Mengunjungi 3 Bangunan Bersejarah di Bekasi, Saksi Bisu Perjuangan Para Pahlawan Kemerdekaan

Sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota, Bekasi kini telah menjelma menjadi kawasan hunian kaum urban. Letaknya yang berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta juga mengakibatkan terjadinya akulturasi budaya yang cukup intens di Bekasi, yaitu antara budaya Betawi dan budaya Sunda.

Hal ini sangat menarik untuk ditelusuri ulang demi mengingat kembali peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di Bekasi beserta orang-orang yang berperan di dalamnya. Oleh karena itu, jika Anda kebetulan sedang berkunjung ke Bekasi, jangan lewatkan 3 objek wisata bersejarah berikut.

Saung Ranggon

Objek wisata sejarah Saung Ranggon bisa ditemukan di Kampung Cikedokan, Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat. Meskipun agak jauh dari kawasan perkotaan, tempat ini masih bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum.

Foto Saung Ranggon

(sumber : berita.rahmateffendi.com)

Menurut cerita, Saung Ranggon telah dibangun pada abad ke-16 oleh putra Pangeran Jayakarta, seorang tokoh Betawi. Meskipun demikian, bangunan ini baru pada 1821 ditemukan oleh Raden Abbas. Bisa dibilang, Saung Ranggon adalah bagian dari perlawanan masyarakat Bekasi terhadap pemerintahan Belanda pada masa itu.

Saung Ranggon berukuran 7,6 meter x 7,2 meter dan dibangun di lahan seluas 500 meter persegi. Dari permukaan tanah, tingginya hanya sekitar 2,5 meter. Bentuknya seperti rumah panggung dan ada 7 anak tangga yang terletak di depan pintu utama. Sementara itu, atapnya berbentuk Julang Ngapak, yaitu merupakan dua bidang miring.

Kini, Saung Ranggon menjadi tempat untuk menyimpan berbagai benda pusaka. Bukan hanya masyarakat setempat, banyak juga pengunjung yang datang dari luar kota. Salah satu daya tariknya adalah acara hajat budaya berupa tradisi mencuci benda pusaka yang dilengkapi dengan hiburan Jaipongan dan wayang kulit di halaman rumah tradisional ini.

Gedong Papak

Anda bisa menemukan Gedong Papak di Jl. Ir. H. Juanda No. 100, Margahayu, Bekasi Timur. Bangunan yang didirikan pada 1930 ini memiliki luas 2.500 meter persegi dan dibangun di lahan seluas 1,5 hektare.

foto gedong papak

(sumber : panduanwisata.id)

Ciri khas Gedong Papak terlihat dari namanya. Gedong berarti rumah, sedangkan Papak dimaknai sebagai rumah yang beratap rata dan tidak menggunakan genteng. Awalnya, Gedong Papak adalah milik Lee Guan Chin, seorang saudagar Tionghoa pada masa itu. Untuk mendukung gerakan revolusi di Bekasi, Lee Guan Chin dengan sukarela menyerahkan bangunan ini menjadi markas bagi para pejuang Indonesia.

Setelah masa perang kemerdekaan selesai, Gedong Papak dialihfungsikan menjadi rumah dinas wali kota, tepatnya pada 1982. Namun, pada 2004, bangunan ini mulai dibuka untuk umum. Lantai dasar biasa digunakan sebagai musala dan berbagai kegiatan keagamaan, sedangkan lantai dua adalah Kantor Komisi Pemberantasan AIDS Bekasi.

Gedung Juang 45 Tambun

Gedung yang berusia lebih dari seratus tahun ini dibangun di area seluas 17.835 meter persegi. Terletak di Jl. Sultan Hasanuddin No.5, Tambun Selatan, Gedung Juang Tambun ternyata menyimpan berbagai kisah kepahlawanan pada masa penjajahan Belanda. Konon, tempat ini dahulu menjadi lokasi perundingan antara penjajah dan pejuang untuk tukar tawanan.

foto gedung juang 45 tambun

(sumber : karawangbekasiekspres.com)

Awalnya, gedung yang dahulu dikenal dengan nama Gedung Tinggi ini dibangun oleh seorang Tionghoa yang bernama Kow Tjing Kie. Pembangunan diperkirakan selesai pada 1910. Kemudian, bangunan ini mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan, yaitu Belanda, Jepang, dan para pejuang Bekasi.

Jika Anda berasal dari luar kota dan tertarik untuk mengunjungi 3 objek wisata bersejarah ini, ada baiknya Anda memesan penginapan terlebih dahulu. Ada banyak hotel murah di Bekasi yang bisa Anda temukan dengan menggunakan aplikasi Airy Rooms di smartphone Anda.

airy rooms

Selain proses pemesanan sangat gampang, ada 7 jaminan kenyamanan yang ditawarkan, antara lain shower air hangat dan perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, air minum dan WiFi gratis, serta AC dan TV layar datar.

Anda dapat memesan kamar Airy Rooms melalui website resmi www.airyrooms.com atau aplikasi yang dapat anda unduh dari Play Store atau Apps Store. Pembayaran juga sangat mudah, dapat melalui transfer bank atau kartu kredit.

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan