Acara Bincang-bincang/Dialog seharusnya memilih tema yang baik, bukantema yang merusak moral

Terilhami oleh tulisan drg. Evy tentang Moral Vs Immoral, Kang Kombor yang tak bermoral ini ingin menyoroti acara bincang-bincang yang makin bertambah jumlahnya setelah Empat Mata dengan Thukul Arwana sukses menggeser Om Farhan. Sebelumnya, Farhan sudah eksis dengan Lepas Malam yang kemudian dibawakan oleh Indi Barens setelah dia mengudarakan Om Farhan. Menyusul kemudian Empat Mata dengan presenter utamanya Sang Laptop! Hehehe...

Nah, yang terakhir kali muncul adalah SMS dengan presenter Indro Warkop ditemani Taufik Savalas. Tadi malam SMS membawakan tema One Night Stand dengan bintang tamu Cintyara bla-bla-bla yang pada introduksinya ditunjukin foto-foto syurnya yang dimuat di Popular.

Cintyara ini pelaku one night stand. Dia sering melakukannya dan itu diakuinya secara terus-terang tanpa tedheng aling-aling. Kalau acara Fenomena terkadang menyamarkan para pelaku esek-esek di luar hubungan pernikahan atau anggaplah esek-esek yang dinilai menyimpang, Cintyara ini tanpa malu dengan disaksikan penontong yang pada bertepuk tangan, menyampaikannya dengan bangga.
Kang Kombor yang tak bermoral ini bukannya mau berubah jadi moralis. Akan tetapi, seharusnya produser acara semacam ini memilih tema yang bisa memancing produktivitas manusia Indonesia, bukan malah memancing produktivitas untuk menghalalkan perilaku menyimpang.
Pada saat akan menutup acara Indro menyatakan (bahasanya tidak pas banget):
"One night stand adalah hubungan tanpa komitmen. Yang mau melakukannya silakan-silakan saja tetapi sebaiknya berhati-hati, jangan sampai perasaan ikut bermain."
Dunia ini memang sudah semakin konyol. Televisi dan presenter-presenter ngawur turut membantu menyebarluaskan ajaran sesat semacam one night stand ini. Pak Menteri Kominfo, silakan disomasi acara SMS episode Senin (19 Maret 2007) malam. Acara merusak moral seperti ini sudah selayaknya dibungkam karena hanya membangkitkan nafsu rendah manusia. Saya manusia tidak bermoral tetapi tidak setuju kalau kegiatan-kegiatan tidak bermoral disebarluaskan melalui televisi. Seharusnya kegiatan-kegiatan tidak bermoral semacam ini dinistakan, bukan dimuliakan. Televisi tidak selayaknya menyiarkannya. Publik tidak perlu tahu ada perilaku tidak bermoral bernama one night stand. Kalau disiarkan harus dengan ada penyadaran kepada publik bahwa perilaku itu menyimpang dan rendah moral dilihat dari sisi keberagamaan dan nilai-nilai ketimuran dan bintang tamunya pun harus dipilih yang sudah insyaf dan memberi nasehat agar perilaku buruk itu jangan dilakukan. Nah, kemarin itu... yang dijadikan tamu adalah pelaku aktif yang sangat bangga bahwa dirinya adalah pelaku one night stand. Dalam kacamata Kang Kombor, Indro warkop dalam SMS episode itu justru mempopulerkan one night stand dan mengiklankan pelakunya. Seperti mucikari mempromosikan pelacurnya.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

21 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Evy
Selasa, Maret 20, 2007 10:03:00 PM

Astagaaa...gedeg2 aku kang, lha kok wis nyeleneh ngene, Indonesia kok udah maju bener ya? ndik US sing ga bermoral iki ora terang2an koyok ngono, lha kok sing ra nggenah di tepuki sing bener di hujat ki njur kepiyee?

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Maret 20, 2007 10:40:00 PM

Yup... mantap kang kombor. lugas-tegas... Sy juga bukan org bermoral, tapi tetap risih dengan tayangan sejenis yg anda kritik. tak salah anda jadi pemimpin!

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Maret 20, 2007 11:01:00 PM

Duh hebatnya keterbukaan di endonesa sampe segitunya.
Blas ini perusak moral bangsa

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Maret 20, 2007 11:13:00 PM

demokrasi sudah kebabasan.. jadi democrazy

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
ferdi
Rabu, Maret 21, 2007 10:00:00 PM

lha mau gimana kang, mulai pertama dah salah, orientasinya di rating.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Maret 22, 2007 5:02:00 AM

sing penting lak yo duwit tho kang, bgeitu pikir orang yang bikin itu. urusan dewe2 wae kalau dampak itu.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Maret 22, 2007 6:47:00 AM

Bilangnya Pak Menkominfo mau somasi tayangan jam pagi sampai 9 malam yang menurut beliau merusak moral.
SMS termasuk gak ?
Saya sih gak nonton. Membaca tulisan ini terkesan seolah acara begituan dipamerkan. Rating ? Duit ?

Saya sependapat, jika unsur mendidik ditonjolkan seperti yang Kang Kombor usulkan.
Nonton GP aja yuk, ada siaran langsung. hehehe
Mana nih ulasan GP ?

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Maret 22, 2007 5:28:00 PM

@Bu Dokter:
Indonesia = kuda lepas dari pingitan.

