Senin, Oktober 29, 2012

Kindle Fire HD VS iPad Mini

Kindle Fire HD The Worlds Most Advanced 7” Tablet is only $199 to be owned. You will get much values from the less price you pay for Kindle Fire HD. The values are much more than what you will get from iPad Mini with $329 price.

kindle fire hd vs ipad mini

Kindle Fire HD features 30% more pixels and 33% more pixels-per-inch than iPad mini, which means clearer, sharper images. With Kindle Fire HD, you can watch HD movies and TV—you can’t on iPad mini because it's not an HD device. And because low-quality sound can ruin your HD entertainment experience, Kindle Fire HD features better audio with dual stereo speakers and Dolby Digital Plus. Additionally, Kindle Fire HD offers fast Wi-Fi with dual band, dual antennas + MIMO. With all this, Kindle Fire HD is still $130 less than iPad mini. Take a look at the comparison chart below to see how Kindle Fire HD compares to iPad mini.

kindle fire hd stunning hd display

World's most advanced 7" tablet

  • 1280x800 HD display with polarizing filter and anti-glare technology for rich color and deep contrast from any viewing angle
  • Exclusive Dolby audio and dual-driver stereo speakers for immersive, virtual surround sound
  • World's first tablet with dual-band, dual-antenna Wi-Fi for 40% faster downloads and streaming (compared to iPad 3)
  • High performance 1.2 Ghz dual-core processor with Imagination PowerVR 3D graphics core for fast and fluid performance
  • Over 22 million movies, TV shows, songs, magazines, books, audiobooks, and popular apps and games such as Facebook, Netflix, Twitter, HBO GO, Pandora, and Angry Birds Space
  • Integrated support for Facebook, Twitter, Gmail, Hotmail, Yahoo! and more, as well as Exchange calendar, contacts, and email
  • Free Skype video calls with front-facing HD camera
  • Free unlimited cloud storage for all your Amazon content
  • Kindle FreeTime - a free, personalized tablet experience just for kids on the Kindle Fire HD. Set daily screen limits, and give access to appropriate content for each child
  • Prime Instant Video - unlimited, instant streaming of thousands of popular movies and TV shows
  • Kindle Owners' Lending Library - Kindle owners can choose from more than 180,000 books to borrow for free with no due dates, including over 100 current and former New York Times best sellers

Read Kindle Fire HD vs iPad Mini comparison which will explain why you will get much more for less if you buy Kindle Fire HD rather than iPad Mini.

Minggu, Oktober 28, 2012

Sumpah Pemuda dan Diskon Babu Indonesia

Hari ini Bangsa Indonesia memperingati Soempah Pemoeda, ikrar para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 yang mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, Bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Pada Hari Sumpah Pemuda ini Kang Kombor bersama Yu Kombor menghadiri kopdar Komunitas Blogger Jogja di Bjong Coffee, Jl. Nologaten, Yogyakarta. Bjong Coffee sendiri sebenarnya tidak buka pagi-pagi tetapi karena Ketua KBJ mengatakan yang hadir kopdar sekitar 30 – 50 orang, maka pemilik Bjong Coffee bersedia buka pagi untuk melayani anggota KBJ yang akan pada kopdar.

Syukurlah, ada sekitar 30-an narablog Jogja yang hadir pada kopdar Oktober KBJ itu.

Kopdar Oktober KBJ merupakan kopdar bulanan KBJ. Nah, pada kopdar tadi, yang paling ditunggu-tunggu adalah bagi-bagi ilmu SEO blogspot oleh Mbah Bowo pengelola BloggerSragen.com. Sayang, karena harus takziyah, Kang Kombor dan Yu Kombor tidak bisa mengikuti paparan Mbah Bowo. Padahal, Kang Kombor pengin banget berguru pada Mbah Bowo yang di lingkungan KBJ dikenal sebagai Master Blogspot yang juga terkenal dengan FTV-nya.

Pukul 09:30 Kang Kombor tiba dan pukul 11:15 Kang Kombor pamit. Tiba di rumah pukul 12:00 langsung berangkat ke rumah duka. Ternyata upacara pemberangkatan jenazah sudah dimulai. Kang Kombor ikuti acara pemakaman sampai dengan selesai. Kang Kombor ikut mengantarkan jenazah sampai ke  makam agar sempurna takziyah Kang Kombor.

iklan pembantu rumah tangga malaysia

Pulangnya, Kang Kombor berseluncur di internet membaca berita. Betapa geramnya Kang Kombor membaca berita di dua situs berita tentang selebaran babu Indonesia on sale yang diedarkan di Jalan Chow Kit, Malaysia. Selebaran tentang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang harganya didiskon. Hah! Macam barang aja didiskon!

Sebagai orang Indonesia jelas saja Kang Kombor geram karena perusahaan Malaysia itu nyata-nyata sudah melecehkan Bangsa Indonesia. Akan tetapi, Kang Kombor tidak semata-mata geram pada perusahaan Malaysia itu. Kang Kombor juga geram pada pemerintah Indonesia yang masih saja mengirim TKI kualitas rendah yang bekerja di sektor informal alias babu. Padahal, di Timur Tengah sana, banyak peluang kerja di hospitality industry seperti restoran, perhotelan dan rumah sakit. Perawat kesehatan dan perawat orang tua juga diminta. Lah ini pemerintah kok ya ngirimnya babu mulu…

Waktu Kang Kombor berkesempatan berkunjung ke Dubai dulu, di hotel, restoran, toko-toko bebas cukai di bandara dan di jalanan Dubai, Kang Kombor banyak bertemu pekerja asal Philipina. Pernah juga ketemu pegawai hotel dari Indonesia tetapi itu hanya satu di antara belasan petugas hotel dari Philipina yang Kang Kombor temui.

Pemerintah bagaimana sih? Stop saja itu pengiriman babu. Kalau mau kerja ke luar negeri ya sebaiknya sekolah yang bener. Sekolah perawat, sekolah perhotelan, sekolah perestoran, sekolah jaga toko… dan satu hal lagi, ya menguasai Bahasa Inggris itu wajib. Yang membuat pekerja Indonesia dihargai sangat murah kan karena tidak bisa komunikasi. Nah, pemerintah ya harus tegas. SDM yang memang tidak memenuhi kualifikasi untuk bekerja di luar negeri sebaiknya tidak usah dikirim ke luar negeri daripada membuat malu karena diiklankan diskon seperti yang dilakukan perusahaan Malaysia itu.

Parah deh! Hari Sumpah Pemuda malah baca iklan menjengkelkan.

Sabtu, Oktober 27, 2012

Google Authorship

Dua hari tidak memeriksa email, ternyata kemarin ada email dari Google. Judulnya: Welcome to Google Authorship!

Kang Kombor penasaran apa itu Google Authorship. Ternyata, itu adalah fasilitas dari Google untuk menampilkan foto dan taut ke profil Google+ kita pada hasil pencarian Google.

welcome to google authorship

Kang Kombor, entah kapan, ternyata pernah mendaftar pada Google Authorsip dan menambahkan Google Authorship markup ke halaman blog Kang Kombor. Entah bagaimana dulu Kang Kombor melakukannya, Kang Kombor tidak ingat.

Kemarin, Google memberi informasi bahwa Kang Kombor telah mengembangkan kepengarangan (authorship) Kang Kombor, sehingga apabila informasi kepengarangan muncul, foto dan taut ke profil Kang Kombor akan muncul di dekat konten Kang Kombor di hasil pencarian Google.

Waduh… Loh, Kok Waduh?

Ya waduh to! Itu artinya Kang Kombor jadi nggak bisa sembunyi lagi nanti karena wajah Kang Kombor sudah tersebar di seluruh jagad maya.

Hehehe… norak banget ya!

google authorsip

Nah, Kawan-Kawan yang belum mengerti tentang Google Authorship, silakan meluncur sendiri ke halaman yang menerangkan tentang Google Authorship itu. Yang belum daftar dan tertarik untuk daftar silakan daftar.

Sementara itu dulu, Kang Kombor akan menemani Yu Kombor dan Dhenok membuat sate dari daging qurban kemarin.

Jumat, Oktober 26, 2012

Kurban Qurban

Tahun lalu keluarga kami tidak menyembelih hewan kurban padahal selama lima tahun berturut-turut sebelumnya kami selalu berkurban. Jujur saja, tahun lalu kami merasa sedang sempit…

Tahun ini, hampir saja keluarga kami tidak berkurban lagi. Bukan karena merasa sempit melainkan kami benar-benar sempit. Tak perlulah kami ceritakan apa hal yang sempit itu, Kang Kombor yakin Kawan-Kawan semua sudah bisa menebak.

Ya, kami benar-benar sempit sampai akhirnya kami pergi ke Jamsostek dan ke sebuah bank untuk mencairkan sebuah cek dari kegiatan makelaran barang secara daring. Allahu akbar! Ternyata kami tidak sesempit yang kami kira. Kami pun akhirnya sepakat untuk tidak berpelit-pelit kepada Allah karena ternyata kami saat ini sedang lapang. Lapang untuk berkurban.

kambing qurban 1433h

Walhasil, kemarin selepas maghrib di saat orang-orang sedang bertakbir di masjid-masjid, Kang Kombor bersama seorang saudara menyambangi dua pedagang kambing. Pada saat mengunjungi pedagang kambing yang kedua, Kang Kombor merasa cocok dengan perawakan dan harga seekor kambing di antara beberapa ekor kambing yang ada di sana. Kambing itu pun Kang Kombor beli untuk qurban.

Tahun lalu sebenarnya ada kecamuk di dada Kang Kombor karena merasa sempit itu. Sebenarnya saat itu seekor kambing untuk qurban masih bisa terbeli. Perasaan “merasa sempit”-lah yang membuat Kang Kombor tidak membeli hewan qurban. Dada Kang Kombor berkecamuk kala itu karena Kang Kombor telah berpelit-pelit kepada Gusti Allah yang telah memberi semua nikmat yang bisa DIA berikan kepada Kang Kombor sekeluarga. Sungguh, kegiatan berpelit-pelit kepada Tuhan pada tahun lalu itu sepertinya tidak akan pernah terbalaskan walaupun tahun ini kami melaksanakan qurban.

Pernahkah Kawan-Kawan merasakan hal yang sama? Merasa bahwa Kawan-Kawan pernah berpelit-pelit kepada Tuhan karena tidak melaksanakan qurban padahal sebenarnya untuk membeli seekor hewan qurban, Kawan-Kawan saat itu ada dana?

Selasa, Oktober 23, 2012

Pesta Blogger dan ON|OFF Tinggal Sejarah?

Pesta Blogger dan ON|OFF tinggal sejarah? Kang Kombor terpaksa menanyakan hal tersebut karena website pestablogger.com dan onoffid.org sudah tidak dapat diakses sama sekali. Twitter @onoffID juga sudah mati suri.

pb2007 Breakout Session, Celebrity Blog. Fasilitator: Maylaffayza.

pb2009 pesta blogger

pb2010 pesta blogger

Pesta Blogger memang tinggal sejarah. Ajang berkumpul para narablog Indonesia yang dilaksanakan pertama kali pada 2007 itu hanya bertahan sampai 2010. Pada 2011, Pesta Blogger diganti menjadi ON|OFF. Sungguh tidak dinyana bahwa ternyata penggantian nama kegiatan itu telah menjadikan Pesta Blogger off…

onioff-ideas-meet-opportunities-www_onoffid_org

Kang Kombor tidak sedang berolok-olok. Memang ada yang tidak setuju dengan kegiatan Pesta Blogger. Kang Kombor sendiri berada dalam posisi pro untuk kegiatan kopi darat para narablog, apa pun itu namanya dan siapa pun penyelenggaranya. Untuk kegiatan Pesta Blogger, Kang Kombor hadir pada pb2007, pb2009 dan pb2010. Pada pb2008 Kang Kombor sebenarnya mendaftar untuk ikutan dan sudah ‘daftar ulang’ tetapi pada hari H pb2010 Kang Kombor malah sedang kurang sehat.

Kawan-Kawan, Pesta Blogger dan ON|OFF tinggal sejarah. Lalu, akankah Blogger Nusantara menyusul?

Semoga tidak.

Senin, Oktober 22, 2012

Prabowo Subianto dan Joko Widodo

Gegap gempita pilkada DKI telah usai. Kita semua sudah mengetahui hasilnya, yaitu pasangan Jokowi – Ahok berhasil memenangkan agenda Pemilihan Kepala Daerah di ibukota negara itu. Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama dipilih oleh sebagian besar warga DKI untuk menjadi gubernur.

gema indonesia raya - pilih pemimpin yang bersih

Pilkada DKI memang sudah usai. Hasilnya kita semua juga sudah tahu, termasuk komentar Taufik Kiemas yang mengatakan kapok berkoalisi dengan Partai GERINDRA karena kemenangan Jokowi di pilkada DKI bukannya mengangkat popularitas Megawati melainkan mendongkrak popularitas Prabowo Subianto. Benarkah popularitas Prabowo Subianto terangkat oleh kemenangan Joko Widodo?

Hmm… pertanyaan pada kalimat terakhir paragraf kedua di atas tidak ingin Kang Kombor elaborasi lebih lanjut. Kang Kombor butuh survei untuk itu dan Kang Kombor tidak punya waktu serta dana untuk melakukannya. Biarlah nanti mahasiswa S1 atau S2 jurusan komunikasi yang akan menyusun skripsi atau tesis yang meneliti kebenaran pernyataan Taufik Kiemas itu. Itu pun apabila ada mahasiswa yang tertarik dan tidak kehilangan momentum untuk melakukan penelitian itu. Kang Kombor akan bercerita mengenai pertemuan Prabowo Subianto dengan Jokowi sehingga Kawan-Kawan nanti bisa paham bahwa Prabowo tidak ujug-ujug atau tiba-tiba dalam mengusung Jokowi menjadi Calon Gubernur DKI berpasangan dengan Ahok.

prabowo subianto dan joko widodo

Jadi begini, Kawan-Kawan. Pada Pilkada Solo 2011, Partai GERINDRA termasuk partai yang mendukung pasangan Joko Widodo – FX Hadi Rudyatmo. Soal berkoalisi dengan PDIP, GERINDRA sudah sering melakukannya. Hajatan paling besar koalisi PDIP – GERINDRA adalah pilpres 2009 di mana waktu itu Prabowo Subianto menjadi Calon Wakil Presiden dan Calon Presiden Megawati Soekarnoputri.

Nah, kapan pertama kali Prabowo Subianto ketemu Jokowi?

Kang Kombor dapat memastikan bahwa kali pertama Prabowo Subianto bertemu dengan Jokowi adalah pada 11 Juni 2011. Waktu itu di Jakarta sedang dilaksanakan Munas VI IKASTARA. Tamu yang diundang untuk hadir pada Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara itu adalah Prabowo Subianto dan Joko Widodo yang waktu itu baru sekitar setahun menjabat Walikota Solo untuk periode kedua dengan kemenangan 90% lebih pada pilkadanya.

Kang Kombor amati, waktu itu Joko Widodo berhasil memukau Prabowo Subianto. Jokowi yang memaparkan hal-hal yang dilakukannya di Solo, baik itu program di bidang kesehatan, pendidikan maupun penataan PKL di Kota Solo, dll. membuat hadirin waktu itu terkagum-kagum. Prabowo Subianto pun, Kang Kombor amati, terkagum-kagum dengan wali kota yang gayanya apa adanya, terkesan klemar-klemer tetapi menyimpan potensi dan prestasi yang luar biasa. Ia menjai wali kota yang berbeda dari wali kota lain yang ada di Indonesia.

Pada kesempatan itu, ada peserta munas yang menanyakan kesediaan Jokowi untuk maju menjadi balon Gubernur DKI pada pilkada DKI 2012. Kalau tidak salah, saat itu pun Prabowo Subianto mengatakan bahwa ia dan Partai GERINDRA akan mendukung Jokowi apabila Jokowi bersedia. Jokowi, waktu itu mengatakan bahwa ia hanya orang daerah dan akan konsentrasi di Solo saja.

Oke Kawan-Kawan, selamat ber-Hari Senin. Selamat beraktivitas. Itu saja cerita Kang Kombor soal Prabowo dan Jokowi, semoga menjadi sebuah cerita yang bermanfaat untuk Indonesia.

Sabtu, Oktober 20, 2012

JPO di Medari, Murangan dan Sleman Kepada Siapa Harus Diminta

3 April 2010 yang lalu, di blog ini Kang Kombor pernah menulis sebuah kiriman berjudul "Diperlukan Jembatan Penyeberangan Orang di Medari di atas Jl. Jogja - Magelang". Sayangnya, sampai kiriman ini dibuat, belum ada tanda-tanda Pemkab Sleman akan membangun Jembatan Penyeberangan Orang di atas Jl. Jogja - Magelang yang memiliki kepadatan lalu lintas sangat tinggi pada siang hari itu.

Kang Kombor juga pernah menulis Surat Warga di situs milik Pemkab Sleman pada 24 September 2012. Oleh admin situs tersebut hanya dijawab: "Terima kasih atas perhatian saudara terhadap fasilitas umum yang ada di wilayah Sleman."

Surat Warga kepada Bupati Sleman minta dibuatkan JPO di Medari, Murangan dan Sleman
Catatan: Jawaban admin: Terimakasih di tulis terima kasih, sapaan Saudara ditulis saudara.
Pada saat Rapat Dengar Pendapat Umum (Public Hearing) Rencana APBD 2013 Kabupaten Sleman (15 Oktober 2012) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Sleman, di hadapan Wakil Rakyat pun Kang Kombor menyampaikan hal tersebut. Kang Kombor melakukan upaya-upaya itu semua karena jembatan penyeberangan orang memang sudah sangat diperlukan. Bukan hanya di Medari saja melainkan juga di Murangan dan di Sleman. Entah para Anggota Dewan itu peka terhadap permasalahan dan kebutuhan warga masyarakat yang diwakilinya atau tidak.

Di Murangan terdapat RSUD Sleman, SMP 2 Sleman, SMP Kanisius Sleman, dan SDN Triharjo. Semua fasilitas publik itu merupakan fasilitas yang mengharuskan banyak orang harus menyeberang Jl. Jogja - Magelang. Di Murangan itu setidaknya diperlukan sebuah jembatan penyeberangan orang.

Lokasi lain adalah di Sleman. Di Sleman setidaknya terdapat Pasar Sleman, SDN Sleman 1, Pegadaian dan SMK YPKK. Lokasi-lokasi itu juga mengharuskan banyak orang untuk menyeberang untuk menuju ke sana. Oleh karenanya, di Sleman pun setidaknya diperlukan sebuah jembatan penyeberangan orang.

Nah, sekarang, kepada siapa JPO di Medari, Murangan dan Sleman itu harus diminta? Secara umum, Kang Kombor pernah menulis di blog ini dan juga melalui beberapa kicauan di twitter. Secara khusus, kepada Bupati Sleman Kang Kombor sudah menulis di Surat Warga. Kepada Banggar DPRD Sleman, Kang Kombor juga sudah menyampaikan. Apa Kang Kombor harus meminta kepada rumput yang bergoyang?

Bukannya latah dengan Jokowi, Kang Kombor ingin sekali-sekali Bupati Sleman itu mencoba menyeberang di lokasi-lokasi yang Kang Kombor sebutkan itu. Tentu saja tanpa pengawalan. Kalau dengan pengawalan tentu Bupati akan diseberangkan oleh petugas. Menyeberang sendirilah, Pak Bupati. Panjenengan harus merasakan apa yang setiap hari dirasakan oleh Warga Sleman yang kesulitan menyeberang Jl. Jogja - Magelang.

Selasa, Oktober 16, 2012

Mini Solo Touring ke Waduk Sermo

Mini Solo Touring ke Waduk Sermo. Yah... suka-suka Kang Kombor bikin judul saja lah. Kang Kombor sebenarnya ingin bercerita mengenai perjalanan Kang Kombor dan Yu Kombor ke Waduk Sermo di Kabupaten Kulon Progo tetapi karena perjalanan Kang Kombor ke sana lumayan jauh, Kang Kombor sebut saja mini touring. Karena hanya sebuah sepeda motor yang melakukan mini touring yang Kang Kombor sebut saja mini solo touring. Boleh kan?


Boleh nggak boleh, judulnya sudah Kang Kombor bikin seperti itu dan Kawan-Kawan nggak boleh protes.

Jadi begini, Kawan-Kawan. Tadi pagi pukul setengah sembilan, Kang Kombor dan Yu Kombor berangkat jalan-jalan dengan tujuan Waduk Sermo. Kami berangkat mengendarai Si Ngorok yang pada hari Minggu sudah kami kendarai bertiga menuju Kaliurang.

Rute berangkat menuju Waduk Sermo melalui punggung Perbukitan Menoreh, melewati kawasan Gunung Kelir. Kami pilih rute ini karena kami kira Waduk Sermo lebih dekat apabila kami tempuh melalui rute ini. Hehehe, ternyata kami salah. Waduk Sermo lebih dekat apabila ditempuh melalui Wates. Selain itu, jalan menuju Waduk Sermo via Wates tidak seberliku-liku dan naik turun seperti jalur Gunung Kelir.

Eh, tetapi untuk penyuka touring pegunungan, rute menuju Waduk Sermo melalui kawasan Gunung Kelir itu justru sangat menarik dan menantang. Banyak tanjakan tinggi dan turunan dalam yang memiliki kemiringan lebih dari 30 derajad. Sepeda motor yang tidak prima mesinnya dijamin mogok deh melewati jalur ini...

Pukul 9:40 WIB kami tiba di Waduk Sermo melalui pintu samping, bukan pintu utama yang dari arah Wates. Kawasan Waduk Sermo terlihat sepi. Mungkin karena hari Selasa, bukan hari Minggu sehingga tidak ada remaja-remaji yang bermain ke Waduk Sermo.

Kami beristirahat sebentar di sebuah tempat yang disediakan untuk pengunjung Waduk Sermo. Sekedar melepas lelah karena telah berkendara menyusuri jalanan yang berliku-liku dan naik-turun di punggung Perbukitan Menoreh.

Waduk Sermo
Selesai istirahat kami menyusuri tepian waduk menuju bendungan yang dipergunakan untuk mengalirkan air dari Waduk Sermo. Karena sedang musim kemarau, air Waduk Sermo tidak penuh sehingga tidak ada air yang mengalir keluar dari bendungan yang terdapat di Waduk Sermo tersebut.

Mengingat waktu yang pendek karena harus menjemput Dhenok pulang sekolah, kami tidak lama berada di Waduk Sermo. Kami pun pulang melewati Wates. Rute pulang ini kami pilih karena kami ingin mencari jalan yang lebih datar atau setidaknya lebih landai daripada rute yang kami tempuh saat berangkat menuju Waduk Sermo. Selebihnya, kami ingin mengisi perut di Wates karena perut kami benar-benar keroncongan.

Tongseng dan Es Jeruk di Gule Sawah, Wates

Di Wates kami makan di Gule Sawah di Jl. Tentara Pelajar. Kami pilih rumah makan ini karena rumah makan ini sangat ramai. Karena belum tahu enak atau tidak, mengikuti keramaian atau follow the crowd adalah yang terbaik buat kami. Gule Sawah ini memiliki menu gule, lelung alias gule balung dan tongseng. Gule bisa gule daging atau pun gule babat. Kami memilih tongseng dan es jeruk untuk mengisi perut kami yang lapar karena tidak diisi dengan sarapan.

Selesai makan kami langsung tancap gas menuju Sleman. Jalan Raya Wates - Yogya yang lebar dan tidak terlalu rami membuat kami dapat menempuh perjalanan Wates - Sleman dalam waktu 45 menit saja.

Hmm... sebuah perjalanan yang menyenangkan walaupun kami hanya membelanjakan waktu yang singkat dari pukul 8:30 pagi sampai pukul 12:30 siang.

Minggu, Oktober 14, 2012

Goa Jepang di Kaliurang

Naik ke Pos Pengamatan Gunung Merapi di Plawangan saat masih kelas III SMP dan kelas I SMA, Kang Kombor melewati persimpangan ke arah Goa Jepang yang terdapat di Kawasan Wisata Kaliurang di lereng Gunung Merapi. Sayangnya, sampai pagi tadi, Kang Kombor belum pernah menyusuri jalan setapak menuju goa peninggalan tentara Jepang yang dibuat di punggung bukit di Kawasan Wisata Kaliurang tersebut.


Ya, pukul sembilan pagi Kang Kombor ajak Dhenok dan Yu Kombor untuk menunggangi Si Ngorok menuju Kaliurang. Kami mengambil rute Barat, yaitu dari Sleman ke Turi kemudian di Pulowatu belok ke arah Pedukuhan Candi lalu di sebelah Utara Candi belok ke kanan di pertigaan yang ada polisi jujurnya, eh... maksudnya patung polisi...

Lewat jalur Barat berarti Kang Kombor tidak melewati Pakem. Kang Kombor baru sekali lewat jalur Barat itu sehingga belum hafal nama-nama pedukuhan atau desa yang Kang Kombor lewati. Singkatnya, kami melewati pos retribusi wisata yang terdapat di sebelah Barat. Kemudian kami langsung menuju Gerbang Nirmolo.

Karena ini adalah kali pertama Dhenok dan Yu Kombor jalan-jalan ke Kaliurang maka Kang Kombor tidak mengajak naik ke Plawangan tetapi hanya ke Goa Jepang.

Jalan setapak menuju Goa Jepang dan Plawangan dari Gerbang Nirmolo ini sama sampai ditemui persimpangan. Goa Jepang ke kiri dan  Plawangan ke kanan. Kami ke Goa Jepang yang pertama ditemui, yaitu Goa Jepang yang terdiri dari tiga goa yang dihubungkan oleh sebuah lorong goa di dalamnya. Bukan goa yang dalam melainkan hanya goa sekitar 10 meter - 20 meter saja dalamnya.

Di depan Goa Jepang di Kaliurang

Kang Kombor ingin melanjutkan ke Goa Jepang yang ditembok pada bagian mulut goanya tetapi Dhenok sudah lelah sehingga kami pun akhirnya turun. Sampai di bawah kami langsung menuju Gerbang Plawangan Turgo, pintu gerbang utama Tawan Wisata Alam Kaliurang. Kami ingin menikmati air terjun. Sayangnya, air terjun di Kaliurang itu sudah mati. Nampaknya erupsi Merapi terakhir telah menyumbat sungai kecil yang mengalirkan air dari mata airnya menuju air terjun di Kaliurang tersebut.

Di Plawangan Turgo pun masih tampak pepohonan yang gundul tanpa daun. Daerah Kaliurang memang dihajar oleh erupsi Merapi yang terakhir sehingga banyak pepohonan yang terbakar dan mati. Selain itu, ada beberapa bagian jalan setapak yang tertimbun longsor sehingga tidak dapat dilewati oleh pengunjung yang berwisata ke Kaliurang.

Kera di Plawangan Turgo, Kaliurang
Dalam perjalanan menuju Goa Jepang itu kami bertemu dengan rombongan kera yang sedang turun. Kami sempat memberi makan beberapa kera dengan kudapan yang kami bawa. Ternyata, kera-kera itu turun sampai ke parkiran Gerbang Nirmolo. Sedangkan, di Plawangan Turgo, kera-kera turun sampai bagian dalam gerbang saja.

Yu Kombor masih penasaran ingin naik sampai ke Plawangan. Hmm... nampaknya Kang Kombor harus mengantar Yu Kombor lagi ke Kaliurang untuk naik sampai ke Plawangan.

Sabtu, Oktober 13, 2012

Joged di Gunung Kelir

Sudah tiga kali Kang Kombor naik ke Gunung Kelir dan sampai kiriman ini ditulis, Kang Kombor belum menceritakan satu pun kisah ziarah Kang Kombor ke Tanah Perdikan Menoreh itu. Apabila tidak Kang Kombor ceritakan, Kang Kombor takut hal itu akan menjadi hutang yang membebani ruh saat nanti Kang Kombor dipanggil kembali ke hadapan Gusti Kang Murbeng Dumadi.


Kunjungan pertama Kang Kombor ke Gunung Kelir adalah kunjungan solo alias ijen alias sendirian. Kang Kombor mendapat kabar bahwa Mas Totok sedang ngasah pedang di Tanah Perdikan Menoreh sehingga Kang Kombor pun menunggangi Si Ngorok mendaki Perbukitan Menoreh demi untuk mengunjungi Juragan Kambing Etawa itu.

Tak banyak yang dapat diceritakan. Itu adalah pertemuan darat perdana Kang Kombor dengan Mas Totok.

Pertemuan kedua berlangsung tidak lama setelah pertemuan perdana itu. Selain Kang Kombor yang hadir di sana adalah Maztrie, Muhammad Amrun dan Khairul. Kang Kombor naik ke sana sore hari dan pulang bersama-sama sekitar jam 8 malam. Kami harus membelah kabut Perbukitan Menoreh yang tebal saat turun dari pegunungan menuju peradaban kosmopolitan Yogyakarta. Kang Kombor menjadi penuntun jalan diikuti Muhammad Amrun + Khairul dan Maztrie sebagai Sapu Jagad.

Pada pertemuan kedua itu, selain gojeg kere, kami juga sempat berdiskusi mengenai pemberdayaan masyarakat. Mas Totok adalah praktisi pemberdayaan masyarakat yang selalu haus untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Tentu pendekatannya bukan pendekatan utopis untuk memberdayakan masyarakat secara langsung melainkan melakukan pemberdayaan diri sendiri dulu baru setelah diri sendiri terberdayakan maka barulah masyarakat diberdayakan. Omong kosong apabila praktik pemberdayaan masyarakat tetapi diri sendiri masih belum berdaya.

Nah, pertemuan ketiga terjadi pada saat Mas Totok menyelenggarakan syawalan di kediamannya pada 23 Agustus 2012. Mas Totok menyembelih kambing etawa dan mementaskan jathilan/kuda lumping yang dibinanya. Pada saat syawalan ini ada beberapa narablog dan pegiat sosial media yang hadir, di antaranya @muhammadamrun (tidak ketemu), @wkf2000, @utamiutar, @suryaden, @tomytaslim, @maztrie, @gempurmedia dan bekas murid Kang Gempur. Wong Kam Fung membawa kopi liong dari Bogor yang menjadi pengganjal mata setelah kenyang makan tongseng etawa.

Kang Kombor gemar nonton jathilan. Makanya, begitu tiba di Gunung Kelir dan jathilan pentas, Kang Kombor khusyu' di tepi arena pentas untuk menikmati pertunjukan jathilan tersebut. Kang Kombor pun merekam pertunjukan itu dengan kamera ponsel tetapi karena mic ponsel itu rusak (baru nyadar setelahnya) maka video jathilan putri dari Perbukitan Menoreh itu tidak ada suaranya. Malu lah mau ngunggah ke Youtube.

Kang Kombor juga sempat berjoged di arena jathilan karena @wkf2000 dan @tomytaslim tidak mau berjoged waktu seorang pemain jathilan yang sedang ndadi (trans) mendekati mereka mengajak untuk menari. Bahkan @maztrie pun hanya sekedar pelotot-pelototan dengan seorang penari putri ketika ia dikalungi sampur untuk menari. Untunglah @maztrie tidak diamuk oleh jathilan itu...

Sebenarnya Kang Kombor masih ingin melihat pertunjukan jathilan yang akan pentas pada malam harinya. Sayang, sampai pukul 21:00 WIB para penari jathilan masih dandan. Murid Kang Gempur harus masuk kos-kosan paling lambat pukul 22:00 WIB. Maka, Kang Gempur + muridnya, Maztrie dan saya pun pamit kepada Mas Totok. Tomy Taslim dan Suryaden sudah pulang duluan karena harus mengantar Wong Kam Fung dan Utami Utar ke Jombor. Tamu dari Bogor itu rencananya akan langsung pulang ke Salatiga tetapi akhirnya malah harus bermalam di Secang karena sudah tidak ada bus ke arah Semarang pada malam itu.

Catatan:
Foto Kang Kombor joged berasal dari GunungKelir.com

Jumat, Oktober 12, 2012

Detoks Dengan Makanan Organik

Pernah mendengar kata "detoks"? Nggak usah dibikin rumit, detoks adalah mengeluarkan racun. Yang Kang Kombor maksud di sini adalah mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Caranya macam-macam, ada yang melalui gurah atau minum obat untuk detoks. Nah, Kang Kombor sendiri pernah melakukan detoks dengan menggunakan makanan organik.

Jujur saja, makanan organik yang Kang Kombor maksud adalah produk MLM. Akan tetapi, Kang Kombor tidak akan jualan di sini. Kang Kombor hanya bermaksud menceritakan bahwa produk MLM yang Kang Kombor konsumsi ini mampu membuktikan klaimnya untuk melakukan detoksifikasi.

Pada awal 2010 Yu Kombor membelikan Melilea GreenField Organic untuk Kang Kombor. Waktu itu Kang Kombor skeptis dan bilang, "Ah... produk MLM!". Kang Kombor mulanya enggan mengkonsumsi. Akan tetapi, karena sayang juga produk udah dibeli dengan harga yang lumayan kok tidak dikonsumsi, Kang Kombor akhirnya mengkonsumsi juga Melilea GFO itu.

Kang Kombor nggak mau tanggung-tanggung, Kang Kombor langsung selama sepuluh hari tidak makan dan hanya mengkonsumsi GFO itu. Selesai 10 hari ternyata toksin tidak keluar. Kang Kombor tetap konsumsi GFO tetapi hanya pagi dan malam. Selang seminggu atau dua minggu (Kang Kombor lupa karena kejadiannya pada 2010 yang lalu), waktu buang air besar ada sesuatu benda seperti usus di kloset. Kang Kombor guyur saja benda itu. Besoknya, ada lagi benda seperti usus itu. Kali ini lebih panjang. Kang Kombor penasaran, benda itu Kang Kombor ambil dari kloset. Kang Kombor ingat, katanya toksin yang keluar dari tubuh setelah konsumsi Melilea GFO itu kenyal/keras seperti karet dan susah diputus. Kang Kombor buang rasa jijik dan tarik benda itu sekuat tenaga, ternyata tidak putus. Waktu itu Kang Kombor pun menyimpulkanbahwa itu toksin yang keluar dari tubuh Kang Kombor. Ternyata GFO tidak omong kosong.

Lihat gambar di bawah waktu Kang Kombor pegang toksin itu pada 19 Maret 2010 yang lalu.

Toksin yang keluar pada 19 Maret 2010
Tidak hanya dua kali itu toksin keluar dari tubuh Kang Kombor. Pada 8 Agustus 2010 dan 8 November 2010 juga ada toksin yang keluar. Gambarnya seperti di bawah ini.



Kang Kombor punya hipertensi, menderita wasir dan sering masuk angin. Sebelum toksin keluar dari tubuh Kang Kombor, tensi Kang Kombor sering tinggi. Wasir Kang Kombor juga sering infeksi. Kena pedas sedikit saja langsung infeksi. Apabila sedang infeksi, wasirnya bengkak dan sakitnya bukan kepalang. Alhamdulillaah, setelah toksin keluar, tensi Kang Kombor hampir tidak pernah tinggi. Tensi Kang Kombor bisa normal pada 120/80. Sebelumnya, pasti di atas 130 untuk sistolenya. Wasir Kang Kombor sampai saat ini juga tidak pernah infeksi lagi walaupun Kang Kombor makan pedas. Selain itu, daya tahan tubuh Kang Kombor menjadi lebih baik.

Kawan-Kawan, sekali lagi Kang Kombor sampaikan bahwa Kang Kombor tidak jualan. Kang Kombor hanya menceritakan pengalaman Kang Kombor setelah mengkonsumsi Melilea GFO. Banyak distributor MLM yang menggunakan testimoni dari brosur. Hahaha, mungkin mereka belum menggunakan sendiri produk yang mereka jual. Kang Kombor waktu itu bukan distributor tetapi justru sudah membuktikan  Melilea GreenField Organic yang terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan Kang Kombor.

Yang mau tahu tentang Melilea GreenField Organic silakan baca sendiri di website Melilea Indonesia. Kang Kombor malas untuk menulis ulang, hehehe...

Oke deh, cukup ceritanya. Selamat berkarya di hari Jumat, 12 Oktober 2012 ini.

Senin, Oktober 08, 2012

Video Kuda Lumping Turonggo Kridotomo Saat Pentas di Nglampar

Pada 3 September 2012 yang lalu Kang Kombor menginformasikan mengenai Kuda Lumping Turonggo Kridotomo Pentas di Nglampar Caturharjo. Saat itu Kang Kombor hanya menyajikan foto-foto jathilan putri. Nah, pada kesempatan ini Kang Kombor ingin berbagi video jathilan Turonggo Kridotomo saat pentas di Pedukuhan Nglampar, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman waktu itu.

Video Jathilan Turonggo Kridotomo ini durasinya 20 menit 42 detik.



Semoga Kawan-Kawan dapat menikmati video kuda lumping di atas.

Minggu, Oktober 07, 2012

Video Ikan Nila Makan Daun Singkong

Sambil menunggu Presiden memberi pernyataan soal sengketa KPK - Polri, silakan Kawan-Kawan melihat dulu video ikan nila makan daun singkong. Setelah itu, boleh juga kalau mau nonton video ikan nila makan daun pepaya yang Kang Kombor unggah dua hari lalu. Ikan nila itu Kang Kombor pelihara di kolam terpal.


Terhadap kemelut KPK vs Polri saat ini, dalam hal penyidikan kasus korupsi simulator SIM, Kang Kombor mendukung agar kasus itu dituntaskan oleh KPK dan meminta polri untuk tidak melakukan tindakan yang aneh-aneh untuk menggagalkan upaya penuntasan kasus korupsi di lingkungan kepolisian tersebut.

Sedangkan, terhadap pengangkatan anggota Polri menjadi penyidik tetap KPK, Kang Kombor melihat bahwa KPK sebenarnya dapat melakukan upaya yang elok, tidak ujug-ujug membuat surat pengangkatan dan menyurati polri saat masa tugas para penyidik dari kepolisian itu berakhir. KPK bisa jauh-jauh hari berkomunikasi dengan Polri untuk meminta penyidik yang ditugaskan ke KPK dijadikan penyidik tetap di KPK.

Demikian, Kawan-Kawan, banyak urusan rumit di negara kita yang bikin kita senewen saat menunggu presiden memberi pernyataan. Mari kita tinggalkan sejenak karena ternyata 'segera' versi Presiden itu makan waktu berhari-hari. Kemarin pihak istana bilang Presiden segera akan memberikan pernyataan mengenai KPK - Polri. Ternyata, segera itu baru akan dilaksanakan Senin. Segera versi Presiden itu 3 hari.

Nah, sambil menunggu Presiden, silakan Kawan-Kawan lihat video ikan nila makan daun singkong di bawah ini saja. Gak rumit, gak pake senewen dan apa adanya. Nontonnya pun nggak pake kecewa seperti menunggu Presiden memberi pernyataan karena pernyataannya paling-paling hanya berupa, "Saya prihatin..."




Sabtu, Oktober 06, 2012

Hiburan Alam Membasahi Jiwa Yang Kerontang

Orang berjiwa sehat dapat menjadikan hamparan alam dengan segala kegiatannya sebagai hiburan. Aliran air, gemericik air, desah angin di sela dedaunan, lalu lalang ikan, dan lain-lain. Hiburan alam itu dapat dinikmati secara gratis, tidak perlu membayar seperti nonton film di bioskop atau melihat konser musik.


Tarian ikan nila, walaupun dipelihara di kolam terpal, dapat dinikmati sebagai hiburan. Lihat sendiri apabila mau.

Banyak hiburan gratis dari alam yang menyehatkan jiwa. Untuk apa kita susah-susah membayar? Pergi saja ke desa dan dapatkan hiburan gratis yang akan menyejukkan jiwamu yang gerah, yang akan membasahi jiwamu yang kerontang.

Jumat, Oktober 05, 2012

Video Ikan Nila Makan Daun Pepaya

Sekedar iseng saja mengunggah video ikan nila diberi pakan karena tidak bisa menyaksikan atraksi pesawat tempur TNI-AU di langit Halim Perdanakusumah hari ini 5 Oktober 2012. Sebelumnya, Kang Kombor ucapkan selamat ulang tahun ke-67 untuk TNI. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!

ikan nila makan daun pepaya
Okelah, di bawah ini videonya.

Video Ikan Nila Makan Daun Pepaya


Video Ikan Nila Makan Pelet 1


Video Ikan Nila Makan Pelet 2



Nggak ada suaranya ya? Ya memang, supaya Kawan-Kawan mengaudiokan sendiri bunyi-bunyian yang muncul saat ikan nila itu pada makan.

Rabu, Oktober 03, 2012

Ikan Nila Kolam Terpal

Selama ini budidaya ikan dengan media kolam terpal yang dikenal luas oleh masyarakat adalah budidaya lele kolam terpal. Di Kulon Progo, dikembangkan budidaya gurame kolam terpal. Ternyata, ikan nila pun bisa dibudidayakan dengan kolam terpal.

ikan nila
Apabila ingin memelihara ikan nila tetapi lokasi tanah kita jauh atau sama sekali tidak ada sumber air mengalir seperti sungai atau mata air yang mengalir terus, kita bisa memelihara ikan nila dengan kolam terpal. Yang perlu kita lakukan adalah menjaga agar air kolam selalu kaya akan oksigen agar ikan nila tidak mati kekurangan oksigen. Caranya adalah dengan memutar air kolam atau mengganti air secara berkala.

Di depan rumah, Kang Kombor punya kolam terpal ukuran 3m x 4 m dengan kedalaman sekitar 40cm yang di dalamnya diisi ikan braskap, nila, ikan mas dan lele. Ternyata ikan-ikan sisik itu dapat hidup baik di kolam air tidak mengalir asal air diputarsaring atau diganti secara berkala.

Nah, yang ingin punya hiburan alami, silakan dicoba memelihara ikan nila atau ikan mas dengan kolam terpal.

Kang Kombor selalu senang dengan momen memberi makan ikan nila di kolam terpal Kang Kombor. Lihat saja video di bawah ini untuk contohnya.