Keberadaan komentar di blog menjadi hal yang didambakan oleh sebagian narablog. Kang Kombor katakan didambakan oleh sebagian narablog karena banyak juga blog yang tidak menyediakan sarana bagi pengunjungnya untuk meninggalkan komentar.
Adanya komentar di blog untuk sebagian narablog menjadi penting sebagai bukti bahwa kiriman-kiriman yang dipublikasikan di blognya ada yang membaca. Itu kalau narablog yang bersangkutan menulis kiriman untuk dibaca oleh manusia, bukan semata agar kirimannya dapat dibaca oleh bot Google.

Blog Saya Sepi Komentar, Bagaimana Mengatasinya?
Narablog baru terkadang menganggap apabila ia sudah membuat blog dan mempublikasikan kiriman maka komentar akan datang dengan sendirinya ke blognya. Sebuah pandangan yang kurang tepat.
Ada kalanya, narablog baru bergabung dengan sebuah grup narablog di facebook dan menulis status di sana, “saya baru saja membuat blog, tolong didukung dengan komentar ya.” Sikap kita dalam memandang hal yang kedua ini tentu berbeda-beda. Ada yang langsung menuju ke blognya dan memberikan komentar. Kang Kombor sendiri konsisten memberikan jawaban untuk narablog yang meminta di grup facebook agar blognya diberi komentar agar yang bersangkutan mengunjungi blog para anggota grup dan meninggalkan komentar di sana. Mengapa? Karena etika di dunia blog, seorang narablog akan berkunjung balik ke blog para narablog yang berkomentar di blognya.
Jadi, apabila kita baru membuat blog dan blog kita sepi komentar, ada baiknya kita luangkan waktu untuk berkunjung ke blog yang lain dan meninggalkan komentar di sana.
Kang Kombor menemukan banyak blog bagus yang kiriman-kirimannya sepi komentar. Yah, mungkin saja narablog yang bersangkutan menulis kiriman agar dibaca oleh pengunjung yang datang dari mesin pencari semata. Itu sah-sah saja, apabila dibuktikan dengan tingkat kunjungan yang tinggi di blognya. Kalau ternyata tingkat kunjungan juga rendah, sungguh sayang kiriman-kiriman yang bagus hanya dibaca oleh laba-laba pengindeks milik Google.
Balaslah Komentar Yang Kita Terima
Apabila mendapatkan komentar di blog dirasakan penting, sebaiknya kita memperlakukan pemberi komentar dengan sepantasnya. Balaslah komentar yang telah diberikan, jangan dibiarkan komentar itu menggantung tanpa balasan.
Kita memang dapat membalas sebuah komentar dengan memberikan kunjungan balik dan memberikan komentar di blog pemberi komentar. Etikanya memang seperti itu tetapi menurut Kang Kombor, itu belum cukup. Ada baiknya kita secara personal membalas setiap komentar yang ditinggalkan di blog kita. Syukurlah saat ini Blogger sudah memberikan fasilitas komentar berjenjang sehingga kita dapat membalas komentar langsung di bawah komentar yang telah diberikan. Untuk WordPress, fasilitas tu sudah lama dijadikan fasilitas baku. Dulunya komentar berjenjang di WordPress juga harus didukung dengan plugin tersendiri.

Pada Juni 2010 Kang Kombor menerima masukan mengenai buruknya dukungan pelanggan (poor customer support) dari sebuah tinjauan di Alexa Review. Hal itu merupakan masukan yang positif bagi Kang Kombor. Memang Kang Kombor akui, pada 2009 - 2010 yang lalu Kang Kombor cukup sibuk di dunia luring sehingga blog kurang terurus. Bahkan, Kang Kombor waktu itu pernah selama 6 bulan tidak menyentuh blog sama sekali.
Nah, agar Kawan-Kawan tidak mendapatkan “hal yang tidak disukai dari blog Kawan-Kawan” seperti buruknya dukungan pelanggan yang diterima Kombor.Com ini, cobalah untuk selalu membalas setiap komentar yang masuk. Tentu ada catatannya, yaitu apabila kita mendeteksi komentar itu hanya semata mencari backlink ya boleh saja kita biarkan tanpa dibalas. Tujuan pencari backlink seperti itu kan sudah tercapai dengan ditampilkannya komentarnya di blog kita.
Permohonan Maaf
Pada kesempatan ini Kang Kombor juga mohon maaf apabila ada komentar Kawan-Kawan yang belum Kang Kombor tanggapi. Malam ini contohnya, Kang Kombor baru membalas komentar yang dibuat oleh para Sahabat di bulan Desember 2011 yang lalu. Keterlaluan kan?
Mohon maaf karena baru hari ini komentar para Sahabat semua baru Kang Kombor balas. Hari ini juga Kang Kombor baru sempat berkunjung balik ke blog para Sahabat yang telah berkomentar pada Desember 2011 itu. Untuk hiburan diri sendiri, Kang Kombor mengutip sebuah ungkapan ini, “Better late than never.”