Sabtu, Juli 30, 2011

Mutiara Selatan dan Lodaya Malam

Mutiara Selatan dan Lodaya Malam adalah nama dua buah kereta api menuju dan dari Bandung. Mutiara Selatan melayani penumpang dari Surabaya menuju Bandung dan sebaliknya. Kereta ini memiliki kelas eksekutif dan bisnis. Sedangkan, Lodaya Malam adalah kereta api yang melayani penumpang dari Solo Balapan menuju Bandung dan sebaliknya. Seperti halnya Mutiara Selatan, Lodaya Malam memiliki kelas eksekutif dan bisnis.

Sabtu, Juli 23, 2011

Mari Mencintai Buku

Buku Tua
Kang Kombor sangat mencintai buku. Waktu SD dulu, semua buku di lemari Bu Lik yang guru SD sudah Kang Kombor baca semua. Kehabisan bahan bacaan, Kang Kombor meminta Kang Darmo -- sulung di keluarga Kang Kombor -- untuk meminjam buku di perpustakaan SMP di mana dia sekolah. Waktu duduk di bangku SMP, Kang Kombor menjadi pustakawan perpustakaan sekolah agar bisa meminjam buku banyak-banyak. Di SMA dan saat kuliah, perpustakaan pun menjadi tempat favorit Kang Kombor untuk menghabiskan waktu.

Waktu awal-awal bekerja, Kang Kombor tidak memiliki televisi di kamar kontrakan tetapi Kang Kombor punya buku. Buku menjadi harta Kang Kombor yang paling berharga. Kehilangan televisi mungkin tak membuat Kang Kombor larut dalam duka tetapi kehilangan buku bisa membuat Kang Kombor sedih alang kepalang.

Rabu, Juli 20, 2011

Topi Bambu Raksasa

Rizki sedang mengukur diameter ilaban
Waktu masih tinggal di Kabupaten Tangerang dulu, Kang Kombor bersama beberapa kawan blogger mendirikan Komunitas TopiBambu. Ini adalah sebuah komunitas online yang bertujuan untuk menjadi agen pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi. Komunitas TopiBambu berencana untuk menulis profil para pengusaha mikro dan kecil dan mempublikasikannya di website TopiBambu. Nama topi bambu sendiri Kang Kombor yang mengusulkan setelah Kang Kombor melakukan pencarian di internet dan mendapati bahwa topi bambu pernah menjadi produk unggulan Tangerang di masa penjajahan Belanda dulu. Topi bambu pun dipergunakan dalam lambang Kabupaten Tangerang sebagai simbol hasil kerajinan dan industri Kabupaten Tangerang.

Berbagai kegiatan sudah dilakukan Komunitas TopiBambu untuk mengenalkan kembali topi bambu Tangerang. Menulis di website TopiBambu, memamerkan topi bambu dan menjual topi bambu sudah pernah dilakukan oleh Komunitas TopiBambu. Yang terakhir, Komunitas TopiBambu bekerjasama dengan Trans7 untuk mengenalkan topi bambu melalui acara Laptop Si Unyil.

Nah, untuk membuat topi bambu Tangerang semakin dikenal kembali, Komunitas TopiBambu memutuskan untuk membuat topi bambu raksasa bergaris tengah 2 meter. Pembuatan topi bambu raksasa itu diusulkan oleh Kang Agus Cikupa dan disepakati oleh semua pengurus topi bambu. Sebelum Kang Kombor pindah ke Sleman, sekretariat Komunitas TopiBambu adalah rumah Kang Kombor sehingga pertemuan-pertemuan TopiBambu sering diadakan di rumah Kang Kombor.

Senin, Juli 18, 2011

Mari Menjadi Manusia Produktif

Sabtu lalu Kang Kombor mengajak Kawan-Kawan untuk terus berkarya sampai senjakala. Kang Kombor memberi ilustrasi ajakan itu dengan gambar seorang nenek penjual gathot di Pasar Sleman. Kali ini Kang Kombor mengajak Kawan-Kawan untuk menjadi manusia yang produktif.

Kita, manusia ini, diberi waktu yang sama oleh Tuhan. Sama-sama diberi waktu 24 jam sehari. Akan tetapi, pemanfaatan waktu yang diberikan oleh Tuhan itu berbeda-beda. Ada yang dalam waktu 24 jam mampu menghasilkan banyak hal dan ada pula yang dalam waktu 24 jam itu tidak menghasilkan apa-apa.

Keputusan untuk memanfaatkan atau tidak memanfaatkan waktu berada pada diri kita. Mau membiarkan waktu berlalu tanpa kita berbuat sesuatu atau membunuhnya dengan melakukan banyak karya, diri kita sendirilah yang dapat menentukan.

Minggu, Juli 17, 2011

MOS dan Surat Cinta

surat-cinta-populer.jpgMOS dan surat cinta. Mungkin Kawan-Kawan melihat antara kedua hal itu tidak ada hubungannya. Sekilas memang tidak ada hubungannya tetapi menurut Kang Kombor kedua hal tersebut memiliki hubungan yang erat.

Apa hubungannya, Kang?

Setiap tahun ajaran baru, SMP dan SMA melakukan MOS atau Masa Orientasi Sekolah. Kegiatan yang dipergunakan untuk memberi pembekalan bagi para siswa baru mengenai sekolah yang mereka masuki. Nah, pada kegiatan MOS itu biasanya surat cinta banyak dicari.

Kang Kombor pada 2009 pernah iseng membuat blog tentang surat cinta. Pada setiap tahun ajaran baru, blog surat cinta itu mendapatkan kunjungan yang luar biasa. Ternyata, para siswa baru ditugasi oleh Panmos untuk membuat surat cinta sehingga para siswa baru itu melakukan pencarian contoh surat cinta di internet.

Blog surat cinta itu pernah Kang Kombor buka untuk menerima kiriman surat cinta dari pembaca. Namun, karena pindah hosting, fasilitas untuk kirim surat cinta ke blog surat cinta itu belum Kang Kombor buka lagi. Selama masa itu ada satu puisi cinta yang pernah dikirimkan pembaca yang berjudul Surat Cinta untuk Pujaan Hatiku.

Sabtu, Juli 16, 2011

Mari Terus Berkarya Sampai Senjakala

Mau mengetahui denyut ekonomi mikro? Pergilah ke pasar-pasar tradisional, di sanalah tempat transaksi ekonomi mikro setiap harinya terjadi. Tentu saja, di lokasi-lokasi lain juga ada. Akan tetapi, di pasar transaksi tentu lebih beragam karena pasar memang tempat bertemunya pedagang dan pembeli.

Hampir setiap hari Kang Kombor mengantarkan Yu Kombor ke Pasar Sleman yang jaraknya dari rumah kira-kira 3,5 km - 4 km. Di Pasar Sleman kebutuhan sayur-sayuran, buah-buahan dan lauk-pauk cukup tersedia, tinggal pilih mau beli apa. Jajanan pasar untuk oleh-oleh anak-anak pun cukup tersedia.

Berbeda dengan mal di Jakarta di mana hampir semua penjaga toko atau kios di sana adalah manusia usia produktif, di pasar tradisional terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta, masih banyak manusia berusia lanjut (manula) yang masih berdagang. Usia lanjut tidak menghentikan mereka untuk berkarya mencari nafkah. Salah satu contohnya adalah nenek penjual gathot yang gambarnya Kang Kombor pasang sebagai ilustrasi pada kiriman ini.

Di pasar-pasar masih banyak kakek dan nenek tua yang berdagang mencari nafkah. Sebaliknya, di kampung-kampung banyak pemuda-pemuda perkasa yang bermalas-malasan tanpa karya. Seharusnya kita pemuda malu dengan kakek-kakek dan nenek-nenek yang terus berkarya sampai usia senja mereka.

Marilah kita pemuda bangkit dan berkarya. Kita diberi waktu yang sama oleh Sang Pencipta. Apakah waktu 24 jam akan kita biarkan lewat negitu saja atau kita isi dengan karya, itu pilihan kita. Saran Kang Kombor, isilah dengan karya. Karya apa saja yang penting positif. Membersihkan kebun apabila punya kebun. Membersihkan kali dari sampah. Mengumpulkan barang bekas. Menanami pekarangan dengan sayuran atau bunga-bungaan. Apa saja!

Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja dan membunuh kita tetapi sebaliknya mari kita bunuh waktu dengan karya-karya kita. Terus berkarya sampai senjakala...

Kamis, Juli 14, 2011

Pentingnya Membackup Berkas Penting Secara Daring (Online Backup)

berkasBaru-baru ini kawan saya Ari Juliano mendapat musibah. Laptop, iPad dan BlackBerry miliknya dibawa kabur pembantu yang baru sehari diterima bekerja di rumahnya. Laptop, iPad dan Blackberry tentu saja merupakan barang-barang berharga. Akan tetapi, yang lebih berharga adalah berkas-berkas penting yang terdapat di dalam ketiga perangkat tersebut.


Tiga tahun lalu, kawan saya yang lain dicuri laptopnya. External hard disk yang dipergunakan sebagai back up ikut digondol maling karena disimpan di dalam tas laptop.


Dua kejadian di atas mengingatkan Kang Kombor mengenai pentingnya melakukan backup berkas-berkas digital secara online agar apabila perangkat keras yang kita miliki hilang kita masih dapat mengakses berkas-berkas digital yang kita miliki.


Senin, Juli 11, 2011

Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Pelajaran 2011 - 2012

Hari ini, Senin 11 Juli 2011 adalah hari pertama masuk sekolah untuk siswa SD, SMP dan SMA/SMK di seluruh Indonesia. Selain siswa dan siswi yang naik kelas, ada pula siswa dan siswi baru kelas satu, kelas tujuh dan kelas sepuluh.

Liburan selama tiga minggu sudah usai. Sudah waktunya bagi para pelajar untuk kembali ke bangku sekolah untuk mencari dan menerima ilmu pengetahuan yang diajarkan melalui berbagai macam mata pelajaran di sekolah.

Kang Kombor mengantarkan Dhenok ke sekolahnya yang baru di Sleman setelah pindah dari Tangerang. Di hari pertama ini, selain siswa baru kelas satu ada pula beberapa siswa pindahan seperti Dhenok. Ada yang di kelas tiga, ada pula yang di kelas empat seperti Dhenok.

Hari pertama masyuk sekolah hari ini adalah Hari Senin. Hari untuk Upacara Bendera. Kang Kombor mengikuti jalannya upacara sampai selesai. Hmm... Jadi teringat waktu masih sekolah dulu, setiap Senin selalu upacara. Kegiatan yang harus dipertahankan karena saat ini hanya melalui upacara benderalah sikap cinta tanah air dan bangsa bisa diajarkan. Jangan sampai upacara bendera dihapuskan karena saat ini sudah banyak siswa yang tidak hafal Pancasila. Banyak pula yang tidak hafal di luar kepala Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Untunglah sekolah Dhenok yang baru ini masih melaksanakan upacara bendera. Lihatlah pada gambar di atas, Bendera Merah Putih yang siap dikibarkan!

Kerja Bakti Penguatan Jalan ke TPU

TPU untuk warga Pedukuhan Jetis, Desa Caturharjo, yang terdapat di Pedukuhan Medari Gedhe sudah penuh. Oleh karenanya, warga Pedukuhan Jetis membuat makam baru di atas tanah kas desa. Makam baru tersebut bersebelahan dengan makam warga Dusun Kanggotan yang masih satu pedukuhan dengan Pedukuhan Jetis.

Untuk mempersiapkan areal makam serta memperkuat jalan ke makam, warga Pedukuhan Jetis melakukan kerja bakti yang dilaksanakan pada setiap hari Minggu dan hari libur nasional. Selain itu, setiap warga juga dikenai iuran sebesar minimal Rp220.000,- per kepala keluarga.

Kang Kombor yang baru tinggal kembali di Pedukuhan Jetis tidak ketinggalan untuk berpartisipasi. Serkiler iuran sudah diterima walaupun belum dibayarkan iurannya. Untuk kerja bakti, Kang Kombor baru mulai berpartisipasi hari Minggu 10 Juli 2011.

Yang Kang Kombor sukai dari desa adalah warganya yang begitu guyub untuk bergotong royong, budaya yang selayaknya dilestarikan di Indonesia. Untuk orang-orang desa yang berurbanisasi ke kota, janganlah melupakan tradisi gotong royong. Mentang-mentang tinggal di kota lalu menjadi individualis... Jangan begitu. Bergaullah, berbaurlah dengan warga masyarakat yang lain apabila ada kegiatan gotong royong!

Jumat, Juli 08, 2011

Tragedi Nomor Urut Cantik

23 Juni 2011 yang lalu Kang Kombor ke Plasa Telkom BSD untuk menutup nomor flexi pasca bayar dan menonaktifkan Speedy karena Kang Kombor sekeluarga akan berangkat ke Sleman pada 26 Juni 2011. Saat mengambil nomor antrian, Kang Kombor dapat nomor 123. "Nomor yang cantik..." pikir Kang Kombor.

Eh, tapi apa benar cantik?

Waktu tiba di ruang tunggu, nomor yang dilayani baru sampai ke nomor 92. Waduh, nomor antrian nggak jadi cantik. Coba dapat nomor 93, pasti Kang Kombor bela-belain untuk mengatakan bahwa 93 itu nomor cantik daripada menunggu dipanggil masik 30-an nomor lagi...

Emang sih, meja CSRnya banyak. Ada sepuluh atau duabelas ya? Lupa tidak Kang Kombor hitung. Yang jelas banyak deh!

