Perjalanan Sehari ke Cirebon, Sebuah Ziarah

Kang Kombor senang melakukan ziarah. Akan tetapi, berbeda dengan yang lain yang sering berziarah ke petilasan-petilasan, Kang Kombor memilih berziarah ke famili atau kolega yang masih hidup.

Minggu lalu, Kang Kombor berziarah ke Cirebon. Menziarahi kawan semasa SMP dulu, yang sejak 1996 tinggal di Cirebon.

Kang Kombor berangkat dari Jakarta Sabtu pagi (19/11) pukul sembilan, bersama seorang kawan SMP juga.

Di tengah-tengah isu kebhinnekaan yang sedang hangat, Kang Kombor bisa pamer kebhinnekaan juga. Yang berangkat bareng Kang Kombor beragama Katholik, yang akan Kang Kombor ziarahi juga beragama Katholik. Kang Kombor sendiri muslim. Nggak ada masalah tuh dengan kebhinnekaan dan toleransi di antara kami…

Kang Kombor jemput teman dari Jakarta, namanya Tarto, di Pintu Tol Joglo. Dari situ kami langsung masuk Tol Lingkar Luar, Tol Cikampek, lalu disambung Tol Cipali dan Tol Palikanci. Di Tol Palikanci kami keluar di Pintu Tol Ciperna. Kawan yang kami ziarahi namanya Anton.


Sekitar jam dua belas kurang seperempat kami sudah keluar di Pintu Tol Ciperna. Anton bilang akan menunggu di Holcim. Dari exit Ciperna kami belok kiri dan menyusuri jalan sampai ke Harjamukti dan tidak menemukan Holcim. Ternyata, yang dimaksud adalah Indocement! Tidak jauh dari perempatan setelah exit Ciperna itu memang ada Indocement. Dus, kami sudah kejauhan sampai ke Harjamukti dan harus putar balik. Hahaha… Anton pret banget, wong Indocement dibilang Holcim.

“Ton, itu kan Indocement. Kok Kamu bilang Holcim?”

“Dulu Holcim jee…”

Dari titik penjemputan kami langsung ke rumah Anton di Perumahan Permata Harjamukti. Di rumah Anton kami ngobrol ngalor-ngidul mulai dari omongan seputar kabar dan disambung kelakar-kelakar nggak jelas.

Waktunya makan siang, istri Anton membelikan empal gentong. Alhamdulillah disuguhi menu khas Cirebon. Kami pun makan siang bersama dengan lahap.

Selesai makan, obrolan ngalor-ngidul dilanjut sambil udud. Kami ngobrol gayeng sampai istri Anton mengajak ke Goa Sunyaragi. Ceritanya, Sabtu sore itu anak kedua Anton, perempuan, ada latihan menari di Goa Sunyaragi. Mumpung kami jauh-jauh dari Jakarta ke Cirebon, daripada hanya ngobrol di rumah, kami diajak juga ke Goa Sunyaragi. Kami setuju dan kamipun berangkat bersama-sama ke Goa Sunyaragi.

Bukti sudah sampai Goa Sunyaragi

Pada gambar di atas, kika adalah Kombor, Anton dan Tarto. Kang Kombor dan Tarto harus mengamankan barang bukti bahwa kami sudah sampai di Goa Sunyaragi. Kalau Anton sih tiap minggu dia ke situs peninggalan Kraton Kasepuhan Cirebon yang dibangun pada 1700-an itu.

Goa Sunyaragi, mungkin maksudnya sunyi raga ya, adalah bangunan yang berisi banyak gua buatan. Yang unik dari situs itu adalah adanya penggunaan batu karang dari laut Selatan Jawa yang dipergunakan untuk membuat bangunan itu.

Daripada sulit untuk mendeskripsikan dengan kata-kata, silakan Kawan-kawan tonton saja video di bawah ini ya!

Selesai dari Goa Sunyaragi kami menuju toko oleh-oleh. Triono -- kawan Kang Kombor yang berdua Kang Kombor mbambung menyusuri Pesisir Selatan Banten, Garut Selatan dan Pelabuhan Ratu – pesan tape ketan Kuningan. Pemandu wisata kami, istri Anton, membawa kami ke Jl. Rajawali. Di sana, Kang Kombor beli 2 ember tape ketan Kuningan dan sebotol sirup Tjampolay rasa jeniper. Tarto entah beli apa dia, aku ora urusan, hahaha!

Nah, untuk melengkapi perjalanan sehari ke Cirebon itu, kami pun makan nasi jamblang. Pemandu Wisata membawa ke Nasi Jamblang Yayu Na’ah. Kang Kombor makan nasi 2, blekutak dan pare isi. Tentu saja dengan sambal khas nasi jamblangnya.

Blekutak itu seperti ikan sotong tapi ada cangkangnya. Kang Kombor baru pertama kali nemuin binatang itu pas makan nasi jamblang itu. Yang sering adalah ikan sotong dan cumi-cumi.

Nasi Jamblang Yayu Na'ah

Selesai makan nasi jamblang kami kembali ke rumah Anton untuk nge-drop keluarga Anton. Tanpa mampir lagi, Kang Kombor dan Tarto langsung meluncur kembali ke Jakarta.

Lumayan lah perjalanan sehari ke Cirebon untuk ziarah ke tempat Anton itu. Menziarahi yang masih hidup, kita akan menikmati kehidupan.

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

2 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, November 29, 2016 9:20:00 AM

Lho tumben anak istri nggak diajak Kang? Eh di Jogja ya.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Desember 21, 2016 7:05:00 PM


HOT PROMO : TOGEL ONLINE TERPERCAYA
▶ Bonus New Member 10Rb dengan syarat Minimal Deposit 50rb
▶ BONUS Setiap DEPOSIT 2%
▶ Referal Terbesar : 2% !! Seumur Hidup
▶ Discount terbesar dari 29% – 66%
▶ Roda Keberuntungan ( Bonus Spin dari Total Betting ) NEW

▶ Pin BBM : D1A279B6/7B83E334(Full)
▶ Skype : Poin.4D
▶ WhatsApp : +85598291698
▶ Wechat : +85598291698
▶ Line : +85598291698
poin4d.com

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan