Kurban Qurban

Tahun lalu keluarga kami tidak menyembelih hewan kurban padahal selama lima tahun berturut-turut sebelumnya kami selalu berkurban. Jujur saja, tahun lalu kami merasa sedang sempit…

Tahun ini, hampir saja keluarga kami tidak berkurban lagi. Bukan karena merasa sempit melainkan kami benar-benar sempit. Tak perlulah kami ceritakan apa hal yang sempit itu, Kang Kombor yakin Kawan-Kawan semua sudah bisa menebak.

Ya, kami benar-benar sempit sampai akhirnya kami pergi ke Jamsostek dan ke sebuah bank untuk mencairkan sebuah cek dari kegiatan makelaran barang secara daring. Allahu akbar! Ternyata kami tidak sesempit yang kami kira. Kami pun akhirnya sepakat untuk tidak berpelit-pelit kepada Allah karena ternyata kami saat ini sedang lapang. Lapang untuk berkurban.

kambing qurban 1433h

Walhasil, kemarin selepas maghrib di saat orang-orang sedang bertakbir di masjid-masjid, Kang Kombor bersama seorang saudara menyambangi dua pedagang kambing. Pada saat mengunjungi pedagang kambing yang kedua, Kang Kombor merasa cocok dengan perawakan dan harga seekor kambing di antara beberapa ekor kambing yang ada di sana. Kambing itu pun Kang Kombor beli untuk qurban.

Tahun lalu sebenarnya ada kecamuk di dada Kang Kombor karena merasa sempit itu. Sebenarnya saat itu seekor kambing untuk qurban masih bisa terbeli. Perasaan “merasa sempit”-lah yang membuat Kang Kombor tidak membeli hewan qurban. Dada Kang Kombor berkecamuk kala itu karena Kang Kombor telah berpelit-pelit kepada Gusti Allah yang telah memberi semua nikmat yang bisa DIA berikan kepada Kang Kombor sekeluarga. Sungguh, kegiatan berpelit-pelit kepada Tuhan pada tahun lalu itu sepertinya tidak akan pernah terbalaskan walaupun tahun ini kami melaksanakan qurban.

Pernahkah Kawan-Kawan merasakan hal yang sama? Merasa bahwa Kawan-Kawan pernah berpelit-pelit kepada Tuhan karena tidak melaksanakan qurban padahal sebenarnya untuk membeli seekor hewan qurban, Kawan-Kawan saat itu ada dana?

Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

2 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Oktober 26, 2012 8:23:00 PM

Alhamdulillah, syukur terucap kepada Allah karena Kang Kombor sekeluarga bisa berkurban dan tak sempit-sempit lagi. Moga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Oktober 23, 2015 9:06:00 PM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan