Tampilkan postingan dengan label Cermin Retak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cermin Retak. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 11, 2017

Cara Membuat Kita Bisa Kerasan Tinggal di Mana Pun

Kang Kombor nggak pernah bosan atau merana saat tinggal di mana pun dalam keadaan apa pun karena yang membuat Kang Kombor kerasan, gembira atau bahagia tinggal di suatu tempat bukan suasana atau lingkungannya melainkan pikiran Kang Kombor sendiri.

Apabila ada sesuatu yang sekiranya membuat tidak kerasan, ya tinggal diubah saja menjadi sesuatu yang bisa membuat kerasan. Asal, sesuatu yang tidak membuat kerasan itu bukan lingkungan yang tidak aman baik untuk properti maupun keluarga ya. Kalau lingkungan yang tingkat kriminalitasnya tinggi, nggak layak huni nggak layak anak ya tinggalin aja. Yang seperti itu tentu lumayan sulit bagi kita untuk mengubahnya.


Oke, kembali ke topik.

Salah satu hal yang bisa membuat kita kerasan tinggal di suatu tempat adalah memiliki klangenan. Apabila sesuatu untuk klangenan itu belum ada ya adakan. Contohnya ini, Kang Kombor pengin punya klangenan berupa blumbang (kolam) untuk memelihara ikan. Walaupun pekarangan Kang Kombor berupa tanah padas dan tidak ada air mengalir untuk mengisi kolam, Kang Kombor nggak kehilangan akal. Kan Kang Kombor bisa membuat kolam terpal. Di bawah ini dokumentasi waktu Kang Kombor bikin kolam terpal itu.

Makanya, alih-alih ngeluh di media sosial soal "aku bosan" dan lain-lain yang cuma keluhan, lebih baik buat sesuatu yang bisa membunuh kebosanan itu. Apabila tinggal di suatu tempat yang kurang nyaman, buatlah sesuatu yang bisa menjadikan kita merasa nyaman. Kang Kombor selalu bilang pada keluarga Kang Kombor bahwa nyaman atau kerasan itu ada di pikiran kita, bukan di lingkungan atau suasana.

Semangat pagi! ((walupun sudah siang semangat harus seperti saat pagi))

Kamis, Agustus 03, 2017

JuaraBuku Yang Nggak Juara

Ini cerita tentang penjual di market place Tokopedia yang nggak juara. Dalam pemberitahuan pesanan sudah dikirim tetapi barang tidak sampai-sampai. Saat diberi keluhan tidak melakukan tindak lanjut padahal daring terus penjualnya. Nama tokonya adalah JuaraBuku.

juara buku - history

Jadi, ceritanya Kang Kombor membeli buku “Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Pegiat Antikorupsi” dari toko ini. Pesanan dilakukan pada 4 Juli 2017 sudah langsung dibayar dengan KlikPay BCA. Pada 5 Juli 2017 pesanan sedang diproses oleh toko.


Toko ini butuh 5 hari untuk mengirim karena baru pada 10 Juli 2017 ada pemberitahuan bahwa pesanan sudah dikirim.

Pada 13 Juli 2017, System-Tracker memberitahukan bahwa kode resi tidak valid. 20 Juli 2017 Kang Kombor mengajukan komplain ke penjual untuk minta bantuan diperiksa ke kurir. Penjulan menjawab akan menanyakan ke kurir tetapi hingga pesanan dibatalkan oleh pihak Tokopedia dan uang dikembalikan, penjual itu sama sekali tidak pernah menjawab pesan-pesan Kang Kombor.

Kang Kombor sudah berani belanja online sejak baru sedikit orang yang berani melakukannya. Kang Kombor pernah tertipu. Ya, pernah. Namun, Kang Kombor tidak kapok. Bahkan belanja offline pun kita bisa ditipu. Sayang memang kalau gara-gara segelintir penjual yang tidak dapat dipercaya kemudian timbul pandangan umum bahwa penjual online itu penipu semua.

Kamis, Desember 22, 2016

Ngapain Telolet Bus Mau Dilarang Begitu Fenomena Om Telolet Om Menjadi Terkenal?

Ngapain Telolet Bus Mau Dilarang Begitu Fenomena Om Telolet Om Menjadi Terkenal?

Pemerintah kita ini suka reaktif dan reaktifnya terlambat. Contoh terakhir adalah soal telolet bus. Saat telolet bus menjadi terkenal bahkan mendunia, pemilik otoritas seakan-akan baru terbuka matanya dan tahu bahwa ada telolet. Padahal, telolet bus itu sudah lama.

