Pindahnya Lorenzo, Vinales dan Iannone

Teka-teki pindahnya para pebalap motogp terjawab sudah. Setelah Jorge Lorenzo memutuskan untuk pindah ke Ducati musim depan, Maveric Vinales dan Andrea Iannone pun sudah memiliki kepastian. Maverick Vinales, rookie of the year 2015 yang mampu merebut 97 poin dan berada pada posisi ke-12 waktu itu, sudah memutuskan untuk bergabung dengan Yamaha tahun depan, mengisi kekosongan di Yamaha akibat Lorenzo pindah ke Ducati. Masuknya Lorenzo ke Ducati membuat Ducati harus memilih salah satu dari duo Andrea. Ternyata, Ducati memilih untuk mempertahankan Andrea Dovizioso dan melepas Andrea Iannone. Iannone, ternyata akan membalap untuk Suzuki selama dua musim yaitu 2017 dan 2018. Terjawab sudah semuanya, perputaran itu hanya terjadi di tiga tim itu Yamaha, Ducati dan Suzuki.

Apakah Lorenzo akan sukses bersama Ducati?

Sebuah pertanyaan yang mungkin ada di benak kepala para pecinta motogp terutama pada fans Jorge Lorenzo. Kita tentu belum bisa melupakan Valentino Rossi yang ternyata tidak berhasil dengan Ducati padahal banyak orang waktu itu mengira Rossi akan bisa berhasil dengan Ducati.

Hanya Casey Stoner yang berhasil dengan Ducati. Apakah itu karena gaya membalap Stoner yang mengikuti karakteristik tunggangannya yang membuat berhasil? Kita tidak tahu juga. Memang, Rossi selalu mengubah sepeda motor tunggangannya untuk bisa mengikuti gaya membalapnya. Rossi pernah berhasil bersama Honda dan Yamaha. Sedangkan Jorge Lorenzo, selama ini dia baru bersama Yamaha di kelas para raja. Kita harus menunggu tahun depan apakah Lorenzo akan mampu menaklukkan Ducati dan menjadi juara dunia bersama Ducati.

Apakah Vinales akan sukses bersama Yamaha?

Memang, kalau melihat performa Vinales bersama Suzuki, kita mengharapkan Vinales akan bisa bersinar bersama Yamaha. Dengan Suzuki yang bisa dikatakan berada di belakang Yamaha, Honda dan Ducati, Vinales telah menunjukkan performa yang luar biasa. Mudah-mudahan, dia akan lebih berkembang bersama Yamaha.

Bagaimana dengan Iannone?

Iannone adalah pebalap yang sangat cepat dan memiliki energi yang luar biasa. Sayangnya, dia di awal 2016 ini sangat sering jatuh sehingga banyak tidak membuat poin. Mungkin pada balapan yang tersisa di 2016 ini Iannone harus lebih berhati-hati agar bisa mencetak poin dan pada 2017 dan 2018 nanti menunjukkan kemampuan menunggangi Suzuki lebih baik dari Vinales.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan