Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 27, 2018

Preorder Samsung Galaxy S9 dan S9+

preorder samsung galaxy s9 dan samsung galaxy s9 plus


Bagi Kamu yang menunggu-nunggu untuk bisa segera memiliki handphone teranyar dari Samsung yaitu Samsung Galaxy S9 atau Samsung Galaxy S9+, kini Kamu sudah bisa melakukan pemesanan atau preorder Samsung Galaxy S9 atau S9+.


Marketplace terbesar di Indonesia, Lazada sudah membuka preorder Samsung Galaxy S9 dan S9+. Waktu preorder untuk smartphone teranyar dari Samsung itu mulai 27 Februari 2018 sampai 5 Maret 2018. Kamu bisa mendapatkan tumi case secara gratis dan mendapatkan cashback Rp800.000,- apabila Kamu melakukan transaksi memakai kartu kredit/debit yang bekerja sama dengan promo cashback preorder ini.


Selain dilengkapi dengan peminda iris, Samsung Galaxy S9 dan S9+ ini memiliki kamera yang dirancang untuk beradaptasi seperti mata manusia dengan apertur f1.5, pixel ganda dan IOS ganda. Kamera ini dirancang untuk mampu mengambil gambar yang menakjubkan baik pada siang hari saat melimpah cahaya matahari, malam hari dengan cahaya bulan atau dalam keadaan lingkungan yang sedikit cahaya sekalipun, dengan menyesuaikan aperturnya.


Spesifikasi Samsung Galaxy S9 dan S9+


Spesifikasi Samsung Galaxy S9 Samsung Galaxy S9+
Network Technology GSM / HSPA / LTE GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2 (dual-SIM model only) GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2 (dual-SIM model only)
3G Network HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100  HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100 
4G Network LTE LTE
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (6CA) Cat18 1200/200 Mbps HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (6CA) Cat18 1200/200 Mbps
GPRS Yes Yes
EDGE Yes Yes
Launch Announced 2018, February 2018, February
Status Coming soon. Exp. release 2018, March Coming soon. Exp. release 2018, March
Body Dimensions 147.7 x 68.7 x 8.5 mm (5.81 x 2.70 x 0.33 in) 158.1 x 73.8 x 8.5 mm (6.22 x 2.91 x 0.33 in)
Weight 163 g (5.75 oz) 189 g (6.67 oz)
Build Front/back glass (Gorilla Glass 5), aluminum frame Front/back glass (Gorilla Glass 5), aluminum frame
SIM Single SIM (Nano-SIM) or Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) Single SIM (Nano-SIM) or Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
  - Samsung Pay (Visa, MasterCard certified) - Samsung Pay (Visa, MasterCard certified)
- IP68 certified - dust/water proof over 1.5 meter and 30 minutes - IP68 certified - dust/water proof over 1.5 meter and 30 minutes
Display Type Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 5.8 inches, 84.8 cm2 (~83.6% screen-to-body ratio) 6.2 inches, 98.3 cm2 (~84.2% screen-to-body ratio)
Resolution 1440 x 2960 pixels, 18.5:9 ratio (~570 ppi density) 1440 x 2960 pixels, 18.5:9 ratio (~529 ppi density)
Multitouch Yes Yes
Protection Corning Gorilla Glass 5 Corning Gorilla Glass 5
  - HDR10 compliant - HDR10 compliant
- 3D Touch (home button only) - 3D Touch (home button only)
- Always-on display - Always-on display
Platform OS Android 8.0 (Oreo) Android 8.0 (Oreo)
Chipset Exynos 9810 Octa - EMEA Exynos 9810 Octa - EMEA
Qualcomm MSM8998 Snapdragon 845 - USA & China Qualcomm MSM8998 Snapdragon 845 - USA & China
CPU Octa-core (4x2.8 GHz Mongoose M3 & 4x1.7 GHz Cortex-A55) - EMEA Octa-core (4x2.8 GHz Mongoose M3 & 4x1.7 GHz Cortex-A55) - EMEA
Octa-core (4x2.7 GHz Kryo 385 Gold & 4x1.7 GHz Kryo 385 Silver) - USA & China Octa-core (4x2.7 GHz Kryo 385 Gold & 4x1.7 GHz Kryo 385 Silver) - USA & China
GPU Mali-G72 MP18 - EMEA Mali-G72 MP18 - EMEA
Adreno 630 - USA & China Adreno 630 - USA & China
Memory Card slot microSD, up to 400 GB (uses SIM 2 slot) - dual SIM model only microSD, up to 400 GB (uses SIM 2 slot) - dual SIM model only
Internal 64/128/256 GB, 4 GB RAM 64/128/256 GB, 6 GB RAM
Camera Primary 12 MP (f/1.5-2.4, 26mm, 1/2.5", 1.4 µm, Dual Pixel PDAF), phase detection autofocus, OIS, LED flash Dual: 12 MP (f/1.5-2.4, 26mm, 1/2.55", 1.4 µm, Dual Pixel PDAF) + 12MP (f/2.4, 52mm, 1/3.6", 1 µm, AF), OIS, phase detection autofocus, 2x optical zoom, LED flash
Features Geo-tagging, simultaneous 4K video and 9MP image recording, touch focus, face/smile detection, Auto HDR, panorama Geo-tagging, simultaneous 4K video and 9MP image recording, touch focus, face/smile detection, Auto HDR, panorama
Video 2160p@60fps, 1080p@240fps, 720p@960fps, HDR, dual-video rec. 2160p@60fps, 1080p@240fps, 720p@960fps, HDR, dual-video rec.
Secondary 8 MP (f/1.7, 25mm, 1/3.6", 1.22 µm), autofocus, 1440p@30fps, dual video call, Auto HDR 8 MP (f/1.7, 25mm, 1/3.6", 1.22 µm), autofocus, 1440p@30fps, dual video call, Auto HDR
Sound Alert types Vibration; MP3, WAV ringtones Vibration; MP3, WAV ringtones
Loudspeaker Yes, with stereo speakers Yes, with stereo speakers
3.5mm jack Yes Yes
  - 32-bit/384kHz audio - 32-bit/384kHz audio
- Active noise cancellation with dedicated mic - Active noise cancellation with dedicated mic
Comms WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE, aptX 5.0, A2DP, LE, aptX
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO
NFC Yes Yes
Infrared port No No
Radio FM radio (USA & Canada only) - To be confirmed FM radio (USA & Canada only) - To be confirmed
USB 3.1, Type-C 1.0 reversible connector 3.1, Type-C 1.0 reversible connector
Features Sensors Iris scanner, fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, heart rate, SpO2 Iris scanner, fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, heart rate, SpO2
Messaging SMS(threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM SMS(threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM
Browser HTML5 HTML5
Java No No
  - Samsung DeX (desktop experience support) - Samsung DeX (desktop experience support)
- Fast battery charging (Quick Charge 2.0) - Fast battery charging (Quick Charge 2.0)
- Qi/PMA wireless charging (market dependent) - Qi/PMA wireless charging (market dependent)
- ANT+ support - ANT+ support
- Bixby natural language commands and dictation - Bixby natural language commands and dictation
- MP4/DivX/XviD/H.265 player - MP4/DivX/XviD/H.265 player
- MP3/WAV/eAAC+/FLAC player - MP3/WAV/eAAC+/FLAC player
- Photo/video editor - Photo/video editor
- Document editor - Document editor
Battery   Non-removable Li-Ion 3000 mAh battery (11.55 Wh) Non-removable Li-Ion 3500 mAh battery (13.48 Wh)
Miscellaneous Colors Midnight Black, Coral Blue, Titanium Gray, Lilac Purple Midnight Black, Coral Blue, Titanium Gray, Lilac Purple
Price About 840 EUR About 990 EUR


Tunggu apa lagi? Ayuk preorder Samsung Galaxy S9 atau S9+ sekarang.

Selasa, November 21, 2017

Google Kesandung Pixel 2 Seperti Samsung Kesandung Galaxy Note 7

google pixel 2 xl dead pixel

Kuartal 2016 yang lalu dunia gawai sempat heboh karena Samsung Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung bakal menjadi edisi Galaxy Note paling mumpuni ternyata mengalami kegagalan. Banyak pengguna Note 7 yang gawainya meledak dan terbakar. Kegagalan Samsung dengan Galaxy Note 7 itu sepertinya diikuti oleh Google dengan Pixel 2 XL dalam skala yang lebih ringan.

Sama seperti Galaxy Note 7 yang digadang-gadang oleh Samsung, Google Pixel 2 XL juga digadang-gadang oleh Google sebagai gawai yang luar biasa karena memiliki semua yang bisa ditawarkan oleh Google. Kinerjanya yang fantastis, kamera yang ciamik dan piranti lunak Android seperti yang diinginkan oleh Google. Sayangnya, Pixel 2 XL punya masalah dengan piranti kerasnya yaitu pada layar sampai dengan speaker. Masalah pada layar sampai speaker itu secara bervariasi dialami secara berbeda oleh para pengguna Pixel 2 XL.

Di antara masalah yang menimpa layar Pixel 2 XL adalah warna yang kurang tajam, kerusakan layar, bayangan biru pada layar, dan dead-pixels. Ada juga yang mengalami gangguan pada layar sentuh Pixel 2 XL.


Selain masalah berkaitan dengan layar yang cukup banyak itu, Pixel 2 XL juga mengalami masalah dengan kamera, adapter headphone dan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Tidak sedikit pengguna yang mendapatkan notifikasi ‘fatal error’ pada saat meluncurkan aplikasi kamera pertama kali.

Keputusan Google untuk meniadakan colokan headphone dan menggantinya dengan adapter dinilai kontroversial. Apalagi ditambah dengan banyaknya keluhan pengguna mengenai penggunaannya mulai dari ketidaknyamanan karena adapter menjadi panas sampai dengan adapter yang tidak berfungsi sama sekali.

Sebagaimana ponsel baru, kadang-kadang pengguna mengalami masalah dengan konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Masalah yang sama juga ditemukan pada Pixel 2 XL.

Selain masalah-masalah di atas masih ada juga masalah yang pilihan solusinya hanya menunggu pemutakhiran piranti lunak secara resmi oleh Google. Masalah-masalah yang hanya bisa diatasi dengan menunggu pemutakhiran piranti lunak itu antara lain adalah pengaturan app-scaling, konektivitas, kualitas panggilan dan kualitas speaker.

Kita tentu tidak akan pernah menyangka bahwa raksasa teknologi semacam Samsung dan Google akan mengalami kegagalan dengan produknya. Dalam pemahaman kita, produk yang dibuat oleh Samsung dan Google tentunya sudah melalui riset dan proses pengembangan yang canggih. Segala sesuatunya direncanakan dengan matang termasuk pada spesifikasi perangkat keras dan pengembangan piranti lunak yang sesuai dengan piranti keras yang akan dipakai pada produk mereka. Namun faktanya, Samsung dan Google kesandung dengan masalah-masalah yang terjadi pada produk mereka. Masalah Samsung dengan Galaxy Note 7 bahkan sangat parah sampai Samsung harus menarik produk baru mereka itu dari pasar dan kemudian menjual kembali sebagai produk refurbished. Google belum sampai separah itu tetapi apabila masalah-masalah dengan Pixel 2 XL itu tidak segera teratasi, bisa jadi Pixel 2 XL juga tidak akan laku dibeli karena tidak sedikit situs teknologi yang menyarankan untuk melupakan Pixel 2 Xl dan memilih Pixel 2 saja.

Dalam kasus yang lain, Microsoft juga mengalami kegagalan berkaitan dengan produknya, Windows Phone dan Windows Mobile. Kegagalan Microsoft bukan merupakan kegagalan produk seperti Samsung dengan Note 7 dan Google dengan Pixel 2 XL melainkan kegagalan dalam pemasaran karena Microsoft tidak mampu mendongkrak penjualan gawai dengan sistem operasi yang mereka produksi.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus Samsung, Google dan Microsoft itu adalah agar kita jangan takut gagal karena bahkan raksasa-raksasa teknologi seperti Samsung, Google dan Microsoft pun ternyata tidak selalu berhasil dengan produk-produk mereka.

Kamis, November 16, 2017

Aneka Tipe dan Merek Handphone Yang Pernah Kupakai

Manusia adalah makhluk sosial. Karenanya manusia butuh untuk hidup saling ketergantungan dengan manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia butuh berkomunkasi dengan manusia lainnya. Para insinyur melihat kebutuhan untuk berkomunikasi itu sebagai peluang bagi mereka untuk membuat produk teknologi guna berkomunikasi, sebut saja teknologi komunikasi.

Salah satu produk perwujudan teknologi komunikasi adalah produk teknologi komunikasi jarak jauh atau supaya lebih singkat kita sebut saja teknologi telekomunikasi.

Produk teknologi telekomunikasi yang pernah dikembangkan oleh para insinyur adalah telegram dan telepon. Teknologi telepon mengalami evolusi yang panjang dari mulai telepon manual kemudian menjadi telepon otomatis lalu menjadi telepon seluler dan kini sudah menjadi telepon pintar.

Kiriman ini Kang Kombor maksudkan sebagai sarana untuk mencatat produk telepon seluler atau handphone yang pernah Kang Kombor pakai sejak awal sampai saat ini.


Motorola GF 788

motorola gf788

Motorola GF788 ini diluncurkan pertama kali pada 1997. Kang Kombor memakai handphone produksi Motorola ini pada tahun 2000, beli bekas. GF788 ini pun kemudian kembali dijual saat ganti handphone lain.

Siemens S35

siemens s35

Siemens S35 ini diperkenalkan sekitar tahun 2000. Kang Kombor memakai handphone produksi raksasa teknologi dari Jerman itu pada tahun 2001. Sebuah handphone yang handal. Handphone ini tidak dipakai lagi karena dicopet saat Kang Kombor di dalam angkot…

Motorola R320i

motorola r320

Motorola R320i termasuk generasi handphone internet pertama. Handphone ini diperkenalkan pada tahun 2000. Kang Kombor memakai handphone ini pada tahun 2001 setelah handphone Siemens S35 hilang dicopet. Motorola R320i itu bertahan dipakai sampai tahun 2004.

Nokia 3310

nokia 3310

Nokia 3310 diperkenalkan oleh Nokia pada tahun 2000. Tipe ini adalah handphone sejuta umat, berdampingan dengan Nokia 3330. Kang Kombor memakai handphone ini pada tahun 2002 sampai 2003.

Motorola E398

motorola e398

Motorola E398 Rockr ini diperkenalkan pada tahun 2004. Handphone ini terkenal dengan speakernya yang stereo dan sangat nendang untuk memutar lagu-lagu mp3. Buku teleponnya mampu menyimpan 1.000 entri. Sudah memiliki kamera VGA tetapi belum bisa merekam video. Ini yang Kang Kombor cari. Kang Kombor memakai handphone ini dari 2004 sampai 2006.

Sony Ericsson K320i

Sony Ericsson K320i

Pada 2006, Sony Ericsson memperkenalkan handphone Sony Ericsson K320i. SE K320i mampu menyimpan 1.000 entri nama dalam buku teleponnya. Sudah memiliki kamera dengan resolusi VGA tetapi sudah mampu merekam video berformat QIF. Kang Kombor memakai SE K320i ini hanya setahun.

Nokia 6235i

Nokia 6235 CDMA

Nokia 6235i adalah handphone CDMA. Diperkenalkan pada tahun 2004. Handphone ini memiliki koneksi internet yang lumayan bagus. Kang Kombor dulu beberapa kali posting blog memakai handphone ini. Nokia 6235i Kang Kombor pakai sampai sekitar tahun 2010.

Siemens M35

siemens m75

Butuh handphone yang bandel dan tahan banting, Kang Kombor memakai Siemens M75. Handphone ini diperkenalkan oleh Siemens pada 2005. M75 sudah memiliki kamera dengan resolusi 1,3MP dan dapat merekam video. Memori internal berkapasitas 14MB. Kang Kombor memakai M75 itu dari 2007 sampai 2009.

Motorola Q9h

motorola q9h

Motorola Q9h adalah handphone Motorola dengan sistem operasi Windows Mobile. Kang Kombor memakai Q9h untuk menggantikan Siemens M75. Handphone ini memiliki memori internal 64MB dan bisa ditambah dengan microSD sampai dengan 8GB. Kamera sudah memiliki resolusi 2MP. Kang Kombor memakai ponsel ini dari 2009 sampai 2012.

Blackberry 8707g

blackberry 8707g

Didorong kebutuhan untuk bermilis ria, Kang Kombor pada 2009 kena racun Blackberry. Pilihan Kang Kombor waktu itu saat pertama memakai Blackberry adalah BB 8707g. Seri 8707 sebenarnya sudah diperkenalkan oleh RIM pada 2007 tetapi waktu itu racun Blackberry belum begitu gencar. Baru pada 2008 – 2009 racun Blackberry mulai sangat gencar dan akhirnya Kang Kombor pun ikut keracunan Blackberry. BB 8707g belum memiliki kamera. Email pun belum HTML.

Blackberry Curve 8520 Gemini

blackberry 8520 gemini

Blackberry Curve 8520 Gemini diperkenalkan pada tahun 2009. Saat pertama kali diluncurkan, BB Gemini sudah menggunakan BB OS 5. Email pada BB OS 5 itu sudah mendukung format HTML. Kamera memiliki resolusi 2MP dan bisa merekam video. Kang Kombor memakai BB Gemini mulai tahun 2012 sampai 2014.

Samsung GT-E1190

samsung gt-e1190

HP Samsung GT-E1190 itu dipakai sebagai pendamping Blackberry Gemini. Dipakai sejak 2012 sampai 2014.

Smartfren Andromax U2

smartfren andromax u2

Kang Kombor termasuk late adopter dalam memakai ponsel pintar Android. Kang Kombor baru mulai memakai Android pada 2014. Perkenalan Kang Kombor dengan Android waktu itu melalui Smartfren Andromax U2 yang Kang Kombor beli pada saat pameran di JCC. Andromax U2 memiliki SIM Card ganda yaitu CDMA dan GSM. Koneksi data menggunakan CDMA. ROM 4GB yang bisa ditambah dengan microSD sampai dengan 32GB dan RAM 1GB. Kamera 8MP dan 2MP. Baterai 1700mAh. Kapasitas baterai yang kecil ini membuat Kang Kombor harus mengecas baterai 3x dalam sehari.

Lenovo S920

Lenovo S920

Tidak tahan dengan Andromax U2 yang boros baterai, Kang Kombor beralih ke Lenovo S920. Ponsel pintar Lenovo S920 ini diperkenalkan pertama kali pada 2013. RAM 1Gb dan ROM 4GB yang bisa ditingkatkan sampai 32GB dengan microSD. Kamera 8MP dan 2MP. Kang Kombor memakai Lenovo S920 dari 2014 sampai 2015.

OnePlus One

oneplus one

Terdorong kebutuhan kinerja ponsel yang semakin cepat, Kang Kombor memutuskan untuk mengganti Lenovo S920 dengan OnePlus One yang memiliki RAM 3G. Pilihan variasi ROM jatuh ke OPO dengan ROM 64GB. Ponsel pintar OnePlus One itu Kang Kombor beli dari Lazada pada Januari 2015.

OPO ini sangat memuaskan dan masih Kang Kombor pakai sampai saat ini. Salah satu yang menjadi kekurangan adalah bercerainya CyanogenMod dengan OnePlus yang membuat OPO tidak mendapatkan pembaruan sistem operasi karena OPO mengembangkan Oxygen OS yang pengembangannya hanya diberikan pada OnePlus 2 ke atas. Kemalangan itu ditambah dengan CyanogenMod yang juga bercerai sehingga akhirnya CyanogenMod tamat pada versi CM13.1. Sebagian pengembang CM meneruskan pengembangan sistem operasi berbasis Android dengan nama Lineage OS.

Microsoft Lumia 535

microsoft lumia 535

Sebagai pemakai sistem operasi Windows Mobile dengan Motorola Q9h, Kang Kombor penasaran saat Microsoft mengakusisi Nokia dan memproduksi lini produk Lumia dengan sistem operasi Windows Phone. Guna menjajal Windows Phone, Kang Kombor pun mengakuisisi Microsoft Lumia 535 dari Bhinneka.com. Sampai saat ini, Microsoft Lumia 535 masih ada dan kadang-kadang dipakai walaupun tidak disisipi SIM Card. Untuk sistem operasi sudah memakai Windows 10 Mobile.

Xiami Redmi Note 4x

xiaomi redmi note 4x

Banyaknya aplikasi dan umur baterai OPO yang sudah 2 tahun lebih membuat OPO harus dicas 2x sehari. Hal itu membuat aktivitas kerja Kang Kombor sebagai buruh agak terganggu. Karena itu, Kang Kombor memutuskan untuk membeli ponsel pintar Android lain yang memiliki kapasitas baterai besar dan dapat bertahan seharian. Setelah membanding-bandingkan spek dan harga, pilihan jatuh pada Xiaomi Redmi Note 4x. Belinya pun di Tokopedia supaya dapat harga yang super murah.

Penekanan utama pada pilihan Redmi Note 4x itu adalah pada kapasitas baterainya yang besar, yaitu 4100mAh. RAM 4GB dan ROM 64GB adalah pertimbangan lain. Apabila dibanding OPO yang memiliki RAM 3GB dan ROM 64GB, soal RAM hanya meningkat sedikit. Akan tetapi, dari sisi kamera, OPO jauh lebih bagus. Selain itu, Redmi Note 4x tidak punya NFC sedangkan OPO punya. Soal baterai, keduanya memiliki baterai yang non-removable.


Wah, ternyata banyak juga ya handphone yang pernah Kang Kombor pakai. Itu belum termasuk yang dipakai Yu Kombor dan Dhenok.