Mari Bicara Pembatasan Subsidi BBM untuk Mobil Pribadi

Pembatasan BBM Bersubsidi


Akhir-akhir ini, yah paling tidak sampai minggu lalu, kita disuguhi wacana pembatasan subsidi BBM untuk kedaraan bermotor. Isu yang sudah mengemuka adalah mobil pribadi yang diproduksi mulai 2005 ke atas diwajibkan menggunakan BBM non-subsidi.


Kang Kombor sejak dulu punya pemikiran mengenai subsidi BBM ini, yaitu bahan bakar bersubsidi hanya diberikan kepada kendaraan umum, angkutan sembako dan sepeda motor. Kendaraan umum jelas agar supaya ongkos angkot, bus kota, dan bus antarkota tidak mahal. Angkutan sembako untuk menjaga agar harga sembako tidak dengan semena-mena menjadi mahal gara-gara ongkos angkut mahal. Sepeda motor ya karena sebanyak-banyaknya bensin bisa dibeli oleh sepeda motor (yang umum ya) tidak akan lebih dari 20 liter. Bajaj Pulsar 180cc isi tangki bensinnya 18 liter dari posisi kosong blong. Rasio penggunaan bahan bakarnya yang umum 1 liter untuk 36 km. Jadi apabila ada yang ngisi penuh 18 liter, ia baru akan kembali ke pom bensin setelah mondar-mandir sejauh 648 km.


Bagaimana dengan wacana mobil 2005 ke atas wajib pertamax?


spbu pertamina.jpg


Kang Kombor kira kita harus melihat lebih jauh lagi. Mobil bertahun 2005 ke atas penggunaan bahan bakarnya lebih irit daripada mobil bertahun 2005 ke bawah. Selain itu, mobil produksi 2005 ke atas tentu sudah lebih ramah lingkungan daripada mobil produksi 2005 ke bawah. Jadi, sebenarnya, tujuan pembatasan BBM bersubsidi untuk mobil produksi 2005 ke atas itu apa? Apakah karena harga mobil 2005 ke atas lebih mahal daripada harga mobil 2005 ke bawah? Soal harga mobil kan relatif. Harga mobil 2010 Rp150juta bisa saja secara riil sama dengan harga mobil 2008 Rp135juta. Atau, bisa saja secara riil sama dengan harga mobil 1995 Rp85juta.


Kang Kombor melihat dengan cara berbeda. OK, ada orang punya uang Rp35juta dan ingin punya mobil. Nah, orang itu beli sedan BMW bekas tahun 1990. Dapatlah ia sedan BMW bekas itu. Harga lebih murah daripada harga Toyota Avanza bekas tahun 2006. Akan tetapi, konsumsi bahan bakar sedan BMW dan Avanza itu kan berbeda jauh. Avanza jauh lebih irit daripada sedan BMW. Lagipula, harga BMW bekas itu lebih murah karena biaya perawatan dan harga suku cadangnya mahal, bukan karena harganya memang murah. Coba saja bandingkan harga sedan BMW baru dengan Toyota Avanza atau Kijang. Lantas, apa tujuannya membatasi BBM bersubsidi untuk mobil 2005 ke atas apabila mobil 2005 ke bawah ternyata lebih boros penggunaan bahan bakarnya?


Kang Kombor punya alternatif lain. Kendaraan berkapasitas mesin 1500 CC ke atas wajib memakai BBM non-subsidi. Atau, nggak usah pakai pembatasan-pembatasan berupa kebijakan tetapi SPBU PERTAMINA menyediakan dispenser premium untuk mobil cukup 1 pompa saja, yang lain Pertamax dan Pertamax Plus. Untuk sepeda motor tetap lebih banyak dispenser premium daripada pertamax. Nah, pembatasan itu tidak mengutak-atik kebijakan negara. Apabila ada orang protes, PERTAMINA cukup menjawab, "Apabila Saudara mau beli bensin premium ya silakan antri. Apabila tidak mau antri, silakan beli saja Pertamax atau Pertamax Plus!"


Gitu aja kok repot!

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

1 komentar:

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 12:01:00 PM

Nice info. Thanks for sharing.

Selamat asiapoker dapat PERTAMAX...! Silahkan antri di pom terdekat heheheh...
Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan