Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 14, 2017

Google Assistant Kini Tersedia di Lebih Banyak HP dan Tablet Android

Google Assistant kini tersedia di lebih banyak varian HP dan tablet Android.


google lens assistant - foto dari google


Google Assistant semakin hari semakin banyak memiliki kemampuan, mulai dari menghubungkan Kamu dengan layanan jasa perbaikan lokal sampai memberitahu Kamu judul lagu yang sedang dinyanyikan di dekatmu. Kini Google telah mengumumkan bahwa Assistant akan tersedia di lebih banyak perangkat Android.


Google Assistant akan hadir pada tablet yang memakai Android 7.0 Nougat dan Android 6.0 Marshmallow. Untuk ponsel, Assistant bahkan akan hadir pada telepon pintar yang menggunakan Android 5.0 Lollipop.


Sayangnya nih…


Sayangnya, Assistant untuk tablet hanya akan diberikan kepada mereka yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa mereka. Assistant untuk Android 5.0 Lollipop sudah mulai disebarkan ke pengguna yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa mereka di Amerika Serikat, Inggris, India, Australia, Kanada dan Singapura, dan pengguna yang mengatur bahasa Spanyol sebagai bahasa mereka di Amerika Serikat, Meksiko dan Spanyol. Menyusul kemudian adalah Italia, Jepang, Jerman, Brasil dan Korea.


Google Assistant hanya akan dadah saja pada pengguna Android yang mengatur bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka.

Rabu, November 22, 2017

Salah Besar Kalau Menyangka Kita Bisa Sembunyi dari Google

Ternyata Google tetap dapat melacak perangkat Android walaupun layanan lokasi dimatikan.

lokasi perangkat android dilacak oleh google walaupun layanan lokasi dimatikan

Selama ini kita memahami bahwa Google menggunakan piranti Android kita untuk mengumpulkan data lokasi hanya saat layanan lokasi (location services) kita nyalakan. Nyatanya, saat layanan lokasi itu kita matikan, Google masih dapat melacak keberadaan piranti Android kita.

Diberitakan di Techspot, sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Quartz menemukan fakta bahwa piranti keras yang menjalankan piranti lunak Android tidak hanya melacak pengguna saat fitur layanan lokasi dimatikan tetapi bahkan mereka tahu keberadaan kita walaupun kita tidak menggunakan aplikasi dan tidak ada SIM Card yang disisipkan.

Laporan penyelidikan itu menyatakan bahwa perangkat Android mengumpulkan alamat-alamat di sekitar menara seluler dan mengirimkan data itu ke Google sejak awal tahun ini (2017). Alamat-alamat itu disertakan dalam informasi yang dikirim ke sistem Google dan dipakai untuk mengelola notifikasi surungan (push notifikasi) dan pesan-pesan.

Google sudah mengkonfirmasi praktek itu dan akan menghentikan pengumpulan data itu terhitung mulai akhir November 2017 ini.


Quartz mencatat bahwa pada saat sebuah menara seluler tunggal tidak dapat menentukan lokasi tepat dari sebuah perangkat, beberapa menara seluler dapat mentrianggulasikan sebuah lokasi dalam radius 1/4 mil.

Google bisa saja mengaku tidak memakai informasi yang dikumpulkan itu, akan tetapi akan jauh lebih baik bagi para pengguna yang mengasumsikan bahwa apabila mereka mematikan layanan lokasi maka aktivitas pelacakan lokasi itu benar-benar dimatikan secara total.

Perangkat-perangkat mengirimkan data lokasi ke Google pada saat perangkat-perangkat itu berada dalam jangkauan menara seluler. Pada saat tidak ada SIM Card yang disisipkan, perangkat akan mengirimkan data lokasi pada saat perangkat-perangkat itu terhubung ke jaringan Wi-Fi. Tidak ada pilihan untuk menghentikan itu. Syukurlah Google akan menghentikan praktek itu mulai akhir November 2017 ini.

Selama ini ternyata kita tidak bisa sembunyi dari Google…

Selasa, November 21, 2017

Google Kesandung Pixel 2 Seperti Samsung Kesandung Galaxy Note 7

google pixel 2 xl dead pixel

Kuartal 2016 yang lalu dunia gawai sempat heboh karena Samsung Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung bakal menjadi edisi Galaxy Note paling mumpuni ternyata mengalami kegagalan. Banyak pengguna Note 7 yang gawainya meledak dan terbakar. Kegagalan Samsung dengan Galaxy Note 7 itu sepertinya diikuti oleh Google dengan Pixel 2 XL dalam skala yang lebih ringan.

Sama seperti Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung, Google Pixel 2 XL juga digadang-gadang oleh Google sebagai gawai yang luar biasa karena memiliki semua yang bisa ditawarkan oleh Google. Kinerjanya yang fantastis, kamera yang ciamik dan piranti lunak Android seperti yang diinginkan oleh Google. Sayangnya, Pixel 2 XL punya masalah dengan piranti kerasnya yaitu pada layar sampai dengan speaker. Masalah pada layar sampai speaker itu secara bervariasi dialami secara berbeda oleh para pengguna Pixel 2 XL.

Di antara masalah yang menimpa layar Pixel 2 XL adalah warna yang kurang tajam, kerusakan layar, bayangan biru pada layar, dan dead-pixels. Ada juga yang mengalami gangguan pada layar sentuh Pixel 2 XL.


Selain masalah berkaitan dengan layar yang cukup banyak itu, Pixel 2 XL juga mengalami masalah dengan kamera, adapter headphone dan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Tidak sedikit pengguna yang mendapatkan notifikasi ‘fatal error’ pada saat meluncurkan aplikasi kamera pertama kali.

Keputusan Google untuk meniadakan colokan headphone dan menggantinya dengan adapter dinilai kontroversial. Apalagi ditambah dengan banyaknya keluhan pengguna mengenai penggunaannya mulai dari ketidaknyamanan karena adapter menjadi panas sampai dengan adapter yang tidak berfungsi sama sekali.

Sebagaimana ponsel baru, kadang-kadang pengguna mengalami masalah dengan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Masalah yang sama juga ditemukan pada Pixel 2 XL.

Selain masalah-masalah di atas masih ada juga masalah yang pilihan solusinya hanya menunggu pemutakhiran piranti lunak secara resmi oleh Google. Masalah-masalah yang hanya bisa diatasi dengan menunggu pemutakhiran piranti lunak itu antara lain adalah pengaturan app-scaling, konektivitas, kualitas panggilan dan kualitas speaker.

Kita tentu tidak akan pernah menyangka bahwa raksasa teknologi semacam Samsung dan Google akan mengalami kegagalan dengan produknya. Dalam pemahaman kita, produk yang dibuat oleh Samsung dan Google tentunya sudah melalui riset dan proses pengembangan yang canggih. Segala sesuatunya direncanakan dengan matang termasuk pada spesifikasi perangkat keras dan pengembangan piranti lunak yang sesuai dengan piranti keras yang akan dipakai pada produk mereka. Namun faktanya, Samsung dan Google kesandung dengan masalah-masalah yang terjadi pada produk mereka. Masalah Samsung dengan Galaxy Note 7 bahkan sangat parah sampai Samsung harus menarik produk baru mereka itu dari pasar dan kemudian menjual kembali sebagai produk refurbished. Google belum sampai separah itu tetapi apabila masalah-masalah dengan Pixel 2 XL itu tidak segera teratasi, bisa jadi Pixel 2 XL juga tidak akan laku dibeli karena tidak sedikit situs teknologi yang menyarankan untuk melupakan Pixel 2 Xl dan memilih Pixel 2 saja.

Dalam kasus yang lain, Microsoft juga mengalami kegagalan berkaitan dengan produknya, Windows Phone dan Windows Mobile. Kegagalan Microsoft bukan merupakan kegagalan produk seperti Samsung dengan Note 7 dan Google dengan Pixel 2 XL melainkan kegagalan dalam pemasaran karena Microsoft tidak mampu mendongkrak penjualan gawai dengan sistem operasi yang mereka produksi.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus Samsung, Google dan Microsoft itu adalah agar kita jangan takut gagal karena bahkan raksasa-raksasa teknologi seperti Samsung, Google dan Microsoft pun ternyata tidak selalu berhasil dengan produk-produk mereka.

Jumat, Oktober 13, 2017

Google Mulai Mengintegrasikan Duo Ke Beberapa Perangkat Android

Google Mulai Mengintegrasikan Duo Ke Beberapa Perangkat Android

Kawan-Kawan sudah tahu aplikasi panggilan video atau video call milik Google yaitu Google Duo? Kalau belum, semoga kali ini Kawan-Kawan jadi tahu soal itu, hehehe.

Sebelumnya, Google Duo merupakan aplikasi mandiri. Duo tidak dipaketkan dalam sistem operasi Android seperti layanan Google lainnya (yang dipaketkan). Banyak yang mengira Google tidak akan memaket Duo ke sistem operasi Android atau perangkat Android. Ternyata, perkiraan itu tidak tepat.

Google kini mulai memaketkan Duo ke perangkat Android. Pada tahap permulaan ini, perangkat yang diberi Duo secara paket adalah Pixel, Pixel 2, Android One, dan Nexus. Kita tahu semua perangkat itu adalah perangkat yang memakai Android yang asli dari Google. Belum diketahui apakah Duo akan dipaketkan dalam versi baru Android yang akan datang.


Pengintegrasian Duo ke dalam perangkat membuat pemakai bisa langsung melakukan panggilan video langsung dari aplikasi kontak. Syaratnya adalah lawan bicara yang akan diberi panggilan video juga memiliki aplikasi Duo di perangkatnya.

Gambar dari Techspot di bawah ini mendemokan cara melakukan panggilan video menggunakan Duo langsung dari kontak.

Selama ini Kawan-Kawan tentunya melakukan panggilan video dengan aplikasi yang berbeda-beda. Apakah menurut Kawan-Kawan pengintegrasian Duo ke perangkat Android itu menarik?

Jumat, September 15, 2017

Google Chrome Akan Memblok Video Swaputar Mulai Januari 2018

Pembaruan besar yang akan hadir pada peramban Google Chrome yaitu Google Chrome akan memblok video swaputar* di internet.

logo google chrome

Video swaputar memang menjengkelkan. Selain menguras bandwidth kita, kadang video swaputar juga bikin tidak nyaman. Taruhlah bagi yang senang berselancar di internet dengan laptop dengan headphone selalu tercolok ke perangkat dan tiba-tiba saja muncul suara sangat keras yang memekakkan telinga gara-gara ada video swaputar di suatu halaman web. Tentu saja hal itu membuat kuping kita jadi sakit.


Google sudah memberi peringatan: pada pembaruan peramban web Chrome yang akan datang, ia akan memblok semua video swaputar yang memiliki suara. Sebuah kiriman di blog resmi Google menyebutkan bahwa Chrome 64 hanya akan meloloskan video swaputar apabila video itu tidak memainkan suara atau pengguna sudah mengindikasikan ketertarikannya pada media. Chrome 64 akan mengijinkan swaputar untuk berjalan apabila pengguna menginginkan media untuk dimainkan dan menghormati pilihan pengguna apabila mereka tidak ingin.

Tidak semua pengguna memiliki kecenderungan sama terhadap media swaputar sehingga Chrome 63 akan menambahkan pilihan baru buat pengguna untuk men-disable secara total audio pada situs web secara individual. Pilihan pembisuan situs akan terjadi antara sesi peselancaran internet, yang memberi pengguna untuk mengkastemisasi kapan dan di mana audio akan diputar.

Perubahan itu akan memberikan kendali lebih besar kepada pengguna atas pemutaran media di peramban yang dipakai dan akan membuat penayang untuk mengimplementasikan swaputar apabila itu memberikan manfaat kepada pengguna. Untuk lebih detilnya, silakan lihat di peta jalan swaputar.

