Bertanam Kapulogo Tanaman Obat Batuk dan Penurun Panas

Kapulogo adalah tanaman jenis rimpang-rimpangan. Bentuk tanamannya seperti tanaman lengkuas. Perbedaannya, pada pangkal tanaman kapulogo muncul bunga dan buah, sedangkan tanaman lengkuas tidak. Nama latin kapulogo adalah Amomum cardamomum, dalam Bahasa Inggris disebut Cardamom. Sedangkan, dalam beberapa bahasa daerah, kapulogo disebut juga kapol, palaga, kardamunggu, puar-puar, puar-laga, karenggamunggu atau kapulaga. Tanaman kapulogo memiliki khasiat obat. Yang sudah diketahui, kapulogo dapat dipergunakan untuk mengobati kejang perut, rematik, panas, demam, batuk, bau badan, radang amandel, gangguan haid, obat kumur, influenza, radang lambung, sesak nafas, dan badan lemah. Selain itu, kapulogo dapat juga dipergunakan untuk penambah nafsu makan dan pencegah mual.

tanaman kapulogo seperti tanaman lengkuas


Kang Kombor mengenal tanaman kapulogo sudah sejak kecil dulu. Di rumah nenek di Bangunsari, Bangunkerto, Turi tempat Kang Kombor dulu dilahirkan, ada serumpun tanaman kapulogo di kebun salak milik nenek. Warna kapulogo di sana itu putih. Kata nenek, buahnya dapat dipergunakan sebagai obat batuk. Kang Kombor mengenal tanaman kapulogo sudah lebih dari 30 tahun tetapi Kang Kombor baru bertanam kapulogo kira-kira selama sebelas bulan. Itu pun tidak sengaja.

Pada akhir Desember 2010, Kang Kombor mengantarkan almarhumah ibu ke tempat kelahirannya di Ciamis, Jawa Barat. Di sana, selain mengunjungi seluruh keluarga, ibu juga meminta bibit kapulogo kepada salah satu uwa Kang Kombor. Ada sekitar lima belas bakalan kapol yang kami bawa pulang ke Sleman. Lumayanlah buat indukan. Kata uwa, kapol kering di Ciamis waktu itu harganya empat puluh ribu rupiah per kilogram. "Wah, lumayan juga," pikir Kang Kombor, "tapi satu kilo itu dihasilkan dari berapa banyak rumpun ya?".

Sesampai di Sleman, Kang Kombor minta tolong seorang saudara untuk menanam di kebun belakang rumah. Tadinya Kang Kombor akan tanam sendiri tetapi Kang Kombor waktu itu tidak kuat dengan nyamuk kebun yang banyak sekali. Maklumlah, Kang Kombor kan selama delapan tahun tidak pernah pergi ke kebun dan dikerubuti nyamuk kebun!

bunga dan buah kapulogo

Kini, tanaman kapol itu, yang umurnya sebelas bulan sudah belajar berbuah. Kang Kombor gembira karena menemukan tanaman yang dapat Kang Kombor perbanyak untuk memanfaatkan kebun yang selama ini hanya ditumbuhi semak-semak tidak bernilai ekonomi. Kang Kombor pun mulai memperbanyak tanaman kapol itu. Rencananya, tanaman kapol itu akan Kang Kombor sebar ke seluruh kebun Kang Kombor. Kebun orang lain sih tidak akan Kang Kombor tanami, hahaha... Toh, menurut Kang Kombor, tanaman kapol ini dapat ditumpangsarikan dengan tanaman yang lain, terutama jenis tanaman keras.

tanaman kapulogo perbanyakan
Jujur saja, Kang Kombor belum tahu ke mana akan "membuang" kapol itu apabila nanti berbuah banyak. Akan tetapi, dari hasil cecari di internet, Kang Kombor menemukan bahwa di Kulon Progo dan di lereng Gunung Sindoro ada juga yang menanam kapulogo itu. Pastilah kalau ada yang menanam, ada juga pembelinya.

Apakah Kawan-Kawan tertarik untuk menanam kapulogo juga? Silakan datang ke tempat Kang Kombor untuk Kang Kombor beri sebatang tunas kapulogo. Jangan banyak-banyak, nanti habis pula tanaman kapulogo Kang Kombor kalau pada minta banyak-banyak, hahaha. Jadikan itu sebagai bakalan indukan dan silakan diperbanyak sendiri nanti. Gampang kok memperbanyaknya.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

11 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 30, 2011 12:17:00 AM

kapulogo biasanya di pake juga untuk madu mongso,... wuah segaar

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 30, 2011 9:59:00 AM

berkunjung sob..salam blogger
sukses selalu yah..
salam

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 30, 2011 12:27:00 PM

Bukannya bisa langsung di jual di pasar? Di Bringharjo ada kok yang yang mau nampung.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 30, 2011 3:33:00 PM

sesuk aku dolan ngomah sampean meneh nyuwun bibite ya kang...
#ndremis style :))

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, November 30, 2011 9:43:00 PM

Suryaden, wah mantap itu. Kapan-kapan bikinin aku ya...

Workshop Bisnis Online, salam blogger kembali. Sukses juga untuk Guru Bisnis Online.

kotakpermen, trims informasinya.

maztrie, silakan... silakan... nanti aku beri satu #tetappelit hahaha...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 01, 2011 9:53:00 AM

taneman ini bisa tumbuh di tanah lempung tidak mas, kalo bisa boleh tuh minta bibit, kebonku lemahe alot je mas

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Desember 01, 2011 6:41:00 PM

ronex, silakan dicoba saja, mas, siapa tahu bisa. silakan ke tempat saya.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
didin cah muntilan
Senin, Februari 25, 2013 11:22:00 AM

saya siap nampung mas kapulogo nya.
silahkan hub 081229088062.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Mei 06, 2015 8:38:00 AM

Assalamu'alaikum sobat ^^ semoga hari ini berkah yaa..

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 10:01:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Juni 08, 2016 9:28:00 PM

turinya mana mas.? sy di kadilobo,pakem. minat main ke tempat jenengan. ini no hp sy 081327180141

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan