Langkah WhatsApp Memerangi Berita Palsu dengan Membatasi Penerusan Pesan Maksimal 5 Kali

ilustrasi berita palsu dari wikimedia common

Apa yang terjadi? Aplikasi perpesanan instan yang dimiliki oleh Facebook, WhatsApp, berusaha untuk memerangi penyebaran berita palsu dengan membatasi pengguna untuk meneruskan pesan maksimal lima kali. Aturan ini diperkenalkan di India tahun lalu dan kini diperluas ke seluruh dunia.
Diberitakan di Techspot, Victoria Grand, Wakil Presiden Kebijakan dan Komunikasi WhatsApp, mengatakan, “Kami sedang memberlakukan batas lima pesan ke seluruh dunia untuk mengatasi kesalahan informasi dan desas-desus.”
Batas lima penerima terusan pesan diberlakukan di India enam bulan lalu karena layanan perpesanan instan itu dituduh sebagai penyebab penyebaran berita palsu melalui aplikasinya. Pada saat itu, batas 20 pesan yang meliputi grup dan pribadi sudah diaplikasikan ke seluruh dunia. WhatsApp mengatakan bahwa pembatasan itu akan menjaga WhatsApp sebagaimana rancangan awalnya, yaitu sebagai aplikasi perpesanan instan pribadi.
Menurut Techspot, WhatsApp mengatakan kepada BBC bahwa putusan untuk memperluas batas lima penerima itu dibuat setelah secara hati-hati mengevaluasi hasil pengujiannya di India. Namun, dengan batas 256 pengguna dalam sebuah grup, secara teori, seseorang masih akan bisa meneruskan pesan ke 1.280 pengguna lain.
Pada pemilu Brasil 2008, WhatsApp yang sangat populer di negara itu, dipakai untuk menyebarkan informasi sesat, desas-desus dan berita palsu. Jangkauan layanan WhatsApp yang sangat luas ditengarai bisa mempengaruhi hasil pemilu di Brasil. Itulah yang menjadi dasar untuk membatasi penerusan pesan maksimal lima kali di Brasil.
Pembaruan WhatsApp dengan pembatasan lima pesan mulai digelindingkan pada 21 Januari2019 yang diawali dengan aplikasi Android dan akan disusul oleh iOS.
Semoga langkah WhatsApp itu mampu menekan penyebaran informasi sesat, desas-desus dan berita palsu.

Komentar