Workshop Cara Cepat Menulis Buku Metode 12 Pas

"Hanya manusia prasejarah yang tidak mau menulis dan mengabadikannya dalam sesuatu yang bisa dibaca oleh generasi yang akan datang. Sehingga mereka tidak pernah tercatat dalam sejarah, dianggap tidak ada. Kalian mau seperti manusia prasejarah?"

Kutipan di atas adalah dialog Dodi Mawardi dengan mahasiswanya di FISIP UI Depok pada 2009 yang diceritakannya di buku "Cara Mudah Menulis Buku dengan Metode 12 Pas". Kalimat itu pun diulang Dodi Mawardi, penulis buku best seller "Belajar GOBLOK dari BOB SADINO", pada Workshop Cara Cepat Menulis Buku Metode 12 Pas di Hotel Gloria Amanda, Malioboro, tadi pagi sampai sore.

Workshop sehari tentang penulisan buku ini sangat pas untuk penulis pemula atau siapa pun yang memiliki keinginan untuk menulis buku. Dodi Mawardi membawakan materi menulis buku dengan cara yang mudah dipahami. Teknik menulis buku yang disampaikannya pun mudah diikuti bahkan oleh mereka yang belum pernah menulis buku sekali pun. Selain teknik menulisnya, pada workshop ini juga disampaikan cara-cara untuk mendekati penerbit agar buku yang ditulis dapat diterbitkan. Dus, bagi siapa pun yang ingin menulis buku dan belum mengetahui caranya, Workshop Cara Cepat Menulis Buku Metode 12 Pas ini sangat cocok untuk diikuti. Sudah banyak peserta workshop yang berhasil menerbitkan bukunya sendiri setelah mengikuti workshop sehari ini.


Kang Kombor sudah lama memendam keinginan untuk dapat menulis dan menerbitkan buku. Sudah beberapa buku tentang cara menulis buku yang Kang Kombor beli baik berupa buku cetakan maupun buku elektronik. Artikel-artikel tentang penulisan yang Kang Kombor pun sudah tidak terhitung lagi banyaknya. Akan tetapi, ternyata tanpa seorang mentor atau pembimbing, sampai saat ini Kang Kombor belum dapat menerbitkan sebuah buku pun. Dodi Mawardi yang mengelola Sekolah Menulis Kreatif ini akan menjadi mentor bagi para peserta workshopnya. Setelah selesai dengan workshop, setiap peserta akan dikirimi email yang menanyakan tentang perkembangan buku yang ditulis oleh peserta workshopnya.



Yang dimaksud metode 12 pas adalah penulis pemula dapat menerbitkan bukunya hanya dalam waktu 12 minggu atau 3 bulan. Untuk ukuran penulis profesional, waktu tiga bulan adalah waktu yang lama. Akan tetapi, bagi penulis pemula, waktu tiga bulan dapat dikatakan cepat. Tahap-tahap menulis buku mulai dari minggu pertama sampai minggu keduabelas diterangkan dengan jelas pada buku "Cara Mudah Menulis Buku dengan Metode 12 Pas" yang menjadi pegangan bagi para peserta workshop penulisan buku ini.

"Apabila sedang menulis, tulis saja. Jangan takut salah. Jangan pusing dengan tata bahasa. Tulis saja." Demikian kata Dodi Mawardi. Apabila sedang menulis kita pusing dengan tata bahasa dan lain sebagainya, jangan-jangan ide di kepala kita sudah menguap terlebih dahulu sebelum selesai kita tuangkan dalam tulisan. "Ada waktunya sendiri untuk menyunting. Saat menulis, ya menulis saja."

Kang Kombor tidak rugi mengikuti workshop cara cepat menulis buku yang dipandu oleh Dodi Mawardi itu. Dodi Mawardi bukan trainer yang hanya bisa bicara. Sudah dua puluhan buku yang diterbitkannya baik buku yang ditulisnya sendiri, buku yang ditulis bersama penulis lain, atau buku yang dieditnya. Artinya, mengikuti workshop penulisan yang dipandu Dodi Mawardi ini tidak seperti membeli kucing dalam karung karena Dodi Mawardi memandu peserta workshop berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sendiri dalam menerbitkan buku.

Tak jarang Dodi Mawardi mendatangkan penulis-penulis handal dalam workshop yang diselenggarakannya. Sebagai contoh, pada workshop tadi hadir M. Shodiq Mustika penulis buku best seller "Istikharah Cinta" yang sudah menerbitkan sebanyak 40 buku. WOW!

M. Shodiq Mustika


Peserta workshop dapat bertanya langsung pada Dodi Mawardi dan penulis handal yang dihadirkannya dalam workshop. Hal itu tentu semakin memperkaya khasanah pengetahuan peserta workshop. Bahkan, tidak jarang terjadi kesepakatan yang tidak disangka-sangka seperti salah seorang peserta workshop tadi yang mengungkapkan ide buku yang hendak ditulisnya yang ternyata M. Shodiq Mustika bersedia menjadi co-writer.

Kang Kombor tidak perlu menceritakan lebih panjang lagi. Bagi Kawan-Kawan yang ingin segera menerbitkan buku, silakan ikuti workshop yang diselenggarakan oleh Sekolah Menulis Kreatif itu.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

5 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Minggu, Desember 11, 2011 8:23:00 PM

Otre boleh juga refferensinya kang....
Nuwunn...

Meh nbulis buku tentang kapulaga isa ora yaa..? #mrenges

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Ami
Minggu, Desember 11, 2011 8:36:00 PM

saya sudah menulis artikel di wordpress pengen dicetak. http://ratnawatiutami.wordpress.com/ tapi kok gara-gara ribut dengan blogger males nerusin, maunya curhat dulu, hehehe...

mereka tak perhatiin soalnya banyak kegelisahan yang bisa dijadiian bahan tulisan. capek Kang, soalnya pernah kebawa aura gelap mereka, jadinya berhenti aja deh...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Minggu, Desember 11, 2011 9:44:00 PM

Menulis itu harus didasari dari hobi, sama seperti menggambar. Bagi dia bagus namun belum tentu semua menyukainya..
Salam kenal kang kombor :)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Senin, Desember 12, 2011 9:42:00 PM

Kang, kuwi penulis istikharah cinta, banyak artikel copasnya dari blog :(

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 9:49:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan