Kamis, Februari 28, 2008

Get Paid For Blogging Untuk Memberdayakan Unemployed People di Sekitar Kita

Get Paid For Blogging Untuk Memberdayakan Unemployed People di Sekitar Kita

Setelah mengikuti beberapa program PTR (paid to review) dan mendapatkan betapa mudahnya kita untuk mendapatkan uang dari program-program get paid from blogging tersebut saya jadi kepikiran bahwa program-program tersebut dapat digunakan untuk memberdayakan angkatan kerja di sekitar kita yang belum terserap oleh lapangan kerja yang tersedia. Ah, andai saja orang Depnakertrans itu melek blog dan mereka melihat potensi yang sangat luar biasa dari program-program itu, tentu mereka akan membuat Program Pemberdayaan Angkatan Kerja Melalui Kegiatan Get Paid For Blogging.

Jangan skeptis, pesimis atau apriori dulu. Bergabunglah dengan semangat optimis yang saya bawa ini. Kalau Anda dan saya saja bisa memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan uang, tentu orang-orang di luar sana yang belum mengerti keberadaan program-program PTR dan sejenisnya karena mereka hidup di darat (tidak seperti kita yang hidup di darat dan di internet) juga akan mampu melakukan seperti apa yang kita lakukan. Yang perlu dilakukan adalah memberitahu mereka, mengkoordinir dan memfasilitasi.

Bagaimana caranya?

Nah, ini dia. Cermin dari orang Indonesia adalah selalu bertanya tanpa mau berpikir. Hasilnya tentu dapat kita tebak, bangsa kita tidak pernah maju. Mau bukti? Pergilah ke Tangerang dan Bekasi lalu lihat jalanan di sana yang setiap musim hujan berubah menjadi jalanan yang rusak sangat parah penuh lubang dalam, kubangan dan lumpur. Pada musim kemarau, Pemdanya akan melakukan perbaikan jalanan tersebut. Lalu, musim hujan berikutnya jalanan sudah akan rusak parah lagi. Begitulah seterusnya, lingkaran setan jalan rusak itu akan selalu ada karena aparatur pemda yang besangkutan (PU), kepala daerah dan insiyur-insiyur sipil di Indonesia tidak mau menggunakan kepalanya untuk berpikir mengenai konstruksi jalan yang pas untuk wilayah Tangerang dan Bekasi yang kalau musim hujan airnya tidak bisa lari ke mana-mana.

Lalu bagaimana caranya?


Berikut ini caranya:
  1. Sebarkan informasi mengenai kegiatan Get Paid For Blogging kepada orang-orang di sekitar Anda.
  2. Ajari mereka untuk membuat blog. Kalau mereka belum kenal internet, kenalkan dulu mereka pada internet. Kalau mereka belum ngerti PC, ... ya sudahlah...
  3. Ajari mereka untuk mengisi blog mereka dengan tulisan. Eh, sangat direkomendasikan mereka yang mau menulis dalam Bahasa Inggris ya.
  4. Beri mereka motivasi untuk mau mengisi blognya secara rutin.
  5. Setelah blog berumur minimal 3 bulan, daftarkan mereka ke program-program PTR melalui referal Anda. Setiap program PTR ada afiliasinya kan? Nah, dari sini saja Anda juga bisa mendapatkan keuntungan.
  6. Ajari mereka untuk mencari peluang (khusus SponsoredReviews).
  7. Ajari mereka untuk menerima pekerjaan yang ditawarkan (Smorty, Blogvertiser). Jangan ajari untuk menolak. Masa baru mulai sudah mau pilih-pilih!
  8. Ajari mereka untuk men-submit URL hasil kerja mereka dalam membuat review/tulisan.
Mereka kan nggak punya Paypal?

Nah. Ini dia peluang lain untuk Anda!
Mengapa tidak menawarkan akun Paypal Anda untuk dipakai? Bukankah Anda bisa mengenakan jasa pemakaian Paypal kepada mereka. Misalnya, $1 untuk setiap pembayaran yang dilakukan oleh penyedia program PTR ke akun Paypal Anda. Mereka senang, Anda pun akan riang. Saya kira transaksi ini tidak haram kok.

Manfaatkan Akses Internet Anda Yang Unlimited

Saya baru tahu kalau Pak Sawali berlangganan akses internet broadband unlimited yang harganya super duper murah meriah. Bagi Anda yang memiliki akses internet seperti Pak Sawali itu, lebih baik manfaatkan akses internet itu untuk memberdayakan pemuda di sekitar Anda. Buatlah jaringan kecil berisi 3 - 5 PC yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi pemuda-pemuda itu. Tentu saja, model sewa seperti warnet juga bisa dikenakan. Atau, mengapa tidak melakukan skema revenue sharing (berbagi pendapatan) saja? Bikin skema pembagian pendapatan yang menarik untuk pemakaian PC dan akses internet dari rumah Anda kepada mereka. Skema pembagian pendapatan ini saya kira mutual alias saling menguntungkan. Mereka yang tidak punya PC dan akses internet bisa mendapatkan dari Anda. Anda mendapatkan pembagian dari pendapatan mereka menurut prosentase tertentu. Saya yakin, hal seperti ini akan menjadi amal juga buat Anda.

Maaf, Pak Sawali, bukan saya meminta Anda untuk melakukan apa yang saya tulis loh. Saya hanya memberikan contoh saja bahwa Pak Sawali punya akses internet tidak terbatas yang nyambung sehari 24 jam yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang berbau amal namum berorientasi pada uang.

Bagaimana Potensinya?

Saya kira, untuk mendapatkan $200 setiap bulan dari program PTR sangatlah memungkinkan. Banyak kok yang bisa melakukannya. Saya rasa, $200 per bulan cukup besar untuk sekadar memberikan pendapatan semi sampingan bagi mereka daripada hanya lontang-lantung saja. Selain menghasilkan uang, keterampilan mereka dalam berbahasa Inggris juga akan semakin terasah. Minimal pada keterampilan menulisnya. Setiap hari akan ada kosa-kata baru yang dikuasainya karena kegiatan menulis review tersebut. Saya melihatnya sebagai kegiatan yang sangat bermanfaat untuk mereka.

$200 sebulan lebih dari UMR di kota Anda kan? Kalau misalnya Anda mengenakan pembagian pendapatan 60:30 yaitu 60% untuk mereka dan 30% untuk Anda maka mereka akan mendapatkan $140 dan Anda 460. $140 tetap masih akan lebih besar dari UMR di kota Anda kan? Nah, kalau ada 5 orang saja yang mendapatkan pendapatan yang (katakanlah) sama maka Anda akan mendapatkan bagian dari pendapatan mereka sebesar 5 x $60 = $300. Gurih tenan, Pak Sawali! Gurih!!!!
Kang Roffi, gurih nggak coba?

Selasa, Februari 26, 2008

Bagaimana Mencari Ceruk Pasar atau Niche Market untuk Mencari Duit diInternet?

Bagaimana Mencari Ceruk Pasar atau Niche Market untuk Mencari Duit diInternet?

Para guru dalam disiplin ilmu mencari duit di internet menganjurkan kita untuk mencari dan melayani ceruk pasar (niche market) tertentu. Melayani pasar melawan raksasa-raksasa pencari duit tentu akan meletakkan kita ke pinggiran atau tempat-tempat yang kumuh alias kita hanya akan mendapatkan sisa-sisa yang sudah tidak menarik. Dus, artinya, pendapatan kita tidak akan sebesar para raksasa itu karena kita tidak akan mampu melawan mereka.

Jangankan di dunia internet, di dunia offline pun, perusahaan yang bermain di pasar utama harus benar-benar memiliki kemampuan untuk bersaing melawan perusahaan yang lain. Selain memiliki produk yang moncer secara kualitas dengan harga yang pantas, dukungan dana untuk promosi dan iklan juga harus dimiliki. Kadang-kadang, kalau mau mengamati dengan baik, kita akan melihat bahwa perang iklan sering lebih seru daripada perang Iran - Irak. Perusahaan yang cerdik akan mencari ceruk di pasar tersebut dan melayani dengan sepenuh hati karena walaupun tidak sebesar pasar utama, ceruk pasar ini memiliki pelanggan yang loyal sehingga fluktuasi volume penjualan diperkirakan tidak akan terjadi secara bombastis.

Bagaimana cara mencari ceruk pasar?

Banyak sudah ahli pemasaran internet yang memberi contoh tentang bagaimana mencari ceruk pasar, mulai dari yang teorinya sangat sederhana sampai yang sangat rumit. Saya akan memberikan dua cara saja yang, mestinya merupakan cara yang sudah umum dipraktekkan oleh para pemasar.

1. Merogoh lebih dalam
Saya menamainya demikian karena sifat dari pencarian ceruk pasar ini. Dengan cara ini, kita dianjurkan untuk merogoh lebih dalam isi sebuah pasar.
Cara mudahnya seperti ini. Pasar merupakan ajang jual beli. Banyak penjual yang ada di sana dan banyak pembeli yang ada di sana. Penjual menawarkan produk yang identik pada sebuah pasar yang memiliki pembeli dengan beraneka macam latar belakang. Tanpa melihat ceruk, penjual akan melihat barang apa yang laku di pasar itu dan menjual barang yang sama. Sebaliknya, penjual yang melayani ceruk akan merogoh lebih dalam lagi isi pasar tersebut. Dia akan meneliti pembeli yang ada di sana dan mencari sebuah ceruk di mana dia dengan kompetensi khususnya dapat bermain tanpa harus bersaing dengan gajah-gajah yang sudah memperebutkan kue di pasar tersebut.

Contohnya:

Katakanlah kita memiliki sebuah pasar sepeda. Di pasar itu tentu dijual banyak macam sepeda. Kita bisa merogoh pasar itu lebih dalam menjadi:
  1. Sepeda
  2. Sepeda Sport
  3. Sepeda Sport Gunung
  4. Sepeda Sport Gunung Buatan Eropa
Nah, dengan merogoh pasar lebih dalam, kita bisa semakin mengkhususkan arena bermain kita. Apabila pasar sepeda sangat luas, kita bisa menyempitkan dengan membagi pasar itu misalnya dengan pasar sepeda sport. Pasar sepeda sport masih bisa kita bagi lagi: balapan, sepeda santai atau olah raga bersepeda yang penuh tantangan, misalnya sepeda gunung. Sepeda Sport Gunung pun masih bisa kita khususkan lagi menjadi Sepeda Sport Gunung Buatan Eropa. Ya, mungkin karena sepeda-sepeda gunung buatan Eropa merupakan sepeda gunung dengan kualitas nomor wahid.
Contoh bagus pemilihan ceruk adalah baju renang muslim yang notabene penemu ceruk itu bukan muslim.

2. Mengamati Majalah dan Tabloid

Cara yang lebih mudah daripada cara merogoh lebih dalam adalah mengamati majalah dan tabloid. Majalah dan tabloid adalah contoh nyata dari aplikasi pemilihan ceruk pasar. Sebelum menerbitkan majalah, sebuah penerbit pasti sudah melakukan penelitian mengenai target pasar yang akan mereka bidik. Dengan mengamati majalah atau tabloid yang sudah lama eksis dan tetap eksis di tukang-tukang majalah dengan sendirinya kita sudah mengamati ceruk-ceruk pasar yang memiliki pembeli. Bukan lagi pembeli potensial melainkan pembeli yang riil.

Anda tidak percaya? Silakan saja. Namun, saran saya, apabila Anda ingin dengan mudah mendapatkan ceruk pasar, pergilah ke tukang koran di pinggir jalan dan lihat majalah atau tabloid apa saja yang ada di sana. Kalau Anda memiliki majalah atau tabloid favorit, sebenarnya Anda sudah menjadi salah seorang pembeli yang berada dalam ceruk pasar yang dipilih oleh majalah atau tabloid tersebut.

Peluang Ceruk Pasar untuk Konten Berbahasa Indonesia

Saya tidak merendahkan orang yang ingin ikut mencari duit di internet yang tidak memiliki kemampuan untuk membuat web/blog berbahasa Inggris karena saya pun merupakan orang yang seperti itu. Mulai saat ini, Anda pun dapat memasang iklan yang telah dibuat untuk Anda orang Indonesia. Ada tiga layanan iklan yang saya identifikasi, yaitu:
  1. Affiliate Indonesia
  2. KumpulBlogger
  3. VirtualVending
Memang saat ini pendapatan dari ketiga layanan iklan tersebut belum sebesar yang diberikan oleh Adsense, TextLinkAds, Bidvertiser, AdBrite, dll. Akan tetapi, ke depan, saya yakin akan semakin besar seiring dengan semakin berkembangnya iklan melalui media web/blog di Indonesia. Sebagai publisher, Anda pun harus ikut mengembangkan industri periklanan online ini. Ya nggak?

Jumat, Februari 22, 2008

Program PTR dengan Blogvertise

Program PTR dengan Blogvertise

Advertise On This Blog
Saya sudah mengikuti tiga program PTR yaitu SponsoredReviews, Smorty dan PayPerPost (yang terakhir ini belum ada blog yang disetujui karena dalam waktu 90 hari terakhir blog saya bolong tanpa post-nya lebih dari 30 hari), ketika di tempat Mas Cosa saya menemukan Blogvertise. Jujur saja, saya mendaftar ke Blogvertise melalui referal Mas Cosa.

Blog yang saya pakai untuk mendaftar adalah AdoubleU. Hehehe... AdoubleU itu maksudnya "AW"! Nggak pake lama, AdoubleU disetujui. Yang saya lakukan selanjutnya adalah menunggu tugas membuat tinjauan karena berbeda dengan SponsoredReviews yang memungkinkan kita untuk mencari pekerjaan membuat tinjauan, Blogvertise ini lebih seperti Smorty, kita tinggal menerima atau menolak tugas yang ditawarkan kepada kita.
Baru seminggu disetujui sudah ada tawaran membuat tinjauan dengan bayaran $10. Baru saja emailnya saya baca dan tinjauannya belum saya buat. Blogvertise ini lumayan juga, dia memberi tawaran untuk membuat tinjauan di AdoubleU dengan bayaran $4 lebih besar dari Smorty. Kapan ya, ditawari nulis tinjauan dengan bayaran $500? ...

Sampeyan yang ingin megikuti jejak saya menulis tinjauan melalui Blogvertise dapat mendaftar melalui referal saya. Enak kan, nggak usah capek-capek ngirim tulisan ke redaksi seperti kalau kita mau menulis artikel di koran atau majalah. Cukup men-submit url tulisan kita setelah kita memublikasikannya di blog kita.

Sekilas tadi saya melihat di featured blog di web Blogvertise ada wajah Life Auditor kita.

Selasa, Februari 19, 2008

Blog Gratis Bisa Pasang Adsense

Blog Gratis Bisa Pasang Adsense

Selain Blogger yang milik Google, ada layanan blog lokal baru yang membuat dewi blog ini senang. Salah satu alasannya adalah: bisa dipasangi adsense.

Layanan blog lokal itu adalah:
  1. Bedeng (belum dibuktikan)
  2. Blogdetik (belum dibuktikan)
  3. DagDigDug (sudah terbukti)
Bukti bahwa dagdigdug bisa dipasangi iklan bisa dilihat di Friendster. Nah Lo! Itu bukan friendster yang sudah kita kenal itu. Ini adalah frienster di dagdigdug.

Hayo-hayo... yang pada mau pasang adsense dan mendambakan blog bermesin wordpress, rame-ramelah bikin blog di dagdigdug sekalian memakmurkan dagdigdug sebelum ruang untuk adsense diambil pengelola seperti yang ada di Multiply. Hehehe... Eh, supaya pengelola dagdigdug mendapat dukungan apabila mereka akan Go Public.

Yang sudah make Bedeng dan Blogdetik, tolong infonya apa benar kode akdsense boleh dipasang di sana.

Senin, Februari 18, 2008

Jangan Malu Mencari Duit di Internet, Bercerminlah Pada BlogerProfesional

Jangan Malu Mencari Duit di Internet, Bercerminlah Pada BlogerProfesional

Masih malu nyari duit dari internet? Camkan pitutur saya ini:
Mencari duit di internet itu bisa menjadi sama dengan usaha mencari duit yang lain, bisa jadi haram, bisa jadi halal. Kita sendiri yang bisa merancang apakah akan mencari duit dari internet secara halal atau secara haram. Sampeyan tidak malu mencari duit dengan bekerja, menawarkan jasa atau berdagang. Lalu, kenapa Sampeyan mesti malu untuk mencari duit dari internet?

Coba bayangkan seorang professional blogger. Sebagai bloger, apa pekerjaannya? Ngeblog. Hiya benar. Dia ngeblog, siapa yang menggaji?

Professional blogger tidak punya ndoro yang menggaji dia. Sebagai professional blogger, dia bebas untuk bekerja. Apabila dia mengerjakan review, dia mengerjakan secara bebas, bisa menolak pekerjaan yang ditawarkan sebebas memilih untuk menerimanya. Program Paid To Review bisa dari SponsoredReviews, PayPerPost atau Smorty.

Professional blogger bebas membuat ruang iklan untuk blognya. Baik iklan yang ditawarkan langsung maupun iklan melalui program Text Link Ads maupun Adsense, atau program iklan yang lain.

Seorang Professional Blogger juga bebas mengikuti affiliate program. Mau dari Amazon, Clickbank, Commission Junction, dll.

Kita merasa mencari duit di internet itu malu-maluin karena kita mengira hanya recehan yang dapat kita kumpulkan dari internet. Recehan kalau kelasnya kelas Kombor. Coba kalau kelas Budi Putra, Cosa Aranda, Isnaini, atau Pogung177. Kita yang bekerja di kantor masih kalah sama mereka yang nggak punya kerjaan jelas tapi hidup lebih nyaman daripada kita.

Kita malu nyari duit dari internet karena tidak menguasai ilmunya. Coba kalau menguasai ilmunya baik secara teori maupun praktek, tentu kita tidak malu lagi. Oleh karena itu, janganlah malu untuk mencari ilmu dalam bidang ini supaya kita tidak merasa malu untuk mencari duit di internet.

Kita malu mencari duit dari internet karena, bisa jadi, kita pernah gagal dalam usaha online ini. Nggak usah malu. Mereka yang saya sebut di atas itu juga tidak ujug-ujug mendapatkan ribuan dolar dari internet. Tentu ada proses belajar dan bertumbuh. Semakin lama mereka semakin mumpuni sehingga akhirnya bisa menjadi bloger berpendapatan ribuan dolar setiap bulan. Mas Roffi mendapatkan $100 dolar pertamanya dalam waktu 6 bulan. Saya mendapatkannya dalam waktu 8 bulan. Ada yang bulan pertama sudah bisa mendapatkan $500.

Tidak usahlah malu. Kalaupun Sampeyan tidak mau, jangan ikut-ikutan mereka nyang nyinyir melihat pencari duit di internet. Mencari duit jadi penulis baik penulis buku, penulis lepas, copy writer dll. boleh jadi hampir sama dengan mereka yang mencari duit lewat internet. Bedanya, pencari duit lewat internet tidak berhubungan dengan ndoro. Mereka menjadi tuan bagi dirinya sendiri.
Jadi gimana? Masih malu?

Halah... mau gimana lagi saya memberi pitutur.

Jumat, Februari 15, 2008

Cek Adsense Sudah Datang

Cek Adsense Sudah Datang

Cek Adsense sejumlah $108 yang saya ceritakan sebelumnya sudah dikirim oleh Google per 23 Januari 2008 dan nyampe di rumah saya pada 12 Februari 2008. Karena jumlahnya yang kecil, saya memilih pengiriman dengan pos biasa yang gretong. Nggak lucu kan, cek cuma $108 dipotong $24 untuk DHL...

