Selasa, April 03, 2007

Ganti RSS Reader

Ganti RSS Reader

Karena GreatNews yang saya pakai suka lama kalau mau menambah langganan saya tadi mencari-cari pembaca pengumpan yang lain. Ketemu dengan RSS Bandit. Setelah dicoba lumayan OK walaupun file set upnya cukup gede, 8,5MB.

Kalau ada yang mau nyari tahu atau nyoba bisa kunjungi webnya RSS Bandit. Walaupun bukan gretnyus tetapi pengumpan yang diterima mak nyuusss juga.

Update 16 Februari 2015:

Saat ini saya langganan RSS feeds menggunakan Microsoft Outlook 2010 dan peramban Opera versi 12. Peramban Opera terbaru sudah sampai ke versi 27 tetapi saya masih lebih suka menggunakan Opera versi lama karena terintegrasinya klien email dan peramban Opera dalam satu aplikasi. Opera terbaru dipisah antara peramban dan klien email. Opera untuk peramban dan Opera Mail untuk klien email.

Minggu, April 01, 2007

Karena Aku Bangga Jadi Alumni SMA Taruna Nusantara

Karena Aku Bangga Jadi Alumni SMA Taruna Nusantara

Sudah lama Kang Kombor punya uneg-uneg untuk membuat sebah agregator untuk mengumpulkan pengumpan dari semua blog yang ditulis oleh Alumni SMA Taruna Nusantara. Kang Kombor pernah ngobrol dengan Yanuar mengenai ini. Karena keterbatasan ilmu perkodean, untuk sementara Kang Kombor bikin saja sesuai dengan kemampuan Kang Kombor. Nanti kalau sudah cukup ilmu dan duit, bisa bikin yang lebih bagus lagi.

Uneg-uneg itu Kang Kombor wujudkan dalam sebuah blog yang isinya hanya pengumpan dari blog-blog alumni SMA Taruna Nusantara yang berhasil Kang Kombor deteksi keberadaannya. Kang Kombor yakin IKASTARA belum berpikir sampai ke arah sana. Mungkin ide seperti ini terlalu remeh-temeh. Yah, memang Kang Kombor bisanya mikir yang remeh-temeh saja, seperti kumpul-kumpul bareng alumni se-Kab dan Kota Tangerang untuk menyambung silaturahim.

Blog yang isinya pengumpan dari blog alumni SMA Taruna Nusantara itu adalah The Alumni SMA Taruna Nusantara Voice. Dibikin di Blogger karena di Blogger bukan hanya kolom sisi saja yang bisa diperkosa. Bagian utama juga bisa diperkosa sesuai kekuatan nafsu yang Kang Kombor miliki.
Ada lagi ide yang masih menjadi uneg-uneg belaka, yaitu membuat sebuah katalog online untuk buku-buku yang pernah ditulis oleh SMA Taruna Nusantara. Katalog itu, selain memamerkan buku-buku yang ada, juga bisa dijadikan sarana jual buku secara online. Mungkin pelan-pelan dulu. Humas Ikastara yang Kang Kombor mintai bantuan untuk mengumpulkan buku-buku apa saja yang pernah ditulis oleh alumni SMA Taruna Nusantara belum memberikan umpan balik. Mungkin karena sebuah keremehtemehan maka hal-hal seperti itu tidak perlu dilakukan. Padahal, kalau mau berpikir ke depan, hal ini bisa menjadi sebuah investasi. Bukan investasi bisnis melainkan investasi kegiatan. Eh... siapa tahu nanti ada yang ingin mengoleksi buku-buku yang ditulis oleh alumni SMA Taruna Nusantara. Atau, ada Kepala SMA Taruna Nusantara yang melek matanya dan sadar bahwa dia harus menyimpan semua karya alumni di SMA Taruna Nusantara Magelang sana.

Tunggu saja. Daripada ngoceh nggak karuan, nanti ada yang bilang sepi ing gawe, rame ing pamrih. Ada loh yang pernah ngatai Kang Kombor macam itu. Ya... nggak apa-apa. Toh, pamrih apa yang pernah Kang Kombor dapatkan dari hal-hal semacam itu.

Buat apa jadi orang besar kalau hanya punya ide-ide kecil tak berguna. Akibatnya nanti hanya jadi antek Amerika, seperti memberikan Blok Cepu ke Exxon karena takut Condy akan datang. Atau, memberikan suara setuju untuk sebuah resolusi sanksi bagi Iran. Lebih baik jadi orang kecil dengan ide-ide besar yang aplikabel. Eh, itu masih jadi mimpi. Saiki jadi orang kecil dengan ide-ide kecil yang aplikabel saja deh... Toh perjalanan itu merupakan kumpulan langkah-langah yang kita ambil. Langkah itu kecil. Lompatan agak besar. Kalau mau yang lebih besar lagi, pakai ilmu rasclognya Brama Kumbara. Sekali lompat sampai ke tempat yang dituju.

Kang Kombor melakukan semua hal remeh-temeh itu bukan karena apa-apa. Hanya karena sebuah rasa bangga. Bangga menjadi alumni SMA Taruna Nusantara.