Bangga Indonesia Disebut Sudah Sejajar Dengan BRIC

Indonesia sudah sejajar dengan BRIC dan sudah selayaknya istilah BRIC diubah menjadi BRICI. Yang mengatakan hal itu adalah pakar pemasaran dunia yang buku karangannya menjadi pegangan para mahasiswa di banyak kampus di seluruh dunia, yaitu Philip Kotler, yang menjadi Duta Indonesia untuk bidang pariwisata. Alasannya, dengan kinerja ekonomi yang baik dengan angka pertumbuhan ekonomi antara 6% sampai 7%, menurut Philip Kotler, Indonesia bukan sekedar tumbuh melainkan telah menunjukkan kinerja ekonomi yang bagus, lebih bagus dari banyak negara lainnya.
"Pertama, untuk indonesia, saya menilai di dunia ini ada lima, bukan empat,  negara emerging countries. Empat negara lain adalah Brazil, Rusia, India,  dan China (BRIC). Seharusnya istilah BRIC diganti menjadi BRICI, dengan kata I terakhir merujuk  pada Indonesia. Selanjutnya, orang akan mulai mencari tahu, siapa itu Indonesia?" (vivanews)
 Apakah itu BRIC?


Istilah BRIC pertamakali dikemukakan oleh Jim O'Neill pada 2001 melalui papenya yang berjudul "Building Better Global Economic BRICs". Penggunaan akronim BRIC menyebar sebagai simbol perpindahan kekuatan ekonomi dunia dari negara-negara G7 ke negara-negara berkembang. Diperkirakan, ekonomi BRIC akan menggeser ekonomi G7 pada 2027. Negara yang disebut BRIC adalah Brasil, Rusia, Cina dan India. Keempat negara yang juga disebut sebagai The Big Four itu dinilai memiliki kesetaraan sebagai negara-negara baru dengan pembangunan ekonomi yang maju.

Bagaimana dengan Indonesia?

Pada tahun 1990-an, Indonesia bersama dengan Korea Selatan disebut sebagai Macan Asia. Pada waktu itu, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 7% sampai 8% pertahun. Di Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah yang tertinggi. Akan tetapi, krisis ekonomi pada 1998 telah merontokkan gelar itu. Ekonomi Indonesia bersama negara-negara di Asia Tenggara lainnya mengalami kemunduran dalam bidang ekonomi dan kebangkitan kembali ekonomi Indonesia tergolong lambat apabila dibandingkan dengan negara-negara lain sekawasan.

Lima tahun terakhir ekonomi Indonesia kembali tumbuh lebih baik daripada negara-negara sekawasan. Krisis ekonomi yang melanda negara-negara maju pada 2008 tidak berimbas terlalu banyak kepada Indonesia yang belum memiliki aktivitas yang maju di pasar modal dan pasar derivatif. Kinerja ekonomi yang terus membaik. Krisis Eropa dan Amerika Serikat yang terjadi saat ini tidak begitu berpengaruh kepada Indonesia. Itulah yang dinilai Philip Kotler membuat Indonesia telah sejajar dengan BRIC dan sudah selayaknya istilah BRIC diganti menjadi BRICI dengan tambahan I mengacu kepada Indonesia.

Bangga

Kita pantas bangga dengan penilaian Philip Kotler itu. Akan tetapi, kebanggaan itu tidak boleh membuat kita terlena. Para pakar ekonomi dunia mengingatkan bahwa krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat saat ini bukan tidak mungkin dapat menyeret perekonomian negara-negara di kawasan lain di dunia ke dalam krisis yang sama. Kalau pun Indonesia dapat terhindar dari krisis itu, Indonesia harus berkaca pada saat Indonesia disebut Macan Asia dulu. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu ternyata ditopang dengan hutang luar negeri yang sangat banyak yang membuat Indonesia bangkrut saat nilai tukar Rupiah terhempas ke titik yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada kurun waktu tahun 1990-an itu pun tidak dinikmati manisnya oleh seluruh rakyat Indonesia tetapi hanya dinikmati oleh sedikit orang Indonesia. Kisah buruk itu tidak boleh terjadi lagi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia harus dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia. Kesejahteraan harus dinikmati bersama, bukan hanya dinikmati oleh sebagian sangat kecil orang Indonesia yang bisa besar karena fasilitas yang didapatnya, bukan semata karena kerja keras mereka.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti apabila tidak mampu untuk mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Masuk ke dalam BRICI menjadikan kita bangga. Terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia membuat kita bahagia.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

9 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 16, 2011 5:49:00 AM

semoga yo kang, praktek-praktek sing salah kui iso dibenerke ...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 16, 2011 5:51:00 AM

setahu saya, untuk menghitung angka pertumbuhan ekonomi itu sangat sulit. alasannya adalah angka yang tercantum untuk perhitungan itu sendiri yang masih tidak pasti. angkanya belum "fix" karena fluktuasi harga yang dapat berubah setiap waktu.

tidak ada hasil pastinya. karena angka yang digunakan adalah estimasi, sehingga hasilnya berupa presentase pertumbuhan ekonomi itu sendiri pun masih estimasi.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 16, 2011 2:05:00 PM

emang sudah seharusnya Indonesia masuk dalam 5 negara dari BRIC itu, dan udah seharusnya juga Indonesia kembali menjadi macan asia


Folback yaa

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
joe
Rabu, November 16, 2011 9:33:00 PM

semoga itu bukan hanya prediksi dan menjadi kenyataan

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 16, 2011 11:57:00 PM

BRICI? itu yg slalu ada di khayalan gw om...
malah sejak 2009, gw slalu mmbayangkan mudah2an ada berita menyebutkan BRIC+I... malah yg bikin gw gila, gw slalu memandang kalo Indonesia itu mempunyai pertumbuhan ekonomi 2 digit kayak cina...
Tapi mudah2an BRICI sebentar lagi tak jd khayalan... Amin..

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, November 18, 2011 12:29:00 AM

@Suryaden:
Amin. Semoga keadilan sosial segera terwujud di Indonesia.

@Panduan Belajar blog:
Angka-angka itu biar jadi urusan para ekonom. Kita cukup menggunakannya saja :)

@jimmy63:
Amin. Segera saya follback.

@joe:
Semoga, Mas. Mudah-mudahan pengakuan Philip Kotler segera diikuti oleh pengakuan pada ahli lainnya.

@Bgenk:
Khayalan yang bisa menjadi kenyataan, Bro. Semoga segera menjadi kenyataan dan masuknya Indonesia ke dalam BRICI menjadi berkah buat seluruh rakyat Indonesia.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, November 21, 2011 9:04:00 AM

Hihihi...
Pointku dah sampean ambil di paragraf akhir Kang...

Kalo untuk Cinta Indonesia aku teteuppp 1000% bahkan...
Tapi kalo untuk bangga, sik tak itunge sik :P

Mikir ekonomi makro berbanding mikro sik, trus mikir sing isa tuku ngentekke tiket konser berbanding sing turu nang ngisor jembatan....
Nglirik yang ada di tempat basah berkursi, berbanding yang kecebur basah di kali n comberan...

Sekian dan terimakasih..
:)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, November 22, 2011 7:58:00 PM

Maztrie siapa tahu setelah masuk BRICI semua orang jadi mampu beli tiket konser...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 10:02:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan