Rabu, Desember 31, 2008

Kado Akhir Tahun Dari Facebook

Kado Akhir Tahun Dari Facebook

Halo Semua, Kang Kombor minta maaf karena sudah seminggu absen menulis. Kang Kombor sedang membagi kegiatan. Minggu ini memang kegiatan di darat lebih menyita prioritas Kang Kombor.
Mohon maaf pula ada beberapa komentar di blog ini yang berupa pertanyaan yang belum sempat Kang Kombor balas. Ada kalimat Jawa yang dulu sering Kang Kombor dengar saat nonton sorot. Di Sleman, zaman Kang Kombor kecil dulu, banyak perusahaan (terutama jamu) yang memutar film di lapangan. Sebutan untuk film yang diputar di lapangan adalah sorot. Mungkin karena proyektor film itu yang mengeluarkan cahaya untuk memproyeksikan film ke arah layar dan cahaya itu seperti sorot lampu senter makanya film yang diputar di lapangan disebut sorot. Orang Jakarta mungkin menyebut pemutaran film seperti itu sebagai misbar alias gerimis bubar.

Nah, sebelum film diputar, pembawa acara akan menjual produk-produk yang dibawa. Ia akan mempromosikan semua produk. Yang diputar di layar pada saat itu pun baru film-film iklan produk, bukan film yang akan diputar. Apabila penonton kelihatan sudah tidak sabar, pembawa acara akan mengatakan, “Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adik, nyebar godhong koro, sabar sawetoro.” Artinya, “Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adik, nyebar daun koro, sabar sementara waktu.”

Untuk yang komentarnya belum Kang Kombor balas, nyebar godhong koro, ya… Kang Kombor mendapat kado akhir tahun dari Facebook.


Kado yang indah? Hehehe, kok jauh banget. Justru ini kado yang menjengkelkan. Ada spam di Facebook.
   
Untung sih, hanya dua yang muncul, bukan semua yang ada dalam daftar teman dimanfaatkan oleh spammer. Eh, tapi tetap saja menyebalkan. Mau tahun baru bukannya dapat ucapan selamat tahun baru dari Facebook, eh malah dapat spam.

Kang Kombor mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2009. Semoga di tahun yang baru, apa yang menjadi harapan, keinginan dan cita-cita Sampeyan semua dapat tercapai. Jangan lupa usaha, doa dan yang terakhir berserah diri kepada-NYA.

Selasa, Desember 23, 2008

WordPress Thread Comment, Plugin untuk Threaded Comment Yang Memudahkan


Dulu Kombor.com tidak memiliki threaded comment pada bagian komentar. Kang Kombor kemudian mencari-cari plugin untuk membuat komentar yang bisa balas-balasan. Pada saat pertama, Kang Kombor menemukan Yet Another Threaded Comment. Kang Kombor cukup lama menggunakan plugin ini.

YATC mudah dipergunakan tetapi kita tetap harus menyisipkan kode yatcp pada file single.php. Proses ini kadang memberatkan bagi yang sama sekali tidak ngerti kode php seperti Kang Kombor. Namun, demi punya komentar yang berbalas-balasan, Kang Kombor pasang juga plugin YATC itu.

Dua bulan terakhir Kang Kombor telah beralih ke sebuah plugin threaded comment yang tidak perlu membuat susah penggunanya. Kita tidak perlu menyisipkan kode yatcp pada file single.php atau main.php. Cukup instal pluginnya dan kita bisa mengatur dari dasbor WP, di bagian Settings/Pengaturan. Sungguh memudahkan kita. Nama plugin itu Wordpress Thread Comment.

Plugin Wordpress Thread Comment benar-benar memudahkan kita yang ingin memiliki komentar yang berbalas-balasan. Hihihi, susah banget sih bicara threaded dalam bahasa sendiri. Kedalaman balasan (nest level) dapat diatur. Di blog ini diatur kedalaman balasan hanya tiga tingkat. Calon pembalas pada tingkat keempat harus gigit jari apabila tetap mencoba untuk membalas tanggapan yang sudah mencapai tingkat ketiga.

Keunggulan lain dari plugin ini adalah kita dapat mengaktifkan pemberitahuan kepada penanggap yang tanggapannya mendapatkan balasan. Dengan diaktifkannya pemberitahuan ini diharapkan penanggap pertama akan kembali lagi ke Kombor.com untuk memberikan tanggapan balik apabila dirasa perlu. Secara tidak langsung, WP Thread Comment akan menciptakan returning visitors. Ciamik bukan?

Nah, buat Sampeyan yang memyukai kemudahan dan ingin memasang komentar berbalas-balas di blog WP Sampeyan, gunakanlah WordPress Thread Comment plugin.

Kamis, Desember 18, 2008

Alexa Rank Subdomain Sama Dengan Root Domain

Alexa Rank Subdomain Sama Dengan Root Domain

Kang Kombor amati beberapa minggu ini, bahwa alexa rank suatu subdomain ternyata sama dengan alexa rank root domain-nya. Ini untuk domain dan subdomain yang dipakai oleh para bloger. Kebetulan Kang Kombor ada memakai beberapa domain untuk digunakan subdomainnya. Biasa, untuk membuat kastem url di Blogger. Kang Kombor amati, alexa rank di subdomain selalu sama dengan root domainnya. Kang Kombor pun mengintai doman yang juga dipakai subdomainnya. Di bawah ini ada beberapa contohnya:

Root Domain Subdomain Alexa Rank
Jacbook.com bisnisonline.jackbook.com 6701
imanbrotoseno.com blog.imanbrotoseno.com 139557
widarto.net arif.widarto.net 491879
blogportant.com wimax.blogportant.com 1452629
pokoke.com motogp.pokoke.com 1858190
photobor.com jakarta.photobor.com 5476740

Kang Kombor ikuti beberapa contoh di atas dalam waktu beberapa minggu. Keinginan untuk mengamati perilaku alexa rank itu muncul setelah Kang Kombor melihat alexa rank JackBook dengan BisnisOnline.JackBook.com kok memilki alexa rank sama. Lalu mulailah Kang Kombor membuka-buka blog yang root domain dan subdomainnya dipakai.


Kang Kombor tidak tahu penyebabnya. Ya, nggak tahu. Kang Kombor hanya melakukan pengamatan saja. Ngelmu Kang Kombor nggak cukup kalau harus menjelaskan penyebab terjadinya anomali tersebut. Alexa rank nggak bisa dipercaya? Ah nggak tahu juga. Makanya Sampeyan jangan gembira apabila memiliki blog di blogspot yang memiliki alexa rank 9. Itu adalah alexa rank untuk Blogger yang kadang-kadang, entah karena apa, bisa muncul sebagai alexa rank blog yang hosting di blogspot.

Anomalikah itu? Kang Kombor juga tidak akan mengupas lebih lanjut. Mau anomali kek, mau paradoks kek, Kang Kombor nggak ngerti. Yang Kang Kombor hasilkan dari observasi itu ya seperti yang ada di tabel di atas.

Pikiran lain

Apakah betul alexa rank menggambarkan tingginya tingkat lalu lintas kunjungan ke blog kita? Apa iya kunjungan ke root domain pada tabel di atas sama dengan kunjungan pada subdomainnya? Kang Kombor kok ragu. Lalu, apabila tidak, apa yang bisa membuat kita percaya pada alexa rank?
Kini kita semua sudah paham bahwa Google page rank tidak menunjukkan tingginya trafik ke blog kita. Karenanya, kita menggantungkan kepercayaan kita kepada alexa untuk memberikan informasi tersebut. Akan tetapi, apabila kenyataannya seperti di atas, apa kita juga harus percaya pada alexa?
Pikiran lainnya lagi, apakah jika kita membuat blog dengan subdomain, apakah blog baru itu di mata pengiklan akan sama nilainya? Jika saja pemasang iklan hanya melihat PR atau alexa, dan rangking-rangkingan yang lain, apakah mereka akan memberikan nilai sama antara root domain dan subdomain? Itu yang perlu kita cari tahu. Apabila jawabannya iya, aneh juga ya. Anehnya di mana? Lah, kalau blog dengan subdomain nggak ada pengunjungnya, kita akan dapat duit dari mana? Jika PPC kita nggak dapat revenue karena nggak ada pencetan. Jika CPM kita nggak dapat hasil karena nggak pernah ada page views.

Ah… lalu bagaimana kita bisa memanfaatkan bolong alexa di atas untuk keuntungan kita ya?
Firefox dan Chrome Impoten Menghadapi Facebook Tapi Opera Penuh Tenaga

Firefox dan Chrome Impoten Menghadapi Facebook Tapi Opera Penuh Tenaga

Maaf, ini pengalaman pribadi Kang Kombor. Mungkin saja Sampeyan tidak mengalami hal yang sama dengan pengalaman ini.

Sebagai makhluk internet (halah… istilah apa lagi), Kang Kombor tidak mau ketinggalan dari yang lain. Saat pada punya Twitter, Kang Kombor ikut bikin. Saat pada punya Jaiku, Kang Kombor ada yang ngundang. Saat pada punya Plurk, Kang Kombor juga diundang. Saat yang lain bikin LinkedIn, Kang Kombor bikin. Saat makhluk internet lain punya Facebook, Kang Kombor pun juga bikin. Lagipula Facebook asyik, nggak seperti FriendSter.

Kang Kombor punya Facebook. Teman Kang Kombor di Facebook lumayan juga, sudah ada 756 sampai hari ini. Bahkan, Kang Kombor juga punya Facebook Page, selain Facebook Profile.
Sebagai pengguna Buku Wajah, Kang Kombor tentu ingin menggunakan fitur yang disediakan. Salah satu yang selalu gagal Kang Kombor lakukan adalah membuat album foto. Kang Kombor menggunakan Firefox sebagai peramban baku di komputer. Nah, si Rubah Api ini ternyata impoten menghadapi Facebook. Setiap kali Kang Kombor mencoba membuat album, selalu saja Firefox diam menggantung (hang). Gagal maning – gagal maning.


Kang Kombor pun mencoba menggunakan Google Chrome yang ringan punya dan setiap tab memiliki proses sendiri sehingga pada saat satu tab menggantung, yang lain tidak terpengaruh. Ternyata sama saja sami mawon. Google Chrome tidak mampu mengeksekusi pembuatan album foto. Google Chrome ternyata sepakat dengan Firefox. Keduanya mogok kerja pada saat diminta mengerjakan album foto di Facebook.

Berkali-kali Kang Kombor mencoba membuat album foto dengan Firefox maupun Chrome. Kang Kombor berpikir bahwa mungkin saja jaringan sedang kurang bagus saat eksekusi gagal. Lain waktu Kang Kombor berpikir bahwa bandwidth internet sedang langka seperti gas elpiji 3 kg atau premium pasca penurunan harga. Pokoknya Kang Kombor tidak berprasangka buruk pada Firefox maupun Chrome. Kegiatan bodoh mengulang-ulang operasi membuat album foto di Facebook dengan Firefox dan Chrome akhirnya Kang Kombor hentikan saat mendengar hasutan anak kantor yang lain, “Pakai Opera saja, Kang. Opera sangat bertenaga menghadapi Facebook.”

Wah, Kang Kombor tidak pernah berpikir bahwa Opera ini sangat poten. Pada saat Firefox dan Chrome impoten, masa iya Opera akan penuh tenaga dan bisa memuaskan hasrat Kang Kombor bikin album foto. Akan tetapi, daripada mengulang-ulang tindakan bodoh tanpa referensi, Kang Kombor ikuti saran teman kantor itu. Itung-itung Kang Kombor bisa mendamprat dia kalau ternyata Opera juga impoten. Terhadap penggunaan Firefox dan Chrome, Kang Kombor tidak bisa mendamprat siapa pun karena tidak ada yang memberi referensi. Terhadap Opera ini kan lain. Ada pemberi rujukannya.
Eh, ternyata Kang Kombor tidak perlu mendamprat siapa pun. Opera memang poten menghadapi Facebook yang seksi nggak terkira-kira itu. Baru melihat wajah Facebook saja Opera sudah berkilat-kilat ingin segera mengelus-elus. Kang Kombor tentu saja tidak gegabah membiarkan Opera seenaknya menggagahi Facebook. Kang Kombor tetap pada rencana semula: hanya membuat album foto.

Ternyata, Saudara-Saudara, setelah judul album foto dibuat, ada java aplet yang harus diluncurkan. Java aplet itu adalah penjelajah (explorer) yang berfungsi seperti Windows Explorer sehingga kita dapat menjelajahi isi cakram keras komputer kita untuk mencari file gambar yang akan diunggah ke album foto. Kang Kombor heran saja mengapa Firefox dan Chrome tidak mampu melaksanakan operasi peluncuran aplet itu dengan baik dan malah nggantung bingung macam orang nganggur nggak tahu apa yang mesti dilakukan selain diam melamun mengkhayalkan hidup mewah bak raja minyak timur tengah yang punya harem 1000.

Akhir cerita, Kang Kombor sudah bisa membuat album foto di Facebook berkat Opera. Opera memang moiii… Eh, tapi sebenarnya Flock juga punya alat unggah (uploader tool) ke Facebook. Juga ke Flickr, Photobucket, dll. Hanya saja, Kang Kombor belum pernah coba. Nanti deh kalau sudah dicoba Kang Kombor ceritakan lagi di sini.

Rabu, Desember 17, 2008

Blogging in English

Blogging in English

Era pemakaian pupuk EN sudah berakhir. Kang Kombor sudah mempretheli semua kode iklan yang dipasangi pupuk EN. Akibatnya jelas sekali. Pendapatan Kang Kombor turun drastis karena memang sebagian besar blog Kang Kombor berbahasa lokal.

Akan tetapi, dunia belum berakhir. Kang Kombor harus tetap bergerak. Kang Kombor harus mengembalikan pendapatan ke tingkat sebelumnya. Kenapa? Karena Kang Kombor punya hutang kepada Ibu Kang Kombor. Waktu mempercantik rumah di Sleman, rencana awal hanya mengeramik lantai dan memperbaikin plesteran tembok dalam rumah plus mencat tembok dalam rumah. Oleh Sang Manajer Proyek, Kangmas Darmo yaitu mas kandung Kang Kombor, proyek diperluas lingkup pekerjaannya. Tembok luar ikut diplester dan dicat. Teras di depan rumah dipasangi atap. Tentu saja perluasan lingkup pekerjaan itu membuat biaya proyek membengkak. Anggaran yang semula cukup menjadi minus. Untung saja Mbah Putrinya Dhenok punya duit sehingga dipergunakan untuk menambal defisit anggaran yang maujud pada proyek itu. Seperti halnya negara ini, defisit anggaran dibiayai dengan hutang. Begitu pula Kang Kombor, defisit anggaran proyek percantikan rumah diperoleh melalui hutang pada ibu.


Kang Kombor kerja keras untuk mengumpulkan receh dari AdSense guna melunasi hutang. Alhamdulillah sudah mulai terkumpul. Sayangnya, ketika sudah terkumpul separo, surat cinta dari Google AdSense  keburu datang.

Dulu Kang Kombor selain menerbitkan AdSense juga menulis review. Hanya saja karena menulis review tidak senikmat ngeblog biasa, Kang Kombor tidak terlalu menikmati. Lebih asyik menerbitkan AdSense, kita bisa ngeblog sesuka kita.

Nah, karena Kang Kombor pernah menulis review, Kang Kombor tentu juga punya blog abal-abal pakai Boso Inggris. Sekarang, Kang Kombor harus giat kembali memupuk blog-blog Boso Inggris itu. Bukan pakai pupuk EN melainkan pakai tulisan.

Eh… mudah-mudahan berkah.

Selasa, Desember 16, 2008

Google Chrome Kalah Oleh Firefox

Google Chrome Kalah Oleh Firefox

Sudah nyobain Chrome? Bagaimana pengalaman Sampeyan? Kang Kombor punya pengalaman yang perlu Kang Kombor bagi di sini.

Konon Chrome merupakan aplikasi masa depan. Ada yang mengatakan saat ini bukan Chrome yang banyak kekurangan melainkan web yang belum siap menerima Chrome karena Chrome adalah peramban masa depan sedangkan web masih berada di masa kini. Ke depan, konon lagi, semua aplikasi akan berbasiskan web, tidak melulu harus diinstal di komputer seperti saat ini. Contoh yang dikemukakan, masih kata sang konon, adalah aplikasi pengolah kata, aplikasi spreadsheet, aplikasi pengolah paparan, dll berbasis web seperti Google Docs. Bukan hanya aplikasi seperti itu saja yang akan berbasis web. Aplikasi-aplikasi rumit seperti aplikasi pengolah citra (gambar) pun akan berbasis web juga. Nah, konon juga, Chrome sudah siap untuk itu.

Apa iya?

Kang Kombor cukup sering menggunakan Chrome baik untuk menjelajahi internet maupun mengedit tampilan blog di Blogger. Ada dua operasi yang tidak mampu dilakukan oleh Chrome dan mampu dikerjakan Firefox (dan mungkin peramban lain).

Operasi pertama yang tidak mampu dilakukan oleh Google Chrome adalah menemukan teks di dalam area teks. Chrome hanya mampu mencari teks yang ada di halaman web, bukan yang ada di area teks.

Ceritanya begini. Kang Kombor melakukan penyuntingan tata letak blog berbasis Blogger dalam mode HTML (edit HTML). Untuk mempercepat pencarian teks yang akan disunting, Kang Kombor melakukan pencarian menggunakan alat pencarian yang disediakan oleh Chrome. Kang Kombor klik Ctrl + F lalu mencari teks yang dimaksud. Pada operasi ini, Chrome tidak mampu mencari teks yang berada di dalam area teks di mana kode HTML tata letak blog berada. Yang bisa dicari oleh Chrome hanya yang berada di halaman webnya, bukan dalam area teks. Operasi pencarian seperti ini dengan sempurna dieksekusi oleh Firefox.

Operasi kedua yang gagal dilakukan oleh Chrome adalah Chrome gagal mengeksekusi penggantian font dan warna tata letak blog di Blogger secara real time.

Pada saat menyunting font dan warna tata letak blog di Blogger, tampilan blog yang akan disunting warnanya muncul di bawah pilihan unsur yang bisa diganti warna dan font-nya plus pilihan warna. Tampilan itu diperlihatkan melalui sebuah bingkai (frame). Dengan firefox, apabila kita klik salah satu unsur, misalnya warna latar belakang halaman lalu klik warna yang dikehendaki, tampilan blog dalam bingkai akan langsung berubah warnanya. Sedangkan, menggunakan Google Chrome tidak. Bahkan setelah perubahan disimpan, Chrome masih belum menampilkan perubahan warna yang dilakukan. Perubahan baru nampak setelah blog dibuka dalam sebuah tab/jendela baru. Tentu saja hal ini tidak efektif bagi Kang Kombor yang ingin melihat penggantian warna untuk bisa kelihatan seketika (real time).

Menghadapi hal di atas Kang Kombor hanya dapat berpikir bahwa Blogger adalah aplikasi blog masa kini. Agar operasi-operasi seperti itu dapat dieksekusi Chrome, bukan Chrome yang harus diperbaiki melainkan Blogger yang harus dijadikan aplikasi masa depan.

Jalan keluar terhadap masalah di atas sangat gampang, yaitu menggunakan peramban masa kini untuk menjalankan aplikasi blog masa kini. Nggak usah ngoyoworo memakai peramban masa depan. Saking hebatnya, peramban masa depan malah tidak mampu mengeksekusi operasi dari aplikasi masa kini.

Kang Kombor ucapkan selamat hari Selasa. Pagi ini Kang Kombor sambil ngopi di kantin Depkes mengetik karangan ini. Apa Sampeyan punya pengalaman lain dengan Chrome?

Jumat, Desember 12, 2008

Windows Live Writer 14.0.5025.904 Beta

Windows Live Writer 14.0.5025.904 Beta

Kang Kombor adalah pengguna Windows Live Writer. Sudah lama. Asyik saja pakainya. Apabila sedang tidak menggunakan notebook, Kang Kombor menulis posting menggunakan perangkat genggam. Saat sedang menggunakan notebook, tentu Windows Live Writer yang Kang Kombor pakai.

Kebetulan sudah lama Kang Kombor tidak mengunjungi website WLW dan kemarin Kang Kombor membuka situs itu. Ada versi beta terbaru dari WLW, yaitu versi 14.0.5025.904. WLW Kang Kombor masih versi 13-sekian. Di website itu pun versi 13-sekian sudah ada yang lebih baru. Ya sudah, Kang Kombor unduh saja yang versi 14-sekian yang masih beta. Postingi ini dibuat dengan WLW yang baru diunduh dan diinstal.

Hal-hal yang baru di WLW 14.0.5025.904 beta:


Image and video publishing enhancements
  • menyisipkan video dari SoapBox dan YouTube
  • unggah video ke SoapBox dan YouTube
  • image cropping and tilting
  • tambahan gaya pigura gambar
  • mendukung LightBox dan efek pratilik gambar lainnya
  • mampu menengahkan gambar
Blog authoring enhancements
  • pengecek ejaan dalam bahasa yang lebih banyak (Belanda, Inggris, Finlandia, Perancis, Jerman, Hindi, Italia, Korea, Portugis (Brasil), Portugis (Portugal), Serbia (Cyrillic), Serbia (Latin), Spanyol dan Swedia
  • penautan otomatis
  • smart quotes/typographic character
  • penghitung kata
Experience improvements
  • toolbar baru dengan perintah lebih banyak
  • tab untuk view switching
  • tampilan dan feel baru
-+o+-

Peringatan!

Karena WLW ini adalah bagian dari Windows Live yang merupakan produk Microsoft, maka hanya komputer bersistem operasi Windows yang asli yang bisa menginstal. Yang memakai Windows bajakan atau yang bukan Windows tidak bisa merasakan nikmatnya menggunakan WLW.

Update 2017-11-27:

WLW sudah dihentikan oleh Microsoft. Akan tetapi, kehandalan dan kemudahan penggunaannya dilestarikan oleh komunitas pecinta WLW dan diganti namanya menjadi Open Live Writer yang bisa diunduh dari openlivewriter.org.

Kamis, Desember 11, 2008

Google Page Creator Dihentikan, Google Sites Penggantinya

Google Page Creator Dihentikan, Google Sites Penggantinya

Sampeyan tahu Google Page Creator atau Google Pages? Selain memiliki Blogger, Google juga memiliki layanan untuk membuat halaman web (web page), namanya Google Page Creator. Layanan ini agak mirip dengan Geocities yang dimiliki Yahoo! walaupun alat-alat yang disediakan untuk bisa membuat halaman web agak berbeda antara Google Page Creator dengan Yahoo!Geocities.

Selain menyimpan foto di Picasa Web Album, Kang Kombor juga sering menggunakan Google Pages untuk menyimpan gambar atau file. Kapasitas server hosting yang Kang Kombor sewa hanya 200MB sehingga Kang Kombor harus mencari layanan gratis untuk menyimpan gambar atau file yang bisa diunduh pengunjung.

Sayang seribu sayang, Google akan menghentikan layanan Google Page Creator. Sudah kira-kira dua bulan berjalan Google Page Creator tidak menerima pendaftaran pengguna baru.

image

Sebagai pengganti, Google menawarkan Google Sites. Google Sites adalah layanan untuk membuat dan berbagi halaman web secara mudah.

Google Sites ini cukup powerful untuk digunakan sebagai intranet perusahaan tetapi cukup simple untuk dipakai sebagai situs web keluarga. Kemudahan yang ditawarkan oleh Google Sites antara lain:

  • pembuatan halaman sekali klik
  • tidak dibutuhkan HTML
  • tampilan yang dapat dikastemisasi
  • pengaturan untuk pengaksesan dan sharing informasi
  • GRATIS!

Kang Kombor pernah mencoba membuat website dengan Google Sites. Contoh website yang Kang Kombor buat (hanya sebagai contoh) adalah situs ini. Hanya dua halaman yang ada di sana, namanya juga contoh.

Pada setiap halaman, kita dapat berbagi attachments. Siapa saja yang dapat mengakses website kita bisa kita atur, apakah semua orang atau orang tertentu.

Malu pakai URL gratisan? Seperti halnya blog di Blogger yang hosting di BlogSpot, website di Google Sites juga bisa dibuatkan custom domain sehingga asal kita memiliki domainnya, kita bisa memakai domain tersebut untuk website yang kita buat di Google Sites.

Rabu, Desember 10, 2008

Flickr atau Picasa Web Album Yang Lebih Baik?

Flickr atau Picasa Web Album Yang Lebih Baik?

Siapa yang tidak kenal flickr? Situs layanan penyimpanan gambar (image hosting) yang juga dapat berfungsi sebagai situs jejaring sosial itu tentu sangat dikenal. Kang Kombor yakin Sampeyan semua tahu dengan flickr. Kang Kombor pernah menggunakan flickr untuk menyimpan foto secara online. Sayangnya, situs layanan penyimpanan gambar online yang kemudian diambil alih oleh Yahoo! itu hanya menampilkan 200 foto terakhir bagi pengguna percuma, eh... maksud Kang kombor pengguna Gratis. Oleh karenanya, Kang Kombor mencari situs layanan serupa yang tidak membatasi jumlah gambar yang bisa ditampilkan.

Dalam usaha pencarian, Kang Kombor pernah menggunakan Photobucket. Situs ini lumayan juga. Daripada menyimpan gambar di folder hosting kita dan akan membuat kapasitas hosting semakin cepat penuh, Photobucket menjadi solusi yang handal untuk menyimpan foto atau gambar. Bahkan, layanan Photobucket bukan hanya itu saja. Photobucket juga memberikan fasilitas untuk membuat slide show yang bisa ditempelkan di blog kita. Lumayan ciamik layanannya.


Akan tetapi, sudah setengah tahun terakhir Kang Kombor sangat mengandalkan Picasa Web Album. Layanan ini diberikan oleh Google. Kapasitas penyimpanan gambar yang ditawarkan oleh Picasa Web Album sebesar 1GB. Lumayan banyak untuk menampung foto atau gambar kita. Selain kapasitas penyimpanan yang lumayan besar itu, layanan ini juga memiliki perangkat lunak yang dapat membantu kita untuk mengunggah foto ke Picasa Web Album secara mudah. Perangkat ini namanya Picasa, bisa diunduh dari website Picasa.

Saat ini Picasa sudah sampai ke versi 3. Selain sebagai perangkat lunak untuk mengunggah foto ke Picasa Web Album, Picasa juga dilengkapi dengan sarana penyuntingan gambar. kita dapat melakukan cropping, meluruskan gambar yang menceng (straighten), melakukan penyuntingan warna, kontras, mengoreksi mata merah, dll. Sarana yang lain adalah alat untuk mengirim foto via email, membuat movie/slide show, dll.


Kang Kombor sangat menikmati Picasa Web Album. Setiap kali memindahkan foto dari kamera atau HP berkamera, Kang Kombor akan langsung mengunggahnya ke Picasa Web Album menggunakan Picasa. Antara Picasa dan Picasa Web Album dapat dilakukan sinkronisasi, itu yang membuat nilai lebih Picasa dan Picasa Web Album di mata Kang kombor.

Picasa Web Album cukup mooy di mata Kang kombor. Bagaimana kalau menurut Sampeyan?

Rabu, Desember 03, 2008

Walaupun Krisis Ekonomi Memburuk Tetaplah Berkurban

Walaupun Krisis Ekonomi Memburuk Tetaplah Berkurban

Kang Kombor tahu bahwa akibat krisis global telah menyeret Indonesia ke dalam krisis ekonomi yang buruk. Belum lagi kita bangkit dari krisis moneter 1997 yang disusul krisis ekonomi 1998, kini akibat bangkrutnya negeri Paklik Sam, kita sudah kesedot lagi dalam putaran puting beliung krisis.

Kang Kombor prihatin pada saudara kita, buruh pabrik garmen dan tekstil serta pabrik lain yang mengandalkan permintaan dari luar negeri. Saudara-saudara kita itu ada yang sudah dirumahkan dan ada pula yang terancam PHK. Jangankan industri di negara kita yang memiliki ekonomi fundamental yang oglak-aglik, industri di negerinya Barack Obama pun banyak yang mem-PHK karyawannya. PHK di sana dimulai dari industri keuangan lalu disusul oleh sektor yang lain. Pabrik montor mabur dan pabrik montor merupakan pabrik yang bakalan banyak melakukan PHK. Menyedihkan.


Pengusaha di mana pun tentu akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mem-PHK atau merumahkan pegawainya. Akan tetapi, apabila perusahaan tidak mendapatkan pesanan, pengusaha tentunya tidak mampu membayar upah pegawainya. Di tengah situasi krisis seperti itu, Kang Kombor akan merasa ikhlas apabila perusahaan tidak menaikkan upah. Bahkan, yang paling buruk, menerima penurunan upah pun harus bisa diterima. Sayangnya, teman-teman kita yang tergabung dalam beberapa serikat buruh/pekerja nampaknya egois dan memilih untuk minta kenaikan upah menurut angka kenaikan versi mereka. Teman-teman kita itu berdemo menolak SKB 4 menteri yang menetapkan kenaikan UMK tidak lebih dari 6%. Sebuah keadaan yang sulit.

Ekonomi sedang morat-marit. Untunglah pemerintah mau menurunkan harga premium dan solar sehingga harga kedua minuman mesin itu menjadi Rp5500,- per liter. Sayangnya, penurunan harga premium dan solar tidak akan diikuti penurunan tarif angkutan umum karena menurut organda, walaupun harga premium dan solar turun, harga suku cadang tetap tinggi. Inilah akibatnya bagi negara yang suku cadang mesin kendaraan saja mesti impor.

Hidup saat ini makin melilit. Orang miskin diperkirakan akan bertambah akibat gelombang PHK yang kemungkinan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Di depan mata kita Idul Kurban sudah menanti. Walaupun ekonomi sedang krisis, sebaiknya kita tetap mengusahakan untuk melaksanakan kurban. Selain sebagai wujud penghambaan kita kepada Allah, kurban juga dapat berfungsi sebagai wujud rasa sosial kita.

Selamat berkurban. Semoga Allah membalas kurban Sampeyan dengan rejeki yang berlimpah.