Ya, telolet bus itu sudah lama. Kang Kombor dah sejak lama sering memutar video telolet bus di YouTube. Apabila dinilai membahayakan, mengapa baru sekarang Menteri Perhubungan akan mengeluarkan surat edaran yang akan melarang bus telolet?


Yang berbahaya itu telolet bus-nya atau kegemaran memburu telolet bus itu kok yang dilarang bus teloletnya?

Ayolah kita berpikir kalau mau membuat aturan. Kalau yang membahayakan telolet busnya, sudah ada Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan. Di sana pada Pasal 69 yang berbunyi 'Suara klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 desibel atau dB (A). Kalau suara telolet lebih dari 118 dB itu baru perlu ditertibkan.

Apabila yang membahayakan itu kegemaran anak-anak dalam memburu telolet “Om Telolet OM” ya mari kita edukasi anak-anak pemburu telolet itu agar memburu telolet tanpa membahayakan diri mereka dan pengguna jalan.

Ada kreatifitas dalam membuat variasi bunyi telolet. Ada kegemaran baru anak-anak yang positif, mengapa mau dilarang? Anak-anak itu tidak melakukan tindakan kriminal kok, tidak mabuk, tidak narkoba, tidak mbegal. Mereka hanya minta bunyi telolet!

Senin, September 19, 2016

Operasi Tangkap Tangan KPK Terbaru

Operasi Tangkap Tangan KPK Terbaru

KPK sudah sering melakukan operasi tangkap tangan atau yang sering disebut OTT. Operasi tangkap tangan oleh KPK itu menangkap terduga pelaku tindak pidana korupsi pada saat sedang melakukan transaksi atau sesudah melakukan transaksi serah terima uang tunai atau cek. Walaupun sudah sering melakukan OTT, tetap saja ada operasi tangkap tangan KPK terbaru.

Korupsi bukan baru akhir-akhir ini saja terjadi. Korupsi sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Kertas kerja IMF pada 1998 berjudul “Corruption Around The World: Causes, Consequences, Scope and Cures” menyebutkan bahwa banyak bukti yang menunjukkan korupsi sudah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Dua ribu tahun lalu, seorang perdana menteri raja di India yang bernama Kautilya telah menulis buku berjudul “Arthashastra” yang mendiskusikan masalah korupsi. Tujuh abad lalu, Dante menempatkan penyuap di tempat paling dalam dari neraka untuk menunjukkan rasa ketidaksenangan pada korupsi. Shakespeare pun menempatkan korupsi sebagai hal yang penting dalam pertunjukannya.


Banyak hal yang menjadi penyebab korupsi. Menurut Profesor Andi Hamzah, penyebab korupsi adalah kurangnya gaji atau pendapatan pegawai negeri dibanding dengan kebutuhan sehari- hari yang semakin lama semakin meningkat, ketidakberesan manajemen, modernisasi, emosi mental, gabungan beberapa faktor. Syed Hussein Alatas dalam bukunya Sosiologi Korupsi menyebut penyebab korupsi adalah ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi- posisi kunci yang mampu memberikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi, kelemahan pengajaran- pengajaran agama dan etika, kolonialisme, kurangnya pendidikan, kemiskinan, tidak hukuman yang keras, kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi, struktur pemerintahan, perubahan radikal, dan keadaan masyarakat.

Korupsi yang dilakukan oleh kalangan pegawai negeri rendahan sering disebut korupsi karena kebutuhan (corruption by need) sedangkan korupsi oleh pejabat tinggi adalah korupsi karena keserahakah (corruption by greed). Apa pun itu, by need atau by greed, korupsi tetap tindak pidana yang harus diberantas.

Pemberantasan korupsi itu bukan hanya penindakan saja melainkan juga pencegahan. Di mana-mana, mencegah lebih baik daripada mengobati. Mencegah terjadinya tindak pidana korupsi lebih baik daripada menindak pidana korupsi. Akan tetapi, nampaknya usaha-usaha pencegahan masih kurang efektif untuk mencegah orang melakukan korupsi sehingga KPK masih saja melakukan operasi tangkap tangan.

KPK tidak boleh mengeluarkan SP3 sehingga setiap perkara yang sudah disidik oleh KPK tidak boleh dihentikan. Mungkin karena itu KPK lebih senang untuk melakukan operasi tangkap tangan daripada menindaklanjuti laporan yang masuk. Dalam menindaklanjuti laporan, KPK harus mencari alat bukti permulaan yang cukup. Dalam operasi tangkap tangan, bukti permulaan itu sudah langsung didapatkan. Lalu apakah lagi yang akan menjadi obyek operasi tangkap tangan KPK terbaru?

Rabu, September 07, 2016

Tak Ada Yang Tak Mungkin untuk Kita, Kejarlah Impianmu

Mungkin ada di antara kita yang tidak berani untuk memiliki impian karena saking banyaknya keterbatasan yang dimiliki. Sebaiknya tidak begitu. Kita harus tetap memiliki impian dan berusaha keras untuk mengejar impian kita itu. Keterbatasan yang ada tidak perlu kita lihat sebagai penghalang atau penghambat. Justru keterbatasan yang ada akan membuat kita kreatif untuk mencari solusi guna menyiasati keterbatasan itu.


Kita tentu tidak pernah berpikir bahwa seorang yang tuna netra akan mampu menjadi penghafal Kitab Suci Al-Qur’an karena banyak orang yang panca inderanya lengkap dan normal tidak mampu menjadi penghafal Al-Qur’an. Buktinya, ada muslimin dan muslimah penghafal Al-Qur’an yang tuna netra. Keterbatasan indera penglihatannya tidak menjadi penghalang bagi mereka para tuna netra penghafal Al-Qur’an itu. Karena tidak dapat melihat, ada yang menggunakan indera pendengarannya dan kekuatan ingatannya untuk menghafal Al-Qur’an. Dari Indonesia, ada Ayu Fajar Lestari dan Masyita, dua orang hafidzah tuna netra yang kita tahu dari pemberitaan. Selain keduanya, masih banyak hafidz dan hafidzah tuna netra yang lain.

masyita hafidzah tuna netra

ayu fajar lestari hafidzah tuna netra

Mungkin kita juga berpikir seseorang yang tidak memiliki kaki akan mampu mendaki gunung. Faktanya tidak seperti itu. Ada pendaki gunung yang tidak memiliki kaki, namanya Spencer West. Pendaki gunung yang kehilangan kaki sejak umur tiga tahun karena penyakit kelainan genetik di tulang punggungnya itu berhasil mendaki gunung tertinggi di Afrika, Gunung Kilimanjaro. Di China ada Chen Zou, pendaki gunung tanpa kaki yang telah mendaki lima gunung terkenal di China. Di Indonesia ada Achmad Dzulkarnain atau Duzel, pemuda yang berasal dari Desa Benelanlor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, yang tidak memiliki tangan dan kaki tetapi berhasil mencapai puncak Gunung Ijen yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo. Di Malaysia, ada Azrulkan Hasrullah, seorang pemuda yang kakinya lumpuh yang mendaki Gunung Kinabalu. Ketiga pendaki gunung itu tidak menjadikan keterbatasan fisik mereka, yaitu tidak memiliki kaki dan kaki lumpuh, sebagai penghalang impian mereka untuk mendaki gunung.

spencer west pendaki gunung tanpa kaki

achmad dzulkarnain pendaki gunung tanpa tangan dan kaki

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Oleh karena itu, kita harus tetap memiliki impian dan berusaha keras untuk mewujudkan impian kita itu. Keterbatasan bukan untuk menjadi penghalang atau penghambat, justru keterbatasan itu harus kita carikan solusi untuk mensiasati.

Sabtu, Juli 16, 2016

Alasan Saya Tidak Main Pokemon Go

Alasan Saya Tidak Main Pokemon Go

Permainan Pokemon Go sedang hit. Banyak sekali orang memainkannya. Kawan-Kawan Kang Kombor pun pada pasang aplikasi permainan Pokemon Go dan memainkan aplikasi itu. Kang Kombor tidak ikutan pasang dan memainkan aplikasi permainan untuk menangkap pokemon itu. Apa alasan Kang kombor tidak pasang dan memainkan aplikasi permainan Pokemon Go?

Yang pertama, Kang Kombor memang tidak terlalu senang main game. Di komputer, laptop, tablet atau hp Kang Kombor minim sekali aplikasi permainan. Kalaupun ada aplikasi permainan bawaan, belum tentu Kang kombor pernah memainkan aplikasi itu.

Kedua, Kang Kombor tidak memiliki waktu untuk memainkan aplikasi permainan Pokemon Go. Kang Kombor pikir lebih baik Kang Kombor gunakan waktu Kang kombor untuk hal yang lain yang lebih produktif.

Ketiga, Kang Kombor tidak mau ikut-ikutan konyol. Sudah banyak berita yang mengabarkan apa yang terjadi pada orang yang terlalu asik memainkan Pokemon Go. Ada yang mobilnya nabrak, ada yang tertabrak mobil, ada yang terjebak di dalam kuburan, ada yang masuk ke pekarangan orang tanpa ijin, dan lain-lain.

Untuk yang main Pokemon Go nggak usah tersinggung, setiap orang punya pandangan masing-masing ya! Silakan bermain dan jaga keselamatan.

Selasa, Juli 12, 2016

Lolos dari Jalur Neraka Mudik Brexit

Lolos dari Jalur Neraka Mudik Brexit

Halo Kawan-Kawan, masih dalam suasana Syawal ini, Kang Kombor ucapkan Selamat Idul Fitri, tagabbal Allaahu minna wa minkum. Apakah Kawan-Kawan pada mudik liburan lebaran kemarin? Kena macet di Brexit? Alhamdulillaah Kang Kombor tidak seperti banyak pemudik yang lain yang kena macet di Tol Pejagan - Pemalang selepas pintu keluar Brebes Timur sampai ke Tegal. Kang Kombor lolos dari Jalur Neraka Mudik Brexit itu. Waktu balik ke Jakarta, Kang Kombor juga tidak terkena macet di Tol Jakarta - Cikampek. Apa rahasianya?

Untuk perjalanan mudik, Kang Kombor selalu menghindari puncak arus mudik. Alhamdulillah pengajuan cuti disetujui. Kang Kombor berangkat mudik ke Sleman pada Rabu (29 Juni 2016) malam. Sengaja memilih berangkat mudik sebelum puncak arus mudik yang Kang Kombor sendiri memperpirakan akan terjadi pada Sabtu dan Minggu. Kalau berangkat Jumat malam, bisa jadi Kang Kombor juga akan ikut kena macet di Brexit itu. Alhamdulillaah dengan berangkat mendahului puncak arus mudik, Kang Kombor lolos dari kemacetan gila-gilaan di Brexit.

Perjalanan mudik Kang Kombor bukannya tidak ada macet. Selepas Brexit, dari Brebes sampai Tegal ada macet juga walaupun hanya sekitar 2 - 3 jam. Selepas Tegal, alhamdulillaah lancar.

Untuk perjalanan balik, Kang Kombor berangkat Sabtu (9 Juli 2016) malam. Kang Kombor ambil Jalur Pantura dan baru masuk ke tol di Karawang Barat. Kang Kombor sengaja menghindari tol baik mulai dari Pejagan - Pemalang, Kanci - Pejagan, Palimanan - Kanci, Cipali dan Jakarta Cikampek di Km.66. Di Tol Jakarta - Cikampek Km.66 ada pertemuan antara kendaraan yang keluar dari Purbaleunyi dan yang jalan dari Cipali maupun yang masuk dari Cikopo. Di Km.66 itu biasanya laju kendaraan terhambat. Oleh karena itu, Kang Kombor lanjut saja lewat Pantura hingga masuk ke Karawang dan maru masuk tol di Karawang Barat. Alhamdulillaah lancar.

Masuk tol di Karawang Barat langsung istirahat di Km.42. Keadaan Rest Area Km.42 Tol Jakarta - Cikampek lumayan padat. Alhamdulillaah Kang Kombor masih dapat parkir dan bisa istirahat sarapan sekalian makan siang.

Selesai istirahat, Kang Kombor melanjutkan perjalanan dan Gerbang Tol Cikarang Utama juga antriannya sedang tidak panjang. Kang Kombor sangat beruntung. Padahal, lihat berita, 3 jam sebelumnya GT Cikarang Utama masih antri panjang.

Sebenarnya Kang Kombor sudah memutuskan untuk mudik dan balik naik kereta api tetapi Kang Kombor hanya dapat tiket mudik saja, tiket balik tidak dapat. Sudah begitu, pas hari H mudik malah ada rapat dadakan di tempat kerja. Akhirnya, Kang Kombor mudik pakai kendaraan kantor. Tiket kereta api hangus...

Tips agar tidak kena macet saat mudik dan balik, hindari perjalanan pada puncak arus mudik dan balik. Apabila terpaksa, pantau lalu lintas. Pantau ruas-ruas yang sedang macet dan sebisa mungkin dihindari.