Microsoft Edge Menjadi Peramban Kesekian Yang Berbasis Chromium

microsoft edge

Keputusan Microsoft untuk mengubah teknologi perenderan HTML yang dipakai pada perambannya, Microsoft Edge, dari teknologi EdgeHTML menjadi teknologi Chromium seperti Kang Kombor singgung pada kiriman sebelumnya, menjadikan Edge sebagai peramban kesekian yang berbasis Chromium.

Sebelum Edge, sudah banyak peramban lain yang dikembangkan dari Chromium, yang merupakan opensource itu.

Peramban lain yang sudah dikembangkan dari Chromium di antaranya adalah:

  1. Vivaldi Browser: A Browser From the Future.
  2. Opera: Old Is Gold.
  3. Opera Neon: Feast Your Eyes.
  4. Yandex Browser: Solid Usability and Security Features.
  5. Brave Browser: A Privacy-First Browser.
  6. Epic Browser.
  7. SRWare Iron.
  8. Comodo Dragon Browser.
  9. Torch Browser

Putusan Opera untuk mengganti teknologi perender HTML miliknya sendiri – Presto – dengan Webkit/Chromium sangat berbeda dengan Edge. Apabila Edge mengganti teknologi EdgeHTML dengan Chromium karena peramban Microsoft itu gagal mendapatkan pangsa pasar yang signifikan, Opera dengan Presto sebelumnya telah memiliki 300 juta pengguna. Opera melalui kiriman blognya mengumumkan jumlah pengguna yang mencapai 300 juta sembari mengumumkan kepindahannya ke WebKit sebagai mesin render.

Bagi Microsoft sendiri, putusan untuk mengganti teknologi perender perambannya dari EdgeHTML ke Chromium tentu menyakitkan karena sebelumnya, peramban legendarisnya – Internet Explorer – telah dihentikan pada 2015 dan digantikan dengan Edge.

Pengguna Edge sendiri boleh lega dengan perubahan EdgeHTML ke Chromium itu karena dengan perubahan itu, nantinya pengguna Edge bisa memakai pengaya Google Chrome ke Edge.

Komentar

  1. This article gives the light in which we can observe the reality. This is very nice one and gives indepth information. Thanks for this nice article. What are some of the cheapest places to travel? From Asia to Africa and Europe, Things to do ‘s got a budget breakdowns for the cheapest places to travel.

    BalasHapus

Posting Komentar