Kebijakan Privasi Baru Google Satu Kebijakan untuk Semua Produk

Saat log masuk ke Gmail hari ini, Kang Kombor dihadapkan pada sebuah pemberitahuan dari Google mengenai penerapan kebijakan privasi baru Google. Tidak ada pilihan untuk menolak. Yang ada hanyalan tombol “OK, got it” dan tombol “Read policies now”.
google one policy
Google mengatakan bahwa ia memiliki 60 kebijakan privasi untuk 60 produk berbeda dan mulai hari ini Google mengubahnya menjadi sebuah kebijakan privasi yang lebih pendek dan lebih mudah untuk dibaca. Kebijakan yang baru ini mencakup multi produk dan fitur yang mencerminkan hasrat Google untuk membuat kesederhanaan dan pengalaman yang intuitif dalam penggunaan seluruh produk Google.
We’re getting rid of over 60 different privacy policies across Google and replacing them with one that’s a lot shorter and easier to read. Our new policy covers multiple products and features, reflecting our desire to create one beautifully simple and intuitive experience across Google.
This stuff matters so please read our updated Google Privacy Policy and Terms of Service when you have a few minutes. These changes will take effect on March 1, 2012.
Kebijakan Privasi Google yang baru itu akan diterapkan mulai 1 Maret 2012. Hmm… pas peringatan Serangan Oemoem ya?
Ada tiga hal yang ditawarkan Google mengenai kebijakan privasinya yang baru, yaitu:
  • Kemudahan untuk digunakan dalam berbagai produk Google
  • Disesuaikan untuk pengguna
  • Kemudahan untuk berbagi dan berkolaborasi
Secara lengkap, Kebijakan Privasi Google yang baru itu dapat dibaca di sini.
Apakah Kawan-Kawan sudah log masuk ke Gmail atau produk Google yang lain hari ini?
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

15 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Januari 27, 2012 2:26:00 PM

para pemain internet ya, gelem ora gelem manut provider-e :-)

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Januari 27, 2012 2:35:00 PM

ya pancen ngono kuwi je asline ki

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Januari 27, 2012 3:10:00 PM

semoga semua org bisa patuh sma kebjikan google :D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Januari 27, 2012 3:34:00 PM

Td saya sempat baca waktu buka account blogger. cuman karena bhs inggris saya gak ngerti ha ha ha...eh ternyata dapat penjelasannya dari Kang Kombor....siiip dah....i like google lah...

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Januari 27, 2012 3:40:00 PM

wah, sepertinya, semua sudah mendapatkan pesan dari si embah google ya, saya juga dapet tuh kemarin ^_^

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Januari 27, 2012 4:53:00 PM

entah ya, sudah kadung terserah manut aja ma google, maklum gretongan

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Januari 27, 2012 9:04:00 PM

Nek ngono aku tak nunggu "provider" serangan oemoem wae wiss... :P #loh

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Januari 28, 2012 8:31:00 PM

mau nggak mabu, gan

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Januari 28, 2012 8:34:00 PM

hahaha... mas kompie ini terlalu merendah

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Januari 28, 2012 8:34:00 PM

saya yang dikirim via email malah setelah posting ini baru dapat

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Januari 28, 2012 8:35:00 PM

ya harus manut. mau nggak mau. bahkan bayar pun nampaknya harus manut juga.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Januari 28, 2012 8:35:00 PM

kuwi alamate mengko @soemail.com

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Februari 01, 2012 2:25:00 PM

Jujur Kang, saya belom baca kebijakan barunya. Malahan saya bingung, apa perbedaan kebijakan yang lama dan yang baru... :D

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Kamis, Februari 02, 2012 9:07:00 PM

Dari sudut pandang privacy, kebijakan baru Google ini tentu saja menimbulkan pro dan kontra, walaupun Google dalam hal ini memberikan opsi untuk mengatur setting privacy penggunanya.

Tapi, buat kita wong Indonesia yang dalam mengakses internetnya masih lebih banyak menggunakan layanan publik seperti warnet, wifi, dll, saya khawatir justru kebijakan ini malah menjadi tak baik untuk kita.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Sabtu, Oktober 24, 2015 9:09:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan