Walaupun Krisis Ekonomi Memburuk Tetaplah Berkurban

Kang Kombor tahu bahwa akibat krisis global telah menyeret Indonesia ke dalam krisis ekonomi yang buruk. Belum lagi kita bangkit dari krisis moneter 1997 yang disusul krisis ekonomi 1998, kini akibat bangkrutnya negeri Paklik Sam, kita sudah kesedot lagi dalam putaran puting beliung krisis.

Kang Kombor prihatin pada saudara kita, buruh pabrik garmen dan tekstil serta pabrik lain yang mengandalkan permintaan dari luar negeri. Saudara-saudara kita itu ada yang sudah dirumahkan dan ada pula yang terancam PHK. Jangankan industri di negara kita yang memiliki ekonomi fundamental yang oglak-aglik, industri di negerinya Barack Obama pun banyak yang mem-PHK karyawannya. PHK di sana dimulai dari industri keuangan lalu disusul oleh sektor yang lain. Pabrik montor mabur dan pabrik montor merupakan pabrik yang bakalan banyak melakukan PHK. Menyedihkan.

Pengusaha di mana pun tentu akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mem-PHK atau merumahkan pegawainya. Akan tetapi, apabila perusahaan tidak mendapatkan pesanan, pengusaha tentunya tidak mampu membayar upah pegawainya. Di tengah situasi krisis seperti itu, Kang Kombor akan merasa ikhlas apabila perusahaan tidak menaikkan upah. Bahkan, yang paling buruk, menerima penurunan upah pun harus bisa diterima. Sayangnya, teman-teman kita yang tergabung dalam beberapa serikat buruh/pekerja nampaknya egois dan memilih untuk minta kenaikan upah menurut angka kenaikan versi mereka. Teman-teman kita itu berdemo menolak SKB 4 menteri yang menetapkan kenaikan UMK tidak lebih dari 6%. Sebuah keadaan yang sulit.

Ekonomi sedang morat-marit. Untunglah pemerintah mau menurunkan harga premium dan solar sehingga harga kedua minuman mesin itu menjadi Rp5500,- per liter. Sayangnya, penurunan harga premium dan solar tidak akan diikuti penurunan tarif angkutan umum karena menurut organda, walaupun harga premium dan solar turun, harga suku cadang tetap tinggi. Inilah akibatnya bagi negara yang suku cadang mesin kendaraan saja mesti impor.

Hidup saat ini makin melilit. Orang miskin diperkirakan akan bertambah akibat gelombang PHK yang kemungkinan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Di depan mata kita Idul Kurban sudah menanti. Walaupun ekonomi sedang krisis, sebaiknya kita tetap mengusahakan untuk melaksanakan kurban. Selain sebagai wujud penghambaan kita kepada Allah, kurban juga dapat berfungsi sebagai wujud rasa sosial kita.

Selamat berkurban. Semoga Allah membalas kurban Sampeyan dengan rejeki yang berlimpah.

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

23 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Desember 03, 2008 8:44:00 PM

alhamdulillah
tahun ini bisa berkurban 2 ekor kambing, belum disembelih, tapi sudah dibeli

asal diniatkan, meski persiapan pengaturan finansial yang kurang matang, ada saja rezeki yang lewat, entah dari mana dan mana sumbernya :)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Desember 03, 2008 8:51:00 PM

Hayoooo....
semuanya ikutan kurban....
biar bisa membantu orang lain...
saya Insya Allah tahun depan Kang :)
*hihi, sendirinya malam belom*
mudah2an kesampaian, berusaha dari sekarang, Optimis!

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
OOM
Kamis, Desember 04, 2008 8:27:00 AM

Selamat menjelang hari raya kurban ya kang, kurban apa nih rencana? kambing, sapi apa unta :)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 04, 2008 9:08:00 AM

Betul sekali kang Suatu keputusan yg serba salah, milih Upah nggak naik atau PHK (baca:upah naik /pesangon).
Kasihan para buruh yg menunggu hari2 menegangkan untk segera di PHK ...semoga dengan datangnya Hari Raya Idul Adha Kita semua di beri kekuatan olehNYA

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 04, 2008 10:56:00 AM

demo tidak menyelesaikan masalah kang, malah nambah masalah..

