Cyrcle alias Serkel

Ini bukan cerita tentang lingkaran walaupun berjudul cyrcle. Bukan. Bukan sepenuhnya tentang lingkaran walaupun ada hubungannya antara lingkaran dengan benda itu, benda yang oleh orang-orang sini disebut sérkêl.

Serkel yang sedang Kang Kombor ceritakan ini adalah sebuah gergaji yang digerakkan oleh mesin diesel. Gergaji bermesin diesel ini diletakkan di atas mobil pick up yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bagian bak dapat digunakan untuk memasang mesin diesel dan mata gergaji sekaligus sebagai alas untuk kayu yang digergaji. Mata gergaji dari gergaji bermesin ini terletak pada logam berbentuk lingkaran. Mungkin hal itulah yang membuat gergaji bermesin ini disebut serkel (dari kata cyrcle).

Selain untuk menggerakkan gergaji, mesin diesel pada serkel juga dipergunakan sebagai sumber tenaga bagi mobil serkel. Pada saat mobil bergerak, mesin diesel dihubungkan dengan gardan mobil. Pada saat menggergaji, mesin diesel dihubungkan dengan mata gergaji.

Operator serkel biasanya tiga orang. Satu orang tugasnya mendorong kayu yang digergaji dan dua orang di belakang gergaji, menarik kayu yang digergaji, menata hasil gergajian dan menyiapkan kayu yang akan digergaji termasuk memberikan kayu hasil gergajian yang masih akan digergaji lagi kepada pendorong kayu.
Serkel seperti itu juga membawa peralatan menebang kayu seperti gergaji mesin, kapak dan tali - temali karena banyak kayu yang akan digergaji masih berupa pohon yang masih tegak berdiri. Gergaji mesin dipergunakan untuk memotong dan membelah batang kayu. Pemotongan disesuaikan ukuran panjang balok, usuk, reng atau papan yang diinginkan sedangkan pembelahan dilakukan agar ukuran kayu yang akan digergaji sesuai dengan ukuran setengah lingkaran mata gergaji dari serkel tersebut.





Pemilik serkel biasanya adalah pengusaha penggergajian kayu. Jadi, selain memiliki gergaji yang tidak bergerak di penggergajian, mereka juga memiliki serkek bergerak yang bertugas menggergaji kayu di lapangan untuk keperluan stok dagangan atau pun disewakan kepada pelanggan yang ingin kayunya digergaji, yang biasanya dipergunakan untuk keperluan sendiri dalam pembuatan kusen pintu, daun pintu, kusen jendela, daun jendela atau rangka atap.

Nah, apabila Kawan-Kawan punya tanah di desa dan ingin membangun rumah, panggil aja serkel apabila di tanah itu ada batang-batang pohon yang dapat dipergunakan untuk mengkayui rumah. Di desa tidak semua hal harus dibeli.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

3 comments

Click here for comments
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Friday, October 21, 2011 7:31:00 PM

Jadi keinget crop circle. hehe

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Saturday, October 22, 2011 8:51:00 AM

@Danu Akbar: Itu juga sempat ada di Sleman. Kerjaan alien pemakan nasi yah :)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Monday, July 02, 2012 1:53:00 PM

mbok dikasih tau n gambarnya cara bikin gergaji serkel t...saya pngn buat je.he

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan