Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 15, 2017

Firefox Focus Peramban Mobile Penuh Privasi

Butuh privasi lebih saat berselancar di Internet? Butuh berselancar seperti tidak ada satu pun orang yang melihat? Kamu tidak ingin dilacak saat berselancar dan sesudah berselancar? Kalau iya, Kamu butuh Firefox Focus, peramban privasi.


firefox focus


Firefox Focus adalah peramban mobil yang menempatkan privasi penggunanya sebagai prioritas. Peramban yang tersedia untuk Android dan iOS ini memiliki fungsi privasi otomatis.


Pada pembaruan terakhir yang dilakukan pada 13 Desember 2017, Firefox Focus secara otomatis memblok para pelacak daring yang lumayan banyak. Pemblokiran otomatis itu dimulai sejak peramban diluncurkan sampai Kamu menutupnya. Penghapusan history, passwords dan cookies juga mudah sehingga Kamu tidak diikuti sesuatu seperti iklan yang tidak Kamu ingini.


‘Berselancar penuh privasi’ pada peramban lain tidak komprehensif dan tidak mudah dipakai. Firefox Focus memberikan privasi yang lebih secara gratis, selalu nyala dan selalu berpihak pada pengguna.


Selain memiliki privasi otomatis berupa pemblokiran para pelacak daring dan kemudahan untuk menghapus history -- yang berarti tidak ada password, tidak ada cookies, tidak ada pelacak – Firefox Focus juga membuat Kamu berselancar lebih cepat karena dengan dibuangnya pelacak dan iklan, data halaman web akan lebih sedikit dan bisa dimuat lebih cepat.


Kamu bisa download Firefox Focus untuk Android dan iOS.

Kamis, Desember 14, 2017

Google Assistant Kini Tersedia di Lebih Banyak HP dan Tablet Android

Google Assistant kini tersedia di lebih banyak varian HP dan tablet Android.


google lens assistant - foto dari google


Google Assistant semakin hari semakin banyak memiliki kemampuan, mulai dari menghubungkan Kamu dengan layanan jasa perbaikan lokal sampai memberitahu Kamu judul lagu yang sedang dinyanyikan di dekatmu. Kini Google telah mengumumkan bahwa Assistant akan tersedia di lebih banyak perangkat Android.


Google Assistant akan hadir pada tablet yang memakai Android 7.0 Nougat dan Android 6.0 Marshmallow. Untuk ponsel, Assistant bahkan akan hadir pada telepon pintar yang menggunakan Android 5.0 Lollipop.


Sayangnya nih…


Sayangnya, Assistant untuk tablet hanya akan diberikan kepada mereka yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa mereka. Assistant untuk Android 5.0 Lollipop sudah mulai disebarkan ke pengguna yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa mereka di Amerika Serikat, Inggris, India, Australia, Kanada dan Singapura, dan pengguna yang mengatur bahasa Spanyol sebagai bahasa mereka di Amerika Serikat, Meksiko dan Spanyol. Menyusul kemudian adalah Italia, Jepang, Jerman, Brasil dan Korea.


Google Assistant hanya akan dadah saja pada pengguna Android yang mengatur bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka.

Selasa, Desember 12, 2017

Mengubah Video Menjadi Komik dengan Google Storyboard

Baru-baru ini Google meluncurkan tiga aplikasi fotografi eksperimental yaitu Selfissimo, Scrubies dan Storyboard. Dari ketiga produk eksperimental itu yang paling menarik menurut Kombor.com adalah Storyboard yang merupakan aplikasi mobile.


Storyboard memungkinkan Kamu untuk mengubah video yang Kamu rekam menjadi komik.


Berikut ini contoh komik yang diambil dari screenshot yang disediakan pada halaman aplikasi Storyboard di Google Play.


storyboard comic strip 1storyboard comic strip 2storyboard comic strip 3

storyboard comic strip 4storyboard comic strip 5storyboard comic strip 6


Cara menggunakan Storyboard


  1. Muat atau buka video
  2. Gulung ke bawah sampai Kamu mendapatkan tataletak yang Kamu sukai
  3. Tap untuk dibagikan atau disimpan apabila sudah selesai


Download Storyboard


Kalau Kamu tertarik untuk mencoba Storyboard Kamu bisa donlot dari Google Pay.

Rabu, November 22, 2017

Salah Besar Kalau Menyangka Kita Bisa Sembunyi dari Google

Ternyata Google tetap dapat melacak perangkat Android walaupun layanan lokasi dimatikan.

lokasi perangkat android dilacak oleh google walaupun layanan lokasi dimatikan

Selama ini kita memahami bahwa Google menggunakan piranti Android kita untuk mengumpulkan data lokasi hanya saat layanan lokasi (location services) kita nyalakan. Nyatanya, saat layanan lokasi itu kita matikan, Google masih dapat melacak keberadaan piranti Android kita.

Diberitakan di Techspot, sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Quartz menemukan fakta bahwa piranti keras yang menjalankan piranti lunak Android tidak hanya melacak pengguna saat fitur layanan lokasi dimatikan tetapi bahkan mereka tahu keberadaan kita walaupun kita tidak menggunakan aplikasi dan tidak ada SIM Card yang disisipkan.

Laporan penyelidikan itu menyatakan bahwa perangkat Android mengumpulkan alamat-alamat di sekitar menara seluler dan mengirimkan data itu ke Google sejak awal tahun ini (2017). Alamat-alamat itu disertakan dalam informasi yang dikirim ke sistem Google dan dipakai untuk mengelola notifikasi surungan (push notifikasi) dan pesan-pesan.

Google sudah mengkonfirmasi praktek itu dan akan menghentikan pengumpulan data itu terhitung mulai akhir November 2017 ini.


Quartz mencatat bahwa pada saat sebuah menara seluler tunggal tidak dapat menentukan lokasi tepat dari sebuah perangkat, beberapa menara seluler dapat mentrianggulasikan sebuah lokasi dalam radius 1/4 mil.

Google bisa saja mengaku tidak memakai informasi yang dikumpulkan itu, akan tetapi akan jauh lebih baik bagi para pengguna yang mengasumsikan bahwa apabila mereka mematikan layanan lokasi maka aktivitas pelacakan lokasi itu benar-benar dimatikan secara total.

Perangkat-perangkat mengirimkan data lokasi ke Google pada saat perangkat-perangkat itu berada dalam jangkauan menara seluler. Pada saat tidak ada SIM Card yang disisipkan, perangkat akan mengirimkan data lokasi pada saat perangkat-perangkat itu terhubung ke jaringan Wi-Fi. Tidak ada pilihan untuk menghentikan itu. Syukurlah Google akan menghentikan praktek itu mulai akhir November 2017 ini.

Selama ini ternyata kita tidak bisa sembunyi dari Google…

Selasa, November 21, 2017

Google Kesandung Pixel 2 Seperti Samsung Kesandung Galaxy Note 7

google pixel 2 xl dead pixel

Kuartal 2016 yang lalu dunia gawai sempat heboh karena Samsung Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung bakal menjadi edisi Galaxy Note paling mumpuni ternyata mengalami kegagalan. Banyak pengguna Note 7 yang gawainya meledak dan terbakar. Kegagalan Samsung dengan Galaxy Note 7 itu sepertinya diikuti oleh Google dengan Pixel 2 XL dalam skala yang lebih ringan.

Sama seperti Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung, Google Pixel 2 XL juga digadang-gadang oleh Google sebagai gawai yang luar biasa karena memiliki semua yang bisa ditawarkan oleh Google. Kinerjanya yang fantastis, kamera yang ciamik dan piranti lunak Android seperti yang diinginkan oleh Google. Sayangnya, Pixel 2 XL punya masalah dengan piranti kerasnya yaitu pada layar sampai dengan speaker. Masalah pada layar sampai speaker itu secara bervariasi dialami secara berbeda oleh para pengguna Pixel 2 XL.

Di antara masalah yang menimpa layar Pixel 2 XL adalah warna yang kurang tajam, kerusakan layar, bayangan biru pada layar, dan dead-pixels. Ada juga yang mengalami gangguan pada layar sentuh Pixel 2 XL.


Selain masalah berkaitan dengan layar yang cukup banyak itu, Pixel 2 XL juga mengalami masalah dengan kamera, adapter headphone dan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Tidak sedikit pengguna yang mendapatkan notifikasi ‘fatal error’ pada saat meluncurkan aplikasi kamera pertama kali.

Keputusan Google untuk meniadakan colokan headphone dan menggantinya dengan adapter dinilai kontroversial. Apalagi ditambah dengan banyaknya keluhan pengguna mengenai penggunaannya mulai dari ketidaknyamanan karena adapter menjadi panas sampai dengan adapter yang tidak berfungsi sama sekali.

Sebagaimana ponsel baru, kadang-kadang pengguna mengalami masalah dengan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Masalah yang sama juga ditemukan pada Pixel 2 XL.

Selain masalah-masalah di atas masih ada juga masalah yang pilihan solusinya hanya menunggu pemutakhiran piranti lunak secara resmi oleh Google. Masalah-masalah yang hanya bisa diatasi dengan menunggu pemutakhiran piranti lunak itu antara lain adalah pengaturan app-scaling, konektivitas, kualitas panggilan dan kualitas speaker.

Kita tentu tidak akan pernah menyangka bahwa raksasa teknologi semacam Samsung dan Google akan mengalami kegagalan dengan produknya. Dalam pemahaman kita, produk yang dibuat oleh Samsung dan Google tentunya sudah melalui riset dan proses pengembangan yang canggih. Segala sesuatunya direncanakan dengan matang termasuk pada spesifikasi perangkat keras dan pengembangan piranti lunak yang sesuai dengan piranti keras yang akan dipakai pada produk mereka. Namun faktanya, Samsung dan Google kesandung dengan masalah-masalah yang terjadi pada produk mereka. Masalah Samsung dengan Galaxy Note 7 bahkan sangat parah sampai Samsung harus menarik produk baru mereka itu dari pasar dan kemudian menjual kembali sebagai produk refurbished. Google belum sampai separah itu tetapi apabila masalah-masalah dengan Pixel 2 XL itu tidak segera teratasi, bisa jadi Pixel 2 XL juga tidak akan laku dibeli karena tidak sedikit situs teknologi yang menyarankan untuk melupakan Pixel 2 Xl dan memilih Pixel 2 saja.

Dalam kasus yang lain, Microsoft juga mengalami kegagalan berkaitan dengan produknya, Windows Phone dan Windows Mobile. Kegagalan Microsoft bukan merupakan kegagalan produk seperti Samsung dengan Note 7 dan Google dengan Pixel 2 XL melainkan kegagalan dalam pemasaran karena Microsoft tidak mampu mendongkrak penjualan gawai dengan sistem operasi yang mereka produksi.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus Samsung, Google dan Microsoft itu adalah agar kita jangan takut gagal karena bahkan raksasa-raksasa teknologi seperti Samsung, Google dan Microsoft pun ternyata tidak selalu berhasil dengan produk-produk mereka.

Jumat, Oktober 13, 2017

Google Mulai Mengintegrasikan Duo Ke Beberapa Perangkat Android

Google Mulai Mengintegrasikan Duo Ke Beberapa Perangkat Android

Kawan-Kawan sudah tahu aplikasi panggilan video atau video call milik Google yaitu Google Duo? Kalau belum, semoga kali ini Kawan-Kawan jadi tahu soal itu, hehehe.

Sebelumnya, Google Duo merupakan aplikasi mandiri. Duo tidak dipaketkan dalam sistem operasi Android seperti layanan Google lainnya (yang dipaketkan). Banyak yang mengira Google tidak akan memaket Duo ke sistem operasi Android atau perangkat Android. Ternyata, perkiraan itu tidak tepat.

Google kini mulai memaketkan Duo ke perangkat Android. Pada tahap permulaan ini, perangkat yang diberi Duo secara paket adalah Pixel, Pixel 2, Android One, dan Nexus. Kita tahu semua perangkat itu adalah perangkat yang memakai Android yang asli dari Google. Belum diketahui apakah Duo akan dipaketkan dalam versi baru Android yang akan datang.


Pengintegrasian Duo ke dalam perangkat membuat pemakai bisa langsung melakukan panggilan video langsung dari aplikasi kontak. Syaratnya adalah lawan bicara yang akan diberi panggilan video juga memiliki aplikasi Duo di perangkatnya.

Gambar dari Techspot di bawah ini mendemokan cara melakukan panggilan video menggunakan Duo langsung dari kontak.

Selama ini Kawan-Kawan tentunya melakukan panggilan video dengan aplikasi yang berbeda-beda. Apakah menurut Kawan-Kawan pengintegrasian Duo ke perangkat Android itu menarik?

Selasa, Agustus 22, 2017

Android 8.0 Oreo Resmi Diluncurkan oleh Google

Android 8.0 Oreo Resmi Diluncurkan oleh Google

Google hari ini resmi (21 Agustus 2017 waktu sana) meluncurkan Android 8.0. Nama Oreo resmi disematkan pada inisial huruf ‘O’ yang menjadi huruf pertama Android 8.0 itu.

Android 8.0 Oreo akan diunggah oleh para insiyur Google ke Android Open Source Project pada hari ini. Sementara, pembaruan piranti lunak pada perangkat Nexus dan Pixel yang didukung akan segera tiba. Tentu saja, build final juga akan dikirim ke perangkat-perangkat yang didaftarkan pada program Android Beta.


Dikutip oleh GSM Arena, Google juga mengatakan bahwa pada akhir tahun ini pemakai Essential, General Mobile, HMD Global, Huawei, HTC, Kyocera, LG, Motorola, Samsung, Sharp dan Sony akan meluncurkan produk baru atau meningkatkan versi piranti lunak ke Android Oreo.

Versi terakhir Android hadir dengan dukungan picture-in-picture, notification dots, emoji yang diredesain penuh (termasuk 60 emoji baru), Google Play Protect bawaan, pembatasan pemakaian baterai pada aplikasi yang berjalan di latar belakang, boot yang lebih cepat, autofill system-wide, dan dukungan pada Android Instant Apps.

Blackberry sudah mengumumkan secara resmi bahwa ponsel pintar terbaru mereka, Keyone, akan mendapatkan pembaruan Oreo. Hanya saja, tidak disebutkan kapan hal itu akan diberikan.

Kang Kombor saat ini kembali memakai Android versi 6 setelah sempat memakai Android 7.1.1 melalui Lineage OS 14.1.