Pengalaman 3 Bulan Memakai Microsoft Lumia 535

Memakai smartphone dengan sistem operasi Windows bukan pengalaman baru bagi saya. Dulu saya pernah memakai Motorola Q9h yang menggunakan Windows Mobile 6. Oleh karena itu, saya ingin mencoba smartphone dengan sistem operasi Windows Phone yang sudah bisa oles-oles alias sudah layar sentuh. Pilihan jatuh ke Microsoft Lumia 535 yang saya akuisisi per 12 Maret 2015.

Sudah 3 bulan saya memakai Microsoft Lumia 535. Saya tidak akan membahas secara teknis di sini tetapi hanya akan menceritakan pengalaman saya selama 3 bulan memakai Microsoft Lumia 535.

Yang menyenangkan

Hal yang menyenangkan dari Microsoft Lumia 535 adalah kemampuan multitaskingnya yang bagus buat saya. Dengan RAM 1GB yang dimilikinya, kemampuan multitaskingnya saya nilai bagus. Saya dapat menjalankan banyak aplikasi sekaligus dan berpindah-pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya dengan cepat. Microsoft Lumia 535 yang saya pakai asyik-asyik saja untuk hal itu. Eh, tapi maaf, saya tidak pernah mencobanya untuk main game karena saya tidak suka main game. Dus, kalau ditanya kualitasnya untuk memainkan game saya nggak punya pengalamannya.

Selain kemampuan multitasking yang bagus, suara yang keluar dari Lumia 535 juga jernih. Ada 0 - 30 tingkat volume suara yang bisa dipilih. Itu mengingatkan saya pada Motorola E398 yang bagi saya dulu suaranya juga mantap.

aplikasi lumia 535


Kamera selfie yang 5 MPix juga saya suka. Cukuplah buat saya yang nggak terlalu suka selfie. Sayang kamera depan itu tidak bisa untuk merekam video. Untuk keperluan merekam video saya, kamera utama yang juga 5 MPix sering saya gunakan. Untuk merekam pada saat banyak cahaya, hasilnya memuaskan. Kalau dalam keadaan kurang cahaya, kualitas tampilan video jadi jelek. Sudah banyak video di Saluran YouTube yang saya isi video yang saya rekam dengan kamera belakang Lumia 535.

Contoh video yang direkam saat kondisi kurang cahaya:


Contoh video yang direkam dalam kondisi banyak cahaya:


Kamera depan Lumia 535 juga bisa dipakai untuk merekam video. Caranya dari aplikasi Lumia Camera sentuh tanda titik 3 (...) di bagian kanan bawah lalu sentuh front facing camera untuk pindah ke kamera depan. Selanjutnya terserah Anda, hehehe...

Kamera yang dapat mengambil foto panorama dengan Lumia Panorama juga saya sukai. Maklum, Lenovo S920 belum memiliki fitur panorama sehingga waktu jalan-jalan menyusuri pantai di pesisir Selatan Provinsi Banten dulu saya tidak bisa mengambil foto panorama.

Untuk berselancar di internet, peramban bawaannya, Internet Explorer dapat diandalkan. Sayangnya, sepertinya IE di Windows Phone itu dikenali sebagai peramban desktop sehingga website yang ditampilkan saat dibuka dengan IE di Lumia 535 adalah website versi desktop.

Yang kurang menyenangkan

Hal menyenangkan sudah saya sampaikan. Sekarang giliran hal-hal yang kurang saya suka dari Microsoft Lumia dan Windows Phone. Yang pertama, pilihan aplikasi yang tidak sebanyak android. Kalau pun ada, aplikasi-aplikasinya versinya tidak semutakhir yang dimiliki android. Contoh aplikasi untuk ngobrol seperti WhatsApp, Telegram dan BBM sangat ketinggalan zaman. Aplikasi Endomondo juga ketinggalan zaman. Aplikasi Twitter pun demikian.

Hal kedua, ini sangat tidak saya sukai, adalah layar Lumia 535 yang menjadi super sensitif pada saat keadaan hape sedang dicas. Saat sedang tidak dicas saja sensitifitas layar Lumia 535 sudah tinggi. Nah, pada saat dicas, layar menjadi super sensitif dan cenderung sulit dikendalikan. Hal itu terasa sangat mengganggu dan membuat jengkel. Entah insinyur-insinyur di Microsoft pernah nyobain memakai Lumia 535 sembari dicas atau tidak. Sebaiknya sih mereka mencoba sehingga bisa merasakan kejengkelan yang saya rasakan.

keyboard lumia 535
Keyboard Lumia 535

Hal ketiga yang tidak saya senangi adalah keyboard virtual yang kurang presisi bagi saya. Lumia 535 punya bentang layar 5 inci. Mestinya, keyboardnya lebih presisi bagi saya dibandingkan dengan Samsung Galaxy A3 yang punya bentang layar lebih kecil. Faktanya, keyboard virtual milik android jauh lebih baik. Sangat jarang saya salah ketik saat memakai Samsung Galaxy A3 milik Dhenok yang saya pakai dulu selama seminggu sebelum saya serahkan kepadanya. Microsoft harus memperbaiki keyboard virtual pada Windows Phone sehingga mampu menyamai milik android.

Apakah Lumia 535 direkomendasikan?

Kalau menurut saya sih tunggu dulu Lumia 535 itu akan mendapat update gratis Windows Mobile 10 atau tidak. Eh, namanya kembali jadi Windows Mobile kan ya? Bukan Windows Phone? Kalau dapat update, apakah aplikasi-aplikasi yang disediakan di Windows Store juga pada diupdate oleh para pengembangnya. Asli, pakai aplikasi yang ketinggalan zaman itu nggak asyik banget.

Lumia 535 hanya saya rekomendasikan bagi yang ingin mencoba pengalaman memakai Windows Phone. Ya... seperti saya ini, hanya pengin mencoba.
Bantu saya dengan membagi artikel di atas ke media sosial:

Tentang Kang Kombor

Seorang blogger desa, alumni Perguruan Pirikan, pernah belajar Manajemen di FE UPH, pernah bekerja sebagai penjual (salesman), punya pengalaman seputar pengembangan bisnis (busines development) dan manajemen proyek (project management).

5 komentar

Click here for komentar
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Oktober 23, 2015 9:07:00 AM

Nice info. Thanks for sharing.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Selasa, Maret 01, 2016 4:45:00 PM

Sekarang masih ada barunya nggak kang? Spesifikasinya lumayan

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Rabu, Maret 02, 2016 9:28:00 AM

Masih ada, Gan. Ini yang di Lazada h**p://ho.lazada.co.id/SHFmAH

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Oktober 14, 2016 5:22:00 AM

Trimakasih artikelnya mas, sangat membantu dan bermanfaat.

Balas
Terima Kasih Sudah Berkomentar
Jumat, Oktober 14, 2016 5:23:00 AM

Hii...thankfulness post helped remind me of my ability to evaluate while others do not take advantage of this gift..

Balas

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan