Kamis, November 29, 2012

Daftar Pebalap MotoGP 2013

MotoGP 2012 sudah usai. Jorge Lorenzo menjadi juara dunia motogp untuk kedua kalinya. FIM telah mengumumkan secara resmi daftar pebalap yang akan beradu kecepatan di ajang MotoGP 2013.

Total, sudah terdapat 21 pebalap yang namanya tercantum. Dari keseluruhan peserta, terhitung terdapat enam pebalap tim pabrikan, enam pebalap tim satelit dan sembilan pebalap CRT. Sementara itu, terdapat dua tim CRT yang belum mengumumkan komposisi pebalapnya, yakni Paul Bird Motorsport dan Speed Master.

21-pebalap-resmi-bakal-ramaikan-motogp-2013

Daftar Pebalap MotoGP 2013

Pebalap tim pabrikan:

Jorge Lorenzo - Factory Yamaha (hingga akhir 2014)

Valentino Rossi - Factory Yamaha (hingga akhir 2014)

Dani Pedrosa - Repsol Honda rider (hingga akhir 2014)

Marc Marquez - Repsol Honda rider (hingga akhir 2014)

Nicky Hayden - Ducati Team (hingga akhir 2013)

Andrea Dovizioso - Ducati Team (hingga akhir 2014)

 

Pebalap tim satelit:

Cal Crutchlow - Tech 3 Yamaha (hingga akhir 2013)

Bradley Smith - Tech 3 Yamaha (hingga akhir 2014)

Ben Spies - Pramac Ducati (hingga akhir 2013)

Andrea Iannone - Pramac Ducati (hingga akhir 2013)

Stefan Bradl - LCR Honda/HRC (hingga akhir 2014)

Alvaro Bautista - Gresini Honda (hingga akhir 2013)

 

Pebalap CRT:

Colin Edwards - Forward Racing (hingga akhir 2013)

Claudio Corti - Forward Racing (hingga akhir 2013)

Karel Abraham - Cardion AB (hingga akhir 2013)

Randy de Puniet - Power Electronics Aspar (hingga akhir 2013)

Alex Espargaro - Power Electronics Aspar (hingga akhir 2013)

Hiroshi Aoyama - Avintia Blusens (hingga akhir 2013)

Hector Barbera - Avintia Blusens (hingga akhir 2013)

Danilo Petrucci - IodaRacing (hingga akhir 2013)

Bryan Staring - Honda Gresini (hingga akhir 2013)

Paul Bird Motorsport (Belum ada pengumuman resmi)

Paul Bird Motorsport (Belum ada pengumuman resmi)

Speed Master (Belum ada pengumuman resmi)

Senin, November 26, 2012

Vettel Juara Dunia F1 2012

Meskipun finish urutan keenam pada GP F1 Brazil hari Minggu (25/11) kemarin, Sebastian Vettel tetap menjadi juara dunia F1 2012. Vettel menjadi juara dunia karena perolehan nilainya secara kumulatif lebih banyak daripada pebalap-pebalap yang lain.

Fernando Alonso yang masih memiliki kemungkinan untuk merebut gelar juara dunia F1 2012 perolehan angkanya tidak mampu mengungguli Sebastian Vettel.

button-menangi-brazil-vettel-sabet-gelar-dunia-ketiga kali

Pada GP F1 Brazil sendiri, yang menjadi juara di sirkuit negeri samba itu adalah Jenson Button dari McLaren. Rekan setim Button, Lewis Hamilton gagal finish akibat bertabrakan dengan Nico Hulkenberg. Padahal, GP Brazil adalah balapan terakhir Hamilton bersama McLaren. Tahun depan Hamilton akan bergabung dengan Mercedes menggantikan Michael Schumacher yang pensiun lagi.

Kang Kombor sempat menyaksikan GP F1 Brazil itu melalui KompasTV yang dipancarkan ulang oleh RBTV Jogja. Syukurlah akhirnya KompasTV bisa menyiarkan secara langsung GP F1 walaupun tidak dari awal musim. Mudah-mudahan musim 2013 KompasTV dapat menyiarkan secara penuh GP F1 2013.

Hasil GP F1 Brazil

1. Jenson Button - McLaren (1:45:22.656)

2. Fernando Alonso - Ferrari (+2.754)

3. Felipe Massa - Ferrari (+3.615)

4. Mark Webber - Red Bull (+4.936)

5. Nico Hulkenberg - Force India (+5.708)

6. Sebastian Vettel - Red Bull (+9.453)

7. Michael Schumacher - Mercedes (+11.907)

8. Jean-Eric Vergne - Toro Rosso (+28.653)

9. Kamui Kobayashi - Sauber (+31.250)

10. Kimi Raikkonen - Lotus (+1 Lap)

11. Vitaly Petrov - Caterham (+1 Lap)

12. Charles Pic - Marussia (+1 Lap)

13. Daniel Ricciardo - Toro Rosso (+1 Lap)

14. Heikki Kovalainen - Caterham (+1 Lap)

15. Nico Rosberg - Mercedes (+1 Lap)

16. Timo Glock - Marussia (+1 Lap)

17. Pedro de la Rosa - HRT (+2 Lap)

18. Narain Karthikeyan - HRT (+2 Lap)

Gagal finish:

19. Paul di Resta - Force India (+3 Lap)

20. Lewis Hamilton - McLaren (+17 Lap)

21. Romain Grosjean - Lotus (+66 Lap)

22. Pastor Maldonado - Williams (+70 Lap)

23. Bruno Senna - Williams (+71 Lap)

24. Sergio Perez - Sauber (+71 Lap)

Minggu, November 25, 2012

Jadwal Siaran Langsung F1 2013

Jadwal Siaran Langsung F1 2013.

 

Jadwal Siaran Langsung GP F1 2013

  1. Australia - 2013 FORMULA 1 ROLEX AUSTRALIAN GRAND PRIX (Melbourne) 15 - 17 Mar
  2. Malaysia - 2013 FORMULA 1 PETRONAS MALAYSIA GRAND PRIX (Kuala Lumpur) 22 - 24 Mar
  3. China - 2013 FORMULA 1 UBS CHINESE GRAND PRIX (Shanghai) 12 - 14 Apr
  4. Bahrin - 2013 FORMULA 1 GULF AIR BAHRAIN GRAND PRIX (Sakhir) 19 - 21 Apr
  5. Spanyol - FORMULA 1 GRAN PREMIO DE ESPAÑA 2013 (Catalunya) 10 - 12 May
  6. Monaco - FORMULA 1 GRAND PRIX DE MONACO 2013 (Monte Carlo) 23 - 26 May
  7. Kanada - FORMULA 1 GRAND PRIX DU CANADA 2013 (Montréal) 07 - 09 Jun
  8. Inggris 2013 FORMULA 1 BRITISH GRAND PRIX (Silverstone) 28 - 30 Jun
  9. Jerman - FORMULA 1 GROSSER PREIS VON DEUTSCHLAND 2013 (Nürburgring) 05 - 07 Jul
  10. Hongaria - FORMULA 1 MAGYAR NAGYDÍJ 2013 (Budapest) 26 - 28 Jul
  11. Belgia - 2013 FORMULA 1 SHELL BELGIAN GRAND PRIX (Spa-Francorchamps) 23 - 25 Aug
  12. Italia - FORMULA 1 GRAN PREMIO D'ITALIA 2013 (Monza) 06 - 08 Sep
  13. Singapura - 2013 FORMULA 1 SINGAPORE GRAND PRIX (Singapore) 20 - 22 Sep
  14. Kora - 2013 FORMULA 1 KOREAN GRAND PRIX (Yeongam) 04 - 06 Oct
  15. Jepang - 2013 FORMULA 1 JAPANESE GRAND PRIX (Suzuka) 11 - 13 Oct
  16. India - 2013 FORMULA 1 AIRTEL INDIAN GRAND PRIX (New Delhi) 25 - 27 Oct
  17. UEA - 2013 FORMULA 1 ETIHAD AIRWAYS ABU DHABI GRAND PRIX (Yas Marina) 01 - 03 Nov
  18. Amerika Serikat - 2013 FORMULA 1 UNITED STATES GRAND PRIX (Austin) 15 - 17 Nov
  19. Brasil - FORMULA 1 GRANDE PRÊMIO DO BRASIL 2013 (São Paulo) 22 - 24 Nov

Siaran langsung f1 2013 akan disiarkan oleh KompasTV. Informasi tersebut didapat dari halaman fb KompasTV di facebook.com/KompasTV

Rabu, November 21, 2012

Ternak dengan Sistem Gaduh Pemilik Ternak dan Penggaduh Makmur Bersama

Kawan-Kawan ingin memelihara ternak tetapi tidak memiliki lahan untuk membuat kandang dan tidak memiliki waktu untuk merawat ternak? Jangan khawatir, Kawan-Kawan dapat beternak dengan sistem gaduh.

Ternak sistem gaduh adalah sistem beternak di mana pemilik ternak mempercayakan pemeliharaan ternaknya kepada penggaduh untuk dikembangbiakkan dengan imbal bagi hasil hasil pengembangan ternak tersebut. Sistem gaduh sudah sejak lama diterapkan oleh masyarakat Jawa.

SANYO DIGITAL CAMERA

Ternak dengan sistem gaduh ini memberikan kesempatan kepada orang yang ingin memelihara ternak tetapi tidak memiliki lahan dan waktu untuk memelihara untuk memiliki ternak sekaligus memberikan kesempatan kepada orang yang punya lahan untuk kandang dan juga waktu yang ingin memelihara ternak tetapi tidak memiliki cukup dana untuk membeli ternak. Dengan demikian, ternak sistem gaduh memberikan win-win solution kepada pemilik ternak dan penggaduh.

Kawan-Kawan tertarik untuk beternak dengan sistem gaduh? Silakan kunjungi Gaduh Ternak.

Jumat, November 16, 2012

Setuju SBY

Membaca berita di Kompas.com berjudul Presiden SBY: Jangan Ikuti Strategi Ekonomi Asing, Kang kombor setuju. Kesetujuan Kang Kombor terutama pada pernyataan Presiden SBY:

"Indonesia tidak perlu ekonomi yang berorientasi ekspor. Itu yang biasanya dipakai oleh asing, seperti Malaysia, Singapura, China, Jepang, dan sebagainya,"

Menurut SBY, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung didominasi oleh konsumsi domestik sehingga Indonesia dinilai tidak perlu mengikuti strategi ekonomi asing yang berorientasi ekspor.

Flag-map_of_Indonesia

Kang Kombor setuju. Penduduk Indonesia yang berjumlah 240 juta jiwa adalah pasar yang besar. Lihat saja betapa banyak perusahaan asing yang menjual produknya di Indonesia mulai dari sabun mandi hingga produk berteknologi tinggi. Mulai dari susu bayi hingga pelumas mesin. Mulai dari pakan ternak sampai produk olahan ternak. Indonesia adalah pasar yang besar dan masih memiliki potensi pasar yang sangat besar. Meninggalkan pasar domestik dengan membuat ekonomi Indonesia berorientasi ekspor adalah sebuah kesalahan dalam melihat pasar.

Pasar di luar nusantara memang sangat besar. Ya, itu pasti. Jumlah penduduk Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk dunia secara keseluruhan memang kalah jauh. Akan tetapi, 240 juta jiwa dengan ekonomi yang terus tumbuh dan dikatakan paling stabil di dunia serta kelas menengah yang terus bertambah adalah pasar yang sangat menarik dan potensial. Terbukti perusahaan asing pun tidak berhenti memasukkan produk mereka ke Indonesia.

240 juta jiwa butuh makan dan minum. Butuh obat jika sakit. Butuh alat kesehatan. Butuh pakaian. Butuh sabun mandi. Butuh sabun cuci. Butuh pasta gigi. Coba lihat perusahaan-perusahaan dari mana yang bermain dalam pasar tersebut. Ada P&G. Ada Unilever. Ada Nestle. Ada apa lagi? Oh ya, Orang Tua Group, Garuda Food, Indomie… Lebih banyak mana produk perusahaan nasional atau perusahaan asing yang sehari-hari kita temui di sekeliling kita?

Itu baru yang dikonsumsi oleh manusianya. Belum untuk kendaraannya. Produk otomotif jelas sekali hampir semuanya adalah merek asing. Suku cadang, pelumas, minyak rem, dll. sebagian besar juga merek asing. Mungkin hanya bahan bakar saja yang sampai saat ini masih dikuasai keluaran produsen dalam negeri melalui Pertamina. Beberapa tahun ke depan entahlah… Petronas dan Shell sudah banyak buka gerai stasiun pengisian bahan bakar. Bisa jadi nanti setelah BBM subsidi tidak ada lagi, pompa bensin Pertamina pun akan berganti cat dan logo…

Masih belum cukup?

Masih ingat cerita pabrik-pabrik sepatu yang membuat sepatu-sepatu bermerek asing seperti Nike, Reebok, Adidas… Berapa banyak pabrik sepatu yang membuat sepatu-sepatu bermerek asing dan berorientasi ekspor itu yang masih berdiri? Lalu bandingkan dengan pabrik sepatu asal Ceko, yaitu Bata yang sejak tahun 1960-an masuk Indonesia dan membuat pabrik di Pasar Minggu (tolong koreksi apabila salah). Pabrik sepatu mana yang lebih bertahan lama? Yang menerima pesanan merek asing dan menjual sepatu hanya untuk ekspor atau perusahaan asing yang membuat pabrik sepatu di Indonesia untuk memberi alas kaki untuk kaki-kaki orang Indonesia?

Mari kita semua sadar bahwa nusantara ini dapat mandiri. Ekonomi tidak usah berorientasi ekspor. Bahkan pihak asing saja membuat pabrik barang remeh-temeh macam sabun mandi di Indonesia kok… Masa kita sendiri tidak mau melihat potensi pasar yang luar biasa itu.

Rabu, November 07, 2012

Subdomain Seharga Domain

Halo Kawan-Kawan, apa kabar? Sudahkan memakai subdomain dot ID? Banggalah menggunakan subdomain dot ID.

Eh, maaf, Kang kombor tidak menyebut domain tetapi subdomain. Faktanya, di mata Kang Kombor, itu memang subdomain, bukan domain.

promo-domain2

Okelah, ada yang mengatakan itu second level domain, Kang Kombor kira, itu hanya penghalusan bahasa saja. Sama saja dengan subkontrak, itu adalah kontrak tingkat kedua. Dus, kalau kontrak itu tingkat pertama dan subkontrak itu tingkat kedua, maka tidak salah doang kalau menyebut tingkat kedua dari domain adalah subdomain.

Kang Kombor sebenarnya senang memakai subdomain dot ID. Kang Kombor sudah memiliki beberapa subdomain dot ID kok. Kang Kombor mendaftarkan subdomain dot ID itu waktu masih dikelola oleh PANDI. Sekarang, sejak pendaftaran subdomain dot ID diserahkan kepada mitra PANDI, Kang Kombor jadi mikir-mikir lagi untuk menggunakan subdomain dot ID.

Bukannya Kang Kombor tidak nasionalis. Kang Kombor tentu nasionalis. Sayangnya, kalau harus bayar subdomain seharga domain, Kang Kombor kok merasa rugi. Dengan $8,99 atau sekitar Rp90000, Kang Kombor bisa mendapatkan domain .com, .org, .biz, .net atau .info. Lah, masa untuk mendapatkan subdomain .web.id saja Kang Kombor harus mengeluarkan Rp58000 + Rp5800 atau Rp63500.

Rp63500 itu harga promo loh! Cek gambar di atas. Di luar promo harganya Rp68000 plus Rp6800 alias Rp74800. Hanya tambah sedikit saja Kang Kombor sudah bisa mendapatkan internic top level domain. Sayang banget kan….???

Gambar di atas adalah gambar harga subdomain .web.id, .or.id, .ac.id dan .sch.id. Kang Kombor hanya menampilkan harga untuk empat subdomain .id saja. Untuk lengkapnya sebenarnya seperti gambar di bawah ini.

daftar harga domain

Apakah nasionalisme harus identik dengan harga mahal? Bayar subdomain seharga domain?

Ah, Kang Kombor kira nasionalisme tidak berarti harus menggunakan subdomain .id. Menggunakan internic domain juga bisa nasionalis kok.

Bagaimana menurut Kawan-Kawan?

Selasa, November 06, 2012

Save $50 on a Galaxy Tab 2 10.1

Save $50 on a Galaxy Tab 2 10.1

For a limited time only or while supplies last, save $50 on a Samsung Galaxy Tab 2 10.1

samsung galaxy tab 2

Comments

Prime Learn More

Expires on Nov 17, 2012

Samsung Galaxy Tab 2 Specification

  • Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) OS
  • 10.1-inch Multitouch 720p HD Screen (1280 x 800)
  • 16GB Internal Memory; microSD expansion up to 32GB
  • Wireless N Wi-Fi (802.11b/g/n); Bluetooth 3.0,GPS Enabled with Latitude, Google Maps
  • 1GHz Dual-Core Processor; 1GB RAM

Senin, November 05, 2012

38% Off HTC T8698 7 MOZART Unlocked Phone

HTC Mozart

38% Off HTC T8698 7 MOZART Unlocked Phone

List Price: $289.99

Today's Discount: - $110.00

Gold Box Price: $179.99 (38% off)

4.0 out of 5 stars (1)

3.7" S-LCD capacitive touchscreen display, 480 x 800 pixels Resolution, Accelerometer and Proximity sensor, 3.5 mm audio jack, Dolby™ Mobile, 8GB internal memory, Wi-Fi, GPS, Bluetooth, Windows Phone 7.

Expires on Nov 10, 2012

Add to Shopping Cart

Check out fast before
we run out.

Sabtu, November 03, 2012

Harga Hard Disk Portabel Toshiba Paling Murah

Harga hard disk portabel 2,5 inciToshiba paling murah. Harga pameran di Indocomtech 2012 di ibu kota sana. Itu yang Kang Kombor baca di Kompas Tekno.

Toshiba_Canvio_Basics

Berikut ini harga hard disk portabel 2,5 inci pada ajang Indocomtech 2012 di Jakarta:

Buffalo:
- MiniStation Extreme HD-PZU3 USB 3.0, 500GB: Rp 729.900
- MiniStation Extreme HD-PZU3 USB 3.0, 1TB: Rp 1.119.900
- MiniStation Pocket HD-PCT3 USB 3.0, 500GB: Rp 599.900
- MiniStation Pocket HD-PCT3 USB 3.0, 1TB: Rp 829.900
- MiniStation Pocket HD-PCT3 USB 3.0, 2TB: Rp 1.759.900
- Mini Station Plus HD-PNTU3 USB 3.0, 500GB: Rp 659.900
- Mini Station Plus HD-PNTU3 USB 3.0, 1TB: Rp 969.900
- Mini Station Plus HD-PNTU3 USB 3.0, 2TB: Rp 1.799.900

Toshiba:
- Canvio Basic, USB 3.0, 500GB: Rp  587.000
- Canvio Basic, USB 3.0, 1TB: Rp 869.000

Transcend:
- Storejet Anti-shock USB 2.0, 320GB: Rp 640.000
- Storejet Anti-shock USB 2.0, 500GB: Rp 670.000
- Storejet Anti-shock USB 2.0, 640GB: Rp 900.000
- Storejet Anti-shock USB 2.0, 750GB: Rp 910.000
- Storejet Anti-shock USB 2.0, 1TB: Rp 940.000
- Storejet Anti-shock USB 3.0, 500GB: Rp 720.000
- Storejet Anti-shock USB 3.0, 640GB: Rp 930.000
- Storejet Anti-shock USB 3.0, 750GB: Rp 950.000
- Storejet Anti-shock USB 3.0, 1TB: Rp 980.000

Western Digital:

- My Passport USB 3.0, 500GB: Rp 699.000
- My Passport USB 3.0, 1TB: Rp 979.000
- My Passport USB 3.0, 2TB: Rp 1.659.000
- My Passport for Mac USB 3.0, 500GB: Rp 729.000
- My Passport for Mac USB 3.0, 1TB: Rp 979.000
- My Passport for Mac USB 3.0, 2TB: Rp 1.659.000
- My Passport Studio for Mac Firewire 800, 500GB Rp: 1.095.000
- My Passport Studio for Mac Firewire 800, 1TB Rp 1.369.000
- My Passport Studio for Mac Firewire 800, 2TB Rp 2.045.000

Yang butuh hard disk portabel silakan berburu di Indocomtech 2012!

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2012/11/02/13334187/Daftar.Harga.Hard.Disk.Portabel.di.Indocomtech

Jumat, November 02, 2012

PANDI yang Pandir

PANDI berhenti melayani pendaftaran nama domain .id

Pagi ini Kang Kombor kaget membaca sebuah surel di grup fb KBBC. Isinya adalah mengenai PANDI yang mulai 19 Oktober 2012 tidak lagi menerima pendaftaran nama domain dot id kecuali untuk go.id, mil.id dan net.id. Selanjutnya, pendaftaran nama domain dot id akan dilayani oleh 12 mitra PANDI yang menjadi registrar.

Kebijakan baru PANDI itu dapat dibaca di sini.

PANDI akan konsentrasi di bidang kebijakan sedangkan untuk fungsi pendaftaran diserahkan kepada mitra. Okelah, karena PANDI menginformasikan pada 15/10/12 bahwa 12 mitra PANDI sudah aktif, Kang Kombor cek ke halaman Registrar PANDI. Ternyata baru ada 9 mintra PANDI yang logonya ditampilkan di sana. Padahal, 15 Oktober 2012, PANDI menyatakan 12 mitra PANDI sudah aktif.

12 mitra pandi

Lihat saja pada gambar di atas yang Kang Kombor tangkap citranya per hari ini (2/11/12), sudah lewat setengah bulan sejak PANDI mengumumkan dihentikannya pendaftaran nama domain dot id kecuali 3 nama domain saja. Nyatanya, baru 9 mitra yang dicantumkan logonya di website PANDI.

pandi stop daftar domain

Pendaftaran registrar domain .id

Pada 1 Juni 2012, PANDI menginformasikan dibukanya pendaftaran registrar domain dot id. Sayang sekali Kang Kombor tidak pernah dengar atau baca berita itu sebelumnya. Kang Kombor baru cecari di website PANDI hari ini. Padahal, Kang Kombor cukup rajin mengunjungi website PANDI untuk cek domain… Sad smile

dicari registrar domain id

Sebagai pengguna nama domain dot id, Kang Kombor berharap ini adalah kebijakan final dari PANDI. Jangan sampai PANDI menjadi pandir, membuat kebijakan yang selalu berubah-ubah.

Nama domain .id yang dapat didaftarkan di registrar

Kang Kombor cek nama domain .id yang dapat didaftarkan di registrar. Ternyata kebanyakan menawarkan nama domain yang memang diserahkan kepada registrar walaupun ada yang masih menawarkan pendaftaran nama domain yang masih menjadi wewenang PANDI.

Nama domain yang dapat didaftarkan oleh registrar adalah:

  • .web.id
  • .sch.id
  • .co.id
  • .ac.id
  • .my.id
  • .biz.id

Nama domain .my.id dan .biz.id adalah nama domain baru yang baru akan aktif awal tahun depan.

Berikut nama domain yang dapat didaftarkan pada beberapa registrar (registrar tidak Kang Kombor beri taut).

nama domain dot id yang bisa didaftarkan via registrar

nama domain dot id yang bisa didaftarkan via registrar -

nama domain dot id yang bisa didaftarkan via registrar --

nama domain dot id yang bisa didaftarkan via registrar ---

HARGA DOMAIN .ID JADI MAHAL!

Satu yang pasti dari perubahan kebijakan PANDI ini adalah harga domain.id jadi mahal. Misalnya, pada saat pendaftaran nama domain masih dipegang PANDI, pendaftaran nama domain .web.id hanya membayar Rp25000,-. Sekarang, setelah pendaftaran dilepas ke registrar, harga jadi di atas Rp50000,-.

Ini Kang Kombor tidak tahu, hanya menduga-duga, jangan-jangan registrar tetap membayar Rp25000,- ke PANDI dan kemudian bebas untuk menjual berapa pun. Maaf yah ini, PANDI bilang bahwa PANDI akan menuju organisasi yang transparan, akuntabel! Jadi, tolong struktur biaya registrar itu diumumkan agar pengguna jelas mengenai hal tersebut.

harga domain .id

harga domain .id -

CATATAN KANG KOMBOR

PANDI kampanye bangga pakai domain .ID. Sayangnya, apabila harga domain .id jadi mahal seperti itu, siapa yang mau pakai?

Kang Kombor sendiri sudah punya beberapa domain .web.id dan akan mengakuisisi beberapa domain lagi. Akan tetapi, apabila harga domain .id semahal seperti yang tertera pada dua gambar contoh di atas, Kang Kombor jadi berpikir lagi untuk membeli nama domain .id. Bagaimana tidak, untuk domain .web.id Kang Kombor harus merogoh kocek Rp58000 atau Rp75000. Nah, harga segitu kalau kita pandai memilih registrar sudah dapat banyak domain internic!

Indonesia ini aneh. Semua memakai pedoman, kalau bisa dijual mahal, kenapa harus dijual murah?

Selamat untuk PANDI yang membuat harga domain .id menjadi mahal!

Kamis, November 01, 2012

Honda CB150R atau SPG-nya?

Kang Kombor cecari gambar Honda CB150R yang dipamerkan oleh AHM di Jakarta mulai 31 Oktober 2012.

Alih-alih mengumpulkan gambar sepeda motor Honda CB150R yang tanpa noise, Kang Kombor malah melihat-lihat gambar Honda CB150R yang ada pengganggunya berupa SPG yang nungguin sepeda motor itu dan nampaknya suka difoto.

Nah, di bawah ini beberapa gambar Honda CB150R yang ada pengganggunya berupa SPG. Soal cantik atau tidak SPG Honda CB150R itu silakan dinilai sendiri.

AWAS! Banyak gambar. Yang fakir bandwidth jangan coba-coba memaksakan diri untuk melihat.

Oh ya, untuk pemilik gambar, yaitu StephenLangitan.Com, DetikOto dan Alfido.Wordpress.Com, pinjam gambarnya yah!

103112-2013-honda-cb150r-streetfire-1CB150R StephenLangitan (1)CB150R StephenLangitan (2)CB150R StephenLangitan (3)CB150R StephenLangitan (4)CB150R StephenLangitan (5)CB150R StephenLangitan (6)CB150R StephenLangitan (7)CB150R StephenLangitan (8)CB150R StephenLangitan (10)CB150R StephenLangitan (12)CB150R StephenLangitan (15)CB150R StephenLangitan (9)CB150R StephenLangitan (11)CB150R StephenLangitan (13)CB150R StephenLangitan (14)CB150R StephenLangitan (16)CB150R StephenLangitan (17)CB150R StephenLangitan (19)CB150R StephenLangitan (23)CB150R StephenLangitan (18)CB150R StephenLangitan (20)CB150R StephenLangitan (21)CB150R StephenLangitan (22)CB150R StephenLangitan (24)CB150R StephenLangitan (25)CB150R StephenLangitan (26)CB150R StephenLangitan (27)CB150R StephenLangitan (28)CB150R StephenLangitan (29)Honda CB150R Alfido.Wordpress (1)Honda CB150R Alfido.Wordpress (2)Honda CB150R DetikOto (1)Honda CB150R DetikOto (2)Honda CB150R DetikOto (3)Honda CB150R DetikOto (4)Honda CB150R DetikOto (5)Honda CB150R DetikOto (6)Honda CB150R StephenLangitan (1)Honda CB150R StephenLangitan (3)Honda CB150R StephenLangitan (4)Honda CB150R StephenLangitan (5)Honda CB150R StephenLangitan (6)Honda CB150R StephenLangitan (2)Honda CB150R StephenLangitan (7)Honda CB150R StephenLangitan (8)Honda CB150R StephenLangitan (9)Honda CB150R StephenLangitan (10)Honda CB150R StephenLangitan (11)