Nunggu Pemilihan Presiden RI 2009-2014 Sambil Baca Api Di Bukit Menoreh

Habis Pemilu ngapain? Tentu saja terserah pada diri kita masing-masing.

Kang Kombor memang masih banyak offline ketimbang online. Sinyal Bagus yang tempo-tempo nyambung tempo-tempo putus belum Kang Kombor cerai. Karena itu, perangkat genggam Blackberry jadul yang Kang Kombor miliki malah kebanyakan berprofil phone only karena SIM card yang ada di dalamnya tidak berlangganan Blackberry Internet Service. HP satunya yang lebih jadul lagi dipakai oleh kawan yang kemarin ngebantuin bolak-balik ke daerah pemilihan. Selesai pemilu, karena kawan Kang Kombor itu tidak Kang Kombor bayar, biarlah HP itu tetap dipakai oleh kawan Kang Kombor supaya Kang Kombor masih tetap dapat menghubungi dia kalau Kang Kombor akan mengajak dia jalan-jalan lagi.

 

Walhasil, Kang Kombor hanya mengandalkan HP CDMA beroperator Flexi untuk mengakses internet menggunakan Opera Mini. Yang Kang Kombor akses tidak lain dan tidak bukan adalah buku cerita Api Di Bukit Menoreh karya SH Mintardja.

Api Di Bukit Menoreh adalah cerita asli Indonesia yang berhasil menaklukkan hati setiap pembacanya. Cerita yang diterbitkan dalam bentuk buku-buku kecil itu pada masanya dulu selalu ditunggu-tunggu oleh penggemarnya. Kang Kombor sendiri dulu sempat mengikuti cerita itu dari Kedaulatan Rakyat (KJSS = koreksi jika saya salah). Akan tetapi, Kang Kombor belum membaca cerita secara keseluruhan.

Para pecinta Api Di Bukit Menoreh ternyata ingin mengabadikan dan menyebarluaskan cerita rakyat itu ke dunia internet. Alhamdulillah, Kang Kombor bersyukur karena dengan didaringkannya Api Di Bukit Menoreh maka Kang Kombor dapat membaca kembali cerita itu. Maturnuwun ingkang sanget dumateng para kadang ingkang sampun kersa paring wekdal kagem nyerat Api Di Bukit Menoreh lan nyebaraken wonten ing internet.

Bermodalkan HP CDMA dengan operator Flexi dan Opera Mini, Kang Kombor membaca satu-satu buku Api Di Bukit Menoreh. Sambil menunggu pemilihan presiden Kang Kombor membaca cerita agung karya anak bangsa. Saat ini Kang Kombor baru sampai pada buku ke-129. Belum separuh jalan untuk menyelesaikan cerita yang menggambarkan pergolakan pada saat akhir perpecahan Jipang dan Pajang hingga pendirian kerajaan Mataram itu. Dus, mohon maaf kalau Kang Kombor keasyikan baca Api Di Bukit Menoreh dan lupa untuk menyapa kisanak semua. Agung Sedayu sedang melatih Glagah Putih dengan serius sementara Kiai Gringsing sedang merawat Sabungsari. Oleh karenanya, Kang Kombor ingin tahu apakah Ki Pringgajaya akan berhasil membunuh Agung Sedayu.

Mau ikut baca juga? Silakan ke Api Di Bukit Menoreh.

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

4 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, April 28, 2009 4:11:00 PM

ha...ha...

lebih baik daripada melamun....

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
OOM
Rabu, April 29, 2009 11:15:00 AM

masih belum pernah baca kang..seru pasti ceritanya.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Mei 14, 2009 3:35:00 PM

ah.. sungguh tersanjung dipuji oleh Kang Kombor.. jadi merasa tersindir untuk kembali membenahi gandok-gandok yang belum ditempeli retype.
mohon selalu dukungannya Kang..

Matur nuwun.
Suwun.

S

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 8:26:00 PM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan