Mengintip Lokomotif Commuter Jabodetabek

Saya rutin menggunakan moda transportasi kereta api jarak jauh untuk wira-wiri Jakarta - Yogyakarta. Kereta api yang sering saya tumpangi adalah Kereta Api Bogowonto, Kereta Api Gajah Wong, dan Kereta Api Senja Utama Yogyakarta. Kereta Api Senja Utama Solo jarang. Kalau kereta jarak dekat seperti Commuter Jabodetabek saya malah belum pernah naik. Paling saya hanya melihat Commuter Jabodetabek melintas di Stasiun Senen saja. Saya jadi penasaran dengan lokomotif Kereta Commuter Jabodetabek itu, terutama kereta bekas Jepang yang dipilih oleh PT. KAI untuk menjadi kereta utama guna melayani penumpang di Jabodetabek.

Pada suatu kesempatan saya bisa berada di dalam Commuter Jabodetabek yang sedang berhenti, saya pun memenuhi rasa ingin tahu saya dengan mengintip lokomotif Commuter Jabodetabek.

kereta commuter jabodetabek
Kereta Commuter Jabodetabek di depo
Berbeda dari lokomotif kereta jarak jauh yang merupakan sebuah unit tersendiri, lokomotif Kereta Commuter Jabodetabek menjadi satu dengan gerbong terdepan, yang umumnya merupakan gerbong khusus wanita. Ruangannya tidak luas. Ukuran luasnya selebar gerbong dikali kira-kira 1,5 m saja. Di dalam lokomotif Commuter Jabodetabek hanya ada satu kursi lipat untuk masinis yang terletak di sebelah pintu kiri. Di situlah masinis Commuter Jabodetabek mengendalikan kereta. Di depannya ada tuas-tuas dan perangkat-perangkat lain yang saya tidak paham.

Berikut ini isi lokomotif Commuter Jabodetabek yang sempat saya foto.

Bagian depan kabin lokomotif Commuter Jabodetabek eks Jepang

Kursi lipat tempat duduk masinis di sebelah pintu

Pandangan ke arah pintu kanan loko Commuter Jabodetabek eks Jepang
Karena sebuah gambar berbicara lebih dari seribu kata, biarlah ketiga gambar di atas yang menceritakan kepada Kawan-Kawan tentang isi lokomotif Commuter Jabodetabek itu karena saya juga gak paham itu peralatan apa saja. Saya tahunya hanya tabung merah untuk pemadam api :))
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

3 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, April 29, 2015 9:42:00 PM

iih, saya baru melihat ternyata begitu ya dalamnya kereta.. sangat jelas photonya..

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Juni 06, 2015 4:55:00 PM

kalau lokomotif kereta api yang bukan listrik malah belum pernah ngintip dalamnya

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Oktober 23, 2015 9:34:00 AM

Nice article! Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan