Saturday, July 30, 2011
Mutiara Selatan dan Lodaya Malam
Saturday, July 23, 2011
Mari Mencintai Buku
![]() |
| Buku Tua |
Waktu awal-awal bekerja, Kang Kombor tidak memiliki televisi di kamar kontrakan tetapi Kang Kombor punya buku. Buku menjadi harta Kang Kombor yang paling berharga. Kehilangan televisi mungkin tak membuat Kang Kombor larut dalam duka tetapi kehilangan buku bisa membuat Kang Kombor sedih alang kepalang.
Wednesday, July 20, 2011
Topi Bambu Raksasa
![]() |
| Rizki sedang mengukur diameter ilaban |
Berbagai kegiatan sudah dilakukan Komunitas TopiBambu untuk mengenalkan kembali topi bambu Tangerang. Menulis di website TopiBambu, memamerkan topi bambu dan menjual topi bambu sudah pernah dilakukan oleh Komunitas TopiBambu. Yang terakhir, Komunitas TopiBambu bekerjasama dengan Trans7 untuk mengenalkan topi bambu melalui acara Laptop Si Unyil.
Nah, untuk membuat topi bambu Tangerang semakin dikenal kembali, Komunitas TopiBambu memutuskan untuk membuat topi bambu raksasa bergaris tengah 2 meter. Pembuatan topi bambu raksasa itu diusulkan oleh Kang Agus Cikupa dan disepakati oleh semua pengurus topi bambu. Sebelum Kang Kombor pindah ke Sleman, sekretariat Komunitas TopiBambu adalah rumah Kang Kombor sehingga pertemuan-pertemuan TopiBambu sering diadakan di rumah Kang Kombor.
Monday, July 18, 2011
Mari Menjadi Manusia Produktif
Kita, manusia ini, diberi waktu yang sama oleh Tuhan. Sama-sama diberi waktu 24 jam sehari. Akan tetapi, pemanfaatan waktu yang diberikan oleh Tuhan itu berbeda-beda. Ada yang dalam waktu 24 jam mampu menghasilkan banyak hal dan ada pula yang dalam waktu 24 jam itu tidak menghasilkan apa-apa.
Keputusan untuk memanfaatkan atau tidak memanfaatkan waktu berada pada diri kita. Mau membiarkan waktu berlalu tanpa kita berbuat sesuatu atau membunuhnya dengan melakukan banyak karya, diri kita sendirilah yang dapat menentukan.
Sunday, July 17, 2011
MOS dan Surat Cinta
MOS dan surat cinta. Mungkin Kawan-Kawan melihat antara kedua hal itu tidak ada hubungannya. Sekilas memang tidak ada hubungannya tetapi menurut Kang Kombor kedua hal tersebut memiliki hubungan yang erat.
Apa hubungannya, Kang?
Setiap tahun ajaran baru, SMP dan SMA melakukan MOS atau Masa Orientasi Sekolah. Kegiatan yang dipergunakan untuk memberi pembekalan bagi para siswa baru mengenai sekolah yang mereka masuki. Nah, pada kegiatan MOS itu biasanya surat cinta banyak dicari.
Kang Kombor pada 2009 pernah iseng membuat blog tentang surat cinta. Pada setiap tahun ajaran baru, blog surat cinta itu mendapatkan kunjungan yang luar biasa. Ternyata, para siswa baru ditugasi oleh Panmos untuk membuat surat cinta sehingga para siswa baru itu melakukan pencarian contoh surat cinta di internet.
Blog surat cinta itu pernah Kang Kombor buka untuk menerima kiriman surat cinta dari pembaca. Namun, karena pindah hosting, fasilitas untuk kirim surat cinta ke blog surat cinta itu belum Kang Kombor buka lagi. Selama masa itu ada satu puisi cinta yang pernah dikirimkan pembaca yang berjudul Surat Cinta untuk Pujaan Hatiku.
Saturday, July 16, 2011
Mari Terus Berkarya Sampai Senjakala
Hampir setiap hari Kang Kombor mengantarkan Yu Kombor ke Pasar Sleman yang jaraknya dari rumah kira-kira 3,5 km - 4 km. Di Pasar Sleman kebutuhan sayur-sayuran, buah-buahan dan lauk-pauk cukup tersedia, tinggal pilih mau beli apa. Jajanan pasar untuk oleh-oleh anak-anak pun cukup tersedia.
Berbeda dengan mal di Jakarta di mana hampir semua penjaga toko atau kios di sana adalah manusia usia produktif, di pasar tradisional terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta, masih banyak manusia berusia lanjut (manula) yang masih berdagang. Usia lanjut tidak menghentikan mereka untuk berkarya mencari nafkah. Salah satu contohnya adalah nenek penjual gathot yang gambarnya Kang Kombor pasang sebagai ilustrasi pada kiriman ini.
Di pasar-pasar masih banyak kakek dan nenek tua yang berdagang mencari nafkah. Sebaliknya, di kampung-kampung banyak pemuda-pemuda perkasa yang bermalas-malasan tanpa karya. Seharusnya kita pemuda malu dengan kakek-kakek dan nenek-nenek yang terus berkarya sampai usia senja mereka.
Marilah kita pemuda bangkit dan berkarya. Kita diberi waktu yang sama oleh Sang Pencipta. Apakah waktu 24 jam akan kita biarkan lewat negitu saja atau kita isi dengan karya, itu pilihan kita. Saran Kang Kombor, isilah dengan karya. Karya apa saja yang penting positif. Membersihkan kebun apabila punya kebun. Membersihkan kali dari sampah. Mengumpulkan barang bekas. Menanami pekarangan dengan sayuran atau bunga-bungaan. Apa saja!
Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja dan membunuh kita tetapi sebaliknya mari kita bunuh waktu dengan karya-karya kita. Terus berkarya sampai senjakala...
Thursday, July 14, 2011
Pentingnya Membackup Berkas Penting Secara Daring (Online Backup)
Baru-baru ini kawan saya Ari Juliano mendapat musibah. Laptop, iPad dan BlackBerry miliknya dibawa kabur pembantu yang baru sehari diterima bekerja di rumahnya. Laptop, iPad dan Blackberry tentu saja merupakan barang-barang berharga. Akan tetapi, yang lebih berharga adalah berkas-berkas penting yang terdapat di dalam ketiga perangkat tersebut.
Tiga tahun lalu, kawan saya yang lain dicuri laptopnya. External hard disk yang dipergunakan sebagai back up ikut digondol maling karena disimpan di dalam tas laptop.
Dua kejadian di atas mengingatkan Kang Kombor mengenai pentingnya melakukan backup berkas-berkas digital secara online agar apabila perangkat keras yang kita miliki hilang kita masih dapat mengakses berkas-berkas digital yang kita miliki.
Monday, July 11, 2011
Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Pelajaran 2011 - 2012
Liburan selama tiga minggu sudah usai. Sudah waktunya bagi para pelajar untuk kembali ke bangku sekolah untuk mencari dan menerima ilmu pengetahuan yang diajarkan melalui berbagai macam mata pelajaran di sekolah.
Kang Kombor mengantarkan Dhenok ke sekolahnya yang baru di Sleman setelah pindah dari Tangerang. Di hari pertama ini, selain siswa baru kelas satu ada pula beberapa siswa pindahan seperti Dhenok. Ada yang di kelas tiga, ada pula yang di kelas empat seperti Dhenok.
Hari pertama masyuk sekolah hari ini adalah Hari Senin. Hari untuk Upacara Bendera. Kang Kombor mengikuti jalannya upacara sampai selesai. Hmm... Jadi teringat waktu masih sekolah dulu, setiap Senin selalu upacara. Kegiatan yang harus dipertahankan karena saat ini hanya melalui upacara benderalah sikap cinta tanah air dan bangsa bisa diajarkan. Jangan sampai upacara bendera dihapuskan karena saat ini sudah banyak siswa yang tidak hafal Pancasila. Banyak pula yang tidak hafal di luar kepala Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Untunglah sekolah Dhenok yang baru ini masih melaksanakan upacara bendera. Lihatlah pada gambar di atas, Bendera Merah Putih yang siap dikibarkan!
Kerja Bakti Penguatan Jalan ke TPU
Untuk mempersiapkan areal makam serta memperkuat jalan ke makam, warga Pedukuhan Jetis melakukan kerja bakti yang dilaksanakan pada setiap hari Minggu dan hari libur nasional. Selain itu, setiap warga juga dikenai iuran sebesar minimal Rp220.000,- per kepala keluarga.
Kang Kombor yang baru tinggal kembali di Pedukuhan Jetis tidak ketinggalan untuk berpartisipasi. Serkiler iuran sudah diterima walaupun belum dibayarkan iurannya. Untuk kerja bakti, Kang Kombor baru mulai berpartisipasi hari Minggu 10 Juli 2011.
Yang Kang Kombor sukai dari desa adalah warganya yang begitu guyub untuk bergotong royong, budaya yang selayaknya dilestarikan di Indonesia. Untuk orang-orang desa yang berurbanisasi ke kota, janganlah melupakan tradisi gotong royong. Mentang-mentang tinggal di kota lalu menjadi individualis... Jangan begitu. Bergaullah, berbaurlah dengan warga masyarakat yang lain apabila ada kegiatan gotong royong!
Friday, July 08, 2011
Tragedi Nomor Urut Cantik
Eh, tapi apa benar cantik?
Waktu tiba di ruang tunggu, nomor yang dilayani baru sampai ke nomor 92. Waduh, nomor antrian nggak jadi cantik. Coba dapat nomor 93, pasti Kang Kombor bela-belain untuk mengatakan bahwa 93 itu nomor cantik daripada menunggu dipanggil masik 30-an nomor lagi...
Emang sih, meja CSRnya banyak. Ada sepuluh atau duabelas ya? Lupa tidak Kang Kombor hitung. Yang jelas banyak deh!
Nah, untuk mengisi waktu, Kang Kombor baca-baca email via blackberry. Bosan baca email, Kang Kombor baca berita yang penting update di m.detik.com. Bosan di detik, Kang Kombor ke m.inilah.com. Bosan dengan email dan web, Kang Kombor mulai jeprat-jepret pakai kamera. Suasana orang pada antri Kang Kombor foto. Begitu pula nomor antrian yang cantik yang Kang Kombor dapatkan, Kang Kombor foto beberapa kali.
Eh, tapi gara-gara asyik motoin nomor antrian, Kang Kombor tidak dengar waktu ada panggilan, "Nomor urut 123 ke counter 8!". Jujur, Kang Kombor tidak dengar. Yang Kang Kombor dengar adalah yang berikutnya, "Nomor urut 124 ke counter 8!"
Waduh... Keliwatan deh! Kang kombor buru-buru berdiri dan kasih tahu CSR tapi karena nomer 124 juga sudah sampai di meja CSR, Kang Kombor diminta menunggu setelahnya.
Ampun dah! Gara-gara nunggu kelamaan jadi keliwatan...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Wednesday, July 06, 2011
Desa Caturharjo Desaku Yang Kucinta
Desaku Yang Kucinta
Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
dan handai tolanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai
Desa Caturharjo adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Caturharjo terhampar di atas dataran seluas 702 hektar yang terdiri dari 20 Pedukuhan dengan 108 RT dan 49 RW. Sembilan belas dari duapuluh pedukuhan yang ada terdapat di sebelah Selatan Jalan Raya Yogya Magelang atau di sebelah kiri jalan yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Kota Magelang, apabila kita berangkat dari Yogyakarta menuju Magelang. Jalan masuk Desa Caturharjo ditandai dengan sebuah gapura yang juga merupakan pintu masuk Pedukuhan Jetis, pedukuhan di mana Kang Kombor tinggal saat ini.Tuesday, July 05, 2011
WordPress 3.2
Baru kemarin Kang Kombor update blog yang menggunakan wordpress, dari wordpress 3.1.3 ke wordpress 3.1.4. Eh, hari ini saat Kang Kombor buka dasbor wordpress, sudah ada pemberitahuan bahwa wordpress 3.2 sudah tersedia. Waduh... Sumpah deh, kewalahan juga mengikuti wordpress yang updatenya bisa sebulan dua kali...
![]()
Eh, tapi karena wordpress gratis dan Kang Kombor masih ada rejeki untuk bayar hosting ya Kang Kombor masih memelihara blog yang menggunakan wordpress. Itu untuk domain lain. Kalau domain kombor.com, saat ini sudah dikembalikan ke blogspot lagi karena memelihara web hosting juga harus punya pengetahuan tentang keamanan server. Kapan hari blog Kang Kombor dikerjai hacker dan disisipi skrip jahat sehingga blog Kang Kombor dikategorikan sebagai "situs penyerang" oleh Google. Waktu dilihat, semua halaman index.php di semua map (folder) sudah disisipi skrip jahat. Alhasil, Kang Kombor harus mengganti semua halaman index.php dengan file yang bersih. Cape juga...
Monday, July 04, 2011
Kebon Nganggur dan Bihun Godhog Pak Cip
![]() |
| Kebun yang seperti hutan |




