Sabtu, Oktober 30, 2010

Pesta Blogger 2010 + dan KBBC

mendiknas m noeh memberikan sambutan pada pb2010+

Sabtu pagi, 30 Oktober 2010, pukul 05:30 WIB Kang Kombor sudah kedatangan Agus Ckp. Tidak lama kemudian muncullah Andi Sakab. Seharusnya, ada seorang lagi, yaitu Rizki. Akan tetapi, karena ban belakang sepeda motor Andi Sakab agak kempes, Rizki yang memang kelebihan berat badan itu ditinggal di Gerbang Citra Raya Tangerang. Mereka itu para blogger Tangerang – yang tergabung dalam Komunitas Bloger Benteng Cisadane – yang akan menghadiri pesta blogger 2010 +.

Pada pesta blogger 2010 ini KBBC berpartisipasi dengan membuka stand komunitas. Biasanya, anggota KBBC hadir secara perorangan tiga sampai lima orang saja dalam pesta blogger yang telah lampau. Ada kemajuan yang patut disyukuri karena anggota baru KBBC ternyata memberi warna baru bagi KBBC.

Kira-kira pukul 06:00 WIB Kang Kombor bersama Agus Ckp dan Andi Sakab berangkat meninggalkan rumah Kang Kombor dengan mengendarai Avanza hitam milik kantor Kang Kombor. Tujuan pertama adalah menjemput Rizki yang menunggu di Gerbang Citra Raya Tangerang. Selanjutnya, rombongan menjemput Bgenk yang menunggu di depan Sabar Subur Jati. Bgenk yang kurus sesuai namanya sudah sejak pukul 06:00 WIB berada di lokasi penjemputan. Baguslah daripada telat :)

Nah, dari Sabar Subur Jati kami menuju ke Regency di Sangiang. Rencananya akan menjemput peralatan milik Zanu. Eh, ternyata Zanu sudah meluncur duluan dengan alasan akan mengambil spanduk gulung di tempat Om Nindityo. Untung masih ada Iwan yang juga kawan sekontrakan Zanu yang kami minta menjemput di Gerbang Villa Gand Tomang – perumahan yang kesasar karena Tomang kok di Sangiang – lalu memandu kami sampai kontrakan mereka. Begitu tiba di kontrakan, peralatan dan semua bahan yang akan dibawa langsung dimomot ke mobil. Tanpa ngopi atau ngeteh dulu kamipun langsung meluncur untuk segera menata stand KBBC di Rasuna Episentrum, lokasi penyelenggaraan pesta blogger 2010 +.

Dari Sangiang, Kang Kombor memilih rute Sabar Subur Jati – Kawasan Industri Manis – Perumahan Harapan Kita – Lippo Karawaci – Tol Jakarta Tangerang – Tol Dalam Kota – Kuningan. Karena keasyikan ngobrol dan kebiasaan Kang Kombor mengambil lajur paling kanan, pintu keluar Tol Dalam Kota untuk menuju HR Rasuna Said terlewati. Terpaksa kami memutar di Pancoran. Habis itu muter-muter. Untung pukul 09:00 WIB kami sudah tiba di Rasuna Episentrum. Di sana sudah ada Mbak Arie, Dessy, Payjo, Riri, Zanu, dan Om Nindityo. Laskar KBBC segera menata stand KBBC.

menata stand kbbc

Stand KBBC dipenuhi lilin ajaib dan lampu senyum tujuh warna milik Agus Ckp, teramini kaktus dan bambu jepang milik Bgenk, buku 101 Ide Bisnis Di Rumah Tanpa Kantor dan buku Bunda Luar Biasa plus brosur franchise kentang keriting dari Mbak Sulis, pin milik Zanu dan stiker KBBC untuk souvenir. Zanu juga membuka jasa pembuatan pin instan bagi peserta pesta blogger 2010 +. Sedangkan, spanduk yang dibawa KBBC adalah spanduk tentang KBBC dan spanduk Tangerang dalam Sketsa yang sketsanya di buat oleh Indonesian Sketcher. Stand KBBC berada di dekat panggung diapit oleh stand Loenpia – Komunitas Blogger Semarang – dan stand ODHA (Orang Dengan HIV Aids). Lokasi yang strategis karena memungkinkan penjaga stand mengikuti seluruh acara yang diselenggarakan di ruang utama itu.

Saat stand KBBC disiapkan, muncul Kang Cacah dan Amin Tea, dua anggota KBBC yang berpostur irit tidak seperti Rizki. Lalu ada juga Om Hermawan, ahli pemasaran buku yang awal November akan bertugas di Medan untuk jangka waktu yang belum dapat dipastikan. Tidak ketinggalan adalan Antown, tukang bikin sketsa yang membuat sketsa Tangerang untuk KBBC. Chiku entah kapan datangnya. Yang jelas, dia ada di sana juga. Juga Om Eko Nugroho yang konon sudah kirim File Data Anggota ke milis KBBC tetapi belum juga disetujui untuk menjadi anggota. Cucian deh!

Saat waktu sudah siang muncullah Om Caplang tetapi blogger biker yang mengelola RodaDua itu tidak lama berada di antara Kawan-Kawan KBBC.

Singkat cerita, keikutsertaan KBBC dalam memeriahkan pesta blogger 2010 + cukup berhasil. Stand KBBC cukup ramai dikunjungi dan mampu membuat Zanu dan Iwan capai untuk membuat pin. Kebersamaan KBBC terasa menyenangkan. Para blogger yang berbeda latar belakang bisa bahu membahu dan bekerja sama mendukung partisipasi KBBC pada hajatan pb 2010 + tersebut.

Saat pulang, rombongan kami ketambahan penumpang. Dia adalah Dessy, yang menjadi penumpang paling cantik di mobil yang kami tumpangi. Rute pulang kami adalah ke Saribumi mengantar Dessy, ke Peusar menurunkan Bgenk lalu ke Sangiang membongkar sauh di konrakan Zanu dan Iwan. Di lokasi ini, kami sempat ngopi dan ngeteh sambil berbincang. Obrolan kami hentikan ketika waktu menunjukkan pukul 22:00 WIB. Andi Sakab sudah resah karena takut tidak dibukakan pintu oleh istrinya. Kang Kombor sendiri tidak pernah resah soal pintu karena Kang Kombor membawa kunci sendiri.

Laporan resmi soal ini dapat dibaca di web KBBC pada kiriman Stand KBBC pada Pesta Blogger 2010 +. Sedangkan, dokumentasi dari kamera ponsel Kang Kombor dapat dilhat di Album Pesta Blogger 2010 +.

Pesta Blogger 2010 + merayakan keberagaman. Apabila pada pb2007, pb2008, dan pb2009 pesertanya adalah blogger semua maka pada pb2010+ ini ada komunitas-komunitas lain yang diajak untuk berparsisipasi bersama.

Apakah pada pb2011 nanti KBBC akan berpartisipasi lagi? Entahlah.

Rabu, Oktober 27, 2010

Foto Posisi Sujud Mbah Marijan Saat Tewas Terkena Wedhus Gembel

Mbah Marijan ditemukan tewas di dapur rumahnya. Juru kunci Gunung Merapi itu ditemukan dalam posisi sujud. Letusan Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 telah menerjang Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, tempat di mana Mbah Marijan tinggal. Selain Mbah Marijan, kemarin malam sudah ditemukan 15 jenazah korban letusan Gunung Merapi di sekitar rumah Mbah Marijan. Jenazah Mbah Marijan sendiri baru ditemukan pagi tadi (27 Oktober 2010).

Berikut adalah foto posisi sujud Mbah Marijan.

foto posisi sujud Mbah Marijan

Subhanallaah.

Mbah Marijan Ditemukan Tewas Dalam Posisi Sujud

Berakhir sudah perjalanan Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi. Kuncen Merapi yang diangkat oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX itu pagi tadi ditemukan tewas di dapur rumahnya. Saat ditemukan, Mbah Marijan dalam posisi sujud.

Kemarin malam tim evakuasi memang belum memeriksa seluruh ruangan rumah Mbah Marijan. Selain gelap, suhu di sana kemarin malam juga masih panas bekas sapuan wedhus gembel. Awan panas itu suhunya mencapai 600 derajad celsius lebih.

Saat evakuasi kemarin malam, di sekitar rumah Mbah Marijan ditemukan 15 jenazah. Empat ditemukan di dalam rumah dan sebelas di luar rumah. Termasuk dalam korban tewas yang ditemukan kemarin malam adalah dua orang wartawan. Salah satunya dari Vivanews.com.

Tim evakuasi yakin bahwa jenazah dalam posisi sujud yang ditemukan di dapur adalah Mbah Marijan. Hal itu dikenali dari baju batik dan peci yang dikenakan jenazah tersebut.

Pada 2006, Mbah Marijan selamat karena Gunung Merapi tidak jadi meletus. Kali ini Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Letusan Gunung Merapi sore kemarin (26 Oktober 2010) telah mengirimkan awan panas yang menerjang Dukuh Kinahreja, Desa Umbulharja, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Jenazah mbah maridjan(1)

Selamat Jalan Mbah Maridjan _Roso-Roso_

Selasa, Oktober 26, 2010

Banjir Jakarta 25 Oktober 2010 Makan Korban Jiwa

selokan tanpa penutup tempat almarhumah dian nur terperosok 

berita korban meinggal banjir jakarta 25 oktober 2010 

Saat hujan deras kemarin, air menggenang di mana-mana termasuk di Jl. Pangeran Antasari di sekitar Pasar Inpres Cipete Selatan. Akibat air yang meluap, got di depan Rumah Dinas Lurah Cilandak Barat tidak kelihatan. Memang, got di samping Pasar Inpres Cipete Selatan sudah ditutup dengan beton. Sayang, penutupan itu hanya sampai batas pasar. Selebihnya, got yang lebarnya kira-kira 1 meter dengan kedalaman 1,5 - 2 meter itu tidak ditutup oleh Pemkot Jakarta Selatan.

Dian Nur Afrianti, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi Swasta terperosok ke dalam got itu dan jenazahnya baru ditemukan tadi pagi di Kali Krukut dekat SMP 250.

Genangan air kemarin sore hingga malam tidak hanya membuat macetnya Jakarta tetapi juga memakan seorang korban jiwa. Sudah pantasnya kumis Gubernur DKI jakarta dicukur akibat dia tidak mampu membuat Jakarta bebas genangan air.

Lokasi tempat terperosoknya Dian dapat dilihat pada gambar yang menyertai kiriman ini. Begitu pula cuplikan berita dari Liputan6.com dan gambar Foke yang sudah dicukur kumisnya.

gubernur dki jakarta fauzi bowo

i-Ring Indosat Sialan

Sebelum ini Kang Kombor pernah menulis tentang bagaimana cara unreg dari i-ring Indosat di blog sebelah. Program i-ring Indosat memang sialan. Pengguna kartu Indosat pra bayar yang tidak daftar i-ring pun bisa tiba-tiba menjadi pengguna i-ring. Sudah begitu, untuk unreg susahnya setengah mati. Pengalaman Yu Kombor yang diceritakan di blog sebelah itu buktinya.

Yang lebih sialan lagi, ternyata sekarang Yu Kombor kena lagi oleh i-ring Indosat. Kebetulan tadi pagi Kang Kombor telpon Yu Kombor. Waktu komunikasi tersambung, sebelum diangkat Yu Kombor ada sapaan khas i-ring, “…bla-bla-bla untuk copy i-ring ini..” lalu terdengar lagu yang kagak jelas entah lagu apa itu.

Kang Kombor nggak tahu bagaimana cara menuntut Indosat untuk praktek i-ringnya yang merugikan pengguna itu. Apabila dibaca di kiriman bagaimana cara unreg dari i-ring Indosat maka selain Yu Kombor banyak pula yang kena program sialan Indosat itu. Kang Kombor sendiri pemakai kartu pasca bayar sehingga relatif tidak kena permainan-permainan curang oleh i-ring Indosat.

Apakah karena sahamnya pernah dikuasai Tumasik maka Indosat sekarang main kotor? Silakan Indosat jelaskan sendiri. Yang pasti, praktek curang seperti itu sangat merugikan pengguna.

image

Senin, Oktober 25, 2010

Foto-foto Banjir Jakarta Tangerang 25 Oktober 2010




Ini beberapa foto banjir Jakarta Tangerang 25 Oktober 2010.
Situasi tol BSD dan BSD.

Koran Sperma Dan Darah

harian sentana

Dulu. Dulu sekali waktu Kang Kombor masih SD dan SMP, Kang Kombor ingat ada koran yang mohon maaf, beritanya itu isi di halaman depannya itu didominasi oleh sperma dan darah. Hampir semua judul berita di halaman depan adalah berita kriminal seperti perkosaan, pembunuhan, perampokan dan lain-lain. Itu alasannya mengapa Kang Kombor sebut beritanya hanya soal sperma dan darah.

Kang Kombor kira, koran sperma dan darah itu sudah tamat riwayat. Ternyata, pada 22 Oktober 2010 yang lalu Kang Kombor bertemu sebuah mobil yang pada kaca belakang mobilnya diberi tempelan Sentana Online. Apakah Harian Sentana yang ada versi online-nya itu sama dengan Sentana yang Kang Kombor jumpai pada masa kecil dulu, Kang Kombor kurang paham. Sebabnya ialah, saat Kang Kombor kunjungi, website Sentana Online itu sedang under constraction.

sentanaonline under constraction

Entah bahasa mana itu Constraction… hehehe. Yang pasti, di bawah ini gambar mobil Sentana itu.

mobil sentanaonline

Mungkin pada saat ini yang bisa menggambarkan bagaimana Sentana zaman dulu itu adalah koran Lampu Merah.

Eh, ternyata ada versi beta offline-nya.

sentanaonline versi beta

Kalau melihat tangkapan layar di atas, Sentana kini nampaknya sudah berbeda dari Sentana tahun 80-an dulu.

Minggu, Oktober 24, 2010

Indeks m.kompas.com yang Payah

indeks detik mobile 
indeks kompas mobile

Kang Kombor ini termasuk orang yang (saat ini) beruntung untuk bisa memiliki blackberry dan langganan blackberry internet service sehingga sambil menunggu kantuk Kang Kombor bisa baca-baca berita di situs berita online. Kang Kombor melakukan itu karena kadang sama sekali tidak sempat baca koran di kantor atau mengakses situs berita online pada pagi sampai sore harinya. Situs berita yang sering Kang Kombor buka adalah m.kompas.com, m.tempointeraktif.com, m.inilah.com dan m.detik.com.

Untuk aktualitas, Kang Kombor mempercayakan pada m.detik.com. Untuk urusan faktualitas, Kang Kombor masih lebih percaya pada m.kompas.com dan m.tempointeraktif.com. Terus m.inilah.com bagaimana? Yang itu untuk mencari sudut pandang dalam penyampaian berita.

Kang Kombor sering mengakses situs-situs berita yang pakai " m." itu lewat tengah malam. Namanya juga sambil menunggu kantuk. Kang Kombor jarang ngantuk sebelum tengah malam. Seperti saat ini lah. Tengah malam sudah lewat tapi ngantuk belum banget.

Jujur saja, apabila sudah lewat tengah malam begini Kang Kombor kesel sama Kompas karena Kang Kombor tidak bisa mengakses berita kemarin (sebelum tengah malam) melalui indeks berita. Taut indeks di layar kanan atas m.kompas.com itu nggak ada gunanya pada saat baru melewati tengah malam. Kadang hanya ada satu berita yang tersedia di indeks berita. Untuk membaca indeks berita kemarin tidak bisa. Dalam soal ini m.kompas.com kalah dari m.detik.com yang indeks beritanya ada taut "Berita Hari Lalu" apabila sudah lewat tengah malam. Kompas mobile mestinya belajar hal seperti ini ke Detik mobile.

Nggak percaya? Silakan lihat saja gambar di atas.

Sabtu, Oktober 23, 2010

Tampak Belakang dan Tampak Depan

Hari Sabtu ini Kang Kombor janji dengan Agus Cikupa untuk survey lokasi peternak lele yang akan dipergunakan oleh KBBC untuk belajar mengenai seluk-beluk pemeliharaan lele. Rencananya, Kang Kombor dan Agus Cikupa akan ke tempat H Nano, demikian nama pemilik kolam lele itu, pukul satu siang.

Nah, waktu Kang Kombor akan menuju ke sana, Kang Kombor melihat dua orang wanita berjilbab mengendarai sepeda motor matic. Walaupun Yu Kombor ada di samping, Kang Kombor ambil gambar kedua wanita itu untuk membuat tampilan tampak belakang dan tampak depannya. Lumayan buat ngisi blog ini.

Di bawah ini foto tampak belakangnya.

dua gadis berjilbab tampak belakang

Dan di bawah ini foto tampak depannya.

dua gadis berjilbab tampak depan 

Hahaha… maaf yah kalau tampak depannya nggak keliatan mukanya. Emangnya Kang Kombor suruh memberhentikan mereka untuk difoto? Bisa-bisa Yu Kombor marah nanti.

Jumat, Oktober 22, 2010

GP Street F1 in Tangerang and Jakarta

Judulnya keren, GP Street F1 in Tangerang and Jakarta. Keren dong! Kiriman ini juga akan keren seperti judulnya. Street F1 alias balapan F1 jalanan. Seperti di Monaco dan Singapura!

Jadi begini Kawan-Kawan. Waktu Kang Kombor berangkat kerja pagi menjelang siang tadi, Kang Kombor ketemu serombongan kendaraan yang baru berupa chasis dan mesin, belum ada karoserinya. Semua masih pada gundul. Jog depan masih dibungkus plastik. Pengemudinya menggunakan helm dan jaket. Saking banyaknya, Kang Kombor jadi teringat balapan gp f1 yang menjadi tontonan kegemaran Kang Kombor selain motogp.

Tempat Kang Kombor melihat rombongan kendaran-kendaraan baru itu adalah di pintu tol bitung di tol Jakarta – Merak. Mereka satu arah dengan Kang Kombor, mengarah ke Jakarta.

Lihat mereka. Mereka seperti mobil balap formula 1 yang akan mulai balapan.

c-gp-street-f1

Ternyata balapan F1 jalanan sudah mulai.

c-gp-street-f1 (1)

Mereka mulai masuk ke area balap jalanan yang ganas. Tol Jakarta – Merak.

c-gp-street-f1 (2)

Mereka melaju kencang ke arah Tangerang.

c-gp-street-f1 (3) 

Pit stop pertama, pintu tol keluar Tangerang.

c-gp-street-f1 (4)

Menuju ke arah Serpong. Jembatan tol di sebelah Setos dan FM3.

c-gp-street-f1 (5)

Kendaraan balap F1 jalanan terus melaju menuju Tifico.

c-gp-street-f1 (6)

Menjelang lampu merah Gading Serpong.

c-gp-street-f1 (7)

Inilah tampilan pembalap jalanan itu.

c-gp-street-f1 (8)

Pembalap di belakang siap melakukan overtaking.

c-gp-street-f1 (9)

Menuju Bundaran Alam Sutera.

c-gp-street-f1 (10)

Menjelang BSD Junction. Kang Kombor belum tahu rute mereka apakah akan menuju Teras Kota atau belok kiri.

c-gp-street-f1 (11)

Ternyata belok kiri untuk melewati Taman Kota BSD.

c-gp-street-f1 (12)

Inilah daerah perumahan elit di BSD. Giri Loka, Puspita Loka, Nusa Loka.

c-gp-street-f1 (13)

Pompa bensin dekat Polsek Serpong.

c-gp-street-f1 (14)

Pusat pembudidayaan Pohon Trembesi di sebelah Polsek Serpong sudah dilewati.

c-gp-street-f1 (15)

Menjelang lampu merah Griya Loka, BSD.

c-gp-street-f1 (16)

Dalam keadaan padat mereka tetap berusaha melakukan overtaking.

c-gp-street-f1 (17)

Lampu merah Griya Loka dilewati. Apakah mereka akan menuju Ciputat dan menyeberangi tol BSD? Nampaknya tidak mungkin.

c-gp-street-f1 (18)

Benar! Mereka masuk tol BSD Bintaro JORR.

c-gp-street-f1 (19)

Pit stop kedua, Gerbang Tol Pondok Ranji.

c-gp-street-f1 (20)

Satu per satu mengambil pit stop.

c-gp-street-f1 (21)

Mobil balap selanjutnya di pit stop. Queuing pit sop.

gp-street-f1 (22)

Lepas pit stop kedua. Mereka kembali berpacu.

c-gp-street-f1 (23)

Menuju JORR.

gp-street-f1 (24)

Under bridge overtaking yang mulus. Tidak perlu pakai senggolan. Mobil balap sebelah kanan yang melakukan overtaking.

gp-street-f1 (25)

Pit stop ketiga, Gerbang Tol JORR tidak sempat diabadikan juru foto. Mereka terus melaju.

c-gp-street-f1 (26) 

Sayang Kang Kombor harus keluar di Cipete, Pondok Labu. Mereka masih terus menuju ke arah Rambutan.

Benar-benar balap f1 jalanan yang menakjubkan. Lebih dari 25 mobil yang berpartisipasi dalam balapan f1 jalanan itu.