Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 20, 2018

Cuitan Twitter Pertama Google Berupa Kode Biner

Berbeda dari pengguna Twitter yang lain, google punya cara unik untuk mempublikasikan cuitan pertamanya. Apabila pengguna Twitter yang lain mencuit dengan bahasa mansuia, Google mencuit dengan kode biner.


Kode biner adalah kode yang hanya terdiri dari angka 0 dan 1.


cuitan pertama google di twitter


Cuitan pertama Google yang berupa kode biner itu isinya:


I'm 01100110 01100101 01100101 01101100 01101001 01101110 01100111 00100000 01101100 01110101 01100011 01101011 01111001 00001010


Google mencuit pertama kali pada 26 Februari 2009 melalui website Twitter.


Apakah bacaan dari kode biner yang dicuitkan oleh Google itu?


Ternyata bacaannya adalah “I’m feeling lucky”atau saya merasa beruntung.

Senin, Februari 19, 2018

Google Menghapus Tombol View Image pada Hasil Pencarian Gambar Google Image Search

google menghapus tombol visit image pada hasil pencarian gambar google image


Pada 15 Februari 2018, Google melakukan perubahan pada pencarian gambar. Perubahan yang kedengarannya kecil tetapi akibatnya sebenarnya besar, yaitu; Google menghapus tombol ‘Visit Image’ pada hasil pencarian gambar.


Biasanya, apabila kita mencari gambar kemudian mengklik salah satu gambar pada halaman hasil pencarian gambar maka akan ada tombol Visit, Visit Image dan Share. Untuk versi lain ada yang Visit, Visit Image, Save, View Saved, dan Share. Akan tetapi, sejak 15 Februari 2018 lalu, kita tidak akan pernah melihat tombol Visit Image lagi.


Google mengumumkan perubahan itu melalui cuitan di akun Twitter @searchliaison sebagai berikut:






Tombol Search by Image juga dihilangkan oleh Google. Tombol Search by Image ini muncul saat kita membuka sebuah gambar. Akan tetapi, untungnya Google masih mengijinkan kita untuk melakukan pencarian balik gabar (reverse image search) dengan cara menggeret sebuah gambar ke bar pencarian dan Google akan menampilkan gambar-gambar yang terkait saat kita mengklik salah satu gambar pada hasil pencarian.


Penghapusan tombol Visit Image itu merupakan sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antara Google dengan Getty Images yang merancang keseimbangan antara kebutuhan pengguna dan kepentingan pemublikasi gambar. Memang, dengan adanya tombol Visit Image, pencari gambar bisa langsung membuka gambar yang dipilih tanpa harus mengunjungi halaman web di mana gambar itu di pasang. Di satu sisi, hal itu sangat menguntungkan bagi pencari gambar tetapi di sisi lain kurang menguntungkan bagi penayang gambar. Bisa saja gambar itu disematkan di halaman web yang digunakan untuk menayangkan iklan. Dengan pencari gambar langsung menuju ke gambar maka ada peluang mendapatkan penghasilan iklan milik penayang gambar yang hilang.


klik kanan hasil pencarian gambar google image


Kabar baik lainnya, Google tidak menghapus menu View Image pada saat kita mengklik kanan gambar hasil pencarian melalui peramban desktop.

Kamis, Februari 15, 2018

Chrome Built-in AdBlocker Akan Diaktifkan 15 Februari 2018, Penerbit AdSense Siap-Siap Pendapatan Menurun

Pada Desember 2017 lalu, Kombor.Com sudah menginformasikan tentang ‘Google Akan Mengaktifkan Pemblokir Iklan Bawaan Chrome Pada 15 Februari 2018’. Kini waktunya hampir tiba. Besok lah waktu peblokir iklan bawaan Chrome itu akan aktif. 15 Februari 2018 waktu Google berarti 16 Februari 2018 waktu Indonesia.


Para penerbit AdSense yang menempatkan atau menampilkan iklan tidak sesuai dengan ‘harapan’ Google siap-siap saja untuk mengalami penurunan pendapatan dari AdSense karena Chrome akan memblokir semua iklan yang tidak sesuai dengan petunjuk penempatan iklan yang baik. Iklan-iklan yang dipasang secara mengganggu akan diblokir oleh Chrome.


Penempatan iklan yang mengganggu itu bisa dilihat pada gambar di bawah. Untuk penjelasan lebih banyak bisa dibaca di sini.


penempatan iklan yang mengganggu pada peramban desktop dan mobile


Memang kelihatannya ironis. Google memiliki AdSense untuk menampilkan iklan yang dibuat melalui AdWords tetapi membuat alat untuk memblokir iklannya sendiri. Mungkin Google memang harus melakukan itu untuk membersihkan penerbit AdSense yang melakukan segala cara untuk mendapatkan klik iklan dan bahkan mempraktekkan tujuan menghalalkan cara untuk memaksa pengunjung situs atau halaman webnya mengklik iklan.


Era baru iklan yang lebih baik akan segera dimulai. Mari kita sambut dengan gembira!

Rabu, Desember 20, 2017

Google Akan Mengaktifkan Pemblokir Iklan Bawaan Chrome Pada 15 Februari 2018

Perubahan besar pada periklanan daring akan segera terjadi.


Putusan Google awal tahun ini untuk bergabung dengan Koalisi untuk Iklan yang Lebih baik (Coalition for Better Ads) memberikan sinyal mengenai kedatangan perubahan besar pada dunia periklanan daring. Selasa kemarin, Google mengungkap secara tepat kapan perubahan itu akan terjadi.


Google mengkonfirmasi bahwa raksasa teknologi itu sedang membuat pembokir iklan bawaan Chrome yang akan mulai diaktifkan pada 15 Februari 2018.


Koalisi untuk Iklan yang Lebih Baik memiliki program bernama Coalition for Better Ads Experience Program yang merupakan inisiatif sukarela yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman iklan online baik untuk konsumer maupun penerbit iklan. Program itu akan menyertifikasi penerbit iklan yang memenuhi Standar Iklan Yang Lebih Baik, atau mereka yang setuju untuk tidak menjalankan iklan yang disruptive yang membuat kegiatan berselancar di web menjadi terhenti karena kemunculan iklan itu.


iklan online yang tidak memenuhi standar iklan yang lebih baik


Iklan berupa jendela munculan (pop up), video swaputar dengan suara, iklan yang ditampilkan di halaman web sebelum pengunjung melihat konten (prestitial ads) dengan hitung mundur, dan iklan berukuran besar yang posisinya melekat (sticky) telah diidentifikasi tidak memenuhi Standar Iklan yang Lebih Baik untuk desktop. Untuk perangkat mobil, koalisi mengidentifikasi iklan jendela munculan, prestitial, iklan dengan tampilan lebih dari 30%, video swaputar dengan suara, postitial ads (iklan yang muncul setelah konten) dengan hitung mundur, iklan sepenuh layar yang dapat digulung dan iklan besar yang melekat merupakan iklan-iklan yang tidak dapat diterima.


Pemblokir iklan bawaan Google Chrome nantinya akan secara otomatis memblokir iklan-iklan yang tidak memenuhi Standar Iklan yang Lebih Baik (Better Ads Standard).

Kamis, Desember 14, 2017

Google Assistant Kini Tersedia di Lebih Banyak HP dan Tablet Android

Google Assistant kini tersedia di lebih banyak varian HP dan tablet Android.


google lens assistant - foto dari google


Google Assistant semakin hari semakin banyak memiliki kemampuan, mulai dari menghubungkan Kamu dengan layanan jasa perbaikan lokal sampai memberitahu Kamu judul lagu yang sedang dinyanyikan di dekatmu. Kini Google telah mengumumkan bahwa Assistant akan tersedia di lebih banyak perangkat Android.


Google Assistant akan hadir pada tablet yang memakai Android 7.0 Nougat dan Android 6.0 Marshmallow. Untuk ponsel, Assistant bahkan akan hadir pada telepon pintar yang menggunakan Android 5.0 Lollipop.


Sayangnya nih…


Sayangnya, Assistant untuk tablet hanya akan diberikan kepada mereka yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa mereka. Assistant untuk Android 5.0 Lollipop sudah mulai disebarkan ke pengguna yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa mereka di Amerika Serikat, Inggris, India, Australia, Kanada dan Singapura, dan pengguna yang mengatur bahasa Spanyol sebagai bahasa mereka di Amerika Serikat, Meksiko dan Spanyol. Menyusul kemudian adalah Italia, Jepang, Jerman, Brasil dan Korea.


Google Assistant hanya akan dadah saja pada pengguna Android yang mengatur bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka.

Rabu, November 22, 2017

Salah Besar Kalau Menyangka Kita Bisa Sembunyi dari Google

Ternyata Google tetap dapat melacak perangkat Android walaupun layanan lokasi dimatikan.

lokasi perangkat android dilacak oleh google walaupun layanan lokasi dimatikan

Selama ini kita memahami bahwa Google menggunakan piranti Android kita untuk mengumpulkan data lokasi hanya saat layanan lokasi (location services) kita nyalakan. Nyatanya, saat layanan lokasi itu kita matikan, Google masih dapat melacak keberadaan piranti Android kita.

Diberitakan di Techspot, sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Quartz menemukan fakta bahwa piranti keras yang menjalankan piranti lunak Android tidak hanya melacak pengguna saat fitur layanan lokasi dimatikan tetapi bahkan mereka tahu keberadaan kita walaupun kita tidak menggunakan aplikasi dan tidak ada SIM Card yang disisipkan.

Laporan penyelidikan itu menyatakan bahwa perangkat Android mengumpulkan alamat-alamat di sekitar menara seluler dan mengirimkan data itu ke Google sejak awal tahun ini (2017). Alamat-alamat itu disertakan dalam informasi yang dikirim ke sistem Google dan dipakai untuk mengelola notifikasi surungan (push notifikasi) dan pesan-pesan.

Google sudah mengkonfirmasi praktek itu dan akan menghentikan pengumpulan data itu terhitung mulai akhir November 2017 ini.


Quartz mencatat bahwa pada saat sebuah menara seluler tunggal tidak dapat menentukan lokasi tepat dari sebuah perangkat, beberapa menara seluler dapat mentrianggulasikan sebuah lokasi dalam radius 1/4 mil.

Google bisa saja mengaku tidak memakai informasi yang dikumpulkan itu, akan tetapi akan jauh lebih baik bagi para pengguna yang mengasumsikan bahwa apabila mereka mematikan layanan lokasi maka aktivitas pelacakan lokasi itu benar-benar dimatikan secara total.

Perangkat-perangkat mengirimkan data lokasi ke Google pada saat perangkat-perangkat itu berada dalam jangkauan menara seluler. Pada saat tidak ada SIM Card yang disisipkan, perangkat akan mengirimkan data lokasi pada saat perangkat-perangkat itu terhubung ke jaringan Wi-Fi. Tidak ada pilihan untuk menghentikan itu. Syukurlah Google akan menghentikan praktek itu mulai akhir November 2017 ini.

Selama ini ternyata kita tidak bisa sembunyi dari Google…

Selasa, November 21, 2017

Google Kesandung Pixel 2 Seperti Samsung Kesandung Galaxy Note 7

google pixel 2 xl dead pixel

Kuartal 2016 yang lalu dunia gawai sempat heboh karena Samsung Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung bakal menjadi edisi Galaxy Note paling mumpuni ternyata mengalami kegagalan. Banyak pengguna Note 7 yang gawainya meledak dan terbakar. Kegagalan Samsung dengan Galaxy Note 7 itu sepertinya diikuti oleh Google dengan Pixel 2 XL dalam skala yang lebih ringan.

Sama seperti Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung, Google Pixel 2 XL juga digadang-gadang oleh Google sebagai gawai yang luar biasa karena memiliki semua yang bisa ditawarkan oleh Google. Kinerjanya yang fantastis, kamera yang ciamik dan piranti lunak Android seperti yang diinginkan oleh Google. Sayangnya, Pixel 2 XL punya masalah dengan piranti kerasnya yaitu pada layar sampai dengan speaker. Masalah pada layar sampai speaker itu secara bervariasi dialami secara berbeda oleh para pengguna Pixel 2 XL.

Di antara masalah yang menimpa layar Pixel 2 XL adalah warna yang kurang tajam, kerusakan layar, bayangan biru pada layar, dan dead-pixels. Ada juga yang mengalami gangguan pada layar sentuh Pixel 2 XL.


Selain masalah berkaitan dengan layar yang cukup banyak itu, Pixel 2 XL juga mengalami masalah dengan kamera, adapter headphone dan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Tidak sedikit pengguna yang mendapatkan notifikasi ‘fatal error’ pada saat meluncurkan aplikasi kamera pertama kali.

Keputusan Google untuk meniadakan colokan headphone dan menggantinya dengan adapter dinilai kontroversial. Apalagi ditambah dengan banyaknya keluhan pengguna mengenai penggunaannya mulai dari ketidaknyamanan karena adapter menjadi panas sampai dengan adapter yang tidak berfungsi sama sekali.

Sebagaimana ponsel baru, kadang-kadang pengguna mengalami masalah dengan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Masalah yang sama juga ditemukan pada Pixel 2 XL.

Selain masalah-masalah di atas masih ada juga masalah yang pilihan solusinya hanya menunggu pemutakhiran piranti lunak secara resmi oleh Google. Masalah-masalah yang hanya bisa diatasi dengan menunggu pemutakhiran piranti lunak itu antara lain adalah pengaturan app-scaling, konektivitas, kualitas panggilan dan kualitas speaker.

Kita tentu tidak akan pernah menyangka bahwa raksasa teknologi semacam Samsung dan Google akan mengalami kegagalan dengan produknya. Dalam pemahaman kita, produk yang dibuat oleh Samsung dan Google tentunya sudah melalui riset dan proses pengembangan yang canggih. Segala sesuatunya direncanakan dengan matang termasuk pada spesifikasi perangkat keras dan pengembangan piranti lunak yang sesuai dengan piranti keras yang akan dipakai pada produk mereka. Namun faktanya, Samsung dan Google kesandung dengan masalah-masalah yang terjadi pada produk mereka. Masalah Samsung dengan Galaxy Note 7 bahkan sangat parah sampai Samsung harus menarik produk baru mereka itu dari pasar dan kemudian menjual kembali sebagai produk refurbished. Google belum sampai separah itu tetapi apabila masalah-masalah dengan Pixel 2 XL itu tidak segera teratasi, bisa jadi Pixel 2 XL juga tidak akan laku dibeli karena tidak sedikit situs teknologi yang menyarankan untuk melupakan Pixel 2 Xl dan memilih Pixel 2 saja.

Dalam kasus yang lain, Microsoft juga mengalami kegagalan berkaitan dengan produknya, Windows Phone dan Windows Mobile. Kegagalan Microsoft bukan merupakan kegagalan produk seperti Samsung dengan Note 7 dan Google dengan Pixel 2 XL melainkan kegagalan dalam pemasaran karena Microsoft tidak mampu mendongkrak penjualan gawai dengan sistem operasi yang mereka produksi.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus Samsung, Google dan Microsoft itu adalah agar kita jangan takut gagal karena bahkan raksasa-raksasa teknologi seperti Samsung, Google dan Microsoft pun ternyata tidak selalu berhasil dengan produk-produk mereka.