Catatan:

*swaputar adalah autoplay. kang kombor menggunakan itu karena kalau swatayang kok kurang pas

Kamis, Juli 20, 2017

Google Glass Kembali Hadir

google glass enterprise edition

Pada 2015 Google telah mengakhiri program Google Explorer. Google menghentikan produksi Google Glass Explorer Edition. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa Google Glass dimatikan. Saat itu, Google berjanji akan tetap bekerja untuk versi masa depan dari piranti kemanggo* itu.

Janji Google waktu itu kini telah dipenuhi. Google Glass telah hadir kembali.

Sayangnya, Google Glass yang hadir ini bukanlah Google Glass bagi pengguna konsumer melainkan untuk pengguna enterprise. Google Glass yang baru ini adalag Google Glass Enterprise Edition.


Keberadaan Google Glass Enterprise Edition ini diungkap oleh Alphabet X dan lebih ditujukan kepada pengguna bisnis karena pengguna konsumer tidak tertarik pada Google Glass sedangkan pengguna bisnis memberikan cerita sukses bagi Gooogle Glass.

Walaupun publik tidak tertarik dengan Google Glass, Google terus memasok Google Glass untuk kebutuhan pengguna bisnis seperti GE Aviation, Boeing DHL, dan AGCO. Perusahaan-perusahaan itu mampu mengintegrasikan Google Glass ke dalam proses bisnis mereka secara praktis dan berhasil meningkatkan efisiensi dan mengurangi penggunaan kertas.

Berdasarkan umpan balik dari pelanggan bisnis, Google mampu mengembangkan edisi enterprise dari piranti kemanggo itu, yang telah ditingkatkan dan dirancang ulang dengan benak lingkungan kerja. Kali ini, Google Glass berbobot lebih ringan, lebih nyaman dipakai dengan kamera yang lebih baik, punya daya hidup baterai yang lebih lama, punya koneksi WiFi yang lebih cepat, dan punya daya proses yang lebih besar.

Beda perusahaan beda pula kebutuhan penggunaan Google Glass di lingkungan kerjanya. Tiap perusahaan bersama dengan Google mengembangkan aplikasi kastem sesuai dengan kebutuhan penggunaan yang dimiliki.

GE memberikan Google Glass kepada mekaniknya sehingga mereka bisa melihat video dan animasi instruksional yang membantu mekanik mengurangi waktu untuk mencari petunjuk di komputer.

DHL membawa Google Glass ke gudang untuk mempercepat proses rantai pasok (supply chain). Daripada selalu merujuk pada instruksi berbasis kertas untuk melihat dimana pesanan harus ditempatkan, para pekerja memiliki informasi yang disajikan secara realtime. Hal ini berhasil meningkatkan efisiensi sebesar 15%.

Dari industri kesehatan dilaporkan bahwa para dokter dapat memberikan waktu dan perhatian lebih banyak kepada pasien mereka karena mereka dapat mengambil catatan medis di dalam aplikasi dengan Google Glass dan penggunaan Google Glass dapat mengurangi pekerjaan administratif mereka.

*) kemanggo adalah kata karangan saya sendiri untuk mengganti kata wearable. kemanggo artinya dapat dipakai, berasal dari lema ‘kanggo’ yang berasal dari bahasa Jawa .

Jumat, Mei 05, 2017

Wajah Halaman Login Baru Google

Nampaknya perancangan ulang tampilan website dalam grup Google bukan hanya untuk YouTube saja. Dua hari lalu Kang Kombor publikasikan kiriman tentang YouTube yang punya tampilan halaman web baru. Ternyata, hari ini Google punya halaman login baru untuk masuk ke layanannya.

tampilan halaman login baru google

Seperti halaman web baru YouTube, tampilan halaman login baru Google itu memiliki desain yang bersih (clean) dan terkesan lebih sederhana dan lebih ringan daripada tampilan halaman login yang sebelumnya.

tampilan login baru google

Apakah banyak halaman lain dari grup Google akan berubah tampilan juga? Mari kita tunggu.