Senin, Januari 16, 2012

Kokosan

Kawan-Kawan tahu kokosan?

Untuk yang berasal dari Pulau Jawa kemungkinan besar tahu. Yang berasal dari luar Pulau Jawa, entahlah. Bisa tahu, bisa juga belum tahu. Baiklah, kali ini Kang Kombor akan bercerita tentang buah kokosan.

Kokosan ini merupakan buah yang masuk ke dalam falili Meliaceae. Buah kokosan sekeluarga dengan duku tetapi masuk ke dalam golongan kokosan. Nama latin kokosan adalah Lansium Aqueum.

Bentuk pohonnya hampir sama dengan pohon duku; namun bentuk daunnya lebih lanset, bulu daun lebih lebat dan kasar; malai bunga lebih panjang; buahnya lebih kecil. Kulit buahnya berwarna kuning kemerah-merahan, bergetah, dan sukar dikupas. Daging buahnya berair dan berasa asam agak manis. Tumbuhan ini diperbanyak dengan cara okulasi dan dengan biji; dapat tumbuh baik di tanah yang lembab dan teduh, pada dataran rendah sampai pada ketinggian 650 meter di atas permukaan laut. (jakarta.go.id)
Setandan kokosan


Buah kokosan walaupun seperti duku tetapi sukar untuk dikupas. Cara makan kokosan biasanya dengan diceplus (digigit) lalu diseruput daging buahnya. Atau, bisa juga dibuka dengan cara dipencet bagian pangkal buahnya.

Kokosan yang dipencet

Umumnya, kokosan rasanya masam. Apabila beruntung, kita bisa juga mendapatkan kokosan yang manis. Buah ini berbuah bersamaan dengan waktu berbuahnya pohon duku, dan langsat. Mereka kan satu keluarga sehingga waktu berbuahnya pun bersamaan.

Daging buah kokosan

Kalau makan kokosan hati-hati jangan sampai bijinya tergigit. Biji kokosan rasanya pahit.

Kebetulan di kebun, di tanah milik adik Kang Kombor ada sepokok pohon kokosan yang sedang berbuah. Ketika buah kokosan itu diunduh oleh tetangga yang akan menjualnya ke pasar, Kang Kombor menyempatkan diri untuk memfoto buah kokosan itu untuk keperluan membuat kiriman ini. Maaf kalau fotonya kurang jelas karena diambil hanya dengan kamera ponsel.

Kiriman ini, selain untuk menginformasikan mengenai kokosan, juga untuk memberi inspirasi kepada Kawan-Kawan narablog yang kadang bingung mau nulis apa. Apa saja bisa ditulis, Kawan. Kiriman ini contohnya. Buah sepele bernama kokosan bisa juga menjadi sebuah tulisan di blog.

Ngomong-ngomong, kemarin Kang Kombor hanya mencicipi sebutir saja kokosan itu. Bukan karena tidak doyan melainkan karena panennya hanya satu setengah keranjang. Kang Kombor kalau makan bisa habis sepuluh tandan. Kasihan nanti kokosannya nggak jadi dijual oleh yang nebas. Hahaha...


Pohon kokosan lain belum berbuah. Satu setengah keranjang lumayanlah. Kata yang nebas, kalau seratus ribu saja ada itu duitnya. Beda dengan rambutan yang sekilonya di pasar kurang dari seribu rupiah.

Related Posts

Kokosan
4/ 5
Oleh

19 comments

Senin, Januari 16, 2012 2:43:00 PM delete

kokosan agak asem atau kecut atau perpaduan antar keduanya, kalo saya makan bnyk perut sakit.

Lebih enak dukunya.

Reply
avatar
Senin, Januari 16, 2012 5:55:00 PM delete

wah, jangan diabisin dong kang, boleh sih kalau mau di kasih, hehe ;)

Reply
avatar
Senin, Januari 16, 2012 8:49:00 PM delete

Langsat bukan tuh kang? Iyya deh persis...

Reply
avatar
Senin, Januari 16, 2012 9:44:00 PM delete

Kalo di kampung saya di Lombok, NTB, namanya celuring he he...

Reply
avatar
Selasa, Januari 17, 2012 9:21:00 AM delete

wahhhh... nek bar nebas kie mbok kondo2 kang..
ben iso ke tekape :D

Reply
avatar
Selasa, Januari 17, 2012 11:27:00 AM delete

Makannya jangan banyak-banyak, Mas, hehehe...

Reply
avatar
Selasa, Januari 17, 2012 11:28:00 AM delete

Sudah dibawa ke pasar sama yang ngunduh tuh...

Reply
avatar
Selasa, Januari 17, 2012 11:29:00 AM delete

Famili buah ini terdiri dari 3 golongan, Mbak: duku, langsat dan kokosan. Memang kokosan mirip langsat karena satu keluarga.

Reply
avatar
Selasa, Januari 17, 2012 11:30:00 AM delete

Namanya bagus juga, Mas, celuring...

Reply
avatar
Selasa, Januari 17, 2012 11:30:00 AM delete

Aku wae ngertine san wis rampung... wkwkwkwk...

Reply
avatar
Una
Rabu, Januari 18, 2012 10:16:00 PM delete

Aku dari Pulau Jawa tapi gatauuuu... :D

Reply
avatar
Kamis, Januari 19, 2012 2:12:00 AM delete

Sekarang kan jadi tahu. Kang Kombor orang kampung makanya tahu yang namanya kokosan, mundhung, mundhu, kepel...

Reply
avatar
Kamis, Januari 19, 2012 8:00:00 AM delete

Haaa..?
Sepuluh tandann...?

njuk wetenge kaya ngapa rasanee kang..?

Reply
avatar
Rabu, Januari 25, 2012 9:07:00 PM delete

waahh abang sip bang
btw gambar nya walau dari ponsel tetp bagus bang
LANJUT KAN!!!

Reply
avatar