Sekadar Blog Dan Sekedar Blog

Sekadar atau sekedar? Menurut Sampeyan, mana yang baku?

Baiklah, Kang Kombor tidak akan bicara dulu mengenai baku atau tidak baku. Kang Kombor akan cerita dulu tentang Sekadar Blog dan Sekedar Blog. Kedengarannya hampir sama tetapi ternyata memang berbeda. Bukan karena yang satu memakai sekadar dan yang lain sekedar melainkan karena aktor intelektual di balik kedua blog itu memang berbeda.

Sekadar Blog

Sekadar blog ini dikelola oleh seorang wartawan olah raga. Nampaknya, sepakbola merupakan core competency yang dimiliki olehnya. Hal tersebut tercermin dari isi blognya yang terutama menyoroti soal persepakbolaan. Nggak percaya? Silakan langsung saja dikunjungi blognya di Sekadar Blog.

Kang Kombor tidak perlu menyebutkan nama aktor intelektual di balik Sekadar Blog itu. Nanti dikira Kang Kombor ini tukang menyebar gosip, hehehe. Atau, dikira Kang Kombor ini kenal dengan beliau. Ya… Kang Kombor memang pernah beberapa kali bersua dan ngobrol baik semeja maupun tidak dengan beliau. Orangnya asyik, low profile dan baik hati. Kalau sudah bicara persepakbolaan nasional, beliau akan berapi-api. Buktikan saja sendiri.

Sekedar Blog

Nah, untuk Sekedar Blog, Kang Kombor belum pernah bertemu aktor intelektualnya. Kang Kombor mengetahui adanya blog tersebut dari komentar di salah satu blog Kang Kombor pada sebuah posting yang membahas template NEO untuk Blogger.

Berbeda dari Sekadar Blog yang fokus pada sepakbola, Sekedar Blog isinya lebih umum. Ada 14 label/kategori dalam blognya yang bervariasi dari yang bersifat religi, teknologi sampai cari dolar.

Karena belum pernah bertemu dengan aktor intelektualnya, Kang Kombor tidak dapat bercerita mengenai orangnya. Mungkin saja namanya adalah yang dipakai untuk alamat blognya, walaupun itu mungkin hanya nama panggilan.

Sekadar atau Sekedar yang Baku?

Kang Kombor tetap bingung. Kang Kombor cari di KBBI daring dengan kata dasar sama dengan sekedar, muncul taut sekedar. Ketika diklik, muncul artinya se-ke-dar ? sekadar. Ketika Kang Kombor cari dengan kata dasar sama dengan sekadar, tidak ada kata yang muncul. Nah, baru pada saat Kang Kombor cari dengan kata dasar memuat sekadar, muncul sekadar kadar yang artinya se-ka-dar linat 1kadar. Ketika kadar (1) di klik muncullah arti sebagai berikut:

1ka·dar n 1 kuasa; kekuatan: ala -- nya, menurut kuasa (kekuatan) masing-masing; 2 ketentuan Tuhan (takdir): percaya kpd -- dan takdir Tuhan bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencapai cita-cita; segala kepercayaan akan -- dan takdir terbit dr ajaran tauhid; 3 untung-malang; 4 kodrat; sifat bawaan: menyalahi -- hidupnya;
se·ka·dar adv 1 sesuai atau seimbang dng; menurut keadaan (kemungkinan, keperluan, dsb); sepadan (dng): ia berbicara ~ perlu dan pentingnya; 2 hanya untuk: ~ memperoleh ketepatan ejaan; semua itu ~ olok-olok; 3 seperlunya; seadanya: hal itu akan kuceritakan ~ nya

Nah, soal yang baku yang mana, Kang Kombor nggak mudheng. Sekedar artinya sama dengan sekadar. Lalu sekadar artinya seperti yang ada dalam kutipan di atas.

Akan tetapi, daripada pusing mencari mana yang baku dari kedua kata itu, lebih baik Sampeyan kunjungi saja blognya, Sekadar Blog dan Sekedar Blog.

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

8 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Februari 14, 2009 6:32:00 PM

jadi tersinggung sebagai sekedar blog :) mana ikutan sentil new template blogger juga

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Februari 16, 2009 2:25:00 PM

Kontras banget...nama hampir sama tapi berbea directory

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Februari 17, 2009 3:08:00 PM

kata yg bener memang "sekadar", bukan "sekedar". ini kesalahan umum kok kang, saya juga dulu gitu. kenapa sekadar, karena kata dasarnya kadar bukan kedar, model ala kadarnya :)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
kombor
Selasa, Februari 17, 2009 3:51:00 PM

Akhirnya datang juga! Memang harus dipancing untuk mampir.

Nah,penjelasan yang punya SekadarBlog Kang Kombor terima. Sekadar yang baku.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Februari 25, 2009 11:11:00 AM

Kang Kombor, maaf nih saya mau tanya tapi gak nyambung dengan topik gpp yah... cuma sekadar tanya :)

Soalnya sy liat kang Kombor termasuk penulis di Panduan tidak resmi wordpress.

Sy baru belajar wordpress dengan domain sendiri. Sy bingung mau verifikasi google kok gagal terus yah.

Padahal udah buat pages sesuai nama yg diminta, udah nyoba upload file html. udah nyoba masukin meta ke template. semuanya gagal.

Apa yg salah ya Kang?
Mohon bantuannya yah. Trims sebelumnya.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
kombor
Rabu, Februari 25, 2009 9:03:00 PM

Mas Arpan, untuk memakai domain sendiri di wordpress.com setahu saya tidak perlu verifikasi google. Cukup arahkan NS ke NS-nya wordpress.com. Yang butuh verifikasi google itu kalau mau pakai domain sendiri di Blogger.

Silakan download tutorial pakai domain sendiri di wordpress.com yang pernah saya buat. Semoga masih valid.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Februari 28, 2009 7:45:00 AM

Thanks ya Kang, sebetulnya saya pakai domain dan hosting sendiri.

Tapi masalahnya udah beres kok, ternyata om googlenya butuh waktu 1 hari buat verify blog saya.

Thanks juga ebooknya jadi nambah ilmu :)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 8:37:00 PM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan