Bagaimana Mencari Ceruk Pasar atau Niche Market untuk Mencari Duit diInternet?

Para guru dalam disiplin ilmu mencari duit di internet menganjurkan kita untuk mencari dan melayani ceruk pasar (niche market) tertentu. Melayani pasar melawan raksasa-raksasa pencari duit tentu akan meletakkan kita ke pinggiran atau tempat-tempat yang kumuh alias kita hanya akan mendapatkan sisa-sisa yang sudah tidak menarik. Dus, artinya, pendapatan kita tidak akan sebesar para raksasa itu karena kita tidak akan mampu melawan mereka.

Jangankan di dunia internet, di dunia offline pun, perusahaan yang bermain di pasar utama harus benar-benar memiliki kemampuan untuk bersaing melawan perusahaan yang lain. Selain memiliki produk yang moncer secara kualitas dengan harga yang pantas, dukungan dana untuk promosi dan iklan juga harus dimiliki. Kadang-kadang, kalau mau mengamati dengan baik, kita akan melihat bahwa perang iklan sering lebih seru daripada perang Iran - Irak. Perusahaan yang cerdik akan mencari ceruk di pasar tersebut dan melayani dengan sepenuh hati karena walaupun tidak sebesar pasar utama, ceruk pasar ini memiliki pelanggan yang loyal sehingga fluktuasi volume penjualan diperkirakan tidak akan terjadi secara bombastis.

Bagaimana cara mencari ceruk pasar?

Banyak sudah ahli pemasaran internet yang memberi contoh tentang bagaimana mencari ceruk pasar, mulai dari yang teorinya sangat sederhana sampai yang sangat rumit. Saya akan memberikan dua cara saja yang, mestinya merupakan cara yang sudah umum dipraktekkan oleh para pemasar.

1. Merogoh lebih dalam
Saya menamainya demikian karena sifat dari pencarian ceruk pasar ini. Dengan cara ini, kita dianjurkan untuk merogoh lebih dalam isi sebuah pasar.
Cara mudahnya seperti ini. Pasar merupakan ajang jual beli. Banyak penjual yang ada di sana dan banyak pembeli yang ada di sana. Penjual menawarkan produk yang identik pada sebuah pasar yang memiliki pembeli dengan beraneka macam latar belakang. Tanpa melihat ceruk, penjual akan melihat barang apa yang laku di pasar itu dan menjual barang yang sama. Sebaliknya, penjual yang melayani ceruk akan merogoh lebih dalam lagi isi pasar tersebut. Dia akan meneliti pembeli yang ada di sana dan mencari sebuah ceruk di mana dia dengan kompetensi khususnya dapat bermain tanpa harus bersaing dengan gajah-gajah yang sudah memperebutkan kue di pasar tersebut.

Contohnya:

Katakanlah kita memiliki sebuah pasar sepeda. Di pasar itu tentu dijual banyak macam sepeda. Kita bisa merogoh pasar itu lebih dalam menjadi:
  1. Sepeda
  2. Sepeda Sport
  3. Sepeda Sport Gunung
  4. Sepeda Sport Gunung Buatan Eropa
Nah, dengan merogoh pasar lebih dalam, kita bisa semakin mengkhususkan arena bermain kita. Apabila pasar sepeda sangat luas, kita bisa menyempitkan dengan membagi pasar itu misalnya dengan pasar sepeda sport. Pasar sepeda sport masih bisa kita bagi lagi: balapan, sepeda santai atau olah raga bersepeda yang penuh tantangan, misalnya sepeda gunung. Sepeda Sport Gunung pun masih bisa kita khususkan lagi menjadi Sepeda Sport Gunung Buatan Eropa. Ya, mungkin karena sepeda-sepeda gunung buatan Eropa merupakan sepeda gunung dengan kualitas nomor wahid.
Contoh bagus pemilihan ceruk adalah baju renang muslim yang notabene penemu ceruk itu bukan muslim.

2. Mengamati Majalah dan Tabloid

Cara yang lebih mudah daripada cara merogoh lebih dalam adalah mengamati majalah dan tabloid. Majalah dan tabloid adalah contoh nyata dari aplikasi pemilihan ceruk pasar. Sebelum menerbitkan majalah, sebuah penerbit pasti sudah melakukan penelitian mengenai target pasar yang akan mereka bidik. Dengan mengamati majalah atau tabloid yang sudah lama eksis dan tetap eksis di tukang-tukang majalah dengan sendirinya kita sudah mengamati ceruk-ceruk pasar yang memiliki pembeli. Bukan lagi pembeli potensial melainkan pembeli yang riil.

Anda tidak percaya? Silakan saja. Namun, saran saya, apabila Anda ingin dengan mudah mendapatkan ceruk pasar, pergilah ke tukang koran di pinggir jalan dan lihat majalah atau tabloid apa saja yang ada di sana. Kalau Anda memiliki majalah atau tabloid favorit, sebenarnya Anda sudah menjadi salah seorang pembeli yang berada dalam ceruk pasar yang dipilih oleh majalah atau tabloid tersebut.

Peluang Ceruk Pasar untuk Konten Berbahasa Indonesia

Saya tidak merendahkan orang yang ingin ikut mencari duit di internet yang tidak memiliki kemampuan untuk membuat web/blog berbahasa Inggris karena saya pun merupakan orang yang seperti itu. Mulai saat ini, Anda pun dapat memasang iklan yang telah dibuat untuk Anda orang Indonesia. Ada tiga layanan iklan yang saya identifikasi, yaitu:
  1. Affiliate Indonesia
  2. KumpulBlogger
  3. VirtualVending
Memang saat ini pendapatan dari ketiga layanan iklan tersebut belum sebesar yang diberikan oleh Adsense, TextLinkAds, Bidvertiser, AdBrite, dll. Akan tetapi, ke depan, saya yakin akan semakin besar seiring dengan semakin berkembangnya iklan melalui media web/blog di Indonesia. Sebagai publisher, Anda pun harus ikut mengembangkan industri periklanan online ini. Ya nggak?
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

12 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Februari 26, 2008 4:02:00 PM

wew... kalo adsense dng konten berbahasa indonesia banyak dipasang oleh bloger indonesia pula, jelas dunia blog akan menjadi makin ramai, semarak, dan menjanjikan kerincing duwit. tapim kayaknya kok masih banyak juga temen yang "alergi" utk berbisnis adsenese ya mas? hehehehehe :lol:

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Februari 28, 2008 5:59:00 AM

ya mungkin mereka belum pernah coba kali

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Juli 05, 2008 12:58:00 PM

maut analisa nya.....

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Juli 08, 2008 1:09:00 PM

Wah pemikiran yang inspiratif ..
Akan saya bahasa inggriskan tema majalah/tabloid di blog hehehe :D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Minggu, Juli 20, 2008 10:48:00 AM

makin niche makin mabis ya om?

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Minggu, Juli 20, 2008 10:48:00 AM

makin niche makin bagus ya om?

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Agustus 30, 2008 12:07:00 AM

Pasar ceruk memang sulit om. Selain banyak saingannya , waduh...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Januari 31, 2009 9:06:00 PM

Loh, justru menggarap niche market itu tujuannya supaya nggak terlalu punya pesaing. Hanya saja kemudian pasar atau market kita jadi lebih khusus yang jika dalam bisnis offline mungkin jumlahnya lebih terbatas.

Dan yang jelas menggarap niche market itu kita diharuskan agar benar benar menguasai product knowledge. Sehingga kesan "spesialis" yang menjadi dasar atau pondasi bisnis niche akan mampu kita munculkan dibenak konsumen.By.Fajariyadi

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Maret 04, 2009 10:29:00 PM

Makasih infonya.. tx

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, April 28, 2009 11:52:00 PM

iya ..penggunaan niche market akan membuat kita menjadi produsen yang punya agenda ketat..tapi soal strategi pasar dan membaca situasi juga perlu..karena sasaran tanpa strategi sama juga boong..:)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Mei 11, 2009 4:15:00 AM

Just sharing:
Untuk pertama, nggak usahlah anda membidik niche market, publish aja skill anda secara normal. Lalu evaluasi setelah beberapa minggu (bulan), sudahkah anda eksis di sektor idaman anda ini? Bila belum, dengan sendirinya anda akan berusaha mempersempit dan mengkhususkan diri pada skill tertentu yang menjadi area spesialis anda. Semua butuh proses, NO INSTANTLY. Perlu SURVEY-TRIAL-SURVEY-TRIAL - and so on....

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Minggu, Oktober 25, 2015 9:38:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan