Masihkah pada ingat, hari ini 1 Juni adalah Hari Pancasila? Dulu namanya adalah Hari Lahirnya Pancasila tetapi kemudian diganti menjadi Hari Pancasila.
Sebenarnya, Hari Pancasila tak perlu diperingati. Yang perlu adalah Pancasila dilaksanakan secara penuh dan konsekuen. Faktanya, siapa pun di negara ini mengatakan Pancasila sudah final tetapi melaksanakannya enggan. Buktinya, korupsi dan manipulasi masih terjadi.
Bukti lain, Pancasila tidak memiliki kata 'ekonomi' di dalam silanya tetapi setiap kali pemerintah mengejar terget pertumbuhan ekonomi. Pemerintah lupa bahwa Pancasila bicara 'keadilan sosial', bukan 'keadilan ekonomi'. Bahkan, di balik angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu pun, bicara 'keadilan ekonomi', barang itu juga tidak terjadi. Kesenjangan ekonomi justru semakin menjadi: yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
Konstitusi RI dalam rumusan tujuan negaranya juga tidak mengatakan soal ekonomi, yang disebut adalah 'memajukan kesejahteraan umum'. Ekonomi hanya sebagian dari gabungan kata 'kesejahteraan umum'. Sayangnya, kemajuan pemerintahan selalu saja hanya diukur dengan angka pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan yang tidak dinikmati oleh seluruh rakyat secara serempak. Apakah apabila pertumbuhan ekonomi RI sebesar 6,5% berarti setiap keluarga ekonominya tumbuh 6,5%? Tidak juga kan. Ada yang justru minus di samping yang tumbuh mungkin di atas 1000%.
Kita ini memang pandai bicara Pancasila sudah final. Apa artinya sudah final? Sudah yang terbaik untuk negara ini dan segera dilaksanakan atau justru final berarti selesai? Selesai ya sudah, artinya selesai. Artinya Pancasila sudah tidak berarti lagi?
Selamat Hari Pancasila. Semoga Anda bukan bagian yang hanya basa-basi mengatakan Pancasila yang terbaik untuk bangsa ini.