Sampai saat ini saya belum ke bank untuk menguangkan cek itu. Belum ada waktu. Akan tetapi, saya akan menguangkannya di Bank Niaga karena saya memiliki tabungan di bank itu. Tabungan yang saya buka karena KPR saya dari bank itu. Alasan lain adalah, kemudahan untuk mencairkan dan biaya yang tidak terlalu besar. Biaya terkecil di Bank niaga untuk menguangkan cek itu sebesar $10. Selanjutnya ada rumusnya. Eh, ini menurut teman yang setiap bulannya menguangkan cek adense di atas $1000. Tiga ceknya sudah cair dan saat ini sedang menguangkan dua cek lagi.

Okelah, untuk sementara cukup. Nanti saya ceritakan proses pencairan cek di Bank Niaga kalau saya sudah pergi ke bank itu.

Kamis, Februari 14, 2008

Kombor.Com Bisa Down Antara 14 - 17 Februari 2008

Kombor.Com Bisa Down Antara 14 - 17 Februari 2008

Kemarin kotak surat saya terisi email dari Penyedia Layanan Hosting yang saya pergunakan. Isinya, memberitahukan bahwa akan ada maintenance berupa pemindahan server yang akan dilakukan antara 14 - 17 Februari 2008.

Hore! Setelah dua hari mengalami masalah yaitu seharian penuh down dan hari berikutnya setengah harian, akhirnya ada pemberitahuan dari penyedia layanan. Walaupun isinya pemberitahuan, bukan permintaan maaf atas ganguan yang terjadi pada hari sebelumnya, saya memandang bahwa penyedia layanan hosting yang ini cukup proaktif untuk menjangkau hati pelanggannya dengan memberi email notifikasi akan diadakannya pemeliharaan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kombor.Com bisa jadi akan mengalami gangguan antara 14 - 17 Februari 2008. Apabila gangguan itu terjadi, mohon jangan dijadikan alasan Anda tidak mau mampir ke sini lagi. Sebagai bloger, saya ingin blog saya up 100%. Akan tetapi, tidak ada yang bisa menjamin hal tersebut, bahkan sebuah layanan hosting paling sempurna sekalipun hanya akan bisa memberi uptime99,99%. Bukan 100%.

Demikian informasi dari saya. Tetap semangat dan tetap ngeblog!

Rabu, Februari 13, 2008

Kombor.Com Dipecah-belah

Kombor.Com Dipecah-belah

Pengalaman buruk dengan layanan hosting yang dipergunakan oleh blog ini membuat saya segera mengambil keputusan taktis, yaitu memecah-belah blog ini; membagi blog menjadi dua. Satu blog yang berisi materi umum seperti beberapa saat yang lalu dan satu blog lagi untuk tulisan-tulisan bertema golek menir.

Kombor.Com tidak bisa diakses selama seharian pada hari Senin tanggal 11 Februari 2008 dan kembali tidak dapat diakses lagi untuk beberapa jam pada hari Selasa tanggal 12 Februari 2008. Menurut pihak hosting, peladen basis data mengalami crash. Malam harinya sekitar pukul tujuh malam Kombor.Com kembali error. Yang ada di halaman itu kira-kira menyuratkan bahwa mesin mengalami kegagalan untuk memulai sesi (session start fail). Lalu di bawahnya lagi kalimat-kalimat yang mengatakan ada kesalahan pada baris ke-61 dari CFORMII. CFORM adalah plugin formulir kontak yang saya pakai. Sebelumnya oka-oke saja kok. Mungkin saja peladen server penyedia layanan hosting masih crash.

Menurut para penanam modal, kita diajarkan untuk jangan meletakkan telur dalam satu keranjang (don't put your eggs in to one basket) supaya kalau ada keranjang masih ada keranjang-keranjang berisi telur yang lain yang selamat. Dus oleh karenanya saya memecah-belah blog ini. Isi blog sudah saya impor dan saya ekspor. Pemecahbelahan blog ini sukses dan blog pecahan telah mengudara dengan judul blog Moh Arif Widarto Tidar. Alamatnya di http://moharifwidarto.wordpress.com.
Untuk selanjutnya, Kombor.com ini akan khusus bicara masalah golek menir dan segala payudara bengeknya. Eh, maaf... maksud saya tetek-bengek. (Lagipun siapa dulu yang mulai memakai gabungan kata tetek-bengek ya? Tetek kok bengek...)

Karena Alumnus Tidar merupakan blog baru tentu saya akan memfokuskan kegiatan pemasaran untuk blog itu walaupun tidak akan terlalu masif kegiatannya. Daripada kerja keras mungkin lebih baik dalam hal ini menggunakan cara kerja cerdas.

Jumat, Februari 08, 2008

Angpau Imlek $4,11

Angpau Imlek $4,11

Kamis tanggal 7 Februari 2008 adalah hari libur. Hari libur yang sependek ingatan saya dimulai ketika Gus Dur jadi Presiden. Hari libur yang diberikan untuk memberi kesempatan warga keturunan Tionghoa merayakan imlek. Perayaan tahun baru penanggalan Tiongkok. Perayaan ini lebih lekat kepada mereka yang beragama Buddha dan oleh karenanya mungkin disebut sebagai Hari Raya. Selain China, Korea juga merayakan hari raya ini. Konon di sana liburnya tiga hari. Bandingkan dengan Idul Fithri yang hanya 2 hari tanggal merahnya.

Eh, konon warga tionghoa beragama Kristen dilarang merayakan Imlek. Mungkin karena ritual imlek yang lebih berbau Buddha daripada perayaan etnis sehingga penganut Kristen dilarang merayakannya. (Mengenai benar atau tidaknya "konon" itu, silakan kalau ada yang akan memberi konfirmasi.)

Tradisi imlek lekat dengan tradisi angpau. Orang yang tertua memberi angpau kepada anak-anak dari usia bayi sampai ke orang dewasa yang belum menikah. Di rumah keluarga yang merayakan imlek akan ada pohon angpau. Pohon angpau ini digantungi angpau yang jumlahnya bervariasi. umumnya berisi lembaran uang kertas. Akan tetapi, saya tidak tahu apakah kalau orang tajir mau mengisi gantungan angpau itu dengan kunci sebuah Jaguar. Kalau iya, tentu yang hoki mendapatkan kunci Jaguar itu akan sangat bahagia.

Eh, ... ngomong-ngomong soal angpau. Saya juga kebagian angpau loh walaupun saya tidak merayakan imlek dan seharian kemarin saya benar-benar offline. Ada angpau sebesar $4,11.  Itu pendapatan adsense pada tahun baru imlek. Lumayan....

Selasa, Februari 05, 2008

PR4 Anda lebih tinggi dari JohnCow.Com

PR4 Anda lebih tinggi dari JohnCow.Com

PR blog Sampeyan 4? Sampeyan harus berbangga karena PR blog Sampeyan lebih tinggi dari PR blog JohnCow.Com yang sangat terkenal itu.

Baru hari ini saya mengunjungi JohnCow.Com yang katanya bertabur ilmu untuk mencari duit secara online. Seperti bunyi hadits yang artinya "tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina" maka saya pun tertarik untuk ngangsu kawruh mengenai topik tersebut. Selain menuntut ilmu dari ahli-ahli lokal, guru-guru global juga perlu dikuras ilmunya. Eh, siapa tahu kita-kita ini bisa menyaingi mereka. Ya to?

Akan tetapi, alih-alih belajar di JohnCow.Com, saya malah tertarik untuk melihat PR yang dimiliki oleh domain JohnCow.Com. Perambah saya, Si Rubah Api sudah saya pasangi plugin Live Pagerank yang akan menunjukkan secara realtime PR dari halaman web yang sedang saya kunjungi.
Zuing! Sekilas saya lihat PR JohnCow.Com = 3. Apa nggak salah itu? Saya momot ulang blog itu dan ternyata memang Live Pagerank menunjukkan angka 3. Saya langsung menuju Dig Pagerank yang direkomendasikan Mas Cosa Aranda. Lama banget si Dig Pagerank menggali informasi PR. Maka saya pun cari tukang ngecek PR yang lain. Ketemulah sama PRChecker. Saya tanyakan PR JohnCow.Com di sana dan PRChecker menunjukkan angka 3.



Wuih... tenan jebule!

Mungkin JohnCow.Com melorot PR-nya pada PR update yang terakhir. Memang banyak diwartakan bahwa PR dari blog-blog dan website tersohor banyak yang rontok pada PR update terakhir. Saya masih bisa bersyukur karena Kombor.Com selamat dari pelorotan PR. Kombor.Com masih tetap ber-PR 4.

Saya yakin bahwa Sampeyan seperti saya, tidak mengenal ngelmu SEO dalam ngeblog. Akan tetapi, Sampeyan semua bisa meraih PR yang cukup tinggi, bervariasi dari 1 - 5. Berbanggalah Sampeyan karena bisa menyamai atau mengungguli PR yang dimiliki oleh JohnCow.Com.

Lalu cara apakah yang digunakan oleh JohnCow untuk menjadikan blognya mesin uang?

Cara yang dilakukan hampir sama dengan yang lain. Ada yang melalui iklan, paid to review, dan afiliasi. Di bawah ini yang beberapa yang dipakai oleh JohnCow:
  1. Menjual Text Link Ads
  2. Get Paid For Posting
  3. Auction Ads
  4. Do Paid Reviews
  5. Adsense
  6. SEO book
  7. Deal.Com
Cara-cara di atas dari JohnCow.Com tapi tautnya dari saya.
Walau belum semua yang dipakai oleh JohnCow.Com dipakai juga di Kombor.Com tetapi secara umum hampir sama. Bedanya, rejeki JohnCow.Com lebih besar karena dia lebih cerdas dan memiliki jangkauan pembaca yang lebih besar.

Minggu, Februari 03, 2008

Kurang 5,4 Dolar Lagi

Kurang 5,4 Dolar Lagi

Target untuk mendapatkan seratus dolar dari Google Adsense setiap bulan belum tercapai pada bulan Januari yang baru lewat. Pendapatan dari adsense saya Januari 2008 baru mencapai 94,6 dolar. Artinya, kurang 5,4 dolar lagi untuk mencapai 100 dolar.

Target yang saya canangkan Januari lalu itu memang belum tercapai. Mungkin saya masih kurang cerdas dalam memasarkan blog yang saya gunakan untuk mendulang dolar dari adsense. Selama ini saya memang tidak memasarkan blog-blog tersebut melalui email atau signature di forum-forum. Saya tidak memiliki banyak waktu untuk berforum-ria. Bahkan ngeblog pun saya lakukan pada sela-sela waktu yang saya miliki. Dengan mengelola semakin banyak blog tentu makin banyak pula waktu yang saya butuhkan untuk mengisi blog-blog tersebut dengan tulisan-tulisan yang bernas. Jangankan untuk membuka forum. Ngablogburit alias Blogwalking saja saya hampir tidak sempat. Saya hanya secara acak membaca blog teman-teman sebanyak 5 - 10 blog setiap malam. Kalau harus nurutin membaca 100 blog, saya yakin seorang bloger akan lebih banyak gentayangan memnaca blog daripada mengisi blognya dengan tulisan.

Yayaya... saya tidak sepenuhnya berhenti blogwaking untuk bisa tetap mengisi beberapa blog saya. Untuk beberapa blog bertema yang saya kelola saya membuat tulisan berdasarkan berita-berita atau artikel-artikel dari website berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Kunci suksesnya hanya kecepatan. Siapa yang lebih cepat memberitakan tentu akan lebih cepat terindeks oleh mesin pencari.
Kang Luthfi pernah menanyakan tentang ceruk bernilai kata kunci tinggi. Saya tidak tahu persis. Akan tetapi, cara paling gampang untuk mencari ceruk adalah dengan mengamati majalah-majalah atau tabloid-tabloid cetak yang beredar. Eksisnya majalah-majalah dan tabloid-tabloid itu menunjukkan bahwa masing-masing majalah dan tabloid memiliki ceruk pembaca tersendiri. Penguasaan pasar sebuah ceruk memang tidak tinggi. Namun, pasar di ceruk tersebut cenderung loyal pada produk yang ditawarkan. Melayani sebuah ceruk akan menghasilkan pendapatan yang tidak terlalu berfluktuasi dan berjangkan panjang.

Oleh karena itu, kecuali Sampeyan memiliki sumberdaya yang hebat dan mampu menjadi pemimpin pasar (market leader) atau perintis tren (trend setter) sebaiknya Sampeyan mencari sebuah ceruk saja untuk dijadikan pembangkit pendapatan.

Kombor.Com ini tidak saya desain untuk melayani ceruk tertentu. Isi blog ini cenderung seperti gado-gado atau bahkan karedok. Apa yang saya tulis di sini bergantung pada ide apa yang terlintas di benak saya. Kalau akhir-akhir ini tema bikin duit lebih banyak muncul, hal tersebut terjadi karena saya memang sedang belajar sedikit lebih dalam sambil berpraktek di bidang tersebut. Ya, seperti yang saya wartakan sekarang ini, bahwa saya masih kurang 5,4 dolar untuk mendapatkan cek dari Google Adsense untuk bulan yang ditutup pada tanggal 31 Januari 2008.

Jumat, Februari 01, 2008

Apakah Program Paid To Review Benar-Benar Bisa Menghasilkan Uang?

Apakah Program Paid To Review Benar-Benar Bisa Menghasilkan Uang?

Paid to review, get paid to blog atau apalah namanya program-program blog for money tersebut dipercaya banyak orang sebagai sumber mendapatkan dolar dari internet melalui aktivitas ngeblog kita. Konon kita akan dibayar untuk menulis tentang produk, jasa atau website pemasang iklan. Konon banyak pula orang yang secara akumulasi telah mendapatkan belasan ribu dolar dari kegiatan ini. Apakah program paid to review, paid to post atau apalah namanya itu benar-benar ada dan apakan program-program itu benar-benar bisa memberikan pendapatan kepada penulisnya?

Saya sudah cukup lama mengetahui adanya program-program seperti itu tetapi saya tidak percaya begitu saja. Saya skeptis bahwa program-program seperti itu akan bisa memberikan penghasilan untuk saya. Selain itu, karena program-program tersebut mengharuskan kita menulis review dalam Bahasa Inggris, saya merasa bahwa duit dari program itu pasti sangat sulit dicari karena kemampuan Bahasa Inggris saya yang sangat kurang. Kalau jago Bahasa Inggris tentu saya akan lebih positif memandang program-program seperti itu.
Saya skeptis hingga akhirnya sebelum adanya kopdar Bloger Tangerang saya chating dengan Gadiez yang ingin mencairkan dananya di Paypal sekitar seratusan dolar.
"Dari mana duit itu? Adsense?"
"Bukan. Dari PTR."
"PTR, apa itu?"
"Paid To Review."
Saya baru ingat bahwa blog Gadiez memang penuh dengan posting berbahasa Inggris. Ternyata selama ini dia mengkuti program paid to review itu. Mata saya pun menjadi melek bahwa program PTR pun benar-benar bisa menghasilkan dolar. Saya ingin membuktikannya. Saya tidak ingin hanya mendengar saja sehingga ketika saya menceritakan hal itu kepada Sampeyan saya ini nampak seperti orang yang menceritakan sesuatu yang tidak saya pahami dengan benar.
Maka mendaftarlah saya ke SponsoredReviews. Blog yang saya pakai adalah blog katro ini. Tidak ada blog lain yang pernah saya tulis menggunakan Bahasa Inggris kecuali blog katro itu sehingga hanya blog itu yang bisa saya pergunakan. Setelah mendaftar saya kemudian memasukkan blog itu ke dalam akun saya. Dalam program ini kita bisa menambahkan beberapa blog kita. Persetujuan dari SponsoredReviews saya dapatkan dalam dua hari. Blog katro itu diterima.
"Hmm... lalu apa ya?"
Saya iseng saja mengklik tab Find Advertisers. Ada banyak peluang di sana. Di sebelah kanan nama setiap advertiser ada range harga yang ditawarkan. Kita harus mengajukan penawaran harga kita (memberi bid). Hm... waktu mendaftarkan blog penyedia layanan menganjurkan saya untuk memasang harga $10 - $20 untuk blog itu. Ternyata itu adalah harga maksimal yang bisa kita gunakan untuk melakukan penawaran. Kita tidak bisa menawar lebih dari $10 apabila kita memasang harga review di blog kita hanya $10. Harga penawaran review di blog katro itu saya naikkan menjadi $25 karena saya ingin menawar pekerjaan di atas $15. Buat apa saya menawar di bawah $10 kalau saya bisa menawar di atasnya? Lagipula ada satu advertiser yang saya incar dan saya menawar di angka $20. Saya akan mendapatkan $13 apabila penawaran saya diterima dan review saya disetujui advertiser.

Saya tidak tahu apakah memasang harga $25 terlalu tinggi untuk pemula seperti saya. Saya hanya berpandangan bahwa apabila kita memasang harga rendah dan di bawah $10, hanya pekerjaan-pekerjaan kecil yang bisa saya ambil. Ada loh, pekerjaan mereview yang bayarannya $50 - $500. Saya belum bisa ambil pekerjaan pada range tersebut. Maksimal $25 yang bisa saya ambil.
Eh, ... pekerjaan mereview yang saya tawar $20 dibeli oleh sebuah advertiser dan setelah tiga hari saya publikasikan saya mendapatkan informasi bahwa review saya diterima dan saya dibayar $13. Selisih sebesar $7 diambil oleh SponsoredReviews.com. Bayaran tersebut sudah dikirim ke akun Paypal saya. Hmm... ternyata gampang juga ya cari duit $13 di internet.

Program kedua yang saya ikuti adalah Smorty. Ini hampir sama dengan SponsoredReviews. Perbedaan terletak pada pemberian harga dan pekerjaan. Di Smorty, penyedia layanan yang memberikan harga untuk blog kita. Pekerjaan pun tidak kita cari sendiri tetapi advertiser yang akan memberikan. Blog katro saya itu oleh Smorty dihargai $6 per review. Rendah banget yak! Di Smorty semakin tinggi pagerank sebuah blog maka semakin tinggi pula harga bagi advertiser untuk direview oleh blog tersebut.

Melihat hal di atas, saya lebih suka mencari advertisers di SponsoredReviews daripada di Smorty. Ada tiga permintaan review yang sudah saya ambil dari Smorty tetapi belum ada yang disetujui oleh advertisers. Tiga kali $6 berarti $18. Iseng-isenglah kalau mereka semua menyetujui review saya. Kalau tidak setuju sih kebangetan, yang saya kasih harga $20 saja setuju kok.

Satu lagi program senada yang saya lamar tetapi blog katro saya belum disetujui karena selama 90 hari terakhir saya tidak membuat posting lebih dari 30 hari. PayPerPost namanya Lumayan ketat juga dan setelah saya intip dalemannya, harga-harga peluang untuk mereview di sana lumayan juga. Daripada bikin dosa bukain situs porno, anak-anak muda kita sebaiknya belajar sambil bekerja melalui program PayPerPost ini. Belajar? Ya belajar membuat review. Memperkaya penguasaan keterampilan menulis dengan Bahasa Inggris bagi yang masih katro seperti saya. Dan bekerja karena menulis review itu dibayar oleh advertisers. Lumayan kan?

Buzz!:
Baru saja saya naikkan harga review di blog katro saya menjadi $35.