Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Saat indah kita berdua
Merajut kasih
Saling bina cinta
Tulus murni
Tiada ingkar tiada dusta
Terucap janji
Selamanya cinta
Menyatu di dalam kalbu

Reff:
Kau kusayangi
Hanyalah dirimu di dalam hidup ini
Ooh.. Tuhan karuniamu
Mampukah kuterima semua suratan ini
Semuanya kupasrahkan
Ke tahta suci
Cinta kita utuh
Dan abadi
Tiada ingkar tiada dusta
Terucap janji
Selamanya cinta
Menyatu di dalam kalbu

Eh, yang diatas itu bukan Merapi Tak Pernah Ingkar Janji melainkan Merpati Tak Pernah Ingkar Janji yang dipopulerkan oleh Paramitha Rusadi.

Merapi memang tak pernah ingkar janji. Ia berjanji untuk memberi kehidupan kepada warga yang ada di sekitarnya. Janji itu selalu ditepati oleh Merapi.

Apabila Merapi batuk-batuk atau meletus, jangan dianggap sebagai bencana semata. Itu adalah salah satu cara Merapi untuk memberi kehidupan kepada warga yang tinggal di sekitarnya.

Saat meletus, Merapi melepaskan abu ke segenap penjuru. Abu yang di kemudian hari menjadi penyubur tanah sejauh jangkauan abunya.

Saat meletus, Merapi juga melemparkan pasir dan batu. Setelah letusan selesai, dibantu hujan, Merapi mengirimkan pasir dan batu itu bersama lahar dingin.

Merapi, entah kenapa Kang Kombor selalu melihat ke arahnya apabila sedang berada di sekitarnya. Saat kecil dulu, eksotisme leleran lava Merapi kala malam selalu Kang Kombor lihat. Ada keindahan yang eksotis dari leleran lava pijar itu.

Waktu sekolah di Magelang, Kang Kombor juga selalu melihat Merapi yang gagah di samping Merbabu yang genit seakan tak mau berpisah dari Merapi.

Saat dulu diutus ke Boyolali oleh almarhum Bapak pun, Kang Kombor tak lepas memandang Merapi dari arah sebaliknya. Merapi tetap saja gagah di lihat dari penjuru mana pun.

Kang Kombor pernah juga ikut Kang Darmo mencari pasir di dekat Merapi. Hanya kira-kira 2 km jarak Kang Kombor dengan Merapi waktu itu. Hmm... Kang Kombor merasakan betapa jantung Kang kombor waktu itu berdetak seirama dengan jantung Merapi.

Entah mengapa, Kang Kombor juga seakan memiliki sifat seperti Merapi. Bisa tenang setenang-tenangnya. Bisa sedikit meledak-ledak seperti batuk-batuk Merapi. Bisa pula meletus luar biasa.

Merapi, Engkau memang tak pernah ingkar janji.

Komentar

  1. Balasan
    1. Tadi sedang bersama Suryaden, Azhie Kurosaki, Tomi Purba,Apri dan Rian di Jogja Angkringan Community dan belum posting untuk hari ini. Kebetulan tadi siang pas tengah hari Merapi tampak dari kaki sampai puncaknya dan aku sempat memfoto pakai hp. Dus, ya sudah posting tentang Merapi saja.

      Hahaha...

      Hapus
  2. Waduh, lagunya paramita rusadi? Heehehe... ketahuan deh angkatannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh... Jaman itu Dina Mariana juga masih gadis waktu menyanyi:

      Hari ini kugembira
      Pak Pos membawa berita
      Dari yang kudamba

      Sepucuk surat yang wangi
      Warnanya pun merah hati
      Bagai bingkisan pertama
      Tak sabar kubuka

      Satu dua dan tiga ha
      Kumulai membaca...

      Surat cintaku yang pertama
      Membikin hatiku bahagia
      Bagai melodi yang indaaaah
      Kata kata cintanya

      Lirik lagu itu tak pernah hilang dari ingatan. Entah kenapa, hanya dua lagu yang tidak pernah lupa: Indonesia Raya dan Pak Pos itu...

      Hapus
    2. Surat Cintanya dari Mantan yg sekarang??

      Hapus
    3. Wah, ya jelas bukan, Mas. Hahaha...

      Hapus
  3. saat berada di boyolali saya bingung mau senyum sama yang mana, Merapi dan Merbabu selalu menggoda kang, seolah minta untuk di belai, hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senyumlah pada keduanya, MasMonk, daripada Merbabu cemburu apabila kita hanya senyum pada Merapi.

      Hapus
    2. Stupid Monkey panggilannya MasMonk toh Kang, bukannya MasKey atau malah Mas Stupid, hahahha

      Hapus
    3. Lah, saya mau manggil Nyuk atau Nyet takut dia tersinggung. Padahal jelas-jelas stupid monkey itu artinya monyet bodoh.

      Hapus
  4. Balasan
    1. haiyah, jare sapa? nggonku wingi ora ambyar kok. hahaha...

      Hapus
  5. File lagu (tembang Jawa) 'Merapi tak ingkar janji" ketlingsut ik..
    :(

    BalasHapus
  6. Merpati tak pernah ikar janji?
    Saya jadi rindu naik pesawat Merpati dari Bandung ke Surabaya.... :(

    BalasHapus

Posting Komentar