Selasa, Oktober 09, 2007

CDMA Nomer 1 GSM Nomer 2

Kang Kombor bukanlah orang yang mempan dibujuki pake perempuan atau dada perempuan. Apalagi kalau iming-iming itu hanya omong kosong alias perempuan dan dada perempuannya nggak bisa Kang Kombor nikmati. Bujukan pake perempuan misalnya tarif Rp 0,- yang menampilkan Dian Sastrowardoyo, si cantik yang ehem.. ehem.... Dada perempuan misalnya tarif Rp 1,- per detik yang entah nama modelnya siapa. Dalam hal model iklannya Kang Kombor kenali atau tidak, iklan Rp 1,- kalah oleh iklan Rp 0,- soale yang Rp 1,- per detik modelnya nggak Kang Kombor kenal. Sebenarnya nggak usah dikasi iklan Rp 0,- Kang Kombor juga make operator itu. Sudah dua tahun terakhir produk dari Satelindo itu Kang Kombor pake. Keluarga di Sleman juga make layanan dari operator yang sama sehingga klop dah.

Operator GSM sibuk melakukan perang tarif sesama operator GSM agar produknya tetap dipakai oleh pelanggan. Selain itu, mereka juga menghadapi serangan dari operator CDMA. Masa-masa keemasan operator GSM di mana mereka bisa semena-mena mengenakan tarif mahal kepada para pemakai layanannya sudah mulai digantikan oleh era baru, era layanan komunikasi dan telekomunikasi yang murah. Bukan hanya komunikasi suara saja melainkan juga komunikasi data. Operator CDMA masuk kancah pertempuran dengan menawarkan tarif telepon murah dan layanan data yang berkecepatan lebih tinggi daripada layanan data GPRS yang diberikan oleh operator GSM. Kang Kombor tidak bisa membayangkan seandainya Depkominfo tidak menunda tender WIMAX pasti masyarakat akan semakin mudah mendapatkan layanan komunikasi dan telekomunikasi yang murah dan banyak macamnya. Untuk komunikasi suara bisa memakai CDMA, GSM dan WIMAX. Untuk komunikasi data bisa menggunakan GPRS, CDMA, EDGE, HSDPA atau WIMAX.

Sayang tender WIMAX ditunda padahal Kang Kombor dan teman-teman sudah punya rencana bisnis yang dipincuti sebuah kelompok bisnis yang besar tetapi jadi terbengkalai karena frekuensi nggak jadi ditenderkan sehingga masyarakat mungkin baru bisa merasakan layanan WIMAX ketika teknologinya sudah ketinggalan zaman.


Pada awal CDMA beroperasi di Indonesia, layanan ini masih belum dianggap handal. Padahal, di negaranya Ndoro Semak-semak, operator telepon seluler menggunakan CDMA. Di Korea juga make CDMA. Para pemakai mula alias early adopters di nusantara menggunakan ponsel CDMA sebagai cadangan. Yang GSM tetap nomor satu karena layanannya lebih kaya fitur dan telepon genggamnya juga lebih beragam dan memiliki fasilitas yang lebih canggih daripada CDMA. Tentu kita semua masih ingat kalau ponsel CDMA pada masa-masa awal layarnya masih kecil dan monokrom padahal ponsel GMS sudah kaya warna dan sudah memiliki kamera, radio dan pemutar mp3. Siapa yang mau memakai telepon CDMA waktu itu? Teleponnya miskin fitur, layarnya tidak berwarna, panas dan baterai boros. POKOKE komplit untuk menolak menggunakan CDMA.

Akhir-akhir ini semuanya mulai berubah. Ponsel CDMA sudah kaya fitur. Sudah memakai layar berjuta warna dan memiliki kamera berjuta piksel. Radio juga ada. Bahkan, PDA phone yang memakai CDMA juga sudah ada. Smart Phone dari Treo ada yang CDMA. HTC, pabrikan OEM juga sudah mengeluarkan PDA phone dan PC saku CDMA. Bahkan, DOPOD pun juga memiliki produk untuk CDMA (Dopod 818c). Kang Kombor yakin operator GSM akan makin empot-empotan menghadapi hal tersebut.

Bagi Kang Kombor sendiri operator GSM telah Kang Kombor nomorduakan. Layanan operator CDMA nyata-nyata memberikan tarif lebih murah dari operator GSM. Kebetulan Kang Kombor tidak punya istri di luar kota jarang bermuhibah ke luar kota sehingga cakupan area dan wilayah permainan yang sempit (lokal saja) dari operator CDMA tidak menjadi masalah buat Kang Kombor. Terbukti kok bahwa biaya bertelepon, ber-sms dan berinternet secara total lebih murah daripada GSM. Dengan CDMA, tanpa berinternet bayarnya hanya seperempat yang GSM. Kalau ditambahi berinternet seperlunya pake ponsel, baru setengah biaya bertelepon dan ber-sms menggunakan GSM. Fakta itu membuat CDMA dialihkan menjadi yang utama dan GSM menjadi cadangan, yaitu hanya untuk menerima telpon dan melakukan panggilan ketika yang CDMA tenaganya sudah habis. Cucian deh!

Saat ini telepon CDMA juga sudah bisa mendukung mobilitas kita. Pengalaman Kang Kombor pulang ke Sleman, telepon CDMA tetap bisa dipake. Ke Surabaya bisa dipake. Ke Batam bisa dipake. Mungkin nggak bisa dipake kalau kita pergi ke laut. Akan butuh telepon satelit di sana. Tapi... ngapain sih pergi ke laut? Apa ada putri duyung yang secantik Ayu Azhari di sana?

Kalau Sampeyan tidak alergi sama gengsi, mungkin Sampeyan juga akan lebih mencintai istri muda (CDMA) daripada istri tua Sampeyan (GSM). Nanti kalau WIMAX sudah masuk, kawin lagi. Istri muda selalu lebih manis daripada istri tua. Hehehe... masa siiiiihhhh????

Related Posts

CDMA Nomer 1 GSM Nomer 2
4/ 5
Oleh

19 comments

Rabu, Oktober 10, 2007 2:37:00 AM delete

waaah kang semenjak flexi pertama hadir saat itulah saya "kawin paksa" darimulai antena cuma satu hingga kini sudah jor2an.. ternyata isteri muda makin kemari makin keren yaa kang.. :)

Reply
avatar
Rabu, Oktober 10, 2007 11:47:00 AM delete

waduh, saya malah nggak kebeli tuh telp CDMA yang bisa dipake internetan

Reply
avatar
Jumat, Oktober 19, 2007 2:16:00 PM delete

bagaimana dgn 'cdma on gsm on' kang..jgn2 yg cuman jualan gsm gak bisa 'on' lg ntar..apa yg gsm mesti buru2 dijual/tukar tambah nih.. :)

Reply
avatar
Rabu, Oktober 24, 2007 1:13:00 AM delete

Aku sekarang malah pake cuma CDMA doank. 3 HP,3 kartu CDMA semuanya. Pengen sih mengorbankan salah satu, dan pindah ke GSM. Mungkin yg Fren. CDMA emang murah banget. Tapi pelayanannya juga jelek. Fleksi smsnya sering error. StarOne, susah dihubungi. Fren, Mahal banget, hampir sama dng GSM. Esia, jaringannya belum luas.
Ditambah lagi kalo SMS max 160 karakter. Jadi gak bisa sms panjang2 :(( Emang udah ada beberapa HP yg bisa lebih dari 160 karakter katanya, cuma jarang banget. Rata2 masih max 160.
Trus, gak bisa MMS.
Dulu aku sering pake Fren buat internetan, tapi sering putus. Speednya juga jauh dari harapan.
Mau browsing di HP apalagi. Susah banget. Harus berkali2 refresh, kalo ini aku dah coba pake Fren ama Fleksi, gak jauh beda. Aku pake Nokia 2865.
Ini sebagian keluh kesah dari pengguna CDMA yg kurang puas :)

Ya, semoga aja ntar CDMA bukan cuma murah, tapi diimbangi dng jaringan dan fasilitas yg baik.

Reply
avatar
Kamis, Februari 14, 2008 9:45:00 AM delete

Saya juga pake 2 nomor semuanya CDMA!

memang kata temen-temen saya sejak pake bini muda saya susah dihubungi :p kenapa yah hehehehehehe

Reply
avatar
MAW
Jumat, Mei 30, 2008 6:04:00 PM delete

@kurt:
Iya, Kang Tub. Makin kenes saja saat ini yang siap dijadiin istri muda.

@Anggara:
Udah kebeli kan sekarang?

@Dani Iswara:
Masih mahal, Dok.

@Agam:
3HP CDMA semua? Hebat!

@Yogha:
Ini juga hebat. 2 HP CDMA semua.

Reply
avatar
Jumat, Juni 27, 2008 12:33:00 PM delete

weleh....sekarang dah jamak pake 2 hape, satu gsm satu cdma.

Kalo mo ngomong2an pake CDMA, murah...

Kalo mo sms an atau blusukan ke hutan beton yang gak kekover CDMA, pake GSM

Reply
avatar
Kamis, Juli 10, 2008 7:55:00 PM delete

cdma? kayanya tidak deh.. gsm juga udah pada murah..

Reply
avatar
Kamis, Juli 10, 2008 8:04:00 PM delete

benertuh... sekarang gsm lebih murah ketimbang cdma. contonya axis tarif akses datanya 0,01/kb. cdma, mana ada?

Reply
avatar
Selasa, Juli 15, 2008 3:52:00 PM delete

sekarang emang pada perang-perangan deh semua operator. ga CDMA ga GSM.
btw CDMA yg paling murah telpnya untuk antar kota apa ya? jadi pingin nyoba nih

Reply
avatar
Kamis, Juli 17, 2008 7:37:00 PM delete

iya, ma sarif. skrg jadi nenteng dua hape. lebih byk utk telpon pake cdma tapi sayang hape cdma fitur2nya blm sebyk n secanggih hape gsm :(

Reply
avatar
Minggu, Juli 20, 2008 10:54:00 AM delete

pengalaman pakai cmda fleksi suka eror di jogja

Reply
avatar
bocahiseng
Minggu, Juli 20, 2008 5:21:00 PM delete

mantap, numpang lewat ahhh

Reply
avatar
Jumat, Oktober 10, 2008 11:17:00 PM delete

Kalau gak salah regulasi frekuensi 5,8 Ghz masih belum jelas kang ....

Reply
avatar
temon
Jumat, Oktober 17, 2008 8:35:00 PM delete

gimana toh?terus kenapa kok para pemilik pabrik cdma gak memaksimalkan layanan nya?http://health-habit.blogspot.com

Reply
avatar