Senin, Juli 26, 2010

Perjalanan Menuju 20 Tahun Lalu

Perjalanan Menuju 20 Tahun Lalu


Perjalanan menuju 20 tahun lalu? Hmm… judul yang terlalu dibuat-buat. Mosok ada perjalanan menuju ke suatu saat di masa lalu?



Hehehe, itu memang benar. Judul itu terlalu Kang Kombor buat-buat. Sebenarnya, kiriman ini akan berkisah mengenai perjalanan menuju ke sebuah desa di Kabupaten Magelang. Sebuah desa yang berisi kenangan yang tidak akan dapat dilupakan sepanjang hayat. Desa itu bernama Pirikan, tempat di mana berdiri dengan megahnya sebuah kampus yang dikelilingi oleh lima buah Gunung - Merapi, Merbabu, Menoreh, Sindoro dan Sumbing -di mana pada waktu itu 281 orang anak berusia remaja dari seluruh penjuru Nusantara datang untuk menempuh pendidikan SMA mereka. SMA itu bernama SMA Taruna Nusantara Magelang. SMA yang telah menjadi kawah chandra dimuka bagi para siswanya. SMA yang menjadi wadah pengembangan karakter para siswanya untuk menjadi Manusia Indonesia yang berwawasan Kejuangan, Kebangsaan dan Kebudayaan. SMA yang menggunakan pola 3A, yaitu Asah, Asih dan Asuh sebagaimana pola pendidikan a la Ki Hadjar Dewantoro, pendiri Perguruan Taman Siswa.


Pada 17 - 18 Juli 2010, para alumni SMA Taruna Nusantara Magelang menyelenggarakan Reuni Akbar 20 Tahun SMA Taruna Nusantara sehingga ribuan alumni SMA TN termasuk Kang Kombor melakukan perjalanan ke Magelang untuk menghadiri hajatan akbar tersebut. Kang Kombor berjalan darat bersama Indra Jaya Kesuma, Putra Sumatera Selatan yang saat ini berkantor di Menara Bidakara dan Wawan Herawan, Putra Ciamis yang memngabdikan diri sebagai pengajar. Hari Jumat pagi 16 Juli 2010 pukul 09:00 WIB Kang Kombor menjemput Indra Jaya Kesuma di BSD kemudian menjemput Wawan Herawan di Gedung Fedex Cipinang. Rencananya kami akan menyusuri Jalur Pantai Utara Jawa sampai Cirebon kemudian beralih ke tengah untuk pindah jalur ke Jalur Selatan Jawa Tengah.


Pukul 12:00 WIB kami berhenti di Pondok Pesantren Darussalam di Indramayu untuk sholat Jumat. Perjalanan belum lagi menempuh sepertiga perjalanan tetapi sholat Jumat tetap kami tunaikan karena sepanjang jalan masjid bertebaran. Pondok Pesantren Darussalam kami pilih semata-mata karena kami ingin menyangkilmangkuskan waktu yang kami miliki. Setelah sholat Jumat kami langsung melanjutkan perjalanan karena Indra Jaya Kesuma dan Wawan Herawan ingin makan di daerah Banyumas.


pesantren-darussalam-indramayu


Seiring perjalanan kami, ada alumni lain yang juga sedang melakukan perjalanan menuju ke Magelang. Mereka adalah Yulpri Handri dan Wepi Ismail. Keduanya berada dalam satu mobil bersama keluarganya. Yulpri akan mengejar acara makan malam pukul 19:00 WIB di Magelang tetapi menurut Kang Kombor, mereka telah berangkat kesiangan, sangat tipis kemungkinan bisa mencapai Magelang pukul 19:00 WIB sedangkan pukul 12:30 WIB mereka masih berada di Indramayu. Perkiraan Kang Kombor, pukul 21:00 WIB mereka baru akan tiba di Magelang. Yulpri hanya tahu jalur Pantai Utara Jawa sehingga saat sampai di tol Cirebon rombongan Kang Kombor berhenti dulu di tempat istirahat untuk menunggu mereka. Lumayan, ada kira-kira waktu setengah jam sampai empat puluh lima menit yang kami habiskan di tempat istirahat tersebut.


rest area tol cirebon rest area tol cirebon


Saat Yulpri tiba kami langsung melanjutkan perjalanan. Sampai di pintu tol Kanci kami memilih untuk masuk Bakrie Toll menuju Pejagalan. Jalur tol yang baru ini mengarahkan kami menuju bagian tengah Jawa Tengah. Sampai di Pejagalan kami memilih arah kanan menuju ke Purowkerto. Arah kiri adalah arah ke Tegal dan Semarang. Arah ini sengaja Kang Kombor hindari karena jalur Pantai Utara di Tegal sedang diperbaiki. Kemacetan sedang terjadi di jalur menuju Tegal. Di Magelang banyak kawan yang bercerita bahwa mereka macet di Tegal.


Bakrie Tol adalah jalan tol baru yang menurut Kang Kombor dibangun kurang profesional. Semua jembatan yang ada di sepanjang jalan tol tersebut memiliki patahan yang kasar. Laju kendaraan harus dikurangi sampai sangat pelan agar tidak terguncang saat melewati jembatan. Kang Kombor sudah pengalaman melalui jalan tol di seputaran Jakarta, jalan tol menuju Merak dan jalan tol Cipularang dan Purbaleunyi. Akan tetapi, di jalan tol selain Bakrie Toll, jembatan tidak memiliki patahan seperti Bakrie Toll. Yang membuat Kang Kombor heran, di jalan tol yang masih baru tersebut sudah ada perbaikan-perbaikan. Wow! Menakjubkan. Rajin sekali pengembangnya ya, hahaha…


bakrie-toll-kanci-pejagalan (3)


Sekitar pukul 18:30 WIB kami telah melewati Gombong. Yulpri yang mendahului kami di jalur menuju Purwokerto terus saja menuju ke Purwokerto padahal sudah Kang Kombor pandu melalui telepon agar menuju ke arah Purwokerto kemudian melalui Wangon terus ke Gombong dan terus sampai Purworejo lalu ke arah Magelang. Rombongan Kang Kombor yang mengorbankan makan siang akhirnya memilih untuk makan Bakmi Nyemek. Itu adalah makanan khas daerah Banyumas. Dalam perjalanan ini kami memang sekaligus ingin mencari makanan khas di lokasi makan kami. Saat di Bakrie Toll, Kang Kombor menceritakan mengenai bakmi nyemek itu. Indra dan Wawan tertarik untuk mencoba bakmi nyemek. Untung saja Kang Kombor sempat membeli roti marie susu dua bungkus sebagai pengganjal perut sampai diketemukannya warung bakmi nyemek.


warung bakmi nyemek bu seto indra dan wawan makan bakmi nyemek


kang kombor dan bakmi nyemek


Selesai makan bakmi nyemek kami melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Ya, kami menuju Yogyakarta, bukan Magelang, karena kami memang akan bermalan di rumah Kang Kombor di Sleman. Selain itu, kami ingin bertemu kawan-kawan kami yang pada malam itu melakukan reuni pemanasan dengan makan malam di Seturan. Kami memasuki perbatasan wilayah Jateng -DIY pukul 21:00 WIB. Kendaraan kami arahkan ke Kota Yogyakarta untuk menemui kawan-kawan. Sayang, pukul 22:00 WIB saat kami memasuki Kota Yogya, acara makan malam sudah selesai. Kami langsung menuju Wisma MM UGM yang menjadi tempat menginap banyak alumni Angkatan I SMA TN. Di sana kami bertemu dengan Kompol Dani Hamdani, Kapolsek Ciracas, dan Dr. T. Faisal Fathani, putra Aceh yang menjadi Dosen Teknik Sipil UGM. Kawan-kawan yang lain meneruskan untuk melihat Kota Yogya di waktu malam. Akhirnya, karena Kang Kombor sudah penat setelah mengemudi mobil seharian tanpa digantikan, Kang Kombor memutuskan untuk menuju rumah Kang Kombor di belakang SMP 1 Sleman. Tepat tengah malam Kang Kombor parkir di halaman rumah di Sleman itu.


Satu potong perjalanan menuju 20 tahun lalu sudah diselesaikan. Alhamdulillah.

Malam Minggu Ngaji, Minggu Kopdar, Malam Senin Rapat Warga

Malam Minggu Ngaji, Minggu Kopdar, Malam Senin Rapat Warga


malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran. pacar baru baru kenalan, kenal di jalan jendral sudirman.


Ah… Malam Minggu buat ngaji juga asyik. Itulah yang dilakukan oleh warga Graha Sevilla, Citra Raya Tangerang. Alih-alih bermalam minggu untuk pacaran, puluhan warga Graha Sevilla lebih memilih untuk menghadiri pengajian memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Graha Sevilla. Kang Kombor pun ikut ngaji di masjid, bukan pacaran di pinggir jalan seperti banyak pasangan (entah dari mana) yang sepeda motornya berderet-deret di pinggir jalanan di Citra Raya mulai Bundaran 3 sampai ke Bundaran 5 yang masih gelap. Penceramah pada pengajian Isra' Mi'raj Malam Minggu lalu adalah Ustadz Badrul Khotim dari Mauk.

Sebelum Ustadz Badrul Khotim manggung (haiyah… ustadz kok manggung), Kang Kombor naik mimbar duluan untuk memberikan sambutan. Tahun lalu Kang Kombor bikin sambutan yang diketik. Tahun ini Kang Kombor ingin memberi sambutan pendek saja sehingga tidak membuat contekan. Eh, tidak tahunya malah kudu memberi sambutan yang cukup panjang karena Ustadz Badrul Khotim belum tiba di Masjid At-Taqwa.



Kang Kombor sudah jejer seperti wayang kulit sejak pukul 19:30 WIB. Eh, sekitar waktu sepi uwong Pak Ustadz baru datang. Anak-anak TPA yang sebelumnya pentas sudah pulang karena di waktu sepi uwong memang anak-anak sudah pada tertidur pulas.

Alhamdulillah Ustadz Badrul Khotim memberikan riwayat Isra' Mi'raj dengan bagus dan mampu membuat jamaah pengajian tidak ngantuk. Dari uraian Ustadz Badrul Khotim para jamaah jadi tahu bahwa pada peristiwa Isra' itu Nabi dipersinggahkan di 5 tempat. Lima tempat itu mulai dari Mekkah, Madinah, Bukit Tursina tempat Nabi Musa menerima wahyu pertama, Betlehem tempat Nabi Isa dilahirkan dan Masjidil Aqsa. Di setiap tempat itu Nabi diminta sholat dua rakaat oleh Malaikat Jibril. Dari Masjidil Aqsha lalu nabi diperjalankan menuju Sidratul Muntaha, naik ke langit mulai langit pertama sampai ke langit ketujuh. Subhanallah.

Pengajian selesai sekitar pukul 23:00. Akan tetapi, Kang Kombor baru pulang ke rumah tengah malam karena ngobrol dulu dengan warga yang lain.

Hari minggunya, Kang Kombor punya jadwal kopdar di Mardi Grass dengan KBBC. Soal kopdar itu sudah Kang Kombor tulis liputannya di BlogerBenteng.com. Silakan dibaca di sana apabila ingin tahu siapa saja yang hadir dan apa saja yang dibicarakan.

Selesai kopdar Kang Kombor maen dulu ke Cukanggalih ke tempat RT Edi. Kebetulan kopdarnya di Mardi Grass sehingga dekat ke Cukanggalih. Karena sudah cukup lama tidak ngobrol, Kang Kombor menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah kawan seperjuangan saat pemuli 2009 lalu itu. Kang Kombor mengajak RT Edi untuk bersilaturahim ke tempat Pak Herudin di Cigelam, Ciruas, Kabupaten Serang, pada 1 Agustus 2010 yang akan datang. Pak Herudin waktu pemilu 2009 lalu adalah Ketua PAC Gerindra Ciruas. Seperti halnya RT Edi, Pak Herudin adalah kawan seperjuangan.

Pukul 17 Kang Kombor ke fasum RT004/RW07 untuk menyaksikan pertandingan bola voli terakhir dari lima cabang pertandingan dalam rangka Peringatan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang memang Kang Kombor minta untuk dapat diselesaikan seluruh kegiatan fisiknya sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan. Alhamdulillah, seperti yang direncanakan, seluruh pertandingan dapat diselesaikan pada waktunya. Pertandingan voli kemarin antara RT003 vs RT004 berakhir untuk kemenangan RT004 dengan skor 2 - 3. Berakhirnya pertandingan voli tersebut mengakhiri rangkaian pertandingan. Dus, nanti saat 17 Agustus 2010 seluruh warga Graha Sevilla tetap bisa berpuasa dengan nikmat.



Nah, malam seninnya Kang Kombor kembali ke fasum untuk menghadiri rapat warga RT004/RW07 Graha Sevilla. Sebagai warga yang baik, Kang Kombor mengusahakan untuk selalu hadir dalam acara rapat warga. Namanya juga hidup bertetangga, kita sebaiknya selalu menjaga silaturahmi dan kerjasama.

Senin, Juli 12, 2010

10 Pertandingan Piala Dunia dengan Skor Terbesar

Piala Dunia 2010 baru saja usai. Spanyol akhirnya menjadi juara dunia setelah mengalahkan Belanda 1 – 0 pada pertandingan final yang melalui perpanjangan waktu 2 kali 15 menit. Pendukung Spanyol tentu masih dalam suasana pesta kemenangan.

Silakan! Silakan berpesta. Namun, sambil berpesta, simaklah informasi mengenai 10 pertandingan piala dunia dengan skor terbesar.

#1 Hungaria 10 – 1 El Salvador Tahun 1982

El Salvador menjadi negara Amerika Tengah pertama yang lolos ke Piala Dunia dua kali ketika mereka berhasil sampai ke Spanyol pada tahun 1982. Di babak penyisihan grup, La Selecta kehilangan seluruh tiga pertandingan, dan mendapat selisih gol terbesar Piala Dunia yang pernah terjadi ketika mereka dibantai 10-1 oleh Hungaria di Elche.

Laszlo Kiss mengantongi hat-trick, sementara Tibor Nyilasi, Gabor Poloskei, Laszlo Fazekas (2), Jozsef Toth, dan Lazar Szentes menyelesaikan pertandingan tersebut. Hungaria yang luar biasa gagal lolos dari penyisihan grup tahap pertama, karena mereka kemudian kalah dari Argentina dengan Diego Maradona dan seri dengan Belgia.



#2 Hungaria 9 – 0 Korea Selatan Tahun 1954

Pertandingan itu adalah pertandingan pertama Korea Selatan di final Piala Dunia dan medan itu adalah lautan api karena Korea Selatan harus menghadapi tim legendaris Magyar Magical di Zurich. Pencetak gol Hungaria adalah Ferenc Puskás (2), Sandor Kocsis (3), Zoltán Czibor, serta Peter Palotas (2) dan Lantos Mihaly.

 

#3 Yugoslavia 9 – 0 Zaire Tahun 1974

Yugoslavia menghasilkan beberapa pemain yang menarik di akhir 1960-an dan awal 1970-an, tidak lebih dari pemain sayap legendaris Dragan Dzajic yang berada di scoresheet bersama dengan Dusan Bajevic (3), Ivica Surjak, Josip Katalinski, Vladislav Bogicevic, Branko Oblak, dan Ilija Petković ketika The Blues itu membantai Zaire 9-0 di Grup 2.



#4 Swedia 8 – 0 Kuba Tahun 1938

Kuba hanya memiliki kualifikasi untuk Piala Dunia kali dalam sejarah mereka - yaitu 1938. Di Perancis, negara Karibia itu mengalahkan Rumania pada pertandingan ulangan di babak pertama sebelum dihancurkan 8-0 oleh Swedia di babak perempat final. Tore Keller dan Gustav Wetterstrom baik membantu diri mereka untuk hat-trik, dengan Arne Nyberg dan Harry Andersson penilaian yang lain.



#5 Uruguay 8 – 0 Bolivia Tahun 1950

Uruguay menghasilkan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola pada tahun 1950 saat mereka memenangkan Piala Dunia melalui kemenangan akhir yang menakjubkan atas tim merah favorit dan tuan rumah Brasil. Kebanyakan orang lupa, bahwa juara tahun 1930 itu membuat pasukan yang luar biasa dengan legenda seperti Juan Alberto Schiaffino. Bintang masa depan Milan mencetak dua gol hanya dalam permainan mereka Grup 4 sebagai sesama Amerika Selatan Bolivia dipermalukan. Oscar Miguez (3), Ernesto Vidal, Julio Perez dan Alcides Ghiggia dipecat rumah yang lain.



#6 Jerman 8 – 0 Arab Saudi Tahun 2002

Jerman mengejutkan berhasil sampai ke final Piala Dunia 2002 di Korea Selatan / Jepang meskipun dengan tim yang sangat sederhana. Dalam pertandingan perdana mereka melawan Arab Saudi Die Mannschaft meluluhlantakkan lawan mereka 8-0 di Sapporo Dome.

Miroslav Klose mencetak hattrick, dengan lima gol lainnya dibagi bersama antara Michael Ballack, Carsten Jancker, Thomas Linke, Oliver Bierhoff dan Bernd Schneider.



#7 Turki 7 – 0 Korea Selatan Tahun 1954

Penampilan pertama Korea Selatan di Piala Dunia pada tahun 1954 adalah merupakan nestapa karena mereka kehilangan dua permainan, tidak mencetak gol dan kebobolan 16 angka kekalahan. Ini termasuk penyerahan 7-0 di tangan Turki, lewat gol Burhan Sargun (3), Suat Mamat (2), Erol Keskin dan nama yang sulit untuk dilafalkan Lefter Küçükandonyadis.



#8 Uruguay 7 – 0 Skotlandia Tahun 1954

Pemegang kemenangan 8-0 atas Bolivia pada 1950, uruguay, melanjutkan dengan skor besar lagi empat tahun kemudian di Swiss. Skotlandia yang menjadi lawan kali ini di pertandingan kedua Grup 3 di Stadion St Jakob di Basel. Miguez (2), Carlos Borges (3) dan Julio Abbadie (2) adalah pencetak gol Uruguay yang kemudian maju ke semi final di mana mereka kalah 4-2 dari Hungaria setelah perpanjangan waktu.



#9 Polandia 7 – 0 Haiti Tahun 1974

Polandia memiliki pengalaman Piala Dunia 1974 yang fantastis, mengalahkankan Inggris di kualifikasi sebelum menggila sampai ke tempat ketiga dengan mengalahkan tim tangguh seperti Argentina, Italia dan Brasil. Pada tahap penyisihan grup pertama mereka juga memukul Haiti 7-0 berkat gol dari legenda Grzegorz Lato (2), Kazimierz Deyna, Andrzej Szarmach (3), serta Jerzy Gorgon.



#10 Portugal 7 – 0 Korea Utara Tahun 2010

Setelah seri pada pertandingan pertama Grup G 0-0 melawan Pantai Gading, Portugal meninggalkan jejak mereka di Afrika Selatan tahun 2010 dengan menang besar 7-0 dari Korea Utara di Cape Town. Raul Meireles, Simao, Hugo Almeida, Tiago Mendes (2), Liedson dan Cristiano Ronaldo menciptakan gol untuk Portugal tetapi lupa memesan tempat mereka untuk pertandingan 16 besar.

Jumat, Juli 09, 2010

Menjajal Firefox 4 Beta 1

Hmm… sudah lama blog ini tidak Kang Kombor elus-elus. Sudah hampir sebulan lamanya. Kasihan banget yah…

Kang Kombor sebenarnya ingin berbagi cerita mengenai pencairan cek amazon di Bank CIMB NIAGA. Kojur tenan! Secara total, Kang Kombor kena bayaran $45.

Nggak percaya?

Begini ceritanya. Kang Kombor membawa dua lembar cek amazon ke CIMB Niaga Gedung Fedex (di gedung ini Om Caplang berkantor). Yang selembar bernilai $105 dan satunya lagi $135. Saat menguangkan cek tersebut, Kang Kombor kudu membayar secara kontan beaya sebesar $15 untuk setiap cek. Dus, untuk dua lembar cek itu Kang Kombor kudu mengeluarkan $30. Kang Kombor sudah bilang supaya nanti saja belakangan dipotong dari pencairan. Eh, kata kasirnya nggak bisa. Beaya $15 per cek itu harus dibayar di depan.

Nah, saat Kang Kombor minta Yu Kombor untuk mencetak buku tabungan sambil masukin cicilan KPR, ternyata ada dua kali uang masuk yang bernilai Rp700ribuan dan Rp1jutaan. Dus, kira-kira ada lagi potongan sebesar $30 untuk masing-masing cek.

Yailah… tega banget ya, CIMB Niaga itu?

Oke deh, itu cerita tambahan saja. Cerita sebenarnya adalah Kang Kombor hanya ingin memberitahu Kawan-Kawan semua bahwa Kang Kombor sedang mencoba Firefox 4 Beta 1. Sebagai bukti bahwa Kang Kombor sudah menginstall calon rilisan firefox yang baru itu, di bawah ini adalah skrin syurnya.

image

Kang Kombor memberanikan diri untuk menjajal Firefox 4 Beta 1 karena Firefox versi 3.6.6 suka bengong dan lambat kalau sudah dipakai untuk membuka lebih dari 5 tab. Payah! Untuk Firefox 4 Beta 1 tadi baru dijajal sampai 4 tab dan masih lancar jaya.

Oh ya, Firefox 4 Beta 1 ini menggunakan tampilan dan teknologi yang sama dengan Chrome yaitu tab di atas dan juga menggunakan manajemen crash. Dengan manajemen crash diharapkan bahwa crash pada sebuah tab tidak membuat Firefox crash secara keseluruhan seperti pada versi Firefox sebelumnya.

Mudah-mudahan saja.