Buah Pakel

Kang Kombor tidak tahu apakah Kawan-Kawan pernah makan buah pakel atau belum. Buah pakel ini sejenis mangga sehingga ada yang menyebut buah itu dengan nama mangga bacang atau ambacang.

Buah pakel umumnya berbentuk bulat. Pohonnya seperti pohon mangga tetapi umumnya pokoknya tegak ke atas dengan tinggi bisa mencapai 30 - 35 meter. Daun pohon pakel seperti daun pohon mangga tetapi agak lebih tebal. Umumnya pohon pakel berbuah pada saat musim kemarau seperti halnya pohon mangga.

Buah pakel apabila sudah matang baunya sangat wangi. Daging buahnya seperti daging buah mangga tetapi serat-seratnya lebih kasar. Rasa daging buah pakel manis dan lezat. Lebih lezat lagi apabila dibuat sebagai campuran es buah atau sebagai perasa es krim.


Saudara terdekat dari buah pakel adalah buah kweni atau banyak yang menyebut mangga kweni. Perbedaan pakel dengan kweni adalah kweni ukuran buahnya lebih besar dan baunya lebih harum dari pada buah pakel serta serat pada daging buahnya lebih lembut daripada pakel walaupun tidak selembut serat daging buah mangga. Untuk rasanya, menurut Kang Kombor pakel memiliki rasa yang lebih manis daripada kweni. Kemenangan kweni adalah pada ukuran buah, keharuman bau dan tekstur daging buah yang seratnya lebih lembut. Itu menurut Kang Kombor. Mungkin menurut yang lain kweni juga lebih manis dari pakel. Bisa saja.

Buah pakel adalah salah satu buah yang ditanam di Keraton Yogyakarta. Buah pakel itu melambangkan akil balig. Pakel itu dari kata akil yang diambil suku kata keduanya yaitu kil menjadi kel. Sedangkan kweni itu melambangkan keberanian dari kata wani.

Saat Kang Kombor masih kecil, di pekarangan rumah dulu ada pohon pakel yang apabila berbuah sangat lebat. Sayang, pohon pakel itu terpaksa ditebang karena di atas tanah bekas pohon pakel itu Kang Kombor mendirikan rumah. Jadi, apabila ingin merasakan manis dan segarnya buah pakel, Kang Kombor sekarang harus beli di pasar atau minta pada tetangga. Eh tetapi Kang Kombor sedang mujur Kawan-Kawan. Pada saat mengail ikan uceng bersama Dhenok dulu Kang Kombor menemukan dua butir buah pakel yang sudah matang. Buah pakel itu ukurannya pun besar sehingga akan mengenyangkan apabila dimakan. Kedua buah pakel itu jatuh ke sungai karena pohonnya tumbuh di tebing sungai. Lumayanlah untuk mengobati kerinduan pada buah pakel yang terakhir Kang Kombor makan sudah belasan tahun lalu.

Apakah ada di antara Kawan-Kawan yang di pekarangannya masih tumbuh pohon pakel atau bacang? Apabila masih, boleh dong Kang Kombor di kirimi. Mungkin nanti biji pakel itu akan Kang Kombor tanam sehingga sepuluh tahun lagi buahnya sudah bisa bergelantungan di pohonnya.

Oh ya, orang Inggris menyebut buah pakel ini dengan nama horse mango. Entah mengapa mereka menyebut pakel dengan mangga kuda. Hahaha, itu bisa ditanyakan kepada Pangeran Harry kalau ketemu. Sementara itu, apabila ingin tahu nama ilmiah atau nama latinnya, buah pakel disebut juga dengan mangifera foetida.

Baiklah Kawan-Kawan, sementara itu dulu cerita mengenai buah pakelnya. Kang Kombor akan mengupas dulu buah pakel yang Kang Kombor ketemukan di bawah bronjong saat mengail ikan uceng. Saat ini banunya semakin wangi sehingga mengundang selera Kang Kombor untuk segera menikmatinya.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

9 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Oktober 27, 2011 5:19:00 PM

Kalo di saya namanya buah Limus kang. Emang terkenal paling wangi dan menggugah selera, tapi ya itu serabutnya kasar banget. Saya kalo makan juga biasanya langsung digerogotin aja, nggak di potong-potong. Resikonya gigi jadi gondrong karena serabutnya nempel di gigi.

Di tempat saya sekarang udah nggak ada, pohon terakhir ditebang 5 tahun yang lalu.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 29, 2011 9:13:00 AM

Oh iya. Kalau di daerah Tangerang menyebut pakel itu dengan nama Limus. Sayang selama di Tangerang saya belum pernah dapat kiriman Limus dari Payjo.

Eh... pohonnya udah ditebang ya? Sama dong.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Januari 12, 2012 11:26:00 AM

kemaren saya makan mangga kweni yang dijual tukang rujak di depan kantor, kata tukang rujak sekarang mangga sdh gak musim jadi susah dicari, pulang dari kantor sy mampir ke tukang buah di pinggir jalan, niatnya mau beli mangga eh yang ada kweni, ya udah karena rasanya yg ga kalah enak dengan mangga biasa, saya beli 2 kilo untuk dibawa pulang

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Januari 12, 2012 1:01:00 PM

Budiman, mangga kweni juga sedap kok, mas. di tempat pak dukuh masih ada mangga bergelantungan tuh!

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Desember 11, 2013 4:39:00 AM

Membahas Pakel dan Kweni jadi inget jaman masih SD suka berburu buah ini kalau brangkat atau pulang sekolah, alhasil seisi kelas pada ribut bau kweni hahahaa...
Di pinggir jalan raya deket rumah masih banyak pohon kweni tua yg gede-gede. Kalau pohon Pakelnya dulu banyak di areal dalem desa, entah sekarang masih ada atau tidak..udah jarang blusukan masuk desa.
Saya sudah lupa perbedaan rasa kweni dan pakel, tapi seingat selera saya kweni lebih enak. Soalnya inget banget waktu SD pulang sekolah nemu pakel gede-gede dan sampai rumah malah bingung mau diapain....soalnya seratnya banyak dan di jus pun gak habis sekali minum, cuman sensasi seneng aja pulang sekolah nemu buah pakel gede-gede..hehehehe :-D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 10:12:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Januari 06, 2016 8:30:00 AM

Assalam..
Kang Kombor aku mau nanya dong. Aku kan mau penelitian ttg daun bacang nih. Tp sblum itu, aku bingung, menurut kang kombor kandungan yg terdapat pada bacang sama gak ya sama kandungan kweni ? Soalnya ciri-ciri pohon dari kdua buah ini nyaris sama. Mnurut kang kombor gimana tuh.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Maret 17, 2016 6:33:00 PM

Kalau menurut wikipedia, kweni itu berada di antara mangga dan bacang h**ps://id.wikipedia.org/wiki/Kuweni

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Minggu, September 11, 2016 4:32:00 AM

kalo ditempat saya ponorogo namanya juga buah pakel,ada getahnya dan jika mengenai kulit itu getah bisa bikin mlepuh dan luka.baunya emang wuuangi banget saat sudah masak,tapi rasanya ada yg manis tapi juga ada yg masam.di daerah saya masih lumayan ada itu pohon pakel,dipekarangan rumah saya masih ada 2 pohon pakel.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan