Selasa, Juni 28, 2011

Hari–Hari Pertama di Sleman

Kang Kombor, Yu Kombor dan Dhenok tiba di Medari,Sleman, pada Senin (27 Juni 2011) pukul 00:45 WIB. Sudah lewat tengah malam, Pedukuhan Jetis sangat sepi, tidak seperti tengah malam di Citra Raya Tangerang di mana masih banyak orang berada di jalanan. Sungguh tenang rasanya kehidupan di Desa. Malam dipergunakan seperti seharusnya, yaitu untuk berisitirahat.

Begitu tiba di depan rumah, ternyata ada Kang Darmo dan Doni yang berduaan di teras rumah Kang Kombor. Kang Darmo adalah kangmas Kang Kombor sedangkan Doni adalah menantu dari Lik Suhar. Lik Suhar adalah putra pertama dari Mbah Cilik yang tinggal di Medari Cilik. Mungkin mereka berdua menunggu kedatangan Kang Kombor sekeluarga karena Kang Kombor sudah memberi informasi bahwa Kang Kombor akan tiba sekitar pukul 00:30 WIB.

rumah kang kombor di sleman

Begitu tiba, kami masuk ke rumah Kang Darmo sebentar kemudian Kang Kombor masuk ke dalam rumah Kang Kombor yang masih berantakan, barang-barang yang dibawa dengan truk dari Tangerang pada Selasa malam minggu lalu belum ditata. Kang Kombor melihat kasur sudah ada di dalam kamar. Tak perlu memikir lama, Kang Kombor langsung saja merebahkan diri di sana dan tidur.

Senin pagi Kang Kombor mulai beres-beres rumah. Ternyata barang bawaan Kang Kombor banyak juga. Sampai hari ini saat menulis kiriman ini, Kang Kombor belum selesai beres-beres. Hari-hari pertama di Sleman diisi dengan beres-beres rumah. karena Yu Kombor sedang flu berat,Kang Kombor pun harus jadi penatu pula.

Oke deh, sekian dulu. Kang Kombor mau beres-beres lagi, belum selesai nih!

Minggu, Juni 26, 2011

Sertijab

Sertijab

Dalam rangka kepulangkampungan Kang Kombor, banyak hal yang harus dilakukan. Kang Kombor harus mengurus surat pindah sekolah Dhenok, mengurus mutasi STNK Si Ngorok dan Si Mio, kopdar dengan teman-teman TopiBambu dan melakukan sertijab. Sertijab mesti dilakukan karena Kang Kombor menjadi Ketua RW07 Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Karena pindah ke Sleman, jelas Kang Kombor tidak dapat melaksanakan tugas sebagai Ketua RW untuk melayani warga.

Acara sertijab dilakukan kemarin malam di BAWAL 45 dengan mengundang seluruh Pengurus RW07, Pengurus Harian RT yang ada di lingkungan RW07, Ketua DKM, para Ustadz dan Tokoh Masyarakat RW07. Alhamdulillaah acara berlangsung dengan lancar. Bendahara RW menggantikan posisi Kang Kombor sebagai Ketua RW dan posisi yang ditinggalkan serta beberapa posisi lain akan segera diisi oleh warga yang lain.

Dengan dilaksanakannya seretijab kemarin malam Kang Kombor tidak lagi memiliki ganjalan untuk bergerak ke Sleman pada pagi hari ini. Semoga Ketua RW yang baru dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik. Amin.

Sabtu, Juni 25, 2011

Pertemuan Terakhir di Tangerang dengan Komunitas Topi Bambu

Jumat malam (24 Juni 2011) kemarin merupakan pertemuan terakhir Kang Kombor dengan teman-teman TopiBambu. Pertemuan terakhir untuk periode Kang Kombor di Kabupaten Tangerang karena pada hari Minggu (26 Juni 2011) besok Kang Kombor akan pindah ke Kabupaten Sleman. Kang Kombor pun sudah menyerahkan kepada teman-teman TopiBambu untuk memilih pimpinan tertinggi untuk Komunitas Topi Bambu agar kegiatan hari demi hari bisa berjalan dengan baik. Posisi Kang Kombor di Sleman jelas kurang memungkinkan untuk itu. Teman-teman pada malam Minggu yang lalu sudah sepakat memilih Kang Agush sebagai pimpinan tertinggi TopiBambu.

pertemuan topi bambu

Pada pertemuan kemarin malam, Kang Kombor berpesan agar teman-teman tetap menulis untuk TopiBambu. Penulisan profil pengusaha mikro harus terus dilanjutkan. Insya’ Allah, hal itu akan bermanfaat baik bagi si pengusaha mikronya sendiri, penulisnya dan juga TopiBambu. Selain itu, Kang Kombor juga mengingatkan bahwa Komunitas Topi Bambu masih berupa bayi. Tugas anggota semua untuk membesarkan komunitas tersebut. Jangan berharap komunitas akan menjadi besar dengan sendirinya apabila anggota tidak berusaha untuk membesarkan komunitasnya. Yang terakhir, Kang Kombor juga menyampaikan bahwa Kang Kombor akan memantau terus perkembangan TopiBambu dari Sleman. Untuk memacu semangat teman-teman, Kang Kombor sampaikan bahwa Kang Kombor tidak ingin TopiBambu nanti kalah dari Slemanesia yang akan Kang Kombor awaki seorang diri.

Hadir dalam pertemuan Topibambu kemarin selain Kang Kombor adalah Kang Agush, Kang Andi, Bgenk, Rizki, Cepot dan seorang kawan Bgenk.

OK kawan, mari kita wujudkan tujuan kita bersama!

Senin, Juni 20, 2011

Mau Ngapain di Sleman?

“Mau ngapain di Sleman?”

Kang Kombor acapkali mendengar pertanyaan itu dari Kawan-Kawan Kang Kombor. Kang Kombor tentu memiliki rencana untuk kehidupan di Sleman nanti. Ada rencana untuk 2012 dan 2014. Akan tetapi, untuk Juli 2011 sampai 2012-nya sendiri, Kang Kombor harus melihat dulu situasi di Sleman. Kang Kombor harus mempelajari segala sesuatunya di sana untuk memutuskan apa yang akan Kang Kombor kerjakan.

“Sudah dapat pekerjaan di Jogja?”

Pertanyaan seperti itu juga acapkali dilontarkan oleh Kawan-Kawan Kang Kombor. Jujur saja, Kang Kombor belum mencari pekerjaan di Jogja. Kalau bisa sih, Kang Kombor ingin menciptakan pekerjaan untuk Kang Kombor sendiri. Ada terbersit di nurani ini untuk menjadi seorang wirausaha sosial atau istilah kerennya sociopreneur. Kang Kombor sudah membaca-baca mengenai makhluk bernama sociopreneur itu dan nampaknya, seperti nasehat Bapak pada Pak Marsudiyanto, Kang Kombor tidak boleh kebanyakan mikir.

tumbuh-kembali

Percaya Kepada Yang Maha Kuasa

Kang Kombor selalu percaya bahwa pemberi rejeki kepada sekalian makhluk adalah Yang Maha Kuasa. Ada rejeki yang dijamin oleh Yang Maha Kuasa untuk seluruh makhluk-NYA, yaitu makan. Ada rejeki yang diberikan sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh manusia. Nah, rejeki yang kedua ini yang didapat atas karya kita baik sebagai pedagang, karyawan, penulis, pengacara, pelukis, dan lain-lain. Itu pula yang akan Kang Kombor cari melalui ikhtiar.

Kuncinya, jangan pernah sangsi kepada rahmat Allah. Selamat berhari Senin, Kawan-Kawan.

Sabtu, Juni 18, 2011

Pulang Ke Sleman Bukan untuk Berpisah

Kang Kombor selalu bercita-cita untuk kembali ke Sleman dan menetap di tempat kelahiran itu. Rencana yang Kang Kombor buat adalah pulang kampung saat usia 45 atau 50 tahun. Akan tetapi, kepulangan itu Kang Kombor majukan. Untuk apa pulang saat usia sudah senja? Lebih baik, pulang ke desa saat usia belum lagi mencapai usia lahir kembali (40 tahun).

sleman

Jujur saja, ada perasaan berat meninggalkan Tanah Banten yang sudah Kang Kombor jejaki sejak kwartal IV 1994 yang lalu. Tanah Banten sudah menjadi satu dengan jiwa Kang Kombor sebagaimana Daerah Istimewa Yogyakarta (yang keistimewaannya akan dirusak oleh rezim penguasa saat ini). Kuliah di Banten. Istri dari Banten. Tinggal di Banten. Kawan-kawan dari Banten juga sudah sedemikian banyaknya…

Berat meninggalkan semua itu. Namun, Kang Kombor tidak pernah mengatakan berpisah dengan Kawan-Kawan. Tidak ada perpisahan yang terjadi. Yang ada hanya perubahan jarak. Apabila tadinya kita berada dalam satu kabupaten atau provinsi, kini kita berbeda provinsi. Beda provinsi tetapi masih satu pulau, yaitu Pulau Jawa. Jarak yang tidak jauh. Kang Kombor pernah malas-malasan di rumah dari pagi sampai petang. Selama seharian itu, Kang Kombor tetap saja ada di rumah, tidak sampai ke mana-mana. Di lain hari, Kang Kombor mengemudi dari pagi sampai petang. Ternyata Kang Kombor petangnya sudah berada di Sleman.

Tak ada perpisahan, Kawan-Kawan. Tak ada perayaan perpisahan. Kang Kombor tidak pernah merayakan perpisahan. Yang Kang Kombor rayakan adalah pertemuan. Apabila ada rejeki, insya’ Allah setiap lebaran Kang Kombor akan selalu mudik ke Cikupa, Kabupaten Tangerang karena kakek dan nenek Dhenok tinggal di sana.

Desa Caturharjo adalah desa di mana Kang Kombor akan tinggal nanti. Insya’ Allah, nanti Kang Kombor akan memberi kabar tentang Sleman kepada Kawan-Kawan semua melalui Slemanesia.