Perjalanan Ke Dubai – Hari Kedua

Kang Kombor sudah bercerita mengenai perjalanan ke Dubai hari pertama. Kini, mari kita lanjutkan cerita untuk hari kedua.

Burj Khalifa

Pertemuan dengan mitra bisnis sudah dilaksanakan pada hari pertama sehingga pada hari kedua ini kami memiliki waktu untuk melihat-lihat dengan lebih leluasa produk-produk kesehatan yang dipamerkan. Kami berangkat dari hotel pada pukul 09:30 pagi dan kali ini taksi berhenti di depan hotel IBIS, Dubai. Kang Kombor yang membawa kamera Canon PowerShoot A590 gatal untuk mengabadikan Kota Dubai dari depan Hotel IBIS Dubai tersebut. Tentu saja, dengan tidak lupa mengambil foto Kang Kombor sendiri sebagai jejak bahwa Kang Kombor pernah ke sana. Belum tentu nanti Kang Kombor bisa ke sana lagi.

Hotel Ibis Dubai

Pemandangan dari depan hotel IBIS Dubai

Di depan Hotel IBIS Dubai

Sesampai di lokasi pameran juga tidak lupa ambil foto.

connect in dubai meet the world

Baliho conect in dubai meet the world

Paviliun Turki di ARAB Health 2011

Oh ya, dalam perjalanan pergi ke WTC Dubai dan pulang ke hotel, kami selalu melewati jalan di mana Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia saat ini, terlihat dengan jelas. Sayang memang Kang Kombor tidak sempat mendekat ke Burj Khalifa. Akan tetapi, dari dalam taksi yang meluncur, Kang Kombor tetap mengambil gambar Burj Khalifa tersebut. Gambar pertama pada kirman ini menunjukkan Burj Khalifa yang terletak di antara gedung-gedung lainnya. Di depannya adalah rel Metro Red Line, MRT yang ada di Kota Dubai. Satu lagi gambar Burj Khalifa adalah gambar di bawah. Keduanya diambil menggunakan kamera Blackberry Gemini dari dalam taksi yang sedang meluncur menuju lokasi ARAB HEALTH.

Burj Khalifa Dubai

Dari foto tersebut kita dapat melihat betapa Burj Khalifa menjulang tinggi dan menjadikannya terlihat superior di antara gedung-gedung lain yang ada di Kota Dubai. Tak salah apabila gedung tersebut dinamai Burj Khalifa.

Pada hari kedua ini kami makan siang di lokasi lain di Kota Dubai. Yang kami pilih adalah Mirdif City Center. Ini adalah sebuah pusat kota yang sangat besar. Bisa dikatakan Mirdif City Center adalah sebuah mal. Mal yang luas lengkap dengan restoran, toko-toko dan juga food court.

Di MIRDIF City Center

Di Mirdif City Center kami berputar-putar mencari makanan yang unik. Ada restoran Thailand, Jepang, Amerika dan Arab. Setelah berputar-putar dan tidak menemukan tempat makanan yang kami rasa unik akhirnya kami menuju ke food court Selatan. Ada dua food court di sana dan kami berhenti di food court Selatan. Kami memesan makanan dari gerai Thailand karena Pak Egy mencari nasi. Hahaha… jauh-jauh ke Dubai, nasi juga yang dicari…

Mirdif City Center adalah sebuah mal yang sangat luas.  Luas sekali. Akan tetapi, pengunjungnya tidak banyak. Entah karena hari itu adalah hari Rabu atau karena memang penduduk Kota Dubai yang sedikit sehingga mal yang mereka miliki pun sepi. Lihatlah gambar di bawah ini, bangku-bangku di food court Selatan pun banyak sekali yang kosong.

South Food Court, MIRDIF City Center, Dubai

Jajaran bangku di tengah area food court pun kosong. Kang Kombor sempat mengambil gambar tetapi karena hasilnya jelek maka Kang Kombor tidak tayangkan di sini.

Di depan MIRDIF City Center -- tidak tahu di sebelah Utara, Selatan, Barat atau Timur – terdapat sebuah area permukiman. Ada perumahan dan apartemen. Kang Kombor sempat mengabadikan komplek apartemen dari depan Mirdif City Center.

Apartemen di dekat MIRDIF City Center, Dubai

Selesai makan siang kami kembali ke lokasi pameran. Pak Egy akan menemani kawan dari jakarta yang akan mengadakan pertemuan di booth Ecodas yang terdapat di Paviliun Perancis. Sedangkan, Kang Kombor hanya leyeh-leyeh di sofa yang terdapat di luar Za’abeel Hall, WTC Dubai. Kang Kombor iseng mengambil gambar orang yang sedang istirahat di sofa seberang dan orang yang berlalu-lalang.

Dubai International Convention adn Exhibition Centre

Pengunjung pameran istirahat di luar Za'abeel Hall, WTC Dubai

Pengunjung pameran melintasi booth Etisalat

Gambar di atas memperlihatkan peserta pameran yang sedang beristirahat di deretan sofa di seberang sofa tempat Kang Kombor leyeh-leyeh. Gambar di bawahnya adalah pengunjung pameran yang melintas di depan booth Etisalat. Pada booth itu terdapat lima komputer personal yang mungkin dipergunakan sebagai alat untuk mengakses internet secara gratis. Sayangnya, kelima komputer personal itu hang dan tidak dapat dipergunakan. Nampaknya tidak ada orang Etisalat yang rutin memeriksa komputer-komputer tersebut. Sayang sekali…

Betapa nyaman area pameran di WTC Dubai itu. Areanya luas, banyak sofa yang dapat dipergunakan untuk beristirahat. Di antara hall pun terdapat ruang terbuka dengan taman dan bangku-bangku yang dapat dipergunakan untuk istirahat. Para perokok biasa keluar ke area terbuka ini untuk merokok. Bandingkan dengan area pameran di Indonesia. Apakah area pameran/konvensi dibuat senyaman itu? JCC tidak senyaman itu. JICC di Yogyakarta pun tidak senyaman itu.

Kami berada di lokasi pameran sampai pukul 17:00. Kang Kombor sudah sampai di Dubai sehingga Kang Kombor ingin berfoto di depan Burj Al Arab yang lumayan terkenal di muka bumi ini. Sopir taksi dari Pakistan bernama Muhammad Isran pun kami telpon untuk menjemput kami di depan Fairmont Hotel Dubai dan mengantarkan kami jalan-jalan menikmati Kota Dubai. Tujuan pertama adalah Burj Al Arab.

Burj Al Arab and sunset

Burj Al Arab

Di depan Burj Al Arab

Bukan hanya Kang Kombor yang berfoto di depan Burj Al Arab. Banyak turis lain yang juga berfoto-foto di sana. Dus, Kang Kombor tidak bisa disebut narsis, hehehe…

Dari Burj Al Arab kami melintasi Jumeirah Beach Hotel kemudian ke Hotel Atlantis. Hanya melintas saja, bukan untuk menginap.

Di depan Hotel Atlantis juga banyak orang berfoto-foto. Akan tetapi, kami hanya melintas saja dengan taksi.

Atlantis Hotel Dubai

Kami pun kemudian meminta Muhammad Isran untuk mengantarkan kami ke rumah makan Pakistan. Isran membawa kami ke Afghan Khorasan Kabab, sebuah rumah makan dengan menu masakan Afghanistan dan Pakistan. Kang Kombor tidak mengambil gambar Kang Kombor di sini. Hanya Pak Egy saja yang Kang Kombor ambil gambarnya.

Afghan Khorasan Kabab, Dubai

Selesai makan acara melihat-lihat kota Dubai pun dilanjutkan. Kali ini kami menuju kawasan Dubai lama. Maksudnya, Kota Dubai yang asli sebelum berkembang sedemikian luasnya. Kami melihat pusat kota di mana sedang ada festival selama kurang lebih sebulan. Festival itu kalau di Indonesia mungkin biasa disebut pasar malam. Yang terdapat di festival juga hampir sama dengan yang terdapat di pasar malam. Ada bazaar (maksudnya gerai dagangan), panggung, dan permainan-permainan.

Festival di Dubai

Di sebelah lokasi festival itu terdapat sebuah mal. Entah mal apa namanya. Di dalamnya terdapat gerai Carrefour yang lumayan besar, sebesar Carrefour yang di Lebak Bulus, Jakarta.

Berbeda dengan Mirdif City Centre yang sepi, mal yang ini cukup ramai. Entah karena di dekatnya ada festival atau memang biasanya ramai Kang Kombor tidak tahu. Pokoknya ramai, hehehe… Di Carrefour sendiri pengunjungnya juga ramai. Bahkan, di kasir pun kami harus antri. Lumayanlah, Kang Kombor bisa lama memandangi kasir keturunan Arab yang berasal dari Maroko. Eh, tapi maaf, Kang Kombor tidak mengambil gambar kasir itu takut dia tersinggung atau dilarang oleh Manajemen Carrefour.

Keluar dari mal, Kang Kombor menemukan sepeda motor Bajaj Pulsar yang dipergunakan untuk layanan pesan antar. Busettt…. Sepeda motor sebesar itu dipakai untuk layanan pesan antar. Apa tidak berat? Jujur saja, Kang Kombor teringat Si Ngorok yang juga merupakan spesies yang sama dengan sepeda motor pesan antar itu.

Bajaj Pulsar 180 untuk pesan antar

Nah, Kawan-Kawan, selesai urusan di area festival, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel karena besoknya pagi-pagi pukul 06:00 kami harus berangkat ke bandara Dubai guna kembali ke Jakarta. Dengan demikian, cerita ini pun Kang Kombor cukupkan sampai di sini. Sampai ketemu ke cerita saat kami di bandara dan kembali ke Jakarta.

Komentar

  1. duh rumput tetangga lebih bagus dari rumput sendiri ya? melihat negara lain kok malah lebih bagus dari negara sendiri ya, om. di sana kelihatannya rapih dan modern banget :)

    BalasHapus
  2. mengapa tidak mampir ke doha kang?

    BalasHapus

Posting Komentar