@Kang Ilham:
Maaf kang, saya tak mimpi jadi pemimpin :)

@Mas Anang:
Pantes yang demo suka edan ngerusakin apa saja.

@Kang Ferdi:
Ya, dan lembaga ratingnya nggak pernah diaudit.

@Pak Guru:
Mereka apa belum pernah dengar kalau tidak semua hal bisa dibeli dengan duit ya?

@Cak Dokter:
Kalau hanya sebatas jam 6:00 - 21:00 maka SMS lewat dari bidikan somasi karena tayangnya di atas pukul 21:00.

Saya kemarin mau nulis hasil GP F-1 tapi takut dah banyak yang nulis. Nanti kalau motoGP saja, Cak. 25 Maret nih...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Maret 22, 2007 6:24:00 PM

setuju sama kang kombor. indro pasti jg gak setuju, tp cuma cari aman biar gak dimarahi org yg setuju, jd ngomongnya gak dipikir. Dan pelaku yg bangga, biasanya berdalih dia tidak munafik....padahal tidak munafik berbeda sekali dgn tdk punya malu...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Maret 23, 2007 12:25:00 AM

ada yg punya rekamannya nggak?

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Maret 23, 2007 4:59:00 PM

keabisan ide nyaingin tukul™..

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Maret 23, 2007 8:08:00 PM

sepertinya dit memang sudah mendewa...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Maret 23, 2007 10:47:00 PM

Woow..! Kemaren2 juga pas mindah-mindahin tv pake remot ntu sempet nyasar di itu acara. ada taupik sapalas, ndro, ma moamar emkah. Tapi pas liat obrolannya mereka aye jd ill feel gitu. Ga tau napa pormat acaranya gt bgt. meracuni kita2 yg masih polos-polos ini sajah..

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
sandy
Senin, Maret 26, 2007 5:38:00 AM

Kang,klo ga salah, klo memang ada acr yg spt itu mekanisme skrg lwt KPI (bukan FPI :D) ... nti berdasarkan pengaduan masyarakat, perorangan atau kelompok, KPI akan mensomasi TV yg bersangkutan bahkan bisa s/d mencabut acr tsb spt tjd pd alm acr Smack Down.
Sy pribadi skrg udah males nonton TV (Indonesia) krn cenderung jd "agen pembodohan" bangsa...:(

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Maret 26, 2007 8:23:00 PM

@Mbak Endang:
Indro nggak setuju? Hmm... kayaknya dia setuja-setuju saja tuh.

@Khaidar:
Aku nggak punya

@Kang Dani:
Bisa jadi. Thukul mah yang diketawain dirinya sendiri. Tamunya siapa pun, tetap Thukul yang diketawain.

@Mbak Wanita X:
Bukan lagi dewa tapi Tuhan

@Kang Heri:
Ternyata beda tamu tetap meracuni ya, isi perbincangannya? Kapan-kapan saya akan tonton lagi.

@Bung Sandy:
Saya suka dan setuju pernyataan Sampeyan,: TV (Indonesia) cenderung jadi "agen pembodohan" bangsa.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Maret 27, 2007 4:21:00 PM

[...] perbedaan dan menampung pendapat. Serta memberikan tips yang bermanfaat. Bisa Juga bicara politik, moral, atau etika. Justru semuanya ini adalah sebuah tidakan yang berani sekaligus bijaksana. Sebab dalam [...]

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
chem
Rabu, Maret 28, 2007 12:41:00 AM

bener kang acra-acara itu gak terlalu bermanfaat bagi bangsa ini. Sebaiknya acara itu berlu disomasi dan dibubarkan. Memang aneh pak mentri itu. Acara yanng memberi wawasan politik seperti yang ada di metro malah disomasi sedangkan yang acara yang merusak moral nggak. Memangnya bangsa ini mau dibawa kemana siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhh...........

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, April 07, 2007 4:32:00 PM

[...] apa yang kurang? Pendidikan moral sudah diajarkan mulai dari Sekolah Dasar sampai pas kuliah. Pendidikan agama tidak dihapuskan di [...]

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
enti
Kamis, April 12, 2007 1:25:00 AM

ehm.... seru juga baca komentar-komentarnya ... tapi sayangnya waktu itu saya tidak menonton acara itu hanya tau dari teman saja. padahal tema nya itu yang saya cari selama ini. saya sekarang masih dalam proses penggarapan skripsi yang mengangkat fenomena one night stand di kalangan remaja, nyesel juga seh ga lihat acara itu meski pada akhirnya toh terjadi pro dan kontra... em kalo ada masukan atau informasi tentang one night stand tolong kabari saya ....
ngomong-ngomong soal ONS itu, saya bukannya mencemooh orang yang melakukan hal tersebut, tetapi kita bisa melihat fenomena yang terjadi di kalangan remaja kita memang telah mengalami pergeseran... nggak bisa disalahkan juga seh orangnya, mungkin ini sebagai budaya baru ya... yang pastinya belum dapat diterima di indonesia yang kental dengan budaya timurnya itu...
thx...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Minggu, Oktober 25, 2015 11:24:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, November 26, 2016 6:14:00 AM


Warm Greetings All, Coming Promo ya !! Have Predicted figures telling and dreams fortune telling! Soon Replace your numbers in BURSATOGEL BO proven Safe and Reliable, please Prediction Togel Daily, bursatogel.com
bursatogel

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan