Prabowo Subianto dan Joko Widodo

Gegap gempita pilkada DKI telah usai. Kita semua sudah mengetahui hasilnya, yaitu pasangan Jokowi – Ahok berhasil memenangkan agenda Pemilihan Kepala Daerah di ibukota negara itu. Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama dipilih oleh sebagian besar warga DKI untuk menjadi gubernur.

gema indonesia raya - pilih pemimpin yang bersih

Pilkada DKI memang sudah usai. Hasilnya kita semua juga sudah tahu, termasuk komentar Taufik Kiemas yang mengatakan kapok berkoalisi dengan Partai GERINDRA karena kemenangan Jokowi di pilkada DKI bukannya mengangkat popularitas Megawati melainkan mendongkrak popularitas Prabowo Subianto. Benarkah popularitas Prabowo Subianto terangkat oleh kemenangan Joko Widodo?

Hmm… pertanyaan pada kalimat terakhir paragraf kedua di atas tidak ingin Kang Kombor elaborasi lebih lanjut. Kang Kombor butuh survei untuk itu dan Kang Kombor tidak punya waktu serta dana untuk melakukannya. Biarlah nanti mahasiswa S1 atau S2 jurusan komunikasi yang akan menyusun skripsi atau tesis yang meneliti kebenaran pernyataan Taufik Kiemas itu. Itu pun apabila ada mahasiswa yang tertarik dan tidak kehilangan momentum untuk melakukan penelitian itu. Kang Kombor akan bercerita mengenai pertemuan Prabowo Subianto dengan Jokowi sehingga Kawan-Kawan nanti bisa paham bahwa Prabowo tidak ujug-ujug atau tiba-tiba dalam mengusung Jokowi menjadi Calon Gubernur DKI berpasangan dengan Ahok.

prabowo subianto dan joko widodo

Jadi begini, Kawan-Kawan. Pada Pilkada Solo 2011, Partai GERINDRA termasuk partai yang mendukung pasangan Joko Widodo – FX Hadi Rudyatmo. Soal berkoalisi dengan PDIP, GERINDRA sudah sering melakukannya. Hajatan paling besar koalisi PDIP – GERINDRA adalah pilpres 2009 di mana waktu itu Prabowo Subianto menjadi Calon Wakil Presiden dan Calon Presiden Megawati Soekarnoputri.

Nah, kapan pertama kali Prabowo Subianto ketemu Jokowi?

Kang Kombor dapat memastikan bahwa kali pertama Prabowo Subianto bertemu dengan Jokowi adalah pada 11 Juni 2011. Waktu itu di Jakarta sedang dilaksanakan Munas VI IKASTARA. Tamu yang diundang untuk hadir pada Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara itu adalah Prabowo Subianto dan Joko Widodo yang waktu itu baru sekitar setahun menjabat Walikota Solo untuk periode kedua dengan kemenangan 90% lebih pada pilkadanya.

Kang Kombor amati, waktu itu Joko Widodo berhasil memukau Prabowo Subianto. Jokowi yang memaparkan hal-hal yang dilakukannya di Solo, baik itu program di bidang kesehatan, pendidikan maupun penataan PKL di Kota Solo, dll. membuat hadirin waktu itu terkagum-kagum. Prabowo Subianto pun, Kang Kombor amati, terkagum-kagum dengan wali kota yang gayanya apa adanya, terkesan klemar-klemer tetapi menyimpan potensi dan prestasi yang luar biasa. Ia menjai wali kota yang berbeda dari wali kota lain yang ada di Indonesia.

Pada kesempatan itu, ada peserta munas yang menanyakan kesediaan Jokowi untuk maju menjadi balon Gubernur DKI pada pilkada DKI 2012. Kalau tidak salah, saat itu pun Prabowo Subianto mengatakan bahwa ia dan Partai GERINDRA akan mendukung Jokowi apabila Jokowi bersedia. Jokowi, waktu itu mengatakan bahwa ia hanya orang daerah dan akan konsentrasi di Solo saja.

Oke Kawan-Kawan, selamat ber-Hari Senin. Selamat beraktivitas. Itu saja cerita Kang Kombor soal Prabowo dan Jokowi, semoga menjadi sebuah cerita yang bermanfaat untuk Indonesia.

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

8 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Oktober 22, 2012 10:13:00 AM

norm,atip banget

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Oktober 22, 2012 4:54:00 PM

permainan politik ribet juga ya kang..

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Oktober 22, 2012 6:27:00 PM

daripada tendensius, wung :D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Oktober 22, 2012 6:28:00 PM

begitulah politik...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Oktober 23, 2012 5:56:00 PM

Ada apa ya dibalik kedekatan antara kedua tokoh ini ??

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Oktober 24, 2012 7:21:00 AM

kang kombor nggak bilang mereka dekat ya...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Mei 20, 2014 7:58:00 PM

sbnrnya Ikastara lah yg punya andil besar :)
tapi Ikastara ga disebut sebagai penumpang gelap, krn ga suka numpang :p

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Oktober 23, 2015 9:06:00 PM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan