Senin, Oktober 19, 2015

Apakah Tepat Keputusan Blackberry Menggunakan Android?

"Perubahan selalu terjadi, satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri." Pemeo itu sulit untuk kita bantah. Di sekitar kita, hampir semua hal berubah. Dalam industri telekomunkasi pun, perubahan selalu terjadi. Selain perubahan, sebagaimana dalam kehidupan, persaingan selalu maujud pada pasar teknologi. Produk teknologi baru bisa menjadi penyempurna produk teknologi sebelumnya tetapi tidak jarang produk teknologi baru menjadi predator bagi produk teknologi yang lain. Dalam dunia yang penuh persaingan ada survival of the fittest, siapa yang paling mampu beradaptasi, dia yang akan selamat. Walaupun terlambat, kini kita melihat Blackberry sedang melakukan adaptasi yang menyakitkan. Blackberry terpaksa memproduksi Blackberry Android agar perusahaan itu bisa selamat dari ganasnya persaingan di pasar telepon genggam.

Kata siapa Blackberry OS itu buruk? Blackberry OS itu bagus. Sayangnya, pasar tidak menginginkan produk itu. Pasar saat ini didominasi oleh iOS dan Android. Blackberry yang mencoba bertahan dengan memproduksi perangkat genggam dengan sistem operasinya sendiri tidak mampu membujuk pasar untuk membeli produknya. Akhirnya, Blackberry memilih jalan untuk follow the leader di pasar ponsel. Blackberry memilih untuk memproduksi Blackberry yang menggunakan sistem operasi Android.

BlackBerry Priv (dailymail)
Kita tidak dapat menyalahkan Blackberry. Dalam dunia bisnis, hal seperti itu biasa. Kita tentu masih ingat dengan Nokia yang dulu menjadi pemimpin dalam pasar handphone. Karena tidak mau mengikuti trend dan mencoba membuat trend sendiri namun gagal, Nokia pun tenggelam. Blackberry tentu ingin menghindari kejadian yang sama terjadi. Oleh karena itu, Blackberry ingin mencoba peruntungan baru dengan memproduksi perangkat genggam dengan sistem operasi Android agar bisa tetap bertahan di pasar yang ganas. Apakah keputusan Blackberry itu tepat? Saat ini kita belum dapat mengatakan apakah keputusan itu tepat atau tidak tepat. Yang dapat kita lakukan hanyalah memaklumi keputusan itu.

Tepat atau tidaknya keputusan Blackberry bukan semata-mata dapat dinilai dari keputusannya untuk membenamkan Android pada perangkat buatannya. Masih ada variabel lain yang perlu diuji. Misalnya, segmen pasar yang dia pilih untuk disasar. Melihat Blackberry Priv yang diproduksinya yang dibanderol dengan harga 580 Poundsterling atau sekitar Rp12.127.445,- dengan kurs hari ini, Blackberry memilih segmen kelas atas. Benarkah posisi Blackberry kuat di segmen itu? Di Indonesia saat ini Blackberry justru banyak dipakai oleh kelas entry level karena -- jujur saja -- perangkat Blackberry bekas itu murah. Apakah hal itu lantas berarti bahwa Blackberry akan sukses di Indonesia apabila membuat produk yang menyasar kelas low end di Indonesia? Belum tentu juga. Blackberry kuno disukai para entry level karena ada paket unlimited dari operator. Dengan memakai BB OS10 atau Android, paket Blackberry unlimited tidak ada lagi. Sudah begitu, operator yang menawarkan paket data unlimited pun bisa dikatakan sudah tidak ada lagi. Simalakama.

Related Posts

Apakah Tepat Keputusan Blackberry Menggunakan Android?
4/ 5
Oleh

7 comments

Rabu, Oktober 21, 2015 2:03:00 PM delete

Siapa yng tdk mengikuti trend pasar dan tidak kuat melawan trend..terpaksa mundur teratur iya...itu banyak dialami perusahaan...kecuali perusahaan tsb sdh punya segmen pasar sendiri dan tetap mempertahankan konvensionalitas nya... thanks..salam kenal

Reply
avatar
Jumat, Oktober 23, 2015 8:21:00 AM delete

Nice info. Thanks for sharing.

Asia Poker99 merupakan agen Poker Terpercaya di Indonesia,
Poker Gampang Menang serta Poker Tanpa Bot akan membuat Anda betah untuk bermain di AsiaPoker 99!

Daftar, mainkan dan menang!

Reply
avatar
Sabtu, Oktober 24, 2015 11:17:00 AM delete

belum loncing ponsel blackberry yang pake android
menunggu informasi lagi kayaknya :D

Reply
avatar
Rabu, November 11, 2015 8:47:00 PM delete

Yang dijual di amazon kemarin sudah sold out.

Reply
avatar
Rabu, November 11, 2015 8:50:00 PM delete

Betul, Pak Agusman. Kita bisa melihat Nokia yang dulu menjadi market leader kini hanya menjadi penonton karena tidak merespon perubahan yang terjadi di pasar dengan tepat. Kembalinya Nokia harus kita tunggu sampai 2016 karena Nokia baru dapat memproduksi Nokia Android setelah kontrak eksklusif dengan Microsoft berakhir.

Salam kenal. Terimakasih sudah mampir.

Reply
avatar
Kamis, Desember 07, 2017 12:57:00 AM delete

We feel much concerned of the value of your property, safety and security more than our profit or anything else, actually dedicated to our services https://www.ajrinconstruction.com/ and hold out till our Clients’ functions are served to satisfaction.bathroom remodeling manhattan

Reply
avatar