Jumat, Oktober 31, 2008

Paket Presentasi Manajemen Yang Luar Biasa

Paket Presentasi Manajemen Yang Luar Biasa

Sampeyan seorang manajer yang harus selalu siap untuk melakukan presentasi baik di hadapan klien, atasan atau anak buah? Pengalaman pribadi Kang Kombor selama ini, menyiapkan bahan presentasi itu gampang-gampang susah. Presentasi yang paling mudah disiapkan adalah presentasi laporan karena semua bahannya sudah tersedia di dalam laporan yang kita buat. Presentasi yang cukup membuat kita kesulitan dalam menyiapkan bahannya adalah presentasi yang berkaitan dengan strategi pemasaran, update pengetahuan manajemen terbaru dan pelatihan karyawan baik coaching maupun training.

Dalam menyiapkan presentasi-presentasi seperti itu, kita harus selalu up to date dengan perkembangan ilmu manajemen, isu maupun teknik-teknik manajerial terbaru. Syukur apabila kita berlangganan jurnal manajemen atau majalah manajemen/bisnis sehingga kita dapat mencari bahan-bahan presentasi di sana. Namun, apabila tidak, kita tentu harus mencari bahan-bahan tersebut. Yang tercepat tentu saja mencarinya di internet.

Bicara internet dan presentasi, ada sebuah situs menarik yang berhubungan dengan presentasi. Namanya Raja Presentasi. Situs ini menawarkan bahan-bahan presentasi yang sangat bagus di bidang manajemen. Ada tiga seri utama di sana, yaitu:
  • Seri Manajemen Pemasaran/Strategi
  • Seri Management Skills
  • Seri Manajemen SDM
Masing-masing seri memiliki sepuluh bahan presentasi yang menarik dengan topik presentasi yang menarik dan sangat dibutuhkan oleh mereka yang berada di posisi manajerial. Bahkan, Kang Kombor berpendapat, seri presentasi tersebut wajib dimiliki oleh para staf yang ingin mengembangkan keterampilan dan pengetahuan manajerialnya.


Raja Presentasi tidak menjual presentasi dalam karung. Maksud Kang Kombor, Raja Presentasi tidak menjual bahan presentasi dalam bentuk gambar dus paket presentasi seperti yang biasa dijual oleh situs-situs ebook. Sebaliknya, Raja Presentasi memberikan preview kepada kita pada setiap presentasi yang ditawarkannya. Kita dapat membuka-buka preview file presentasi yang ada sebelum memutuskan untuk memilikinya.


Semua bahan presentasi yang ditawarkan oleh Raja Presentasi disajikan dalam format Power Point Presentation sehingga kita langsung dapat memakainya atau memodifikasinya sesuai keperluan kita. Raja Presentasi tidak memberikan file presentasi dalam bentuk PDF. Hal ini tentu saja luar biasa. Kang Kombor angkat topi pada pengelola situs ini karena dapat menularkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen dengan cara yang mudah.

Apakah gratis?

Tidak. Setiap seri yang berisi sepuluh file presentasi dapat kita miliki dengan harga yang sangat murah. Hanya Rp50.000,-. Bayangkan, setiap file presentasi di sana ditawarkan kepada kita hanya dengan Rp5.000,- saja! Kang Kombor sekali lagi mengangkat topi pada pengelola Raja Presentasi.com. Secara keseluruhan, hanya dengan Rp150.000,- kita dapat memiliki 30 file presentasi yang sangat bermanfaat bagi kita.

Sampeyan tidak percaya? Silakan kunjungi sendiri Raja Presentasi.

AdSense Help Forum Diluncurkan

Punya pertanyaan seputar AdSense? Nggak usah bingung, segera saja bertanya kepada para ahli di AdSense Help Forum.

Eh, tapi bahasa forum itu Bahasa Inggris. Gimana dong?

Kang Kombor yakin bahwa para publisher AdSense adalah para jagoan Bahasa Inggris.

Kamis, Oktober 23, 2008

Google AdSense Diintegrasikan Dengan Google Analytics

Google AdSense Diintegrasikan Dengan Google Analytics

Mungkin sudah pada baca. Mungkin sudah pada denger. Biarin aja. Yang penting Kang Kombor tulis lagi mengenai hal ini. Itung-itung buat menambahkan informasi ini dengan versi komboriyah.

Kang Kombor mengetahui informasi ini dari blog Google AdSense yang memberitakan informasi integrasi kedua layanan Google tersebut melalui posting berjudul kencan dengan data di Google Analytics, eh make a date with data in Google Analytics.

AdSense bilang bahwa dengan mengintegrasikan akun AdSense dengan sebuah akun Google Analytics (baru atau yang sudah ada) maka kita dapat mengakses laporan mendalam mengenai aktivitas user di website kita. Sebagai tambahan atas metrik pengukuran yang sudah tersedia di Analytics seperti unique visitor dan unique language, kita juga akan dapat mengakses laporan granular yang mem-breakdown kinerja AdSense baik melalui halaman atau situs perujuk (referring site). Dengan dilengkapi amunisi berupa data mengenai perilaku user, akan memungkinkan kita untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai cara untuk meningkatkan user experience di situs kita dan melakukan optimasi AdSense unit untuk meningkatkan potensi penghasilan kita.

Bagaimana cara mengintegrasikan?


AdSense akan secara bertahap menggilir undangan untuk mengintegrasikan akun AdSense dan Analytics kepada para penerbit AdSense. Kita akan dapat melihat link undangan pada bagian atas halaman Overview atau Advanced Report apabila integrasi tersebut sudah di-enabled pada akun kita.


Di dasbor Kang Kombor sendiri belum ada. Akan tetapi, Kang Kombor sendiri berpendapat integrasi layanan ini akan sangat bermanfaat bagi para penerbit AdSense. Kita akan dapat menggunakan data yang terintegrasi. Apabila saat ini data dari kedua layanan masih berdiri sendiri-sendiri sehingga kita harus melakukan interpretasi sendiri. Dengan terintegrasinya data, analisis mengenai perilaku user di website kita tentu akan lebih mudah dan lebih mendekati akurat.

Great job, Google!

Rabu, Oktober 22, 2008

Film Laskar Pelangi VS Novel Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi VS Novel Laskar Pelangi

Menyambung cerita sebelumnya, alkisah Kang Kombor, Yu Kombor dan Gendhuk Kombor jadi juga nonton film Laskar Pelangi. Ya gitu deh, nontonnya dari bangku baris kedua. Habis, yang mau nonton film ini ternyata masih banyak dan bejibun.

Apa coba, sudah banyak, masih bejibun juga!

Sebenarnya Kang Kombor sudah membaca tinjauan atas film ini. Kan sudah banyak tinjauannya di internet baik melalui situs berita maupun blog. Akan tetapi, guna mengajak Gendhuk Kombor melakukan penyegaran sebelum melakukan tes -- anak kelas I SD sekarang tesnya macam-macam, ada pelajaran Agama, IPS, dll -- maka Kang Kombor meneguhkan langkah untuk pergi ke bioskop.

Seperti Kang Kombor duga, film Laskar Pelangi memang belum mampu mentransfer kehebatan cerita yang ada di novel ke layar perak. Kang Kombor gagal melihat Lintang yang di dalam novelnya digambarkan sebagai jenius didikan alam. Di novelnya, kehebatan Lintang dalam matematika sudah diceritakan sejak dia kelas dua (silakan koreksi Kang Kombor) tetapi di film hal tersebut baru kelihatan saat lomba cerdas cermat.

Kang Kombor juga kehilangan penghubung ketika tiba-tiba di setting suasana malam hari banyak orang mencari-cari anak yang hilang (Flo). Apabila Kang Kombor belum baca novelnya tentu Kang Kombor tidak bisa menebak fragmen apa yang sedang diputar. Benar apa kata sebuah tinjauan yang pernah Kang Kombor baca bahwa film Laskar Pelangi terlalu memaksa untuk menampilkan sebanyak-banyaknya bab yang terdapat di novelnya. Padahal, durasi filmya terbatas. Akibatnya, jalinan cerita di dalam filmnya jadi agak kacau. Contoh saat Flo menghilang itu. Di novelnya diceritakan bahwa anak-anak Laskar Pelangi ikut mencari. Seru ceritanya, tidak seperti adegan di dalam film yang sangat pendek pada fragmen tersebut.

Novel Laskar Pelangi memberikan semangat kepada pembacanya untuk berani bermimpi dan selalu pantang menyerah. Sayangnya, pesan itu kurang Kang Kombor dapatkan dari filmnya. Entah dengan Sampeyan. Jangan-jangan, Kang Kombor yang terlalu banyak mengharap karena Kang Kombor sudah membaca novelnya.

Namun, terlepas dari tinjauan Kang Kombor di atas, Kang Kombor merekomendasikan Sampeyan untuk mengajak anak-anak, keponakan atau adik Sampeyan nonton. Daripada nonton 40 hari bangkitnya pocong, Suami-suami takut istri, atau Drop out, lebih baik Sampeyan nonton saja Laskar Pelangi. Hehehe, Kang Kombor pun nggak bakalan nonton ketiga film itu walau pun diberi gratisan.

Sabtu, Oktober 18, 2008

Demi Laskar Pelangi

Demi Laskar Pelangi

Kang Kombor bukan pengikut budaya pop. Makanya, Kang Kombor tidak suka mengikuti hiruk pikuk. Contohnya, saat film Ayat-Ayat Cinta tayang di bioskop, Kang Kombor tidak ikut nonton. Bahkan, sampai detik ini Kang Kombor juga belum nonton Ayat-Ayat Cinta. Kasihan banget kan! Filmnya nggak nonton, novelnya nggak baca.

Alih-alih baca Ayat-Ayat Cinta, Kang Kombor malah baca Gajah Mada karya Langit Kresna H. Semua buku Gajah Mada Kang Kombor baca. Kenetulan teman sekantor punya semua bukunya.

Selesai membaca Gajah Mada, Kang Kombor membaca Laskar Pelangi. Ketiga novel yang keluar sudah dibaca. Saat ini masih nungguin Maryamah Karpov. Entah sudah keluar atau belum.

Kang Kombor akui, Laskar Pelangi sangat inspiratif dan menumbuhkan optimisme. Makanya, ketika novelnya difilmkan, Kang Kombor ingin tahu apakah filmnya sedahsyat bukunya atau tidak. Di samping itu, Kang Kombor ingin mengajak Si Berseri-Seri Cahaya Kemuliaan menonton film yang konon bagus itu.

Saat ini Kang Kombor sedang berada di Hypermart Supermal, Lippo Karawaci. Kami makan dulu di Hypermart sambil menunggu pertunjukan yang akan tayang pukul 19:00, setengah jam lagi.

Semoga filmnya tidak mengecewakan. Karena, demi Laskar Pelangi, kami tadi sudah mengejar juga ke Mal Summarecon Serpong.

Jumat, Oktober 17, 2008

Sekilas Info, Reklame Indosat Di Senayan Hampir Copot. Berbahaya!

Sekilas Info, Reklame Indosat Di Senayan Hampir Copot. Berbahaya!

Tadi naek bus ke kantor, nyambung dari Kebon Jeruk ke Blok M menggunakan AC 138. Bus 138 ini lewat Senayan, bukan lewat Sudirman. Saat melewati Gelora Bung Karno, kebetulan agak tersendat. Seperti biasa Kang Kombor akan clingak-clinguk cari pemandangan bagus. Eh, ndilalah kok malah melihat reklame Indosat yang sudah miring menunggu jatuh. Lihat saja gambarnya di sebelah.
Kang Kombor sempat mikir, "... jangan-jangan ini cara masang reklame luar ruang dengan gaya terbaru..." Eh, tapi setelah Kang Kombor perhatikan reklame di sebelah kanannya (tidak difoto), reklame itu lurus kok. Pasti reklame Indosat ini yang sudah copot sekrupnya.

Kalau Sampeyan mau ke Plasa Senayan atau Senayan City dari arah S Parman tentu akan melewati reklame yang sudah miring itu.

Maaf ya, ini hanya sekilas info. Apabila mau baca-baca tentang AdSense, klik saja di kategori AdSense.

Selasa, Oktober 14, 2008

Krisis Finansial Amerika Pengaruhi Pendapatan AdSense

Krisis Finansial Amerika Pengaruhi Pendapatan AdSense

Kita semua telah mengetahui adanya krisis finansial Amerika Serikat yang bermula dari macetnya KPR di Amerika Serikat yang kemudian disusul dengan bangkrutnya bank investasi raksasa seperti Lehman Brothers dan AIG. Krisis yang tidak berhenti sampai di sana. Gempa terusannya adalah anjloknya bursa saham di seluruh dunia. Yang lebih berbahaya adalah apabila krisis finansial tersebut memacu terjadinya krisis perbankan. Menurut para ahli ekonomi, efeknya akan lebih besar daripada Depresi Besar tahun 1920. Wow!


Ekonomi Amerika Serikat sedang bangkrut. Publik Amerika yang selama puluhan tahun hidup nyaman dalam suasana defisit neraca anggaran (ternyata defisit neraca anggaran) dan perdagangan kali ini menghadapi situasi yang sulit. Ekonomi pasar runtuh karena pemerintah Amerika Serikat memberikan bail out sebesar USD 700 milyar untuk menolong perusahaan-perusahaan yang bangkrut itu. Bail out merupakan bentuk subsidi yang diharamkan oleh penganut ekonomi pasar. Kini, ekonom Amerika Serikat diolok-olok oleh ekonom Eropa karena ternyata mereka diam saja ketika pemerintah Amerika Serikat memutuskan memberikan bail out. Ekonom pasar bebas kehilangan akal untuk memberikan solusi atas krisis finansial yang dihadapi Amerika Serikat.


Yang paling menjengkelkan buat penerbit AdSense adalah kenyataan bahwa sedikit banyak krisis finansial itu berimbas pada pendapatan AdSense. Dua minggu pertama bulan Oktober ini merupakan periode di mana pendapatan AdSense Kang Kombor mencapai titik paling rendah.


Itu yang Kang Kombor alami. Bagaimana dengan Sampeyan?

Rabu, Oktober 08, 2008

Polisi dan Wartawan Menggunakan Blackberry

Polisi dan Wartawan Menggunakan Blackberry

Pengguna Blackberry semakin hari semakin bertambah saja. Apabila sebelumnya Blackberry digunakan oleh para eksekutif yang tidak ingin ketinggalan email-email penting, maka saat ini dapat dikatakan bahwa Blackberry semakin merakyat. Penggunanya semakin banyak saja dari hari ke hari. Hal ini tentu dipengaruhi juga oleh biaya langganan Blackberry Internet Service (BIS) yang semakin murah. Tiga operator telepon seluler yang memberikan layanan BIS adalah Indosat (Matrix), ProXL (Xplor) dan Telkomsel (Halo). Biaya langganan BIS dari ketiga operator ini sudah sangat kompetitif sehingga pengguna Blackberry dapat memilih yang mana yang disukai.

Kang Kombor sudah menulis mengenai Blackberry di blog ini beberapa kali. Ya, Kang Kombor memang memilih menggunakan Blackberry untuk menambal bolongnya akses internet di rumah. Tinggal di Tangerang, tepatnya di Graha Sevilla - Citra Raya tetapi telepon PSTN dari Telkom belum masuk juga sehingga tidak dapat menggunakan Telkomnet Isntan maupun langganan  Speedy yang slow itu. Bukan gaya-gayaan yang membuat Kang Kombor memakai Blackberry melainkan kebutuhan. Perangkat genggam (handset) yang dipakai pun bukan yang kinyis-kinyis (brand new) melainkan yang bekas pakai (second hand). Pokoke bisa dipakai menambal bolongnya akses internet di rumah.

Para pemakai Blackberry


Apabila digolongkan menjadi satu golongan besar, pemakai Blackberry dapat dikategorikan sebagai orang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap konektivitas email. Blackberry sejak awal memang terkenal karena push emailnya sehingga di mana pun berada, para pemakai Blackberry akan selalu terhubung ke kotak surat elektorniknya (mailbox). Selain itu, dengan dukungan push browser yang memadai, pengguna Blackberry pun dapat melayari internet sepuasnya. Tentu saja tampailan di layar tidak seperti pada tampilan PC browser. Selain itu, java script juga akan sangat berat apabila di-enable.

Nah, apabila didetilkan lagi, para pengguna Blackberry adalah di antaranya:
  1. Kalangan pebisnis yang dalam menjalankan bisnisnya sudah bergantung pada email
  2. Kalangan eksekutif  yang di perusahaannya komunikasi via email sangat padat
  3. Para pengacara di kantor pengacara besar
  4. Wartawan
  5. Polisi
  6. Tukang Gaya
  7. Blogger yang di rumah tidak ada akses internet (yang ini Kang Kombor banget)
Wartawan dan Polisi

Wartawan makin banyak yang pakai Blackberry. Lihat saja di Kompas.com, di bawah berita akan ada signature yang khas Blackberry.


Lalu, untuk polisi, ini bukan desas-desus. Para polisi dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi ke atas sudah banyak yang menggunakan Blackberry. Mudah-mudahan hal tersebut bertujuan positif, bukan untuk menghindari sadap KPK yang Kang Kombor kira, belum bisa menyadap komunikasi instant messaging yang menggunakan Blackberry Messenger.

Sabtu, Oktober 04, 2008

Hubungan Antara Malioboro dan Marlboro

Hubungan Antara Malioboro dan Marlboro

Kang Kombor yakin seyakin-yakinnya apabila Sampeyan pernah dengar atau baca tentang Malioboro. Kang Kombor juga yakin Sampeyan tahu tentang Marlboro. Yang pertama adalah nama sebuah jalan yang sangat terkenal di Kota Yogyakarta. Yang kedua adalah merek sebuah Rokok dari Amerika. Keduanya sangat terkenal di Indonesia.

Malioboro sangat terkenal. Ia menjadi ikon kota Yogyakarta yang saya kira melebihi kemahsyuran Keraton Yogyakarta sendiri. Setiap orang yang berkunjung ke Yogyakarta Kang Kombor yakini akan berkunjung ke Maliobor tetapi belum tentu berkunjung ke Keraton. Entahlah apa yang menjadi magis penarik jiwa-jiwa manusia untuk mengunjungi Malioboro. Bicara magis, tentunya Keraton yang memilikinya, bukan Malioboro.

Malioboro adalah nama sebuah jalan di Kota Yogyakarta. Sebuah jalan yang tidak panjang. Kang Kombor rasa panjangnya tidak sampai 3 km. Jalan ini membujur dari Selatan ke Utara, menghubungkan Keraton Yogyakarta dengan Tugu. Seingat Kang Kombor ada dua jalan mulai dari Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu, yaitu Jalan Malioboro dan Jalan Ahmad Yani. Namun, bisa jadi oleh orang-orang, Jalan Ahmad Yani pun disebut Malioboro.

Malioboro Kang Kombor yakini dulunya merupakan pusat bisnisnya Yogyakarta. Di sepanjang jalan ini pertokoan berjajar di kedua sisinya. Gedung pertokoan bertingkat juga sudah dapat dijumpai di Malioboro sejak lama. Kantor Gubernur DIY, yang juga disebut Kepatihan, ada di jalan ini. Di ujung Selatan, ada Pasar Beringharjo. Pasar bersejarah yang berada di Kota Yogyakarta.

Malioboro sangat terkenal. Kemahsyurannya membuatnya dibuat lirik lagu. Sampeyan mungkin masih ingat (atau jangan-jangan ada yang baru tahu) tentang penggalan lagu ini:

Ada lagu yang indah di Malioboro,
Lagu indah antara Kau dan aku,
Ada sajak yang indah di Malioboro,
Sajak indah antara Kau dan aku.

Ya, Malioboro memang sangat terkenal. Akan tetapi, sampai saat ini Kang Kombor belum tahu asal usul nama Malioboro. Kata Malioboro bukan sebuah lema dari Bahasa Jawa. Boro-nya bisa berasal dari Bahasa Jawa tetapi malio bukan. Kecuali apabila malio itu sebenarnya maliha, yang berasal dari kata malih yang bisa berarti berubah (malih rupa) atau lagi (malih yang merupakan bentuk halus dari kata maneh). Dengan asas menduga secara ngawur, apabila malioboro itu berasal dari kata malihaboro yang supaya enak terus diucapkan malioboro, maka bisa diduga bahwa malioboro berasal dari lema Bahasa Jawa.

Akan tetapi, kita tentu boleh menyangkal. Ah, itu bisa-bisanya Kang Kombor saja. Malioboro itu berasal dari kata Marlborough. Yogyakarta kan dulu dijajah Belanda maka yang lebih mendekati tentunya Malioboro berasal dari Marlborough, kata dalam Bahasa Belanda yang juga nama sebuah benteng.

Sik...sik...sik. Bukankah Benteng Marlborough itu adanya di Bengkulu? Yang ada di Yogyakarta adalah Benteng Vredeburg?

Ah, mungkin yang paling benar adalah Malioboro itu berasal dari kata Marlboro. Hubungannya apa? Hubungannya jelas sekali, di Malioboro mudah ditemukan rokok Marlboro. Bayangkan saja, Malioboro dari kata malihaboro, itu hanya karangan Kang Kombor belaka. Malioboro dari kata Marlborough, seakan-akan jauh hubungannya. Akan tetapi, Rokok Marlboro di Malioboro, itu pasti adanya.

Nggak percaya? Silakan buktikan sendiri.

Kamis, Oktober 02, 2008

Text Link Ads di Blog Berbahasa Indonesia

Text Link Ads di Blog Berbahasa Indonesia

Di antara sekian banyak program global monetasi blog yang menyaratkan blog harus berbahasa Inggris, ada program monetasi yang tidak mengharuskan blog menggunakan Bahasa Inggris. Program itu adalah AdBrite, Bidvertise dan Text Link Ads.

Kang Kombor tidak akan membahas mengenai AdBrite dan Bidvertise karena Kang Kombor belum pernah berhasil dengan program itu. Oleh karenanya, Kang Kombor hanya akan menulis mengenai Text Link Ads.

Dulu, pada saat blog ini masih ber-PR4, Kang Kombor sering mengaji di tempat Om Cosa. Topik yang Kang Kombor gemari adalah topik monetasi blog. Kang Kombor belajar AdSense di sana. Nah, pada saat itu, Kang Kombor juga baca-baca mengenai Text Link Ads (TLA). Dari sana Kang Kombor tahu bahwa TLA tidak menyaratkan blog peserta untuk berbahasa Inggris tetapi hanya menyaratkan pagerank. Kalau tidak salah, blog yang mendaftar di TLA minimal harus punya PR4 yang belakangan diturunkan jadi PR3.

Kombor.com saat itu punya PR4. Oleh karena itu, Kang Kombor memberanikan diri untuk membuat akun TLA dan mendaftarkan blog ini. Alhamdulillah pendaftaran disetujui oleh TLA. Langkah berikutnya yang Kang Kombor lakukan adalah memasang plugin TLA ke blog ini.

Apakah langsung ada pembeli taut teks dari Kombor.com?

Tidak. Selama beberapa bulan (Kang Kombor lupa berapa lama tetapi kalau setengah tahun sih ada) tidak ada transaksi sama sekali. Akan tetapi Kang Kombor tidak ambil pusing. Daftar TLA gratis, pasang pluginnya juga gampang. Kang kombor biarkan saja dengan harapan suatu hari kelak ada yang beli taut teks dari blog ini.

Sebagai pengelola blog berbahasa Indonesia Kang Kombor sadar bahwa kebanyakan pembeli taut teks adalah mereka yang berbahasa Inggris sehingga adalah suatu berkah apabila nanti ada yang beli taut teks dari blog ini. Oleh karena itu, menurut Kang Kombor, harus ada istilah-istilah dalam Bahasa Inggris yang dimasukkan dalam setiap posting. Kalau pun pembeli taut teks tidak tahu isi posting, paling tidak dia familiar dengan istilah-istilah Inggris yang tetap disisipkan dalam posting.

Sejak bulan Juli 2008 lalu ada email dari TLA yang menginformasikan bahwa Kang Kombor berhasil menjual taut teks pada satu posting. Bulan Agustus, ada email lagi. Kali ini Kang Kombor berhasil menjual taut teks di dua posting. Bulan September, Kang Kombor berhasil menjual taut teks di sebuah posting. Besaran harganya antara $5 - $9 per taut teks yang terjual. Pembayaran transaksi menggunakan Paypal.

Kang Kombor merasa Kang Kombor telah membuktikan bahwa informasi mengenai TLA yang tidak menyaratkan Bahasa Inggris benar adanya. Walaupun taut teks yang dibeli adalah lema Inggris tetapi bahasa utama blog ini tetaplah Bahasa Indonesia.

Apabila Sampeyan memiliki blog yang punya pagerank memenuhi syarat, tidak ada salahnya Sampeyan bikin akun TLA dan mendaftarkan blog Sampeyan. Nggak ada ruginya kok apabila Sampeyan berhasil menjual taut teks karena itu artinya akun Paypal Sampeyan akan diisi.

--*--

I have proved that non English blog could successfully sell text link with Text Link Ads. Of course. It took several months before a sale was made. But, I can convince many people now about TLA that suports non English blogs.

Rabu, Oktober 01, 2008

Asal Usul Idul Fitri Disebut Lebaran

Asal Usul Idul Fitri Disebut Lebaran

Setahun sekali, setiap tanggal 1 bulan Syawal, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri. Pada hari tersebut, kegembiraan terpancar dari kalbu setiap orang. Bahagia karena telah mencapai kemenangan.

Di negara tetangga, Hari Raya Idul Fitri disebut juga sebagai Hari Raya Puasa. Dalam Bahasa Inggris, sepengetahuan Kang Kombor, disebut sebagai Eid Festival. Ucapan-ucapan di kartu sering berisi tulisan Eid Mubarak. Nah, di Indonesia, Hari Raya Idul Fitri disebut juga Lebaran.

Asal mula penyebutan Lebaran

Menurut Kang Kombor, penyebutan Idul Fitri dengan Lebaran berasal dari Bahasa Jawa. Di Jawa, Idul Fitri selalu disebut sebagai "bada" (baca: bodo dengan o seperti pada botol) yang berasal dari kata "bakda" yang artinya secara gampangnya adalah "setelah" atau "sesudah". Kalau mau dirunut, bisa jadi kata bakda itu pun berasal dari kata "ba'da" (Bahasa Arab). Misalnya ba'da Shubuh dalam Bahasa Jawa disebut sebagai bakda Shubuh. Ba'da Isya disebutkan sebagai ba'da Isya.

Kata bakda merupakan bahasa halus (krama) dari kata lebar (e dibaca seperti pada kata seperti). Dalam bahasa ngoko, bakda Shubuh dituturkan dengan lebar Shubuh atau kadang orang Jawa lebih senang mengatakan bar Shubuh.

Nah, kata lebaran untuk menyebut Idul Fitri diambil dari kata lebar (Jawa: setelah/sesudah) bukan lebar (Inggris: wide, Jawa: amba).

Mengapa Idul Fitri disebut Bakda

Orang Jawa menyebut Idul Fitri sebagai "bakda" karena Idul Fitri diperingati setelah puasa. Dalam tradisi Jawa, pada perayaan Idul Fitri ada yang disebut sebagai "bakda kupat" atau Hari Raya Ketupat. Namun, bukan hanya Idul Fitri saja yang disebut bakda. Idul Adha pun disebut sebagai bada/bakda Kurban.

Kang Kombor tidak tahu alasan penyerapan kata lebaran bukan bakdan. Mungkin saja untuk mempermudah pengucapannya. Kang Kombor sendiri memang merasa lebih mudah dan enak mengatakan lebaran daripada badan/bakdan. Penggunaan akhiran an pada kata lebar tentu untuk membuatnya menjadi kata benda.

Nah, demikianlah asal-usul Idul Fitri disebut lebaran. Bukan karena pada saat Idul Fitri semua orang punya hati yang lebar (luas) untuk saling memaafkan melainkan karena Idul Fitri dirayakan sesudah/setelah berpuasa.