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 04, 2008 11:31:00 AM

Benar apa yang sampean ulas, persis apa yang ada dalam pikiran saya.
Sebagai seorang pengusahaan dan sekaligus karyawan saya merasakan kedua sisi itu.
Jangankan menaikkan gaji, bertahan saja susah, syukur kalau tidak PHK karyawan.
Disaat seperti ini dibutuhkan semua dari kita arif, tidak egois (istilah kang kombor) untuk hanya mikirkan diri sendiri. Ke egoisan itu bukan saja merusak diri anda tapi merusak semua yang terkait dengan anda.
Kang kombor setuju dan salut tulisan yang masih jernih ini,
Mari kita saling bahu membahu, mengatasi masalah baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Hindarkan dari membuat masalah baru yang akan memperparah kedaaan negeri ini.

Menyalahkan orang lain adalah juga menyalahkan diri sendiri.

Hormat saya
sumintar.com

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 04, 2008 12:16:00 PM

Yang kurban orang tua saya...
Saya sih bantuin bawa kambing aja deh...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 04, 2008 8:20:00 PM

mudah2an niat baik mereka yang berkurban di terima Yang Maha Kuasa ya

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 04, 2008 8:30:00 PM

Mendekatkan diri pada Allah adalah jalan terbaik bagi kita semua saat ini

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 04, 2008 8:34:00 PM

Pengen banget berkurban, namun apa dikata, angpao aja masih dari ortu

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Desember 05, 2008 12:13:00 AM

yup..berkurban philosophy nya berbagi kepada sesama..yuukk...:D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Desember 05, 2008 11:54:00 AM

Semoga kurban ditahun ini mampu meningkatkan kadar keikhalsan dalam diri, mengikis keegoan yang kadang membutakan hati,.... selamat Idul Adha Kang,... Nice Post.....

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Desember 06, 2008 5:37:00 AM

saya tahun ini juga alhamdulillah bisa melanjutkan istiqomah 3 tahun terakhir. kali ini duit nya dari gajian SR :D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Desember 06, 2008 10:37:00 AM

kalau aku kurban kambing

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Desember 08, 2008 4:21:00 AM

kang kombor, uda liat berita tadi pagi blum? ada sapi ngamuk dijalan nyeruduk ibu2. mungkin tuh sapi tau mau di kurbanin kali ya, makanya dia minta kurban juga. hehe..

O ya kang, saya buka usaha pembuatan website murah. mampir ke web saya ya kang, BandungWeb.Com

nuhun kang

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Desember 08, 2008 8:45:00 PM

Kang kombor..
Met hari Raya Haji yah :)

Nyateee nyook sodara-sodara ... :D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Desember 09, 2008 10:42:00 AM

Ya bener sekali Pak Kombor, Selamat Hari Raya Idul Adha... Salam Kenal ya

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Desember 09, 2008 8:29:00 PM

Pada saat ini diperlukan masing-masing pihak mau berkorban.
Dan Allah sudah mencontohkan dengan adanya hari raya qurban...semoga qurban dari kita diterima Allah swt dan dimudahkan segalanya.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
aha
Rabu, Desember 10, 2008 9:04:00 AM

hayo.. kang kombor kurban nggak? ... kok dagingnya nggak sampai tempatku ya? ... he2

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Desember 10, 2008 11:28:00 AM

Wah saya masih belum bisa menyembelih kurban, doain semoga Rejeki saya bertambah biar bisa berkurban, hehehehhehehe ;)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Desember 10, 2008 12:27:00 PM

baca comment tipis, asik juga ya...
bisa kurban pake gajian dari SR :)
keren banget Mas...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Desember 13, 2008 8:10:00 AM

Hidup makin susah.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 8:52:00 PM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan