Apakah Kita Mau Anak Kita Hanya Jadi Pengemudi OJOL?

pengemudi ojol

Baru-baru ini soal pengemudi OJOL alias Ojek OnLine sempat ramai karena ada salah satu Calon Presiden yang berbicara soal itu, yaitu beliau sedih karena anak-anak Indonesia setelah lulus SMA hanya menjadi pengemudi ojek.

"Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan," kata beliau.

Pernyataan itu langsung digoreng dan dikatakan bahwa Calon Presiden itu merendahkan profesi pengemudi ojol. Padahal, sama sekali tidak ada konteks merendahkan pada pernyataan itu.

Sekarang jujur saja deh, untuk yang sudah punya anak, apakah tidak sedih apabila anaknya selepas SMA hanya menjadi pengemudi ojol?

Sebagai orang tua tentu kita mencita-citakan agar anak kita bisa memiliki kehidupan dan profesi yang dapat dibanggakan oleh keluarga. Saya yakin tidak banyak orang tua yang bercita-cita agar anaknya selulus SMA menjadi pengemudi ojol.

Apabila si anak tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang layak dengan ijazah SMA-nya, baru lah profesi pengemudi ojol menjadi alternatif. Yang cita-cita utamanya menjadi pengemudi ojol saya kira tidak banyak. Bahkan, saya yakin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tidak akan membuka jurusan pengemudi ojol di SMK.

Saya sendiri tidak bercita-cita agar anak saya menjadi pengemudi ojol. Saya akan sangat sedih apabila anak saya suatu saat nanti hanya bisa menjadi pengemudi ojol. Apakah berarti saya merendahkan profesi pengemudi ojol?

Saya tentu ingin apabila memiliki profesi, anak saya memiliki profesi yang terhormat. Profesi yang dipandang memiliki prestise di hadapan khalayak ramai.

Apabila Anda mencita-citakan anak Anda selulus SMA hanya menjadi pengemudi ojek atau pengemudi ojol, itu hak Anda. Saya, tentu saja tidak.

Komentar