Nah, untuk mengisi waktu, Kang Kombor baca-baca email via blackberry. Bosan baca email, Kang Kombor baca berita yang penting update di m.detik.com. Bosan di detik, Kang Kombor ke m.inilah.com. Bosan dengan email dan web, Kang Kombor mulai jeprat-jepret pakai kamera. Suasana orang pada antri Kang Kombor foto. Begitu pula nomor antrian yang cantik yang Kang Kombor dapatkan, Kang Kombor foto beberapa kali.

Eh, tapi gara-gara asyik motoin nomor antrian, Kang Kombor tidak dengar waktu ada panggilan, "Nomor urut 123 ke counter 8!". Jujur, Kang Kombor tidak dengar. Yang Kang Kombor dengar adalah yang berikutnya, "Nomor urut 124 ke counter 8!"

Waduh... Keliwatan deh! Kang kombor buru-buru berdiri dan kasih tahu CSR tapi karena nomer 124 juga sudah sampai di meja CSR, Kang Kombor diminta menunggu setelahnya.

Ampun dah! Gara-gara nunggu kelamaan jadi keliwatan...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rabu, Juli 06, 2011

Desa Caturharjo Desaku Yang Kucinta


Desaku Yang Kucinta


Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
dan handai tolanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai

Lagu gubahan L Manik yang sering Kang Kombor nyanyikan di kala kecil dulu sangat meresap di sanubari Kang Kombor. Syairnya sederhana tetapi sangat mengena. Itu pula yang membuat Kang Kombor selalu bercita-cita untuk kembali ke desa. Cita-cita yang sudah Kang Kombor penuhi sejak Senin 27 Juni 2011 pukul 00:45 WIB saat Kang Kombor, Yu Kombor dan Dhenok tiba di Desa Caturharjo.

gapura desa caturharjoDesa Caturharjo adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Caturharjo terhampar di atas dataran seluas 702 hektar yang terdiri dari 20 Pedukuhan dengan 108 RT dan 49 RW. Sembilan belas dari duapuluh pedukuhan yang ada terdapat di sebelah Selatan Jalan Raya Yogya Magelang atau di sebelah kiri jalan yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Kota Magelang, apabila kita berangkat dari Yogyakarta menuju Magelang. Jalan masuk Desa Caturharjo ditandai dengan sebuah gapura yang juga merupakan pintu masuk Pedukuhan Jetis, pedukuhan di mana Kang Kombor tinggal saat ini.

Selasa, Juli 05, 2011

WordPress 3.2

Baru kemarin Kang Kombor update blog yang menggunakan wordpress, dari wordpress 3.1.3 ke wordpress 3.1.4. Eh, hari ini saat Kang Kombor buka dasbor wordpress, sudah ada pemberitahuan bahwa wordpress 3.2 sudah tersedia. Waduh... Sumpah deh, kewalahan juga mengikuti wordpress yang updatenya bisa sebulan dua kali...


wordpress 3.2 available


Eh, tapi karena wordpress gratis dan Kang Kombor masih ada rejeki untuk bayar hosting ya Kang Kombor masih memelihara blog yang menggunakan wordpress. Itu untuk domain lain. Kalau domain kombor.com, saat ini sudah dikembalikan ke blogspot lagi karena memelihara web hosting juga harus punya pengetahuan tentang keamanan server. Kapan hari blog Kang Kombor dikerjai hacker dan disisipi skrip jahat sehingga blog Kang Kombor dikategorikan sebagai "situs penyerang" oleh Google. Waktu dilihat, semua halaman index.php di semua map (folder) sudah disisipi skrip jahat. Alhasil, Kang Kombor harus mengganti semua halaman index.php dengan file yang bersih. Cape juga...


Senin, Juli 04, 2011

Kebon Nganggur dan Bihun Godhog Pak Cip

Sudah seminggu Kang Kombor berada di Sleman. Jujur, Kang Kombor belum sempat bersilaturahmi ke Kawan-Kawan yang tinggal di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kang Kombor masih berkutat di seputar rumah. Setelah beres-beres rumah, Kang Kombor merangsek ke kebun di belakang rumah yang semak-semaknya tumbuh bebas seenaknya. Semak-semak itu harus Kang Kombor bersihkan agar kebun menjadi bersih dan nyaman untuk dikunjungi setiap saat. Di samping itu, tanaman yang sengaja ditanam tidak perlu berebut makanan dengan semak-semak liar itu.

Kebun yang seperti hutan
 Lihat penampakan kebun di belakang rumah yang seperti hutan itu. Entah Kang Kombor butuh waktu berapa hari untuk membersihkannya. Kang Kombor sudah tiga hari membersihkan kebun itu, masing-masing satu jam waktu yang dialokasikan kecuali hari Minggu kemarin yang Kang Kombor alokasikan waktu selama empat jam.