Senin, Desember 11, 2017

Hari Belanja Online Nasional 2017

HARBOLNAS atau Hari Belanja Online Nasional adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh berbagai penyedia layanan perdagangan elektronik atau ecommerce di Indonesia. Kegiatan harbolnas dilakukan setiap tanggal 12 Desember.


Harbolnas dimulai pertama kali pada 12 Desember 2012. Inisiator harbolnas perdana itu adalah Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak. Pada 2017 ini akan ada 250 penyelenggara perdagangan elektronik yang berpartsipasi dalam harbolnas.


logo-harbolnas


Dalam harbolnas para penyelenggara perdagangan elektronik memberikan promo diskon besar-besaran hingga 90%. Ini adalah waktu yang tepat untuk para pemburu produk dambaan karena siapa tahu ada promo menarik pada produk yang diidam-idamkan itu.


Akan tetapi, walaupun pada harbolnas ditawarkan promo yang sangat menarik, para online shoppers juga harus bijak dalam berbelanja.


Tagline harbolnas 2017 ini adalah #BelanjaOnlineBersama

Selasa, November 28, 2017

Microsoft Office Kini Tersedia di Semua Chromebook

Setelah muncul di Playstore untuk Chromebook tertentu tahun lalu, kini akhirnya Microsoft Office sudah tersedia untuk semua Chromebooks. Kabar ini tentunya menggembirakan buat para pemakai MS Office untuk tidak ragu lagi memakai Chromebook.


Microsoft Office Chromebooks - ChromeUnboxed

Setahun yang lalu Microsoft Office untuk Chromebook hanya tersedia untuk beberapa Chrome OS terbaru sehingga hanya Chromebook yang memakai Chrome OS terbaru yang bisa memakai Microsoft Office.


Banyak yang menduga saat pertama kali Office muncuk di Playstore untuk Chromebook, semua Chromebook akan bisa memasang aplikasinya. Ternyata dugaan itu salah karena aplikasi Office hanya muncul pada versi Chromebook tertentu saja. Microsoft ternyata masih harus melakukan banyak pekerjaan untuk membuat MS Office bisa dipakai oleh semua versi Chromebook.


Kini saat itu telah tiba, Microsoft Office Chromebook sudah bisa dipakai untuk semua Chromebook. Walaupun tidak semua versi Chromebook telah diuji tetapi ChromebookUnboxed telah mencoba pada Samsung Chromebook Pro, Pixelbook, Acer Chromebook 15 (dua model berbeda) serta Acer C771 dan semuanya bekerja dengan baik.


Kamu yang selama ini masih ragu untuk memakai Chromebook karena Kamu termasuk yang tidak bisa bekerja tanpa Microsoft Office tentu saat ini bisa mempertimbangkan lebih baik lagi apabila ingin memakai Chromebook.

Minggu, November 26, 2017

Memperbaiki Broken Links

Blog Kang Kombor ini beberapa kali pindah platform dari blogger ke wordpress lalu ke blogger lagi. Selain itu, saat pakai wordpress blog ini juga beberapa kali pindah web hosting karena sering ke suspend. Perpindahan terakhir dari wordpress ke blogger ternyata menyisakan taut yang putus atau broken links yang sangat banyak yang jumlahnya untuk taut internal saja menurut Google Webmaster Tools ada sekitar 450-an tetaut. Banyaknya taut yang putus itu tentu berpengaruh pada peringkat blog ini di mesin pencari.


broken links - webmarketingpros


Hari ini Kang Kombor mulai menyisir satu per satu kiriman blog ini mulai dari kiriman blog paling awal. Alasan menyisir mulai dari kiriman blog paling awal adalah karena kemungkinan besar broken links itu terdapat pada kiriman-kiriman blog yang dibuat saat blog ini masih menggunakan wordpress, di mana struktur url pada wordpress dan blogger itu dulu Kang Kombor buat berbeda – yang memakai wordpress tidak memakai .html pada belakang URL sedangkan url blogger menggunakan .html.


Taut putus tidak mempengaruhi peringkat situs web di mata mesin pencari. Namun, banyaknya taut putus tentu akan menjengkelkan pengunjung blog. Taut putus yang banyak juga tentunya akan meningkatkan bouncing rate.


Banyaknya taut putus untuk taut internal di blog ini penyebabnya adalah perpindahan platform blog dari wordpress ke blogger. Sedangkan, untuk taut eksternal utamanya adalah karena banyak blog yang ditaut oleh blog ini yang sudah tidak hidup lagi domainnya. Misalnya saja JackBook.com, Sumintar.com dan Roffi.Akuatika.Net. Selain itu, banyak artikel dari CosaAranda.com yang dulu banyak ditaut oleh blog ini yang juga sudah tidak ada artikelnya.


Mudah-mudahan setelah broken links diperbaiki atau dihapus pengunjung bisa merasa nyaman di blog ini dan mau berlama-lama. Aamiin.

Cara Mudah Menarik Teks Lengkap dari Suatu RSS Feed

Cara Mudah Menarik Teks Lengkap dari Suatu RSS Feed

Banyak RSS Feed atau pengumpan RSS yang diatur untuk hanya bisa dibaca berupa ringkasannya saja sehingga untuk membaca teks lengkap dari item pengumpan RSS itu kita harus membuka tautan dari item pengumpan RSS itu. Pengumpan RSS yang diatur tidak menampilkan isi pengumpan secara lengkap itu membuat para pelanggan pengumpan RSS merasa tidak praktis karena alih-alih diberi keleluasaan untuk membaca teks lengkap dari pengumpan, pelanggan masih harus dipaksa untuk membuka link ke item yang diumpankan itu. Untungnya ada webtool yang bisa dipakai untuk menarik atau mengekstrak teks lengkap dari suatu pengumpan RSS yang bisa kita pakai untuk menarik isi lengkap dari suatu pengumpan RSS.


Kawan-kawan dapat memakai webtool Full Text RSS Feed Grabber untuk mengekstrak teks lengkap dari suatu pengumpan RSS yang ingin Kawan-Kawan tarik isi lengkap teksnya.


Cara untuk menggunakan webtool itu pun sangat mudah. Kang Kombor sudah membuatkan panduannya dan mengunggah ke YouTube. Silakan Kawan-Kawan saksikan video panduan cara mudah menarik teks lengkap dari suatu pengumpan RSS di bawah ini:



For English version of how to easily extract full text from any RSS feed, watch the video below:


Kamis, November 23, 2017

Jangan Takut Gagal Karena Google dan Microsoft Pun Bisa Gagal

Jangan takut gagal karena Google dan Microsoft pun bisa gagal.


Tidak sedikit orang yang sangat takut untuk gagal sehingga malah mereka tidak melakukan apa-apa karena ketakutannya itu. Padahal sudah banyak contoh tokoh dunia yang sering gagal dalam melakukan usahanya. Contohnya adalah Thomas Alva Edison yang gagal ribuan kali dalam percobaannya.


Dalam dunia bisnis tidak sedikit pengusaha yang pernah gagal dalam usahanya. Mungkin bahkan bisa dikatakan 99,99% pebisnis pernah mengalami kegagalan dalam bisnisnya. Tentu dalam skala yang berbeda-beda. Ada yang gagal dalam memasarkan produknya, ada yang gagal mengelola keuangannya, ada yang gagal mempertahankan perusahaannya sehingga harus menutup perusahaannya, dan lain-lain. Akan tetapi, kesamaan para wirausahawan adalah mereka tidak pernah menyerah hanya karena gagal.


motorola-lenovo - from techcrunch


Raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft pun pernah gagal dalam lini bisnisnya. Tidak percaya?


Google pernah mengakuisisi lini bisnis telepon seluler Motorola. Siapa yang menyangka Google akan gagal? Faktanya, Google gagal dalam menjalankan bisnis telepon seluler itu dan akhirnya menjual kembali Motorola itu ke Lenovo. Google menjual rugi Motorola. Saat membeli, Google membayar $12,5 Milyar dan saat menjual hanya menerima $2,9 Milyar.


Microsoft pun gagal dalam lini bisnis telepon seluler. Akuisisi Microsoft atas Nokia untuk memproduksi telepon seluler bersistem operasi Windows Phone dan Windows Mobile tidak memberi hasil seperti yang diharapkan. Microsoft gagal menaikkan pangsanya di pasar telepon pintar dan akhirnya merek Nokia yang sempat tidak dipakai oleh Microsoft yang mengeluarkan merek Lumia akhirnya bisa kembali lagi di pasaran.


Kita tidak perlu takut gagal untuk memulai sesuatu. Bayi pun harus ratusan kali jatuh saat belajar berjalan. Apabila sekali jatuh kemudian tidak berani mencoba berjalan lagi, mungkin seorang bayi tidak akan pernah menjadi batita yang bisa berjalan.

Rabu, November 22, 2017

Dengan Plugin Chrome Ini Kamu Bisa Melihat Instagram Story Temanmu Secara Anonim

Instagram Story benar-benar menjadi hit yang wow. Fitur itu memungkinkan pengguna untuk berbagi snipet kecil dari kehidupan harian pengguna, ditambah dengan ilustrasi dan stiker. Salah satu kekurangan dari Instagram Story itu adalah pembagi story akan tahu pada saat Kamu melihat story mereka. Untungnya, ada ekstensi Chrome yang akan membantu Kamu melihat stories secara anonim sepenuhnya.

melhat instagram story secara anonim - The Next Web

Alat yang Kamu butuhkan adalah Chrome IG Story dari Alec Garcia. Sayangnya, ekstensi ini hanya bisa dipakai pada Instagram versi desktop. Pengguna iOS dan Android belum beruntung untuk bisa memakai.


Setelah dipasang, ikon mata akan muncul di sebelah stories. Mengklik ikon mata itu akan mengaktifkan mode “Anonymous Viewing”. Hal itu tidak hanya menyembunyikan namamu tetapi juga tidak akan memberitahu siapa yang sudah melihat story tanpa diketahui itu.

Fitur untuk melihat IG Story secara anomim ini diperkirakan akan segera menjadi populer. Akan tetapi, nampaknya Instagram tidak akan gembira dengan adanya alat itu. Bisa jadi Instagram akan segera menutup alat itu seperti terjadi pada alat semacam yang dinilai melanggar syarat-syarat layanan Instagram.

Kamu yang mau memakai ekstensi Google Chrome itu sebaiknya segera instal sebelum akses alat itu dinonaktifkan oleh Instagram.

Kini Kamu Bisa Kirim Foto 4K via Facebook Messenger

Hari ini Facebook mengumumkan bahwa aplikasi ngobrol mereka, Messenger, sudah mendukung pengiriman foto 4K. Kini Kamu bisa mengirim foto dengan resolusi 4.096 x 4.096 piksel per foto.

facebook messenger logo

Menurut Facebook, pengguna Messenger mengirimkan sebanyak 17 juta gambar setiap bulannya dan banyak pengguna yang meminta untuk bisa mengirim gambar dengan resolusi yang lebih besar. Facebook tidak mengatakan berapa banyak gambar yang diturunkan resolusinya ke 4K tetapi hanya mengatakan bahwa foto dengan resolusi 4K akan dikirim sama cepat dengan resolusi lainnya.


Kelihatannya bagus bahwa Facebook selalu menyesuaikan Messenger dari waktu ke waktu. Apabila Kamu punya ponsel yang bisa memfoto gambar 4K, menarik untuk memiliki pilihan untuk bisa mengirim gambar-gambar itu memakai salah satu aplikasi ngobrol yang paling banyak dipakai orang di atas dunia ini.

Untuk bisa memakai fitur terbaru ini Kamu cukup memutakhirkan aplikasi Messenger Kamu dengan pemutakhiran terakhir.

Dikutip dari The Next Web, pemutakhiran Messenger ini mulai digelindingkan hari ini  untuk iOS dan Android di AS, Inggris, Kanada, Australia, Perancis, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Facebook berencana membawa pemutakhiran itu ke negara-negara lainnya dalam beberapa minggu ke depan.

Sungguh sangat disayangkan Indonesia tidak mendapatkan giliran pertama penggelindingan pemutakhiran aplikasi Messenger itu. Padahal, pengguna Messenger di Indonesia semestinya tidak lebih kecil dari Singapura.

Salah Besar Kalau Menyangka Kita Bisa Sembunyi dari Google

Ternyata Google tetap dapat melacak perangkat Android walaupun layanan lokasi dimatikan.

lokasi perangkat android dilacak oleh google walaupun layanan lokasi dimatikan

Selama ini kita memahami bahwa Google menggunakan piranti Android kita untuk mengumpulkan data lokasi hanya saat layanan lokasi (location services) kita nyalakan. Nyatanya, saat layanan lokasi itu kita matikan, Google masih dapat melacak keberadaan piranti Android kita.

Diberitakan di Techspot, sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Quartz menemukan fakta bahwa piranti keras yang menjalankan piranti lunak Android tidak hanya melacak pengguna saat fitur layanan lokasi dimatikan tetapi bahkan mereka tahu keberadaan kita walaupun kita tidak menggunakan aplikasi dan tidak ada SIM Card yang disisipkan.

Laporan penyelidikan itu menyatakan bahwa perangkat Android mengumpulkan alamat-alamat di sekitar menara seluler dan mengirimkan data itu ke Google sejak awal tahun ini (2017). Alamat-alamat itu disertakan dalam informasi yang dikirim ke sistem Google dan dipakai untuk mengelola notifikasi surungan (push notifikasi) dan pesan-pesan.

Google sudah mengkonfirmasi praktek itu dan akan menghentikan pengumpulan data itu terhitung mulai akhir November 2017 ini.


Quartz mencatat bahwa pada saat sebuah menara seluler tunggal tidak dapat menentukan lokasi tepat dari sebuah perangkat, beberapa menara seluler dapat mentrianggulasikan sebuah lokasi dalam radius 1/4 mil.

Google bisa saja mengaku tidak memakai informasi yang dikumpulkan itu, akan tetapi akan jauh lebih baik bagi para pengguna yang mengasumsikan bahwa apabila mereka mematikan layanan lokasi maka aktivitas pelacakan lokasi itu benar-benar dimatikan secara total.

Perangkat-perangkat mengirimkan data lokasi ke Google pada saat perangkat-perangkat itu berada dalam jangkauan menara seluler. Pada saat tidak ada SIM Card yang disisipkan, perangkat akan mengirimkan data lokasi pada saat perangkat-perangkat itu terhubung ke jaringan Wi-Fi. Tidak ada pilihan untuk menghentikan itu. Syukurlah Google akan menghentikan praktek itu mulai akhir November 2017 ini.

Selama ini ternyata kita tidak bisa sembunyi dari Google…

Selasa, November 21, 2017

Google Kesandung Pixel 2 Seperti Samsung Kesandung Galaxy Note 7

google pixel 2 xl dead pixel

Kuartal 2016 yang lalu dunia gawai sempat heboh karena Samsung Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung bakal menjadi edisi Galaxy Note paling mumpuni ternyata mengalami kegagalan. Banyak pengguna Note 7 yang gawainya meledak dan terbakar. Kegagalan Samsung dengan Galaxy Note 7 itu sepertinya diikuti oleh Google dengan Pixel 2 XL dalam skala yang lebih ringan.

Sama seperti Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung, Google Pixel 2 XL juga digadang-gadang oleh Google sebagai gawai yang luar biasa karena memiliki semua yang bisa ditawarkan oleh Google. Kinerjanya yang fantastis, kamera yang ciamik dan piranti lunak Android seperti yang diinginkan oleh Google. Sayangnya, Pixel 2 XL punya masalah dengan piranti kerasnya yaitu pada layar sampai dengan speaker. Masalah pada layar sampai speaker itu secara bervariasi dialami secara berbeda oleh para pengguna Pixel 2 XL.

Di antara masalah yang menimpa layar Pixel 2 XL adalah warna yang kurang tajam, kerusakan layar, bayangan biru pada layar, dan dead-pixels. Ada juga yang mengalami gangguan pada layar sentuh Pixel 2 XL.


Selain masalah berkaitan dengan layar yang cukup banyak itu, Pixel 2 XL juga mengalami masalah dengan kamera, adapter headphone dan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Tidak sedikit pengguna yang mendapatkan notifikasi ‘fatal error’ pada saat meluncurkan aplikasi kamera pertama kali.

Keputusan Google untuk meniadakan colokan headphone dan menggantinya dengan adapter dinilai kontroversial. Apalagi ditambah dengan banyaknya keluhan pengguna mengenai penggunaannya mulai dari ketidaknyamanan karena adapter menjadi panas sampai dengan adapter yang tidak berfungsi sama sekali.

Sebagaimana ponsel baru, kadang-kadang pengguna mengalami masalah dengan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Masalah yang sama juga ditemukan pada Pixel 2 XL.

Selain masalah-masalah di atas masih ada juga masalah yang pilihan solusinya hanya menunggu pemutakhiran piranti lunak secara resmi oleh Google. Masalah-masalah yang hanya bisa diatasi dengan menunggu pemutakhiran piranti lunak itu antara lain adalah pengaturan app-scaling, konektivitas, kualitas panggilan dan kualitas speaker.

Kita tentu tidak akan pernah menyangka bahwa raksasa teknologi semacam Samsung dan Google akan mengalami kegagalan dengan produknya. Dalam pemahaman kita, produk yang dibuat oleh Samsung dan Google tentunya sudah melalui riset dan proses pengembangan yang canggih. Segala sesuatunya direncanakan dengan matang termasuk pada spesifikasi perangkat keras dan pengembangan piranti lunak yang sesuai dengan piranti keras yang akan dipakai pada produk mereka. Namun faktanya, Samsung dan Google kesandung dengan masalah-masalah yang terjadi pada produk mereka. Masalah Samsung dengan Galaxy Note 7 bahkan sangat parah sampai Samsung harus menarik produk baru mereka itu dari pasar dan kemudian menjual kembali sebagai produk refurbished. Google belum sampai separah itu tetapi apabila masalah-masalah dengan Pixel 2 XL itu tidak segera teratasi, bisa jadi Pixel 2 XL juga tidak akan laku dibeli karena tidak sedikit situs teknologi yang menyarankan untuk melupakan Pixel 2 Xl dan memilih Pixel 2 saja.

Dalam kasus yang lain, Microsoft juga mengalami kegagalan berkaitan dengan produknya, Windows Phone dan Windows Mobile. Kegagalan Microsoft bukan merupakan kegagalan produk seperti Samsung dengan Note 7 dan Google dengan Pixel 2 XL melainkan kegagalan dalam pemasaran karena Microsoft tidak mampu mendongkrak penjualan gawai dengan sistem operasi yang mereka produksi.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus Samsung, Google dan Microsoft itu adalah agar kita jangan takut gagal karena bahkan raksasa-raksasa teknologi seperti Samsung, Google dan Microsoft pun ternyata tidak selalu berhasil dengan produk-produk mereka.