pun yang mereka perbuat, walaupun perbuatan itu sangat-sangat tidak terhormat bagi pejabat laknat itu sendiri. Rakyat harus menerima pandangan bahwa pejabat telah mengabdikan hidupnya untuk kepentingan negara sehingga pejabat harus diberi fasilitas yang lebih daripada rakyat. Pejabat yang gajinya sak-erat-erat boleh makan listrik gratis, telepon gratis, mobil selalu penuh BBM sementara rakyat harus rela membayarnya dengan harga yang lebih mahal dibandingkan apa yang dibayar rakyat negara-negara lain yang tidak punya Pancasila, negara-negara yang tidak punya janji untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Kalau sudah dinyatakan demikian, tentunya selama ini telah dilaksanakan demikian. Sebagai orang yang bisa hanya mengeluh di blog, Kang Kombor tidak bisa berbuat apa-apa kecuali meminta agar transparansi dan akuntabilitas tetap ditegakkan. Silakan saja tetap dipraktekkan pemberian jatah 20 kursi SMA Taruna Nusantara untuk jatah anak pejabat asal:
  1. Diumumkan kepada publik nama siswa dan nama orang tuanya yang pejabat, lengkap dengan jabatannya.
  2. Diumumkan kepada publik, nilai hasil seleksi anak-anak pejabat itu, baik nilai tes akademik maupun tes lainnya
Hanya dengan hal seperti itu akuntabilitas bisa ditegakkan. Kalau LPTTN malu mengumumkannya, seyogyanya pemberian jatah-jatahan itu dihapuskan dari medan persaingan penerimaan siswa SMA Taruna Nusantara.

Jumat, Maret 02, 2007

Situs Ebook Favorit Saya (My favourite ebook site)

Situs Ebook Favorit Saya (My favourite ebook site)

Kang Kombor pernah posting LOTS of LINKS TO EBOOK yang cukup populer diklik di blog ini. Akan tetapi, ada satu situs yang menyediakan informasi ebook yang menjadi favorit Kang Kombor. Situs ini kebetulan berbasis WordPress juga.
Ada 14 kategori ebook di situs itu, posisi jumlah ebook per kategori yang diposting sampai saat tulisan ini dibuat seperti pada citra di tulisan ini. kategori-kategori yang ada adalah:
  1. IT Certification
  2. Programming
  3. Multimedia & Designing
  4. Networking
  5. Operating System
  6. Security
  7. Databases
  8. Non IT ebooks
  9. Science And Engineering
  10. Other
  11. Magazine
  12. Comic & Novels
  13. CBT & Video Training
  14. Tutorial
Sebagian besar memang buku-buku IT. Mungkin akan sangat berguna buat Pak Urip kalau belum pernah ketemu situs ini. Kalau sudah pernah ketemu, Kang Kombor yakin Pak Urip sudah menyimpannya dalam favorit/bookmark. Yang suka komik klasik macam Superman juga bisa mendapatkannya dari kategori Comic & Novels. Biasanya papabonbon yang suka pada buku nonfiksi.
Ada buku elektronik yang baru Kang Kombor unduh dari sini, berjudul "In Search of Stupidity: Over Twenty Years of High Tech Marketing Disasters", Second Edition. Maaf belum sempat baca sehingga belum bisa nyeritain isinya.
Kalau ada yang punya URL sumber ebooks yang lain, bolehlah ditinggalkan di komentar pada tulisan ini. Kang kombor akan sangat ngaturaken matur nuwun.
Oh ya, situs pengindex ebook favorit saya itu adalah xpressionsz.com

Kamis, Maret 01, 2007

Tutorial: membuat Tulisan baru di WP.com dengan WLW

Tutorial: membuat Tulisan baru di WP.com dengan WLW

Pada tulisan sebelumnya, yaitu Mengkonfigur Windows Live Writer untuk Blog di WP.com, Kang Kombor sudah memandu Sampeyan untuk mengkonfigurasi WLW untuk dapat digunakan pada blog Sampeyan di WP.com. Pada kesempatan kali ini, Kang Kombor akan memandu Sampeyan membuat tulisan baru.

Kang Kombor sedang nyaman dengan WLW sehingga tutorial sederhana ini Kang kombor buat.

Maaf ya, bukan berarti Kang Kombor menyepelekan kemampuan Sampeyan untuk membuat tulisan sendiri dengan WLW. Kang Kombor hanya sekedar memberi panduan singkat agar Sampeyan lebih cepat belajarnya.

Langsung saja deh ke tutorialnya ya... (seperti biasa, kalau file belum ada, Kang Kombor belum selesai unggahnya).

File tutorial membuat tulisan baru dengan WLW